.
Tentang Manda, Thoughts, Sehari-hari, Obssesions, Level Up!, RoamingJuly 2, 2008 8:34 pm

ini pure meracau. bacalah kalo bener2 senggang. kalo agak gak nyambung atau gak ngerti, jangan komplen.

Apa yang kalian lakukan saat kalian tahu kalian tertimpa masalah?

kalimatnya agak ngeganjel ya, mengulang kata ‘kalian’ 3 kali. bukan kalimat yang bagus :P . tapi ngerti kan ya maksudnya. wahahah.

oh back to topic, apa yang kalian lakukan?

kalo gue, *asumsi : kalian pembaca yang sopan, makanya kalian nanya balik karena tadi gue udah nanya* pada saat itu, drama queen gue akan langsung kambuh, gue akan mengurung diri di dalam kamar, gue akan mematikan lampu, gue akan menangis, gue akan makan sesukanya, gue akan membatalkan semua plan, janji dan rencana, gue akan membayangkan yang buruk2 (dan makin nangis karenanya, padahal terjadi aja belum, lihat betapa gue sangat visioner), gue akan sangat sangat sangat emosional dan akan melakukan hal2 bodoh yang seringkali, memperburuk/menambah masalah gue, dan gue akan terlalu banyak bercerita pada siapapun yang ada di dekat gue.

one bad news leads into no-brain action that leads into dreadful situation, which is, another bad news to conquer. begitulah siklus yang sering terjadi.

sisi positifnya : gue punya semakin banyak kesempatan untuk menempa diri, dan gak ada yang lebih puas daripada mengetahui bahwa diri ini berhasil menemukan solusi untuk melewati masalah2 itu.

sisi negatifnya : gue membayar mahal untuk semua tindakan bodoh yang gue lakukan.

dan setelah 21 tahun hidup dengan cara yang sama, akhir2 ini, pertanyaan2 ini mulai muncul di kepala :

  • haruskah gue selalu membayar mahal untuk setiap masalah gue, cuma karena gue gak bisa menahan diri untuk mengungkapkan apa yang gue rasakan?
  • lain masalah kalau ini cuma menyangkut hidup gue DOANG, tapi gue gak hidup sendirian dan ada orang2 yang menaruh harapan sama gue, tidakkah gue berpikir kalau tindakan gue bisa menyakiti mereka?
  • bukankah udah saatnya untuk melepas jiwa-remaja-yang-berani-menerima-resiko-apapun dan mulai menjadi orang dewasa, yang mempertimbangkan resiko dari tiap langkahnya, yang bertindak sepintar mungkin agar bisa mendapat banyak pelajaran yang bisa diambil dengan sesedikit mungkin pengorbanan?

inti dari semua omongan ini adalah, gue (pada akhirnya) capek jadi miss drama queen, pembaca :) . gue tahu drama queen bisa menguntungkan, karena seringkali, itu membantu gue menyampaikan cerita yang menarik untuk didengar bagi orang2 yang ingin mendengar ;) . Tapi, banyak juga yang hilang karena kelakuan gue. Gue tahu gue akan lebih menyesal untuk gak melakukan segala hal yang ingin gue lakukan, tapi tetep aja, biar sedikit, rasa nyesel itu ada. Dan semakin gue bertambah umur, melihat dan mengalami berbagai macam hal, gue semakin mengharapkan kehidupan yang stabil, sekarang dan di masa depan.

dan stabil berarti, gue harus mulai belajar gimana mengontrol sifat drama queen ini. besides, gue pengen jadi istri dan orang tua yang bisa ngasi perlindungan dan ketenangan kelak gue berkeluarga nanti. bukan yang malah membuat masalah :P .

gue sempet menganggap menitipkan hape gue pada darpit (untuk mencegah menelpon dan mengsms, mengatakan hal2 yang gak diinginkan) dan meminta darcil untuk mengubah password email dan blog gue (supaya gak mengimel atau posting macam2 :D ) saat gue dalam kondisi drama queen, sebagai ide yang terbaik untuk mengatasi masalah gue.

tapi gue rasa, itu namanya manja. gue mesti cari jalan keluar sendiri untuk personality disorder gue ini. :D yang bertahan lama, bukan cuma temporary.

well, i’m still working on it. udah berjalan 1 bulan-an, merasakan sedikit perubahan, tapi gak tau juga, semoga bukan sementara :P . yang jelas, cuma bisa bilang : ternyata sebagian besar masalah memang datang dari diri sendiri :D .

paling gak, dengan gue nulis gini, gue gak ada alasan buat mundur lagi, gue mesti berusaha menunjukkan bukti. :D

 

level up, sodara2?

Mandhut.

 

Tentang Manda, Thoughts, Sehari-hariJune 21, 2008 9:56 am

gue punya masalah besar dengan kebiasaan menunda2 pekerjaan. dan gue panik.

entah memang guenya yang males atau guenya yang gak bisa mengatur waktu (atau dua-duanya, yang mana gue berusaha denial akan  alternatif kemungkinan ini), pokoknya gue selalu terjebak dalam keadaan menunda pekerjaan. Putri Amanda Bahraini selalu bermalas-malasan terlalu lama, berakhir dengan terpanik-panik menjelang deadline dan memberikan hasil pekerjaan yang gak maksimal. ugh.

 

(courtesy of http://www.thewriteratwork.com/site/images/) 

Yang lebih gila lagi, gue tidak hanya menumpuk tugas, tapi juga menumpuk hal2 yang harusnya ‘menyenangkan’. Masa sampe hal2 menyenangkan macam baca buku, nonton DVD dan lain2 juga gue tundaaa???? yang ada kan orang nunda2 tugas sekolah/kantor/kuliah, tapi gak akan mikir dua kali untuk nonton film kesukaan atau baca buku favorit saat emang bisa kan??? (ini aneh. tidakkah kalian merasa ini aneh?).

Hemm…. apa ini termasuk side effects dari sifat gue yang memang semangat banget memulai sesuatu tapi males nerusin ampe selesai? (liat ini dan ini). gimana dong gimana dong gimana doong?

Sebagai pengakuan dosa, biarlah saya daftar apa2 saja yang saya tunda : 

  1. di lemari gue masih ada satu set koleksi novel the Chronicles of Narnia yang gue pinjem dari Nyer si Gendut sejak…. eng… 1,5 tahun yang lalu?
  2. masih di lemari, ada buku Darcil yang gue pinjam, well… 1 tahun yang lalu
  3. buku hadiah ulang tahun dari taniko 2 tahun yang lalu yang kepengen gue baca tapi gak sempet2.
  4. Di meja belajar masih tergeletak (tidak rapih) buku tentang bagaimana mengendalikan emosi (entah kenapa gue beli ini) yang belum gue baca, tapi katanya Berto mau pinjem, jadi kayaknya gue kasih ke dia dulu aja (paling gak ada yang baca, kasian didiemin)
  5. masih ada Harry Potter #7 yang belum gue baca dan berniat gue jadikan reward kalo gue udah prepro tugas akhir minggu depan, tapi kalo gue beneran bisa tahan. (in case ada yang berniat spoiler lewat komen, kalo masih mau hidup tenang dengan organ2 vital tetap pada tempatnya, don’t even think about it)
  6. masih ada koleksi DVD Desperate Housewives Season 1 yang gue pinjem dari Matski (gak pernah bisa nulis link blog-nya dengan bener dan males ngekopaaas) dan belum sempet ditonton mpe sekarang.
  7. masih ada project scrapbook yang gue tahan2 setengah mati untuk jangan dimulai dulu, karena pasti menghabiskan waktu, tenaga dan uang T-T. tapi gue kepengen kepengen kepengeeennn…. gatel pengen buaaat.
  8. Dendy bilang di Crayon bisa latihan merajut dan lain2 gratis (liat di artikel ini). Huaaa sekarang Crayon punya official store di Jalan Aceh, pengen kesana, pengen belajaar merajut…. T-T.
  9. My Beloved Tugas Akheeer… yang mana gue dengan pedenya sudah gambling untuk harus sidang sebelum Oktober dan masih aja main2, wuahahahaha. udah gila ya.
  10. Melaunching sesuatu yang seharusnya sudah saya launching dari Mei laluuu… >.< buang2 uang sajaaa..
  11. Beli kado Ombing (sepupu) + bungkus + kirim, bungkus kado Vara (sahabat lama) + kirim, kado Lula (ponakan) tinggal dikirim. tapi males. males aku males aku malesss…. kenapa sih Grow (Gift and Wrap Shop) dan TIKI gak buka cabang di Tubagus Ismail 6 aja (kosan gue di Tubagus Ismail 6), jadi kan gampaaaang.
  12. Sorting foto buku tahunan IF dan mewujudkan buku tahunan itu sendiri. maafkan aku temaaan. segera dibereskan begitu gue… well.. ya gitu lah. 
  13. Desain banner buat orang2 (Zakka, Nieke dkk) yang gue janjikan dan gak dibuat2 juga. Desain banner buat aplikasi TA Pican. nyau nyau.
  14. Kepengen ke Jogja bareng Harem Beat, tapi kapan yaaa…. -_-
  15. dan banyak yang bahkan diri gue sendiri gak tega untuk menyebutkan. T-T

See? parah kan? dan masalahnya, kalo boleh jujur, gue gak bisa mengerjakan hal yang gue gak sedang suka, apalagi kalo membutuhkan kreatifitas, duh gak bisa. mentok gila. tapi deadline gak bisa mengikuti kata hati (dan kata hati sekarang adalah Melissa the Mouth, Penelope Trunk, Racauan Manda dan scrapbook. Dan interest2 gue itu, definitely gak ada deadline), jadi…

Gue rasa gue harus sudahi postingan ini dan mulai membuat prioritas (dengan urutan yang harus dikerjakan awal : menyangkut hidup orang banyak, menyangkut hidup saya, gak enak minjem kelamaan dan seterusnya) dan memaksa otak dan tangan gue untuk bekerja. mohon sabar ya orang2 yang saya rugikan dan dibuat menunggu. boleh marah tapi don’t write me off just yet. :D .

 

gue rasa gue butuh manajer, 

Mandhut yang Suka Nunda2 Pekerjaan. 

Tentang Manda, Thoughts, Sehari-hari, Stress, SengsaraJune 8, 2008 6:01 pm

mampus.

entah kenapa, akhir2 ini ritual tidur gue semakin terganggu. Setelah sebelumnya minimal seminggu 3 kali gue ‘ketindihan’ (yang gak tau ketindihan dalam tanda petik itu apa, mohon tanya temen sebelahnya ato googling, males jelasin), sekarang hampir setiap hari gue ketindihan, berkali2 dalam semalam dan sekarang tambah aneh2 pula, gak perlu gue jelasin lah aneh2nya apaan -_-. kenapa seeehhh???!! mau tidur tenang aja susaaaah??? aarrrggghh….!!!! udah 2 minggu lebih tidur gak tenang :’(.

 

(courtesy of http://www.poetryteachers.com/images)

 

sila selalu bilang ‘ketindihan’ gue itu karena efek psikologis, dan lama2 gue juga mengiyakan, soalnya kalo ditilik2, sebagian besar ‘ketindihan’ gue terjadi di hari dimana gue kecapean ato stress. Jadi logikanya, kalo ini getting worst, berarti gue sedang dalam state bener2 stress, lebih stress dari yang pernah gue alami selama idup, tapi oh tapi, gue merasa fine2 aja… T-T. Well, gue memang ada beberapa masalah, maksud gue, sapa sih yang enggak??? tapi gue pernah lebih stress dari sekarang dan waktu itu gue gak seterganggu ini tidurnya -_-.

binuunn… mau tidur tenaaang…. gimana caranyaaa….???? T-T huaaaa….!!!

 

Mandhut yang binun. 

Budaya, Thoughts, SengsaraMay 24, 2008 3:07 pm

mari kita nobatkan hari ini sebagai hari posting sedunia, karena sejak pagi saya gak bisa berhenti menulis. hahaaha. enjoy my writing, :)

 

Tell me, para-pekerja-kantoran-wherever-you-are, apa enaknya bekerja di kantoran?

Karena saya sama sekali gak melihat kenikmatannya.

Waktu saya harus melakukan kerja praktek tahun lalu di bagian IT sebuah perusahaan di bilangan Senen, Jakarta untuk memenuhi tugas salah satu mata kuliah di tempat saya menuntut ilmu. Saya benar2 menderita.

Saya merasa tertekan dengan kenyataan bahwa saya harus bangun pukul setengah 5 pagi, berangkat pukul 6 pagi agar bisa sampai di kantor tanpa terjebak macet. Saya sampai di kantor pukul 7 pagi, dan harus menunggu sampai jam 8 pagi, waktu dimana kegiatan kantor benar2 dimulai.

Saya menunggu sejam ditemani ruangan kantor yang masih remang, ditemani lampu baca dan novel yang saya bawa dari rumah atau sms2 bernada OHMAIGAT-INI-KERJA-PRAKTEK-BENER2-SUCKS dengan teman, kadang harus menjawab dengan senyuman miris pertanyaan2 office boy yang heran kenapa pagi2 begini udah ada mbak2 yang nangkring di depan meja kantor. "Rajin banget, mbak Putri" kata mereka, rajin pale lo, sini gue lempar sepatu hak, sebel.

Setelah itu, saya harus bekerja selama kurang lebih 8 jam (belum terhitung 1 jam istirahat makan siang), sampe jam 5 sore. Dan selama waktu itu, saya bener2 gak bebas ngapa2in, harus tetap fokus bekerja, gak bisa chatting dengan teman2 kuliah yang juga lagi kerja praktek di tempat lain karena kantor ini melarang penggunaan messenger.

Waktu jam makan siang, saya bener2 sebal, saya ingin dibiarkan saja asik dengan buku novel saya sambil makan bekal dari rumah, tapi gak bisa, karena saya terpaksa harus ikut makan bersama senior2 ini, karena kalo gak, entar dibilang sombong, dan itu akan merugikan bapak pembimbing saya, jadi saya harus bertoleransi. Saya harus mendengarkan omongan yang menurut saya gak menarik selama jam makan siang, lelucon yang itu2 aja, reaksi yang itu2 aja, dan harus kembali ke kantor dalam waktu sejam, untuk bekerja lagi.

Saya pulang kantor jam 5 sore, dan harus terjebak macet, merasakan jembatan atas Rawamangun yang bergetar hebat saat banyak mobil berada di atasnya (ini benar2 terjadi dan saya takut jembatan rubuh, saya gak mau mati dengan cara itu) saya baru sampai rumah jam setengah 8.

Dengan hati gondok, kepala pening, perut lapar, badan lelah. Gak ada tenaga untuk posting blog, untuk baca novel, apalagi untuk bertukar kabar dengan teman, dan memang gak boleh, saya harus tidur cepat karena besok saya harus bangun pagi dan bekerja lagi. Akhir minggupun, saya gak bisa keluar, karena capek, dan males, Jakarta panas bin macet bin apa-apa-mahal, jadi mending saya tidur. dan inipun gak membantu meringankan beban saya.

Saya bener2 stress,
satu2nya hiburan saya di kantor adalah saat waktu sholat tiba, saya bisa sejenak meregangkan otot, berlama2 mengambil wudhu, berlama2 menghirup udara di musholla, sampai akhirnya saya harus kembali lagi ke tempat duduk saya, di bilik berukuran 2 kali 4 meter. Pernah saking udah gak tahannya, saya gak peduli lagi. Di minggu akhir masa bekerja, pas jam makan siang, saya menghilang dari kantor, gak ikut makan bersama senior2 itu, cuma untuk berjalan sejenak di Golden Truly Senen, makan pizza sendirian di Pizza Hut, dan window shopping sejenak. saya kembali ke kantor dan telat setengah jam, dan pura2 "udah balik daritadi kok.. tadi cuma dari wc aja, sedikit gak enak badan" ke bapak pembimbing saya. Dan kegiatan ini melegakan. sangat melegakan. sayang gak saya lakukan dari dulu2.

Seringkali saya juga nekad menulis di komputer kantor saat saya gak ada kerjaan, menulis sesuatu yang nanti tinggal saya posting ke blog saya lewat koneksi internet di rumah. Karena kantor itu membatasi homepage yang bisa dibuka oleh karyawannya, friendster dan blogsome adalah sesuatu yang dilarang.

Dan setelah saya cek ke senior2 saya, mereka juga menjalani hidup yang sama dengan saya, bahkan ada yang lebih ekstrim lagi, yang berangkat dari rumah jam 4 pagi dan nyampe rumah jam 10 malem, dan masih sempet smsan sama pacarnya dulu sebelum tidur, dan sempet ngerjain proyekan di wiken. entah dia manusia ato wanita bionic, saya gak ngerti.

Saya bener2 gak cocok kerja kantoran. Dan saya harap itu terakhir kalinya saya mesti mengerjakan hal yang gak saya sukai, di lingkungan yang gak saya sukai, dengan cara yang gak saya sukai, setiap hari, 5 hari seminggu, 8 jam sehari.

Waktu saya bilang ke ibu saya, dia langsung panik. dan bilang kalo saya belum ngerti aja perlunya punya penghasilan tetap.

Saya pengen2 aja punya penghasilan tetap, tapi kalau itu membuat saya jadi kayak robot dan gak bisa melakukan hal2 yang saya sukai, saya mikir2 juga. Punya duit tapi kebebasan diri berasa dirampok abis2an gitu, apa worth it? karir kan ada banyak pilihan. :(

tanpa bermaksud menghina pihak tertentu, saya sekedar bercerita, dan mau bertanya, ada yang bisa kasihtau saya gak, apa enaknya kerja kantoran? mungkin saya bisa berubah pikiran.

 

Mandhut yang (masih) Benci Kerja Kantoran. 

Resensi, Tentang Manda, Thoughts, Sehari-hari, Autis 8:38 am

Beberapa orang mungkin mempunyai lagu yang paling ‘click’ dengan apa yang rasakan dalam hidupnya. Lagu itu menjadi lagu yang selalu diingat liriknya dan didengar sepanjang hidup orang tersebut. And for me, lagu yang dimaksud adalah Looking for a Place to Land, yang dinyanyikan oleh Dakota Moon.

Saya pertama kali denger lagu ini pas jaman SMA, sekitar tahun 2002, dan begitu denger, saya langsung suka. Padahal menurut kebanyakan temen saya, lagu ini biasa2 aja, tapi di kuping saya, lagu ini menceritakan apa yang saya rasakan soal kehidupan, dengan kata-kata yang tepat sasaran.

Dan di postingan kali ini, saya mau menjabarkan apa isi kepala saya, terkait si lagu itu tentunya. hehehehe. Silakan duduk manis dan menyimak, akan sangat panjang, jadi pastikan kalian sudah punya teh manis hangat dan bakpau untuk menemani membaca *masih aja*.

——————————————————— 

Jadi begini, 

Seiring umur saya yang bertambah, saya mulai terus mempertanyakan, apa yang harus saya lakukan di dunia ini, apa yang saya cari, apa yang membuat saya bahagia, mengapa orang-orang berpikir begini, mengapa Tuhan memerintahkan kita untuk begitu, dan masih banyak lagi. Pertanyaan2 ini, terus bertambah jumlahnya serta tingkat kerumitannya, semakin meluas ke semua sektor kehidupan, dari yang penting hingga yang sepele. Semua ini, semakin menyita perhatian dan energi saya.

Kadang saya merasa, saya menyia2kan waktu saya hanya untuk mencari jawaban akan pertanyaan2 saya di atas. Saat semua orang berlari mengejar cita2, melakukan suatu hal yang nyata hasilnya, saya hanya sibuk berpikir dan mengkhayalkan sesuatu yang mungkin sebenarnya gak perlu untuk dibayangkan. Ada yang bilang, hidup itu dijalanin aja, gak usa dipikirin. Tapi saya belum bisa berhenti memikirkannya terus menerus, setiap menit, setiap detik, sampai saya menemukan jawaban yang bisa menenangkan.

Saya selalu berpikir, dunia ini gak berjalan dengan baik. Ini bukan tempat saya. Bukan tempat dimana saya ingin hidup. Bukan tempat dimana saya ingin membesarkan anak-anak saya kelak. Saya gak bisa menggambarkan dengan tepat apa yang salah di dunia ini, tapi saya tahu bahwa something is amiss.

Saya menginginkan banyak hal yang berbeda dalam hidup, 

Saya menginginkan sesuatu yang bisa membuat saya terus bersemangat, petualangan, intrik, drama, apapun. Kadang bahkan saya berkhayal, saya bisa bertemu dengan suatu lubang menuju dimensi lain, dimana disana menunggu sebuah dunia yang berbeda dengan apa yang ada disini. Dunia yang menunggu untuk diselamatkan, dunia dimana sedang terjadi bencana besar, seperti di film Armageddon atau Independence Day, atau dunia mimpi seperti Narnia dan Who’s Ville. Dunia dimana saya tidak berperan sebagai Manda si mahasiswi, tapi sebagai orang lain, siapapun selain saya si Mahasiswi. Dunia dimana saya bisa menemukan orang2 yang benar2 berharga bagi saya. Dunia dimana persahabatan dan cinta diuji kekuatannya.

Kadang saya juga berharap, menemukan dunia dimana, tidak ada polusi udara di dalamnya. Dunia dimana, semua manusia memiliki ladang dan peternakan sendiri di belakang rumah mereka. Tidak terlalu besar, tapi cukup untuk memberi makan diri sendiri dan keluarga. Dunia dimana air sungai mengalir jernih, ikan-ikan berenang dengan bebas, lebah berdesing mengumpulkan madu, para bapak berbincang2 di teras ditemani kopi, dan bau roti panggang memenuhi dapur setiap ibu rumah tangga di pagi hari. Dan saya disana, sedang mengaduk sepanci adonan strawberry di dapur untuk dijadikan selai roti esok hari sambil bersenandung lagu2 lawas. Dunia dimana, kedamaian adalah satu2nya aturan yang ada.

Saya juga pernah membayangkan, hidup di suatu kota besar, pusat perdagangan dunia. Kota yang modern, bersih dan teratur, didiami oleh lebih dari satu suku bangsa, ras dan agama. Hidup melajang, tinggal di sebuah apartemen sederhana, dengan furnitur yang saya beli dan saya atur sendiri. Bekerja sebagai seorang penulis di sebuah majalah/surat kabar ternama, menghasilkan tulisan2 yang bermutu setiap hari. Saya akan berangkat-pulang kerja dengan menaiki kereta bawah tanah atau bis, hanya naik pesawat terbang saat memang ditugaskan di luar negeri. Setiap akhir minggu, saya akan berjalan menyusuri sebuah daerah yang dipenuhi restoran dan kafe dengan menenteng sebuah tas berisi laptop ringan kecil pada pukul 10 pagi, kelewat excited untuk memutuskan akan menulis di mana saya hari ini. Memiliki teman2 yang berwawasan luas dan memberi banyak cerita pada saya. Dunia dimana saya hidup mandiri dan bisa berkarya sesuka hati.

Saya menginginkan dunia-dunia yang menawarkan hal yang berbeda dari apa yang ada disini.

Sebut saya gila, tapi saya benar2 memikirkan hal2 di atas. Saya terus bertanya apa yang sebenernya saya inginkan dan kemana saya ingin menuju, saya terus bertanya bagaimana menggambarkan apa yang sedang saya lakukan selama ini, sampai akhirnya saya menemukan lagu itu dan mendengarkan lirik ini,

                 I guess in my own way
                 Just like him I am wandering, wondering run away
                 But aren’t we all just,

                 Looking for a place to land
                 Looking for a friend to call
                 Looking for a destination, conversation, fascination
                 To protect us from the fall
                 Looking for the one to love
                 Looking for a brand new day
                 Looking for a reason to stand
                 Looking for a place to land

dan saya hanya bisa tersenyum, karena akhirnya saya tahu apa yang sedang saya lakukan. Sampai detik inipun saya masih mencari a place to land.

Mungkin bukan berarti dunia ini bukan tempat saya, tapi saya belum menemukan tempat yang tepat untuk saya mendarat dan tinggal disana. Dan mungkin, saya harus berhenti melarikan diri dari kenyataan, berhenti asik sendiri dengan khayalan2 itu, dan mulai memecut diri melakukan sesuatu guna menemukan ‘tempat mendarat’ terbaik saya. Dan yang pasti, saya harus yakin kalau tempat itu ada, bahkan saat dunia sedang tak bisa diharapkan seperti sekarang ini.

 

hanya racauan saja,

Mandhut. 

Tentang Manda, Thoughts, Friends, Event, KonyolMay 23, 2008 12:42 pm

kalau ada hal yang paling saya suka di dunia, itu adalah menghabiskan waktu bersama orang2 yang saya sayangi, spontaneously.

yep, spontaneously. hehehehee.

entah sejak kapan, saya mulai sadar bahwa saya menyukai kegiatan2 yang tidak direncanakan lebih daripada yang sudah direncanakan baik2 jauh2 hari.

kenapa? karena rasanya beda, cing. ada kesan surprise-nya, ada feel-nya, ada rasa excited-nya, apalah itu. Dan, sekedar menambahkan, menurut gue, kegiatan spontan menciptakan lebih banyak kenangan manis, karena banyak sekali hal2 lucu dan konyol yang mungkin terjadi dari sebuah kegiatan spontan. dan itu….manis. hehe.

bahkan saat acara menjadi di luar harapan dan terjadi hal2 yang gak diinginkan, itu masih terasa hangat, karena kalian sedang mengalami suka dan duka bersama yang kelak bisa kalian banggakan ke orang lain ataupun diri sendiri. ^^

——————————– 

mungkin karena saya berwatak sanguin kali ya (googling gih : 4 temperaments). Sanguin yang konon katanya memang pencinta kegiatan spontan serta cenderung merasa terkekang dengan kegiatan yang direncanakan dan stagnan, makanya jadi gini deh. Hehehehe, apapun itu, pokoknya saya suka, dan saya punya alasan kenapa saya suka. sama beralasannya dengan orang2 yang gak suka kegiatan spontan.

iya, sampai hari ini, saya menemukan beberapa orang yang bener2 gak bisa melakukan sesuatu secara spontan. Dulu, pernah ada temen, sebut aja si X, yang kalo saya ajak melakukan kegiatan spontan, dia udah langsung stress dan marah. padahal cuma sekedar diajak "makan nasi goreng di Z yuk" (itu jam 7 malem, daerah Z deket kediaman dia yang notabene lebih jauh dari kosan gue, nasi goreng Z enak, besokannya libur, dia gak capek, dia lagi gak ada kerjaan and so do I). dan dia gak mau, karena ngajaknya tiba2.

…………… 

sesaat saya berasa bingung, karena saat itu saya sama sekali gak ngerti kenapa bahkan di saat situasi lagi gak hectic, dia tetep aja harus melakukan sesuatu dengan terencana. karena saat itu saya udah tahu sifat si X yang gak suka hal2 yang ‘mengacau’ kestabilan hidup, saya berusaha berkompromi dengan tanya2 dulu dia lagi apa, lagi sibuk gak, lagi capek gak, dan saat saya merasa ‘ohh.. bisa nih gue ajak.’ dan saya ajaklah dia makan nasi goreng, tau2 tetep aja gak bisa. jadi saya kurang bertanya apaaaa lageee?? hiyaaah bingung.

Mungkin fakta lain yang juga bikin saya kesel waktu itu adalah, kenyataan bahwa salah satu tanda saya merasa ‘dekat’ dengan seseorang adalah dengan mengajak mereka melakukan kegiatan yang saya sukai, dalam hal ini : spontaneous event, jadi ya, kalo ditolak, jika saya boleh jujur, keselnya dobel2. Jadi gemes deh, mulai sedikit memaksa, sepet2 dikit dengan ih-kok-lo-giliran-gue-yang-ajak-gak-mau-padahal-kalo-lo-yang-ada-perlu-gue -berusaha-selalu-nemenin *pada dasarnya dia gak pernah minta harus ditemenin selalu juga, dasar guenya aja yang petakilan*, dan berakhir dengan marahan. hahahahaa. padahal cuma gara2 ngajak makan nasi goreng. udah gak berhasil ngajak, didamprat pulak. lengkap penderitaan.

eh ini saya cuma kasihtau pengalaman pribadi aja loh ya, bukannya melecehkan preferences orang. personally, saya tahu kok kalo melakukan hal spontan banyak ruginya, tapi juga banyak kenangannya, bikin hidup lebih hidup kalo kata iklan. hehehe. saya cuma kepengen berbagi aja, silakan petik sendiri hikmahnya.

lanjut,

karena kebetulan si X ini adalah orang pertama berwatak seperti itu yang saya temui, itu loh orang pertama yang marah2 kalo diajakin jalan spontan itu, makanya mungkin jadi agak kaget. tapi seiring waktu, saya mulai bertemu orang2 bertipe hampir sama, dan setelah mengetahui adanya ilmu 4 temperamen dan mempelajari lebih lanjut, saya jadi jauh lebih bisa bertoleransi dalam hal ini.

intinya ya, beda tujuan dalam hidup, jadi terima aja. mereka diciptakan untuk keteraturan dan kita diciptakan untuk having fun, terima itu sebagai kenyataan. somehow gue memberi respect yang gede sama orang2 yang bisa stick with the plan (karena bagi gue itu sulit amit amit), tapi saya juga manusia yang kadang kepengen diturutin keinginannya, melakukan hal yang gue suka bersama orang yang gue sayang, jadi so far solusi yang bisa gue tawarkan : kalo kepengen spontan2an, carilah orang2 yang memang sama2 suka hal spontan dan bersenang2lah sampe puas. kalo kepengen seneng2 sama orang yang gak bisa spontan, biarkan mereka yang mengatur rencana dan nikmati saja, toh gue ikut seneng kalo mereka seneng. hehehe.

———————————– 

ngomong2 soal temen spontan2an, saya menemukan 2 orang paling sip dalam hal diajak apapun-kapanpun-dimanapun, yaitu : Kalkun dan Dendunita. ini 2 sobat top banget soal beginian, bener2 orang2 yang tahu gue mau apa dan dengan cara apa gue ingin melakukannya. hahahaha.

sama Kalkun (nama asli Kalman baidewai, bukan Kalkun yang biasa dihidangkan pas thanksgiving), gue udah sering melakukan hal2 gak efektif macam :

  1. nongkrong di Ohlala semaleman for the sake of curhat2an padahal besok kuliah pagi.
  2. di atas jam 11 malem, jalan kaki dari ciwalk ke plaza dago (dan itu pegel ya nyet), lewat jembatan Pasupati atas, ngeliat City Lights (bagus…) bahkan ngegodain pasangan yang lagi memadu asmara di atas motor.

Oh, ini yang paling gila :

suatu hari gue gak bisa tidur, baru mau tidur jam 3 pagi, dan karena ada urusan apa gitu, gue sms si Kalkun, dengan asumsi, ah smsnya paling baru dibaca besok pagi. terus tau2 semenit kemudian, dia membalas dengan "man belum tidur? ikut gue ke lembang yok, pake sepatu yang enak dan baju anget ya, gue jemput 15 menit lagi.". dan jadilah, gue diculik ke Lembang, bersama beberapa temannya. Gak mandi. Gak tidur. Gak ada siapin apa2. Tau2 gue harus naik gunung Putri cuma buat liat sunrise (yang jujur, gue merasa itu naik gunung sama sunrisenya agak gak worth it yaa) dan melihat kuburan tak terawat di puncak gunung, dengan tulisan ‘Mbah Jambrong’, yang katanya keramat, tapi katanya orang2 suka bikin api unggun di atasnya (entah mereka selamat pa gak sesudahnya).

Dan jangan salah, acara masih berlanjut dengan, jalan kaki, nyebrangin sawah, kaki kerendem lumpur dan rawa, jalan yang gue yakin itu bukan jalan untuk manusia. Semua itu cuma buat liat air terjun, dan nyampe sana, air terjunnya kurus, gak stunning, gue bahkan bisa makan Chitato dengan enaknya di pojokan, sambil rendem2 kaki, laper gila, capek kesininyaaa, mana sempet kepeleset, pantat biru terantuk batu kali.

Dan seluruh rangkaian acara selesai pada jam 10 pagi, makan nasi kuning deh di sumur bandung :) . Dan acara belum beres, abis itu, si Kalkun mulangin rombongan, dan saya dianter pulang dan diajak pergi lagi nemenin tuh orang ke Bengkel di tempat yang lumayan jauh, entah dimana itu, sampe pukul 2. abis itu makan pancakes deh di Maple Snuggle-nya si Indi *nyam enaaak… sukaaa*.

capek? BANGET. banyak hal2 yang keliatannya gak worth it, tapi saya tetep seneng. seneng karena gue suka aja, itu spontan dan manis, dan saya emang seneng bersama temen saya yang satu ini, jadi gapapa. toh sepanjang jalan tuh orang bertanya kalo2 gue keliatan capek ato pusing, jadi ya, kami melakukan take and give yang sehat :D .

belum lagi pengalaman bersama si Dendunita, ini orang log activity-nya belum sebanyak Kalkun karena dia baru muncul sekitar tahun lalu (Kalkun sejak tingkat 1 dan saya sekarang tingkat 4), tapi saya sukaaaa banget karena orang ini selalu membuat semua acara, buruk maupun baik, enak maupun enggak, jadi baik dan jadi enak. dia tahu harus apa saat apa, dan bagi gue itu cukup sebagai kategori temen yang sangat nyaman diajak jalan2. karaoke gila2an (gue gak perlu malu nyanyi lagu2 jijik, karena dia bahkan menyanyikan hal yang lebih jijik lagi!!!), nyari layangan yang gak ketemu dan berakhir dengan nonton marathon di ciwok (aneh, jauh banget melencengnya), dan masih banyak lagi.

Suatu hari dia pernah ngajak nonton Speed Racer tiba2, pas nemu saya di jalan mau pulang dan diangkut pake motornya (tadinya mau dianter pulang, tau2 tercetuslah ide nonton). Waktu itu, saya sempet berkata "hahahaha… beneran nonton nih? dadakan abis ya, Dut." dan dijawab dengan "kita, gitu.". Simple but sweet, senangnya punya temen sesama asal. wakakak. oh saya lupa bilang, waktu itu bajunya basah bau keringetan abis maen voli sesiangan dan belum mandi, dan sayapun masih ada tugas di rumah yang harusnya dikerjakan. dan kami tetep nonton Speed Racer. hahahaha. sepanjang jalan pulang, saya membego dengan berteriak sesekali "Go Speed Racer Go!!", dan dia akan merespon dengan tampang girangnya yang ajaib itu *ihhh*, dan begitulah 2 sobat bego saling menyia2kan hidup masing2. hahahaha.

tapi tetep aja. manis. baik kejadian2 sama Kalkun dan Dendut (dan beberapa teman yang pernah spontan2an sama saya), semuanya menyenangkan dan berkesan. karena semua terjadi tanpa rencana. cuma karena kepengen aja, dan sama2 seneng saat bersama dengan yang lainnya, jadi ya yang lain gak begitu penting.

satu hal yang saya suka dari mereka adalah, mereka gak pernah nuntut saya sempurna, dan mereka gak pernah berusaha sempurna di mata saya. mereka ngerti bahwa, mereka gak harus merasa bersalah dan menyalahkan orang saat acara2 yang dijalani berjalan tidak semestinya, karena masih ada ratusan cara untuk bersenang2, bahkan ribuan, dan karena, bahkan ’saat-saat salah’ termasuk ke bagian yang patut dikenang dengan senyuman :) .

still, saya menyayangi semua temen saya, apapun wataknya. ini cuma sekedar ‘pemberian trophy’ kategori spontanitas aja, yang kebetulan, suatu hal yang sangat saya sukai. :D

cuma ingin berbagi ;)

Mandhut yang Spontan. 

Thoughts, Love, Level Up!May 17, 2008 10:39 pm

 

(damn sweet pic, taken from http://www.wellnessbeyond.com/) 

masih meracau, kalau bisa dianggap begitu, masih terkena efek patah-hati-oh-patah-hati, masih mendengarkan lagu "Goodbye My Lover"-nya James Blunt setiap harinya *mellow mellow mellow*. Mumpung mood dan situasinya lagi pas, dan dari pengalaman, gak ada tulisan yang lebih nampol daripada yang ditulis dengan hati *ceilah*, gue akan berbagi apa yang gue temukan for the last 2 weeks ini ;) .

Akhir2 ini gue mulai memikirkan, orang seperti apa yang sebaiknya lo cari untuk pasangan hidup.
Well, tentu lo akan mencari yang bener2 bisa melengkapi lo seutuhnya, tapi seperti apa yang lo katakan ‘melengkapi lo seutuhnya’? apakah yang sebagian besar mirip dengan lo, dalam artian, hobi sama, jalan pikiran sama, kebutuhan utama dalam hidup sama?
atau seseorang yang memiliki hal-hal yang gak lo miliki, seseorang yang bisa lo katakan sangat berlawanan dari lo?

yang mana? 

gue yakin setiap orang akan menjawab sesuai dengan tipe orang yang mereka cintai saat ini, jadi mungkin pembicaraan ini saya asumsikan hanya dibaca oleh kaum unfortunately-single-and-still-happy (or should i say, trying to be happy?). hehehe. coba pikirkan, yang mana?

 

kalau mau dijelaskan lebih lanjut, kedua pilihan itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing2, yaitu :

Orang yang sebagian besar mirip dengan lo :

Kelebihan :

  • gak akan susah menemukan mereka, karena mereka ada di lingkungan yang gak jauh2 dari tempat lo berada, misal lo suka all-about-Japan dan bergabung dengan unit kesenian Jepang di kampus, mereka juga kemungkinan besar akan bergabung di unit itu.
  • gak akan pernah kehabisan bahan obrolan karena pada dasarnya kalian menyukai hal yang sama.
  • lebih gampang mengerti satu sama lain, karena memiliki jalan pikiran dan tujuan hidup yang hampir mirip.
  • bisa lebih mengembangkan bakat dan minat, karena sekarang udah ada temennya, orang yang dicintai pula, jadi ngapa2in insyaAllah lebih semangat. hehe. 

Kekurangan :

  • kemungkinan memiliki kekurangan yang sama, dan ini bisa jadi berbahaya. Misal : sama2 gak pay attention soal duit, bisa bahaya, apalagi kalo udah nikah, bisa hidup bergelimang hutang karena kerjanya seneng2 terus. Atau, sama2 introvert parah, bisa bosen, karena hubungan jadi gak terbuka satu sama lain dan gak emotionally attached.
  • kemungkinan, yang ada malah jadi rebutan peran. misal, sama2 suka jadi pusat perhatian, sama2 suka merintah, wah bisa kacau. hahaha. 

Orang yang berlawanan dengan lo :

Kelebihan :

  • bisa menghandle bagian2 yang gak bisa lo handle. Misal : lo gak bisa mengendalikan emosi saat marah, dia bisa. Dia gak bisa bercerita dengan gampang ke orang lain, lo jago mengorek, dsb.
  • gak akan rebutan peran, karena dia jelas menginginkan peran yang beda daripada lo. jadi bisa menikmati perannya masing2. 

Kekurangan :

  • Awal hubungan mungkin akan sangat sangat sangat complicated, karena pada dasarnya sebagian besar berlawanan, maka ngobrolpun kadang gak nyambung karena interest beda, saling mengerti dan percayapun jadi agak sulit karena jalan pikir udah beda.

 

Gue tahu, asal ada cinta, semua beres *duh kalimatnya*. karena cinta sepaket sama keinginan untuk selalu bersama, dan itu berarti usaha untuk mencocokkan diri dan bertahan, seberat apapun itu. Bahkan dalam hubungan paling harmonis sekalipun, selalu ada konflik dan hubungan terburuk sekalipun, bukan gak mungkin hanya merupakan proses menuju true love, bisa disimpulkan, gak ada yang pasti dalam cinta.

Tapi, cinta gak selalu ada dan cinta gak selalu sempurna, ada kalanya kita diuji dengan cinta yang masih itik atau cinta yang sudah mulai memudar, dan saat itu terjadi, kita disarankan untuk mencintai hubungan yang ada, mencintai kesabaran untuk tahu apa yang harus dilakukan ke depannya. Kadang, kita dituntut untuk berpikir sedikit kritis guna mendapatkan kebahagiaan yang kita inginkan, dalam hal ini, tahu pasangan seperti apa yang kita ‘butuh’kan ada di samping kita, bukan yang sekedar kita ‘ingin’kan. karena kadang manusia cuma tahu apa yang mereka inginkan, tanpa mereka pernah tahu apa yang benar-benar mereka butuhkan. Contoh, lo kepengen pasangan kayak Brad Pitt, padahal sebenernya yang kayak si Udin tetangga rumah aja, yang humble, saleh, bertanggung jawab aja udah cukup, bahkan itu yang lo butuhkan. tapi lo gak pernah tahu, karena lo gak pernah cari tahu, dan akhirnya lo terjebak di hubungan dengan seorang cowok mirip Brad Pitt tapi kelakuan kayak rayap, cuma menggerogoti perasaan kita aja, gak bikin bahagia. :D wahahah.

jadi gue rasa, berserah diri soal jodoh itu memang harus, tapi gak ada salahnya, untuk mulai berpikir, seperti apa orang yang bener2 bisa completes you luar-dalem, karena lo gak pernah tahu kapan lo harus memilih. Dalam hal ini, saya cuma ngasi 2 pilihan, yaitu orang yang sama dan yang berlawanan, karena memang hanya itu yang kepikiran, tapi semua orang boleh punya pilihan2nya masing2 :) .

kalau saya sih, untuk pasangan hidup, saya yang mana aja boleh, terserah yang dikasih Allah SWT aja. Asal sama2 sayang dan berkomitmen mempertahankan sesulit apapun itu, bagi saya cukup. Dan satu lagi, dia pernah baca postingan saya ini, atau paling gak memikirkan hal yang sama sebelumnya. Jadi kalau nanti ketemu masalah2 semacam : gak nemu bahan obrolan karena interest beda, sama2 gak bisa ngurus duit, dan seterusnya, bisa diajak ngobrol baik2 dan mencari jalan keluar bersama ;) , karena saya percaya, asal ada niat dan kesabaran, semua pasti bisa.

semoga postingannya berguna ya, mohon maaf kalo masih dangkal, masih hijau sih soal beginian. huahahahah. 

 

Live (Love) Life to the Fullest,

Mandhut. 

PS : Postingan ini merupakan hasil membaca beberapa buku relationship, googling, pengalaman pribadi *hoho. bangga* serta ngobrol dengan orang2 dekat. 

Tentang Manda, Thoughts, Friends, Sehari-hari, Love, Konyol, Autis, Roaming 7:32 pm

nyem nyemm.. dari kemaren2 lagi kepengen bener-bener meracau tanpa peduli apakah tulisan gue ini nanti akan dimengerti apa enggak ni sama pembaca. hehehe. daripada makin menjadi2, gue rasa akan gue habiskan semua yang gue pengen omongkan pada beberapa postingan. ^^ kalo mau baca, Alhamdullillah, gak mau yasudah, skip wae’.

kalo ditanya apa main concern gue sekarang, adalah kenyataan bahwa gue baru saja putus sekitar… eng.. 2 minggu lalu? gak kepengen jadi main concern, tapi mau gak mau sampe hari ini masih aja kepikiran. hahaha. gimana doong…. *guling2*

rasa putus itu menyebalkan, apalagi kalo lo-lah yang melakukan hampir semua don’ts dalam buku dos and don’ts in a relationship, dan berakhir dengan putus, dan saat lo sadar bahwa lo melakukan hal yang salah-bodoh-cupu, semua benda sudah terlanjur tidak pada tempatnya dan entah bagaimana gak ada cara yang jelas untuk mengembalikan ke tempat yang semula. bukan karena lo gamau, tapi karena benda2 itu bukan milik lo seorang.

untuk kesekian kalinya, gue harus sadar bahwa dunia bukan gue seorang, dan kembali untuk kesekian kalinya, gue harus merasakan betapa menyedihkannya saat gue tau kebahagiaan gue seringkali bukanlah sebuah ‘benda’ tapi manusia, yang hidup, yang bergerak dan mempunyai keinginan sendiri, dan itu berarti, amplitudo perasaan yang gak bisa diprediksi, yang bereaksi sesuai gerak-gerik si manusia itu.

akhir2 ini, berasa ada yang kosong entah di bagian mana di tubuh ini, dan gak tau gimana menambalnya. udah berusaha dengan benda2 subsitusi lainnya, tapi saat ini, semua terasa salah dan gak meaning. entah bener2 gak bisa atau gue yang gak kepengen menutup lubang itu dengan benda selain benda yang tadinya memang berada di sana, gue gak mengerti. gue bingung dan empty, dan saat ini, yang bisa gue lakukan hanya menunggu, berusaha membiasakan diri dengan perasaan yang ada, merasakan perasaan ini sampai habis, sampai gue terbiasa dan lupa bahwa ini anomalli.

menurut gue, fase2 dalam hidup itu kayak sekumpulan permen karet. satu untuk mewakili setiap perasaan/pengalaman yang harus lo lewati. harus dikunyah hingga bener-bener hilang rasanya untuk selanjutnya lo buang tanpa merasa bersalah, dan masukkan kembali permen karet yang baru ke dalam mulut. begitu juga dengan yang gue lakukan sekarang.

deep down inside, gue tahu hidup itu indah, baik kenangan baik maupun buruknya. soon after gue menemukan kebahagiaan baru, gue akan bisa menertawakan semua kejadian2 yang telah berlalu. yang tadinya gue tertawakan, gue tangisi, gue sesali, semua yang gue simpan baik2 dalam hati, semua akhirnya akan menjadi bahan pembicaraan seru, ditemani secangkir besar teh manis hangat, semangkok pop-corn dan seorang teman pendengar setia. berbicara sepanjang siang dan malam hanya untuk berbagi seberapa naif dan mudanya saya ‘dulu’ itu sembari merajut perasaan baru yang dipersiapkan di masa depan.

gue selalu tahu bagaimana perasaan2-tak-menyenangkan ini akan berakhir juga di tempat yang sama dengan perasaan lainnya. tapi tetap saja, menjalaninya adalah saat yang menyebalkan. persis usus buntu yang segera ingin lo angkat. persis jerawat yang ingin lo pencet. persis lintah yang menyedot darah lo sampai gendut. seperti itulah rasanya. yang gue inginkan hanya segera melewatinya dengan segala cara, tapi seberapapun lo berteriak marah karena kelelahan, lo tetap harus menjalaninya, keesokan harinya dan keesokan harinya. hari2 dimana lo merasakan kerinduan amat sangat saat lo memandang langit, merasakan udara dan embun pagi, melihat orang2 di dalam angkot, melihat aliran air di got, melihat deretan pohon, mendengar desiran angin, menelan pisang goreng, bahkan saat lo menutup mata dan menulikan telinga. entah merindukan apa, lo hanya rindu, entah pada apa, entah pada siapa.

beberapa menjalaninya dalam diam. tapi biasanya, gue akan menjalaninya dengan menghabiskan seluruh alternatif cara untuk melepaskan diri dari penderitaan ini di awal permainan, untuk selanjutnya merasa kecewa karena tak berhasil, dan memutuskan untuk diam, sama seperti beberapa orang lainnya, karena memang hanya itu yang bisa gue lakukan lagi. paling tidak, kalaupun gue gagal, gue gagal dengan fakta bahwa gue sudah mencoba segala cara yang gue bisa, jadi bisa mengurangi kadar penyesalannya. :) .

hehehehe,

ingin rasanya tetap berkosentrasi dalam rutinitas sehari2, tapi gue gak kuasa. gue sehaus itu sama benda yang namanya ‘kasih sayang’, sehaus itu sampai gak bisa gak mikirin hal itu sedetik saja, sehaus itu sampai bahkan saat gue memiliki benda itu di tangan, gue selalu merasa kurang, sehaus itu sampai selalu merasa iri dengan kasih sayang yang dimiliki orang. sehaus itu sampai gue memasrahkan semua bagian hidup gue, kecuali masalah kasih sayang. sehaus itu sampai seringkali tanpa sadar gue sudah dalam state mengemis kasih sayang, dan saat sadarpun gue sudah tak peduli apa pendapat orang, karena mereka gak bisa menawarkan solusi lain yang lebih menenangkan.

gue selalu merasa gue gak waras karena hal ini, :D  

sempet terpikir kembali untuk kesekian kalinya, cobalah memasrahkan masalah yang satu ini, sama seperti yang lainnya, mungkin beban akan sedikit berkurang, dan lo bisa menggunakan energi yang tersisa untuk menemukan hal baru lainnya. tapi gak bisa, persis seperti air hujan yang akan selalu bermuara ke laut, kesanalah gue selalu menuju, dan sampai saat ini belum ada cara untuk mencegahnya.

gue bertanya terus menerus dalam hati, persis seperti orang gila, "tidakkah semua yang dialami kemarin dulu, membuat orang itu sedikit tidak rela jika semua berakhir begini?", "meski tidak banyak, tidakkah dia merasa itu berkesan?", "bukankah ini terlalu cepat untuk berakhir?", "tidakkah dia tahu bahwa setiap manusia tidak ada yang sempurna, dan tidakkah dia merasa cukup saat tahu bahwa manusia itu setidaknya selalu belajar untuk menjadi sempurna?", "apakah dia membenci gue". tapi sebelumnya, gue harus menanyakan pada diri gue sendiri terlebih dahulu ‘tidakkah lo sadar bahwa setiap manusia mempunyai tujuan yang berbeda dalam hidup? tidakkah lo merasa wajar saat mereka marah dan membuang lo karena lo menarik mereka jauh dari tujuan abadi mereka?". sama seperti gue dan ‘kasih sayang’, orang itu memiliki benda penting lainnya, dan dia berhak memilah2 mana yang pantas mereka pertahankan dan yang tidak, mana yang menurut mereka barang cacat dan layak pakai, jadi memang tak ada gunanya gue bertanya. ini sama persisnya dengan berusaha mengubah periode rotasi bumi.

mungkin baginya, cinta adalah kualitas, bagi gue, cinta adalah kuantitas. bagi dia, cinta adalah alokasi waktu dan tenaga, mempersembahkan sesuatu sesempurna mungkin, di momen yang tepat. bagi gue, cinta adalah spontanitas, selalu ada waktu dan tenaga untuk cinta, tak peduli sempurna atau tidak, gue hanya peduli perasaannya. orientasi yang sangat berbeda dan membuat gue tersenyum miris saat menyadarinya.

gue ingin marah. ingin berontak. tapi gue gak tahu pada apa, atau pada siapa. hanya bisa menyalahkan diri sendiri dan memastikan diri ini belajar, agar setidaknya ada yang bisa dijadikan bekal di masa depan, dan dibagikan pada yang membutuhkan nantinya. 

menelan semua pikiran dan fakta yang disodorkan bulat2 di depan mata. gue cuma bisa bilang, gue lakukan apa saja untuk menghilangkan rasa menyebalkan ini. gue akan lakukan apa saja. karena gue sudah gak tau harus bagaimana. sementara ini, gue rasa gue memang harus menjalaninya. wish me luck, then.

——————————————————-

entah kenapa, saat sedang begini, gue teringat seorang kawan yang sudah lama gue hilangkan dari daftar sahabat karena sesuatu dan lain hal. yang terpaksa gue sakiti untuk membuatnya benci dan melupakan. setidaknya, bagi gue, itulah hadiah terakhir yang bisa gue berikan atas semua kebaikan dan sebagai perwujudan rasa sayang, hanya karena gue gak mau mencurangi, hanya supaya dia tahu bahwa gue sebusuk yang bisa dia bayangkan dan supaya dia tidak menyangkal, hanya karena gue gak enak sudah terlalu lama menyusahkannya, dan menyusahkan teman2 gue lainnya karena dia.

gue membayangkan apa kira2 yang akan dia katakan saat tahu gue mengalami hal ini, saat kami masih bersahabat dulu. pertama2, dia akan tertawa terbahak2, lalu akan mengkritik gue dari ujung rambut sampai ujung kaki, luar-dalam, semuanya, sampai gue merasa lebih buruk dari sebelumnya, sampai gue menangis terpuruk, sampai pada titik gue sudah kebas dengan semua kenyataan yang ada, gue tau gue salah dan gue bisa menerima, lalu dia akan memberi gue benda2 manis lainnya, yang bisa membuat gue lupa akan penderitaan gue dan tersenyum tulus.

sebuah eden yang instant dan terjamin, tapi senyum itu tidak akan lama, karena sebulan kemudian, dia akan jadi penderitaan gue selanjutnya, dan biasanya begitu sebaliknya. dan memang begitu yang terjadi berkali2. jadi saat ini, cuma bisa tertawa membayangkan reaksi orang itu aja, tapi memilih untuk gak merealisasikannya.

aneh memang, mengetahui bahwa ada orang yang mengetahui lo dan lo ketahui hampir sangat baik, yang bisa menebak apa yang lo pikirkan dalam sepersekian detik, yang bisa menghibur lo dengan cara yang berbeda, yang bisa mengangkat beban yang ada di pundak, tapi gak bisa lo dekati karena lo tahu kedekatan lo berdua hanya akan saling menyakiti. karena lo tahu lo berdua sama2 rumit dan gak cukup tenaga untuk saling mengerti lebih dari ini. setidaknya, gak sekarang. mungkin nanti. mungkin tak akan pernah lagi. gue gak tau.

somehow, gue merindukan saat2 dimana gue bisa meringkuk di sofa ruang tengahnya, melawan udara dingin yang menusuk tulang, mengobrol sepanjang malam sampai mata sudah benar2 meminta untuk dipejamkan. mengobrolkan dari hal yang terpenting sampai yang tak jelas apa maksudnya. tertawa sampai mata mengeluarkan air. merindukan keperfeksionisannya yang berkadar tinggi, sampai terkadang menyakiti diri sendiri untuk mencapainya. merindukan kerapuhannya yang kadang membuat gue geram dan marah, ingin menjambak siapapun yang membuatnya seperti itu. merindukan masakan2 nyonya rumah tersebut yang enak luar biasa, beragam dan membuat gue terkagum2 dibuatnya. merindukan aroma setiap ruangan di sana, mengingat baik2 letak benda2 di dapurnya yang sekarang entah masih sama atau tidak, merindukan kehangatan yang sempat gue rasakan di sana.

Tapi gue tahu, gue gak boleh merasakannya lagi, kenikmatannya persis narkoba, membawa lo terbang ke langit, tapi sangat adiktif, se-adiktif itu membuat lo meraung kesakitan kalau konsumsinya dihilangkan sesaat. jadi lebih baik memang, jangan menggunakannya.

mungkin gue gak normal, freak, drama queen or anything. tapi gue hanya mengatakan apa yang ada di kepala, sejujur dan se-harmless yang gue bisa. so, kalo lo baca, kawan, gue hanya ingin bilang, tertawakan gue disana, karena memang gue pantas ditertawakan dalam hal ini dan memang itu yang gue inginkan saat ini. Dan berbanggalah, karena kuku lo telah menancap begitu dalam, sampai saat inipun gue masih bisa menerka kata2 lo tanpa perlu lo ada disini. dan gue rasa, begitu sebaliknya.

thank you karena telah meninggalkan kenangan yang sedikit menghibur, maaf karena diinget cuma kalo lagi susah aja. wahahahah. lo berharga dengan cara lo sendiri. bahkan saat gue maki2 lo, lo tetap berharga buat gue, bahkan saat gue niat melupakan, lo tetep bercokol disana persis tanda lahir. dari hati yang terdalam, tulus gak pake ngeledek, beneran mendoakan lo baik2 aja disana, meskipun gue tahu lo gak butuh, karena lo akan melewatkan Tugas Akhir meneliti kelinci2-yang-nampaknya-merepotkan itu dengan sangat baik. saya nyumbang doa untuk faktor2 X aja dah, doa yang mungkin terlewat didoakan orang lainnya. lekas lulus dan cepatlah tajir. berbahagialah sampai akhir hayat.

dan juga, thank you buat dia yang sempet mengisi beberapa bulan ini. gak kepengen mengatakan kata perpisahan seakan2 gak akan pernah ketemu selama hidup lagi, jadi gue gak akan ngomong babay. cuma bisa bilang, don’t write me off just yet, lo belum tahu gue sebener2nya dan begitu sebaliknya. terlalu cepet untuk membuang apa yang ada, karena permen karet itu masih bisa dikunyah, meski mungkin rasanya udah gak sama. sampai saat ini, masih suka sama seperti setahun yang lalu, dan belom tahu ini perasaan mau diapain, jadi sementara diangin2 dulu aja kayak ikan asin, bisa jadi makin asin, makin mahal dan enak rasanya, bisa jadi tiba2 dicuri kucing lainnya ato kucing yang sama *wahahahaahahhh*. mari berdoa yang terbaik aja dah. semoga Tugas Akhirnya sukses juga ya, bertahanlah disana, semoga selalu dikasih petunjuk dan keringanan sama Allah SWT :) .

ini celotehan mungkin masih lanjut loh. wahahah. 

stuck in a world where nothing makes sense (paling gak ya saat ini aja),

Manda. 

Tentang Manda, Thoughts, Love, StoryMay 13, 2008 2:56 pm

this is the end :) .

not ‘the end’ but, the end.

:) 

 

mandhut. 

Tentang Manda, Thoughts, Sehari-hari, Level Up!, Stress, MurkaMay 10, 2008 7:11 pm

 

Dear readers,

saya mau berbagi pelajaran termahal (so far) yang saya dapat di tahun 2008 nih,

tentang bagaimana mengendalikan amarah dan kesedihan dan blablabla, selain biar gue inget terus, mungkin bisa menginspirasi juga :D .

 

10 hal yang harus dilakukan Putri Amanda Bahraini kala marah besar :

 

  1. jangan keburu melakukan tindakan bodoh, cobalah menahan marah sebisa mungkin, sepusing apapun jadinya. Kalau marahnya sama objek manusia, segera pamit pergi dulu dari hadapannya.
  2. jangan deket2 hape, atau blog, atau email, apapun yang bisa mengirim dan memajang pesan. segeralah titipkan pada siapapun yang bisa dipercaya, pastikan mereka gak akan memberikannya sebelum lo tenang.
  3. segeralah bercerita pada teman yang bisa dipercaya. tumpahkan amarah lo ke mereka saja. katakan pada mereka untuk sekedar mendengar dan melupakan apapun yang lo katakan.
  4. menangislah sampai puas. sampai mata membaso, kepala ringan, badan capek, perut keroncongan. habis itu mandi sebersih2nya pake air hangat, makan yang banyak, minum hangat2 dan tidur. 
  5. setelah bangun, biasanya jadi agak gamang dan belum bisa mikir, kembali lakukan nomer 4 sampe udah gak bisa nangis lagi, yang tersisa tinggal sedih dan keharusan untuk cari solusi.
  6. mintalah teman mengantar anda ke toko buku terdekat, carilah buku terkait masalah anda disana. yang anda alami kemungkinan besar sudah dialami manusia2 lainnya, carilah buku yang bisa menenangkan hati anda dan menginspirasi.
  7. googling. carilah semua sumber dari keyword2 yang bisa membantu. contoh : bagaimana menghandle emosi dan masih banyak lagi. beneran ngefek :D . baca semua referensi, baca blog2 orang, lo gak sendiri, banyak orang yang pernah mengalami apa yang lo alami, belajarlah dari mereka.
  8. kalau butuh saran, kritik, dukungan atau hiburan, jangan segan2 meminta bantuan dari teman2, minimal2 2-3 orang, dengan sudut pandang yang berbeda2, sebagai bahan perbandingan dan masukan.
  9. saat lo mulai merasa menemukan masalah dan solusinya, tulislah dulu, dimanapun itu. lakukan proses check dan edit pada tulisan lo sesering mungkin, kalau2 lo berubah pikiran. saat lo tidak mengubah tulisan itu lagi selama kurang lebih 3 hari berturut2, lo bisa anggap itu adalah pikiran final lo.
  10. mulailah selesaikan masalah lo :) . lakukan apa yang harus lo lakukan. masalah gak untuk dilupakan atau dihindarkan, justru harus dihadapin dengan dagu terangkat dan senyum tersungging, karena itulah momen dimana lo mendapat pelajaran berharga :) .

 

Well, saya bener2 cinta toko buku, teman2 dan google. :P thanks yow….. gak tau bisa apa kalo gak ada kalian. hahahaha.

 

naik level lagi? heheheh,

 

Mandhut.