.
Tentang Manda, Sehari-hari, Konyol, Kosan Mesyum, Autis, StoryJune 19, 2008 3:22 pm

fakta lain tentang saya yang baru saya ketahui akhir2 ini (kesannya narsis, tapi bodo amatlah, blog gua ini) :

gue dodol kalo baru bangun tidur.

apalagi kalo bangunnya setelah mimpi yang benar2 terasa nyata (contoh, mimpi buruk, mimpi jadi salah satu ksatria Sailor di Sailor Moon), atau terbangun karena adanya gangguan dari luar (contoh, ada orang iseng masuk kamar tiba2, dan masih banyak lagi).

sebenernya kata ‘dodol’ bukan kata yang tepat, tapi gak nemu kata2 lain untuk menggambarkannya dengan lebih baik lagi. Jadi biarlah saya jelaskan saja contoh2 kejadiannya dan biarlah pembaca memutuskan apakah kata ‘dodol’ ini cukup menggambarkan atau ada usul yang lebih baik lagi. :)

Manda umur 5 tahun.

Mimpi buruk. Di mimpi itu Mama saya dengan dermawannya membelikan martabak manis untuk seluruh penghuni rumah (bahkan Pepen dapet) kecuali saya. Saya nangis dan memohon2 sama Mama untuk dibelikan martabak manis, tapi gak dibeliin juga, malah diledekin. Saya terbangun dari mimpi (masih pukul 10 malam). Merasa keqi setengah mati. Berjalan keluar kamar, menyambangi Mama saya yang sedang menonton tivi di ruang keluarga (ada Ayah saya juga dan PRT setia keluarga saya, bernama Jek). Sayapun marah2 sambil menangis,

Saya : "Mama jahaaaattt…… masa orang lain dibeliin martabak, Manda enggaaakk…. !!!" (nangis)
Mama : "Hah?"
Ayah : "kenapa Manda?"
Saya : "Mamaaa… jahaaattttt…. Manda kan kepengen martabaakk…." (masih nangis)
Mama : "apa? coba ngomongnya yang jelas, gak usah pake nangis." (beneran loh kalimatnya begini)
Ayah : "udah, Manda gak usah nangis, Ayah gak ngerti ni. Jelek lah nangis2 gitu."
Saya : (nangis + ngamuk) "Mamaaa…. martabaaaakk….!!!!!"
Mama : "Jek, jek, coba naik sepeda beliin martabak dulu deh di depan komplek, kayaknya ni anak laper."  (beneran kalimatnya begini)
Jek : "Iya bu." (segera berdiri dan bersiap pergi)
Mama : "Martabaknya apa dek? manis?"
Saya : "….iya….." (sesenggukan)
Mama : "Martabak manis, Jek. Cepet ya." (sambil mengeluarkan uang dari dompet dan memberikannya pada Jek)
Jek : "Siap bos." (pergi)
Ayah : "Udah, Manda diem, nonton tivi aja sini, nunggu martabak."

Manda si anak gendut pun duduk manis di samping ayah-ibunya menunggu martabak sambil menonton tivi. Beberapa saat kemudian, martabakpun datang. Mandapun segera melahapnya bersama yang lain.

Mama : "Tadi mimpi ya?"
Saya : "kayaknya gitu deh." (tetep makan dengan nikmat)

Ini kejadian bener2 terjadi loh. dan beneran kejadiannya kurang lebih begitu. ampe sekarang Ibu saya selalu ngungkit2 kejadian ini kalo ada kumpul keluarga, dan itu memalukan. satu bukti nyata bahwa saya gendut bukan hanya karena gen keturunan dan situasi mendukung, (ibu2 mbeliin balita-nya martabak manis jam 10 malem, kurang supportive apa, coba?) tapi emang panggilan alam -_-. kalo kata darcil : "mimpipun elo tentang makanan, ya bok.". aaargggh!!!

Saya pikir itu one-time-mistake, tapi enggak dong, ampe ke depannya, banyak banget kejadian2 berhubungan dengan blank-atau-gak-bisa-ngebedain-antara-mimpi- dan-kenyataan-dalam-kurun-waktu-kurang-lebih-5-menit-pertama-setelah -bangun-tidur.
Entah yang mimpi jadi Kenshin (Samurai X) dan memergoki diri sendiri bermanuver main pedang (tanpa pedangnya) dalam keadaan berbaring selama 3 menit setelah bangun.
Entah yang mimpi jadi Sailor Saturnus (Sailor Moon) dan ended up dengan terbangun lalu nyari2 tongkat pramuka di kamar dan memain2kannya sebentar (waktu itu kelas 6 SD, jadi wakil ketua regu Cempaka, suru bawa tongkat ke rumah), padahal itu udah jam 12 malam (ceritanya tongkat itu as Silent Grave-nya Sailor Saturnus, yang penggemar Sailor Moon pasti ngerti). Dan masih banyak lagi.

Dan kebiasaan ini, masih gue bawa, sampai sekarang, di Kosan Mesum.

Manda, 16 tahun kemudian setelah kejadian martabak.

ceritanya, esok hari, saya akan menghadapi UTS matkul KPB pada pukul 7 pagi (KPB = Kewirausahaan dan Pengembangan Bisnis). Karena  malam itu saya agak gak enak badan, saya bermaksud tidur2an sebentar sebelum mulai baca2 slide yang udah dikasi dosen (biasa, Sistem Kebut Semalam).

ternyata saya ketiduran.

saya terbangun karena temen kosan saya tercinta, darpit si gila tiba2 membuka pintu kamar saya dan berteriak "Booobiiiii…..!!!" (jangan tanya kenapa saya dipanggil Bobi, dia kan ‘agak2′, apapun bisa terjadi). Saya terbangun dengan gelagapan.

Darpit : "OHMAIGAT, TIDUR?!" (menunjukkan tampang yang SANGAT intimidating, seandainya waktu itu gue foto)
Saya (terintimidasi dengan tampang Darpit, mulai panik, melihat jam dengan jarum pendek di angka 7 dan jarum panjang di angka 12, melihat darpit rapih berjilbab, dengan pakaian keluar rumah, mulai mikir macem2) : "MAMPUS."
Darpit : "kenapa mampus?"
Saya (segera berdiri, panik, berjalan mengambil handuk) : "AAAHHHHH… gue beloom belajarrrr KPB…..gimana dong!!!"
Darpit : "eng…gue juga belum kok."
Saya : "aaaahh.. mana telat pulak! …eh, tunggu. lo belom belajar?" (panik, lalu curiga)
Darpit : "Belum. ini baru mau belajar juga. belajar bareng yuk, Bobi."
Saya (terdiam. mikir. mikir. mikir. akhirnya figure out apa yang terjadi) : "Ini… jam 7 malem ya?"
Darpit (memandang heran) : "….Iya. OHMAIGAT. lo pikir ini udah besok pagi????" 

Lalu saya segera menggebuk Darpit pake bantal. kesel. dasar Cimul (C*na Muallaf, karena dia sipit dan dia jilbab-an, tanpa bermaksud SARA, ini ledekan khusus darpit kok). Ternyata tuh ya, dia baru pulang ke kos jam 7 malam dan langsung mendobrak kamar saya yang gak terkunci. Dia kira saya lagi belajar KPB, ternyata saya tidur, makanya reaksinya dia tadi gitu ("OHMAIGAT?! TIDUR?!"). Apapun alasannya, saya menyalahkan tampang intimidating-nya yang dia tunjukkan pada saya sesaat setelah saya membuka mata. GAK BISA YA BANGUNINNYA DENGAN TAMPANG MANIS YANG BIKIN ATI TENAAANG…!!!!!!. aaargh.

anyway, syukurlah gak jadi telat dan ada waktu belajar KPB. :P  

——

Itu sama Darpit, pernah terjadi juga dengan Darcil, bedanya dia lebih baik. 

ini terjadi baru2 ini sih. ceritanya saya dan teman2 saya : Darcil, Nyer si Gendut, Shanny dan Paul janjian nonton The Fall (bagus looh!!) jam setengah 3 siang di Blitz, Paris van Java. Kami janjian berangkat bareng ke PVJ nebeng mobil Nyer si Gendut dan janjian ketemu di lapangan parkir Sipil, ITB (mobil Nyer si Gendut diparkir di sana) pukul 1 siang.

Saya dan Darcil memutuskan untuk berangkat ke ITB dari kos pukul 1 kurang dikit aja. Mendingan Zuhur-an di kosan dulu sama si Darcil mau makan siang di kosan, baru berangkat (saya memutuskan makan siang di dalam bioskop aja ntar, ngidam burger Raffels, hohoho).

Jam masih menunjukkan pukul 12 siang ketika saya memutuskan untuk berbaring sebentar karena darah rendah saya kumat dan tanpa sadar, tertidur.

Beberapa saat kemudian, saya terbangun tiba2 dan melihat Darcil duduk di bagian kaki kasur saya, sambil makan brokoli goreng tepung dan kentang rebus.

Saya kaget dan bingung. melihat jam dan Darcil bergantian. gak tau mesti ngapain. gak tau mesti gimana. masih berusaha figure out kenapa ada Darcil di sudut kasur saya, makan brokoli goreng tepung dan kentang rebus pulak.

Saya : "eng.. sil.." (masih bingung)
Darcil (nampak mengerti ada apa) : "Tenang, bok. Tenang. Jangan mikir apa2. Tenang."
Saya (berkurang bingungnya) : "oh, tenang. ok. eng..gue… mau ngapain sih?"
Darcil : "tenang. belum jam 1 kok, masih 1 kurang 15. bahkan tadi Nyer bilang dia masih makan siang dulu, jadi kayaknya bakal agak2 telat.."
Saya : "hah? jam 1? Nyer?" (masih bingung)
Darcil : "…..lo udah makan belum?"
Saya : "makan… makaan…. enggak belum, gue mau makan Raffels, entar…" (mulai teringat begitu dihubungkan dengan makan)
Darcil : "hoooo…." (tetap mengunyah kentang rebus)
Saya (mencoba mengingat2 dalam hati) : makan… gue mau makan Raffels… Raffels di PVJ…. PVJ….oohh mau nonton The Fall di PVJ.. sama siapa? ….sama Sila, Gendut, Shanny dan Paul entar jam 14.30… janjian dulu di kampus jam 1…
Saya (akhirnya figure out apa yang terjadi) : "OOOOHHH. udah sholat, Sil?"
Darcil : "udah."
Saya : "gue belom. sholat dulu deh." (bergegas berdiri mengambil wudhu)

Satu2nya hal yang memalukan adalah : gue bisa mengingat setelah disebut kata ‘makan’. damn. Untung aja Darcil gak bikin panik kayak Darpit. hahahahah.

Nah, silakan simpulkan sendiri kata apa yang tepat untuk menggambarkan kekurangan saya setelah bangun tidur ini. :P .

Mandhut. 

Tentang Manda, Obssesions, StoryMay 30, 2008 6:26 pm

Dalam suatu diskusi seru saya dengan seorang teman bernama Chris, dia mengatakan, kalau ingin sukses (sukses mewujudkan impian kita masing2), kita disarankan untuk menentukan role model dalam hidup, seseorang yang sangat lo kagumi, seseorang yang sudah lebih dulu mencapai hal2 yang lo inginkan dalam hidup. Kalau sudah ada, jangan hanya dikagumi, ikutilah berita tentangnya, carilah biografinya, eksplor dia. gunanya? untuk memberikan lo bayangan, apa yang harus lo lakukan dan pikirkan setiap harinya, kalau lo ingin menjadi sama seperti mereka di masa depan nanti.

cukup masuk akal kan? hehehehehehe.

jadi berdasar nasehat Chris itu, saya mulai berpikir2 siapa saja kiranya orang2 yang saya jadikan role model dalam hidup, dan nampaknya ini cukup layak dibagi, hehehehehehe.

————————————————– 

Role model pertama saya? seorang wanita bernama Aini. Seorang mantan perawat pada masa perjuangan kemerdekaan. Seorang wanita yang anggun, tidak banyak bicara, namun penuh kehangatan. Seorang wanita yang sangat pandai memasak dan menjahit. Seorang wanita yang sederhana dan rendah hati, tidak memandang hidup berdasarkan harta. Seorang wanita yang soleha, meskipun terlihat lemah, namun dia tidak takut pada apapun kecuali Allah SWT. Seorang wanita yang polos, tidak tahu bahwa ‘Kijang’ itu adalah salah satu jenis mobil dan menganggap seorang tamu berbohong karena tidak mungkin naik Kijang setiap hari. Istri yang sangat baik bagi suaminya, ibu yang sangat baik bagi anak2nya dan nenek yang sangat sangat sangat baik bagi cucu2nya.

iya, dia adalah almarhumah nenek saya dari pihak ayah, Aini Noor. dia bahkan menyumbangkan namanya pada nama belakang saya. Bahraini. hehehehe.

Sejak nenek saya meninggal akibat breast cancer sewaktu saya masih berumur 8 tahun dulu, banyak orang yang merasa kehilangan, kakek saya, anak-anaknya, para menantu, cucu-cucu, kerabat dan teman, semua datang melayat dan menangisi kepergiannya. Dulu, rumah Kakek dan Nenek saya, selalu didatangi tamu kerabat dan teman keluarga, apalagi pada perayaan hari2 besar, semua orang datang bersilaturahmi. Tapi sejak Nenek meninggal, rumah itu seperti kehilangan kehangatannya. Saya dan beberapa cucu nenek lainnya yang dulunya sering menginap, jadi sering menolak jika diajak bermalam. Saya rasa sampai sini para pembaca sudah tahu kenapa, semata-mata karena disana tidak ada Nenek. :)

Hingga hari ini, saya masih merindukannya, merindukan kehangatannya, senyumannya, kebijakannya, pelukannya dan nasihat2nya yang begitu mudah masuk ke dalam kepala. Biasanya, saat saya sedang sedih, saya berharap nenek masih hidup dan saya bisa menghambur kepadanya, bercerita semua yang terjadi. Stupid, tapi begitulah yang terjadi :D .

Seringkali saya terselamatkan dengan pikiran bahwa, dia melihat saya di sana, bersama Ayah, Kakek dan para pendahulu saya, dan pasti akan sangat bahagia jika melihat saya bisa survive tanpa kehadiran mereka. Dan sayapun punya tenaga untuk hidup, sekali lagi :) .

Dari semua alasan kenapa saya mengaguminya, satu hal yang saya temukan di dirinya dan tidak pada orang2 lain dan paling membuat saya terpana adalah, dia merebut hati dan menancapkan kesan dirinya pada setiap orang yang dia sentuh dalam hidup, dengan ketekunan dan pengabdiannya pada hidup itu sendiri dan orang2 yang dia sayangi. Dan saya ingin menjadi individu yang bisa melakukan hal itu juga. :D

Sekian soal nenek saya, My role model #2, adalah seorang wanita yang sudah dikenal banyak orang, Oprah Winfrey.

dia luar biasa hebat di mata saya. Saya gak habis pikir, ada orang yang bisa merasakan semua yang ada di dunia, first-hand, dan bisa menyebarkan inspirasi, pemikiran, seluruh hasil eksplorasinya kepada seluruh orang di dunia, kapanpun, dimanapun, sesuka dia. Dia membangun sekolah, dia membuat majalah, dia memiliki talkshow, dia punya perusahaan, dia memiliki stasiun radio, dia membuat buku, dia membangun badan amal, dia humoris, dia sensitif, dia smart, dia up-to-date, dia bisa berkomunikasi dengan baik hampir terhadap seluruh jenis manusia, dia memberi bagaikan air mengalir deras, dia hangat, dia bersahabat dengan banyak orang, dia melakukan sebagian besar impian yang saya ikrarkan dalam hati bahkan ketika saya belum tahu tentang dia.

 

(courtesy of http://sucidh.files.wordpress.com) 

Saat dia ingin mengeksplor sesuatu, dia mengajak semua orang ikut bersamanya, memberikan semua sarana dan prasarana yang terbaik, nara sumber yang terpercaya, dan memberikan materi yang benar2 berisi dan berguna. Dia mengundang seorang lelaki yang pernah memperkosa anak kandungnya sendiri beserta si korban hanya untuk tahu apa yang terjadi dan bagaimana mereka melewatinya, dia mengundang Tom Cruise dan tertawa bersamanya, dia mengundang korban Badai Katrina dan membuka projek baru untuk pembangunan rumah bagi beberapa korban, dia mengundang penemu terobosan terbaru dalam bidang pertamanan, dan masih banyak lagi. Dia mengeksplornya dari berbagai sudut pandang, masyarakat, psikolog, budayawan, si objek, dan semua yang terkait.

Dan saya tak bisa berhenti mengaguminya. hahahahaha. saya mendambakan hidup dimana saya bisa bebas mengeksplor hal2 yang ingin saya ketahui dan bisa membaginya pada orang2 di seluruh dunia, dan blog adalah salah satu perwujudannya. Tapi kalau ditanya apa impian saya, apa yang bisa dilakukan Oprah Winfrey, saya ingin melakukannya juga. ;) dan percayalah, butuh pemikiran lama dan panjang untuk mengatakan hal ini, thanks to Chris sudah menginspirasi saya untuk lebih berani mengatakannya. Semoga kemauan saya sekuat perkataan saya. :D

My Role Model yang terakhir, adalah seorang Ibu muda dengan 2 anak, yang tinggal di pegunungan Utah. penulis blog Melissa the Mouth.

 

(courtesy of http://melissathemouth.com) 

Saya mengaguminya karena merasa mirip dengannya di banyak hal. Cara pikir, cara menyelesaikan masalah, interest, dan masih banyak lagi. Saya membaca seluruh postingannya, dan merasa bahwa, jika saya menjadi seorang Ibu dan Istri, saya ingin menjadi Ibu dan Istri yang seperti dia. Cerdik, menikmati setiap detik dalam hidup, pantang menyerah :) . Besides, saya suka review2nya, dia penggemar hoodie, buku, dan dia googling for everything, just like me. hehe.

Jadi siapa Role Model kalian, pembaca?

Mandhut. 

 

Tentang Manda, Thoughts, Love, StoryMay 13, 2008 2:56 pm

this is the end :) .

not ‘the end’ but, the end.

:) 

 

mandhut. 

Friends, Sehari-hari, Konyol, StoryMay 2, 2008 7:34 pm

duh mat, gue bener2 merasa ini kisah gak akan selucu itu kalo diceritain lewat tulisan,

tapi karena lo meminta dengan sangat, yaudah. 

 

jadi gini,

Seminggu yang lalu, tepatnya hari apa saya lupa, saya mendaulat Matski untuk menemani saya mencari kado untuk si Frilla di BIP *padahal itu orang lagi ngantuk akut, bodo amat, daripada nyari sendirian*. Setelah dipertimbangkan matang2, kami memutuskan untuk membeli kalung cantik sebagai kado Frilla, secara ini mbak2 nampak sering terlihat memakai kalung berbagai warna dan bentuk ke kampus, yasudahlahya itu aja.

Setelah melewati quality control Matski yang ketat (’kayak ibu2′, ‘terlalu terlihat murahan’, ‘itu kemahalan kali’, ‘bandulnya kegedean’, ‘…don’t even think about it.’, ‘kamu jahat amat sih ama Frilla, masa yang itu sihh…’) akhirnya terpilihlah sebuah kalung bertema kupu2 dengan gabungan warna hijau-emas-coklat. hehe. keren pisan lah. kalo gue yang milihin pasti bakal aneh2 norak, terselip maksud2 jail, untung ada Matski. wahahah.

abis beli kartu dan bungkus kado, kamipun beranjak keluar dari mall BIP, mau menuju pulang ke rumah masing2. Biasa deh, saya masih aja gak rela kalo si Frilla belum dapet yang ‘aneh2′ jadi begitu turun ke lantai 2 dan ngeliat toko X yang notabene menjual barang2 fancy segala macam dari mulai kosmetik, kalung, legging sampai rambut palsu *harga terjangkau dan so pasti abal2, saya rasa sebagian besar banci Bandung pasti memiliki 1-2 produk yang sama dengan yang dijual di toko ini* saya langsung menarik Matski masuk ke toko tersebut.

Setelah liat sana sini, ngetawain beberapa produk yang ‘enggak banget’, si Matski nyangkut di tempat cincin2 murce *buat photo shoot kali ya* dan saya nyangkut di tempat kipas.

jadi ada kipas2 lucu gitu deh, yang harus dibuka dulu, kayak gini :

 

(diambil dari http://weddingindonesia.com) 

nah lucunya, kipasnya itu bentuknya macem2, ada hati berderet, bunder berderet, norak abis. wahahah. karena norak, jadi kepingin kasih Frilla satu, jadilah saya test drive kipas bentuk hati.

 

kipas kipas.

…..

kok ada BAU gak enak ya??

taruh kipas bentuk hati. ambil kipas bentuk bunder.

kipas kipas.

…….

kok BAU juga?

taruh kipas bentuk bunder dengan kasar.

 

jelaslah, karena akhirnya tau kalo BAU BAU GAK ENAK itu datengnya dari kipas, gak jadi beli.

 

berasa jijay dan langsung mengajak Matski pulang.

begitu nyampe luar toko, Matski bertanya kenapa kok kipasnya gak jadi dibeli, kan lumayan norak, bisa buat Frilla, saya menjawab dengan ringan :

"Gak usah, kipasnya bau kentut."

dan dia langsung tertawa terbahak2, dan menyuruh saya memasukkan hal ini ke blog RM. dan besoknya ditagih. besoknya juga.

jadi kalo gak lucu, salahin Matski ya

 

tapi beneran gak banget deh, ngapain juga gue beli kipas kalo ada side effect bau kentut? itu toko menjual produk yang bener2 aneh. bikin ilfil abis. wahahahah.

 

Manda yang terjebak Kipas Kentut. 

Resensi, Thoughts, Sehari-hari, Level Up!, StoryMay 1, 2008 5:12 am

 

seminggu yang lalu, saya meminjam buku "the Undomestic Goddess" (Bukan Cewek Rumahan) karangan Sophie Kinsella. Saya meminjamnya dari penyewaan buku terdekat, dan sekarang sudah lewat tenggat waktunya dan pasti kena denda *hahahahahaha hampir selalu begitu*. Berhubung saya penggemar berat Sophie Kinsella, yasudahlahya, denda-pun takapa, asal bisa baca.

oh baidewai, ini covernya

 

dan ini sinopsis singkatnya :

Samantha adalah pengacara top di London. Ia bekerja sepanjang waktu, tidak ada waktu untuk diam di rumah, dan hanya punya satu cita-cita: meraih posisi rekanan di biro hukum ternama. Seluruh hidupnya dipacu tekanan dan semburan adrenalin. Hingga suatu saat… ia membuat satu kesalahan. Satu kesalahan fatal yang menghancurkan seluruh kariernya.Samantha yang shock berat langsung kabur dari kantor, naik kereta pertama yang dilihatnya, dan mendapati dirinya berada di desa antah berantah. Karena kesalahpahaman, pengacara lulusan Cambridge ber-IQ 158 itu menerima pekerjaan sebagai pengurus rumah tangga - padahal ia bahkan tak tahu cara menghidupkan oven.Ini adalah kisah tentang seorang gadis yang perlu sedikit santai. Menemukan jati dirinya. Jatuh cinta. Dan mengetahui bagaimana cara menghidupkan oven.
 
semuanya diambil dari sini
 
nah, ada satu kalimat yang saya saya sukaaa banget, ini kalimat ditujukan buat pemeran utama cerita, Samantha Sweeting, dari salah seorang pemeran lainnya, ini potongannya :
 
"Jangan menghukum diri sendiri karena tidak mengetahui semua jawaban. Kau tidak selalu harus tau siapa dirimu. Kau tidak harus punya cita-cita besar, atau ke mana kau harus melangkah. Kadang-kadang mengetahui apa yang akan kau lakukan berikutnya saja sudah cukup." 

 

 

dasar mood lagi mellow, yasudah deh abis baca itu kalimat sederhana, air mata guepun menetes. setaaaann. jijaaayyy… cupu noraaakkk.. :D .
 
well, thank you Sophie Kinsella, sudah lama ingin mendengar hal itu dari seseorang atau sesuatu, kadang kita memang terlalu keras pada diri sendiri :) . terimakasih telah mengingatkan bahwa saya tak harus jadi orang lain untuk menjalani hidup dan disayangi. cups cups.
 
Recommended nih, baca deh ;)
 

 

Mandhut. 

 

 

 

Budaya, Friends, Sehari-hari, Konyol, Autis, StoryApril 22, 2008 6:19 pm

Disclaimer : Postingan ini tidak bermaksud menghina pihak tertentu, mohon dibaca dengan hati dingin. hehe.

 

Alkisah, 2 teman saya sesama jurusan informatika, Matski dan Tobu, sama2 memiliki ketertarikan berlebih (lebih dari informatika) di dunia seni, terutama fotografi (dan sayangnya baru mereka ketahui setelah mereka memasuki masa2 akhir perkuliahan di informatika, otomatis langsung berasa salah jurusan). Untuk memuaskan rasa ingin tahunya, maka semester ini, mereka berdua memutuskan untuk mengambil salah satu mata kuliah seni rupa ITB 2006, yaitu fotografi aplikatif.

jadilah, mereka cukup membuat saya ngiler dengan cerita2 bernada man-sumpah-ya-kuliahnya-asik-abis-gak-kayak-di-if-dosen-ma-mahasiswanya- dah-kayak-temen-aja dan man-bingung-nih-tugas-minggu-ini-suruh-motret-tema-selfportrait-dong. wahahahah sialan, bikin ngiri aja. emang kalo udah suka, mau disuruh ngerjain tugas 24-7, mau disuruh nyari bahan ampe manapun juga, bakal dijalanin dengan hati riang, ya gak seehh?? hehehe.

nah, tema foto matski dan tobu untuk minggu kedua April yang lalu adalah,

…eng lupa namanya apa. hahaha.

pokoknya, itu tugas kelompok, disuruh nyari 10 foto, bertema, terserah temanya apa, untuk nanti dipresentasikan di depan kelas fotografi aplikatif tersebut, yang jatuh pada hari selasa kemarin.

berhubung si matski dan tobu banyak tugas, jadilah mereka baru kalang kabut nentuin tema dan hunting2 foto dari hari sabtu. singkat cerita, setelah sempat berganti tema dan macem2, mereka butuh memotret banci dan PSK juga, untuk melengkapi koleksi foto.

perlu kalian tahu, teman saya si matski dan tobu ini orang2 yang tergolong ‘kalem’ dan ‘anak baik2′ (gak di semua bidang sih, ahaha). pokoknya agak sulit untuk membayangkan mereka dengan santainya nyamperin banci ato PSK, dan memintanya untuk berpose karena mau dipotret untuk tugas kampus, tugas fotografi aplikatif.

gatau sih, gak maksud berprasangka buruk juga, tapi kalo saya banci-nya, mungkin udah saya santap di tempat, secara itu dua cowok kok polos2 amat, terlihat gampang ditipu. 

karena menyadari kalo kemampuan mereka dalam hal ini terbatas, maka mereka meminta saya dan sila alias darcil untuk membantu. maka, darcil-pun memberitahu daerah2 prostitusi yang dia ketahui, beserta jenis2 banci dan dimana mereka bisa ditemui, seperti :

kalo mencari banci2 cantik high class mulus putih tinggi semampai, carilah di jalan X, itu jenis2 banci yang bisa membuat para cewek merasa anjrit-mending-saya-aja-yang-jadi-banci-kalo-kamu-secantik-itu. 

kalo mau cari yang agak2 radikal, banci2-on-the-making, dalam artian, masih berotot, masih berbulu, masih berkulit hitam mengkilat, masih ber-you-know-what, pakaian masih korban mode, masih berjakun, pokoknya masih tak enak dilihat, carilah di belakang daerah Y.

bisa juga sih di jalan Z, tapi itu banci-banci yang udah lewat masa prime time, banci yang udah lewat masa jaya, gak kuat bayar maintenance lagi dan udah pasrah menghadapi nasib, jadi yang udah gak peduli mau tumbuh bulu kaki, kumis dan silikon di wajahpun udah mulai luber kemana2, jadi menimbulkan kesan bengkak.

soal kenapa darcil bisa fasih soal ini, gak usah diomongin lah, ntar jadi buka masa lalu orang lain. gak enak. hahahaha.

tapi dasar, udah untung dikasih tips and trik, mereka malah minta ditemenin hunting foto bareng. Berikut percakapan kami, sehari sebelum pengumpulan tugas fotografi aplikatif, di ruang makan kosan mesum (matski dan tobu mampir sekalian numpang makan malem) :

Matski : "Eh, kalian berdua harus ikut ya, bantuin cari foto malem ini" (melihat pada Manda dan Sila)

Sila : "Heh?! buat apaan?" 

Matski : "Kami butuh negotiator untuk ngomong sama komunitas2 itu, kan kalian berdua jago hal begini" (gak ngerti kenapa menganggap gue juga bisa berkomunikasi akrab dengan banci dan PSK, padahal kan yang gape, Sila doang)

Sila : "Gak ah! udah gila ya! males ah. lagian itu kan tenaga-laki-emosi-perempuan, takut dicakar, gila lo."

Manda :  "Mending kalo dicakar, kalo dianggap berpotensi menjadi banci dan diajak gabung, lebih nyesek lagi. gak ah Mat, lo tau jaman2 SMP gue sering dikira anak laki."

-pembicaraan terhenti sejenak, karena semuanya tertawa terbahak2- 

Matski (setelah selesai kram perut ketawa2) : "AH! kalo gitu, kalian berdua aja saya daulat jadi model, dandan gih, sila jadi yang PSK, kamu (menunjuk ke Manda) jadi banci."

Sila : "Maaat.. plis dong, itu ntar fotonya bakal lo presentasiin depan anak senirupa 2006 kan, banyak adik kelas gue jaman SMA. bayangin gak entar mereka bakal ngegosipin gue kayak apaa…."

Matski : "Yah, yaudah deh. kalo gitu kamu ya (Manda) jadi banci, bisa kan?"

Manda : "ENGGAK YA!. Ih, masih mending lo Sil, dikira PSK, masih jelas wanita, ketimbang gue, entar kalo papasan di jalan sama anak SR, mungkin ada yang bisik2 ‘eh eh, itu kan aslinya laki, loh’, lebih miris gue, kali."

dan pembicaraan-pun terhenti lagi, karena semua kembali tertawa terbahak2.

 

tapi seriously deh, saya mau tanya, terutama wanita, menurut kalian mendingan mana, dikira sampingan sebagai PSK apa Banci?

soalnya, kalo bagi saya, dua2nya gak enak, tapi saya lebih down lagi kalo kodrat saya sebagai wanita diragukan. padahal saya wanita tulen. itu MIRIS, kali.

 

sekedar memberikan bahan renungan malam ini (hehe),

 

Armando a.k.a Amanda.

 

ps : btw, kalo kalian bertanya2 si tobu kok gak ngomong, dia orangnya emang kayak gitu, kalo ada dialog seru kerjanya cuma merhatiin bengong2 aja dengan tampang innocent. wahahah. sori loh bu. hehehe.

 

Konyol, Autis, StoryApril 10, 2008 11:27 am

 

ini postingan bukan dibuat atas nama permainan ‘tag-tag-an antar blogger’ sih, cuman entah kenapa tiba2 kepengen menuliskan momen2 dimana saya merasa serba salah.

wahahahah. udah gendut, iseng pula, mau jadi apa kalo udah besaaaaaar???!!! *besar secara konotasi ya*

biarin. iseng itu awal sukses, kok >:P. *halah* 

udah ah. yuk dimulai….

Pernahkah anda merasa begini :

  1. Anda baru memasuki lift, dan terjadilah hal2 berikut ini : (1) gara2 anda lift yang tadinya cukup untuk 5-6 orang jadi cuma bisa untuk 4 orang. (2) tiba2 ada satu orang lagi (ramping) berlari memasuki lift, terlihat buru2, mungkin telat kuliah, tapi alarm-lift-sialan-tanda-lift-kelebihan-bobot pun berbunyi. Dan alarm itu (sialnya) mulai membuat orang2 lain yang juga ingin masuk lift mengurungkan niat, terdiam di luar lift. beberapa diantaranya mengeluh tertahan ‘aaahhh kok gak bisa sih, kan itu lift isinya baru 4 orang…’ (3)anda dan semua orang yang ada disana mulai menyadari ini salah siapa, agak sedikit malu, tapi males keluar dan naik tangga. masih berprinsip first come-first serve. (4) anda berharap ada yang mencairkan suasana dengan mengatakan ‘gara2 lo sih, duuutt…’ or anything, apa ajalah, ngusir saya keluar lift juga gapapa, yang penting jangan pada diem, tetapi oh tetapi, gak ada yang berani ngomong karena semua orang dalam scene itu adalah adik kelas anda, yang notabene agak segan sama kakak kelas.
  2. Anda sedang meledek seorang teman wanita bahwa dadanya kecil (maaf loh, gak maksud ngehina, cuma mengingatkan bahwa seleksi alam itu eksis). anda berharap dia melawan balik, supaya bisa berargumen, bersenda gurau, tapi dia cuma menjawab ‘iya, emang dada gue kecil’ dengan suara dan tampang datar. anda ledek2 dia berkali2, dia tetep menjawab lempeng, sampe akhirnya anda merasa gak enak sendiri dan ingin berkata menghibur ‘gak kali, gue becandaaa.. maafin yaah… dada gue aja yang kegedeaaann…’ tapi anda urungkan karena itu MENJIJIKKAAANNN…
  3. Anda sedang berjalan bersama seorang teman ke suatu pusat perbelanjaan. Anda dan teman anda sedang melihat2 beberapa pernak pernik di sebuah toko ayo-beli-semua-cuma-xx-ribu (lupa nyong, sori). Tiba2 teman anda hilang, anda binun, mencari2 dan menemukan teman anda di suatu lorong bertuliskan ’stationery’ yang kebetulan sedang sepi pengunjung. Anda mengendap diam2 dari belakang, bermaksud mengagetinya, tapi saat anda sampai pada jarak 1 meter, tiba2 ada bau2 tidak sedap, anda pening, teman anda seketika menengok, mukanya memucat saat menyadari keberadaan anda (entah karena menyadari keberadaan saya aja, atau melihat ekspresi saya). Anda diam saja, binun harus berkata apa, dia juga begitu. Beberapa detik kemudian dia permisi ke belakang, mau pipis, katanya. 
  4. Anda sedang mengikuti kegiatan belajar-mengajar geografi-ceriaaa *uwek, saya benci geografi* di kelas dan menyadari kalau alis guru geografi anda CUMA SATU. Nampaknya si ibu2 geografi mencukur habis alisnya atas nama kecantikan dan terpaksa menggantungkan sepanjang hidupnya pada pensil alis, mengaplikasikannya setiap beliau beraktivitas di luar rumah. tapi hari ini dia lalai, alisnya CUMA DIBUAT SEBELAH, SEBELAHNYA LAGI ENGGAK. Anda ketawa ketiwi kecil, binun gimana ngeresponnya, akhirnya anda colek2 teman kiri dan teman kanan yang sedang sereus membaca buku teks geografi, memberitahukan penemuan anda (no wonder cuma gue yang nyadar, yang lain baca ngadep buku, gue sih enggak. eneg baca buku geografi). Akhirnya, gara2 anda, berita itu menyebar ke seantero kelas, dan semua anak berusaha menahan tawa (sampai disini, anda agak merasa berdosa). Ampe akhir pelajaran, tetep aja gak ada yang tega ngebilangin, semua berpendapat, ‘ah udahlah, ntar juga di ruang guru ada  sesama guru yang akan ngebilangin….’.

itulah beberapa dari momen2 serba salah saya yang gak ada bagus2nya. wahahahah. kalian punya cerita juga?

Mandhut. 

Tentang Manda, Sehari-hari, Stress, Murka, Story, SengsaraMarch 11, 2008 9:38 am

saya sedang murka dan harus dikeluarkan kalo gak mau jadi penyakit.

jadi ya pemirsa sekalian :

1. laptop saya tercinta, si pavi, kena virus, virus kampungan bernama brontox. kirain itu doang, ternyata enggak dong, kena virus lain juga bernama s*rvices.exe. virus curang pelecehan yang mematikan laptop lo 10 menit sekali, atau saat lo berusaha mencari tahu bagaimana menghilangkan virus ini di google. EMOSI JIWA. virus ini membuat si pavi restart dengan paksa setiap 10 menit sekali. Rasanya saraf mata berkedut2 nahan marah dan gregetan karena gabisa ngerjain tugas dengan total. IH EMOSI apa siiiiihh…. siapa siiiiiihh yang bikin viruuuusss??? GAK ADA KERJAAN BANGEEETT!!! Sini orangnya bawa kemari biar gue gebug, gue injek kakinya, gue DUDUKIN, gue
olesin cabe di bibirnya, iket, kitik2 pinggang-leher-kaki-nya ampe kapalan, kebas, mati rasa, apalah itu. gue minumin hemav*ton greng ampe over dosis dalam keadaan terikat, biarin aja gak bisa menyalurkan birahi, senewen2 lo. RESE SIH JADI ORANG. DODOL, HARI GINI NYARi RIBUT MA GUE. AAAAAAAAAAAAAHHH KESEL….!!!

2. akibat virus itu gak bisa ngerjain tugas T-T. dq kambuh, pikiran menjadi terlalu jauh ke depan. BIARIN AJA. KALO AMPE GAK LULUS KULIAH SAYA ADA PLAN B KOK, jualan es doger, beibi! JADI MODEL DI BUTIK DEWI HUGHES! JADI SUKARELAWAN DI PAPUA! JADI BACKPACKERS!. wahahahahhhhaaa.. sebal. aaaargh.

3. kesal. dari kemaren banyak ketemu orang2 yang manner-nya jongkok dan cari enak sendiri. pengen marah, gabisa. pengen senyum, gak rela. ADOH, pengen kasih kartu nama John Robert Powers biar ga usa bikin kesel orang2 lagi.

4. MAU KETEMU SESEORANG AJA SUSAHNYA MINTA AMPUN (hah. finally mengatakannya dengan lega) ada aja halangannya -_-. T-T. Mana koneksi kosan lagi setan banget, sering error, chatting banyak terganggu. kabel LAN-nya kendor, suka copot sendiri, udah kayak fenomena poltergeist. aaaaaaaaaaaaahhh T-T emosi jiwaaaa’.

5. Sifat pelupa dan berantakannya lagi kumat parah. aaaaahhh…!!! gimana

doonnngg…. T-T. manajemen waktu buruk.

6. KURANG TIDUR.

7. SUKA LUPA MAKAN KARENA PANIK, jadi sering mual.

8. lagi perang dingin sama teman.
pengen ngejambak.

9. rambutnya jadi kering mampus dan tipisan,
efek konde waljinah. tidaaaakkk….. nebelinnya butuh waktu 5 tahun sejak rontok gara2 diet-tak-bijaksana dulu itu. menipis lagiii, tidaaakk T-T.

lega. udah ngomong. hehehehehe…..

yah yah, life must go on. bukannya pasrah gak melakukan apa2, tapi ketimbang sedih, mending mencari sisi lucunya, sembari dikit2 mencaritahu apa yang bisa dilakukan :) .

hari yang indah ya, pembaca sekalian.

Mandhut.

Friends, Sehari-hari, Konyol, StoryMarch 9, 2008 2:38 pm

 

 


(taken from http://www.coloradocenter4pt.com/images)

bakal panjang, beibi. sabar ya bacanya.


Dalam 2 hari ini, terjadi 2 kedodolan di sekitar saya.  

Yang pertama, kebodohan berkaitan dengan pergaulan di situs pertemanan.

Seperti yang sudah kita semua ketahui bersama, mafhum adanya list friend yang ada di account situs pertemanan kita TIDAKLAH MURNI TERDIRI DARI TEMAN KITA YANG SEBENARNYA.

Mungkin, ada yang memang kenalan di situs pertemanan dan menjadi berhasil menjadi teman, kalo mau agak romantis dikit, jadi pacar atau menikah.
Mungkin, ada yang sudah MERASA BANGGA kalo udah bisa memajang orang terkenal di friend list-nya, mau account palsu ato asli bodo amat, YANG PENTING BERASA TEMEN ARTIS.
Mungkin, juga ada yang sekedar di-add doang karena orangnya cakep, satu interest, temennya temen ato sekedar buat nambah jumlah temen aja, biar berkesan banyak temen.
apa ada yang kasus yang terlewat? mohon ditambahkan kalo ada. :D

Nah, saya selaku pengguna setia FB dan FS jarang banget meng-add orang2 tak dikenal, males sih, kalo gak diapruf entar makan ati sendiri. Yang ada, saya meng-apruf permintaan friend dari beberapa orang yang awalnya saya gak kenal. ehehe.

Prinsip saya sih, selama yang ngajak temenan gak keliatan freak/norak dan memberikan notifikasi berupa mesej (’hai gue temennya si anuu’, ‘haii gue tau lo dari anu….’ apalah itu) saya apruf2 aja. Bukannya sombong, cuma selektif, males aja kalo ampe kenalan ama stalker atau tukang spam. ribet ngurusinnya.

Nah, suatu hari saat saya baru nyoba2 facebook, ada seorang mbak2 yang meng-add saya, sebut aja namanya mbak Marini. entah tau saya darimana, mesej notifikasi yang menjelaskan juga gak ada, tau2 ngeadd aja gitu.

Berubung saya warga baru facebook juga dan masih dengan begonya menganggap butuh minimal 20 friend-lah buat main2in aplikasi di facebook (padahal enggak, beda aplikasi ternyata beda syarat), yaudah saya apruf aja.

waktu berlalu, musim berganti, friend saya udah nambah banyak (friend asli) dan saya tetep gak tau siapa sebenarnya si mbak Marini ini.

nah, beberapa hari yang lalu,
saya ganti status di facebook (tukang2 gosip mohon konsen ke inti postingan), tau2 temen saya Tara, meng-ym saya :

Tara : manda
Manda : apa tar?
Tara : kenal sama Ani?
Manda : Ani?
Manda : Ani siapa?
Tara : Marini
Manda : oooooohh yang di fesbuk?
Manda : gak kenal
Manda : itu main ngeadd gue aja
Tara : ha???
Manda : emang kenapa?
Tara : lah kok??
Tara : komennya dia di wall fesbuk lo kayak gitu?
Manda : hah?
Manda : komen apaan?
Tara : ‘Heh gila ! in a relationship aja lo….. karo sopo ndok? mudah2an yg ini bisa bikin lo kmbali ke jalan yg benar ya, Puuutt… miss u my darling….’ (mengkopi komen Marini dari wall facebook saya)
Manda : mampus (sembari buru2 buka facebook)
Manda : siapa tuh orang??
Manda : parah
Manda : seumur-umur,
Manda : gak ada yang manggil gue ‘Putri’, Tar.
Manda : temen2 gue manggil gue ‘Manda’
Manda : jijiiikkkk…
Tara : itu temen gw
Tara : sahabat gw
Tara : mungkin dia kira putri temennya kali
Tara : emang geblek orangnya
Manda : itu temen lo? (mampus gue, tadi gue bilang ‘jijik’, ya?)
Tara : iya
Manda : aduh emang gue mirip Putri temennya?
Tara : gatau
Manda : sori loh tar gue bilang jijik.
Manda : abis udah ngecap dia sebagai peng-add random (sok kenal pulak)
Tara : gpp
Tara : malah ketawa kok gw
Tara : abis orangnya lucu
Tara : pasti dia salah orang
Tara : mau gw katain
Manda : gue jawab sok asik aja gimana?
Tara : hahahahhaha
Tara : gpp
Manda : oke deh
Tara : pasti dia malu abis
Manda : dasar ada2 aja
Tara : sotau emang sih

dan beginilah kira2 jawaban sok asik saya untuk mbak Marini  :

‘ya doong….!! ama Yudhie , Mar. Nanti kalo ke Bandung saya kenalin deh, sekalian kenalan sama saya, hehehehehe. cu yaaaa…..’


Hadoohhh.. ada2 aja.
Tar, gue beneran mau kenal sama Mbak2 yang menjuluki gue ‘gila’, memberikan kesan seakan2 gue selama ini berada ‘di jalan yang salah’ plus dengan baiknya mengangeni dan menyelamati gue, SEBELOM KENAL GUE. jangan ampe gak lo kenalin, serius nih gue. hwahahahaha.

buat mbak Marini, no offense ya, sekedar pengen mengabadikan momen lucu kita bersama aja. temanan yuk mbak, hehehehe….

pelajaran pertama buat saya : kalo mau bilang ‘’jijik" ato apapun yang senada, pastikan si korban gak ada affiliation sama yang ngegosip. rasanya gak enak, beneran.

————————————————-
Nah itu kasus pertama,  kasus kedua nampaknya karena saya kualat dengan mbak Marini. karena kedodolan ini saya yang berbuat.

Hari kamis malam yang lalu, IF ITB mengadakan malam pelepasan wisuda Maret 2008. Karena kepengen eksis dan pengen makanan gratis, hehe, saya dateng kesana berkedok ikut meramaikan persembahan IF 2004. (baca posting ini)

Di akhir acara, semua orang menyalami para wisudawan dan wisudawati yang lulus. Nah, sebenernya gak terlalu deket dengan mas2 dan mbak2 yang lulus, ada sih beberapa, tapi gak semuanya, bahkan ada yang GUE GAK TAHU NAMANYA.

Tapi gatel, udah susah2 ke acara itu pake konde (nampil sebagai sinden soale), menerima resiko dikira orangtua wisudawan karena BAHKAN yang wisudawers asli gak dandan seniat gue, semua orang harus gue pastikan untuk melihat, kan? jangan ada yang terlewat. hehehehe.

Jadi berbekal senyum manis dan kepiawaian dalam berbicara, saya menyelamati satu persatu wisudawers itu. Kalo gak tau nama, ya senyumin aja, dan bilang ’selamat ya kaaak, doain ya cepet lulus jugaaa…’ pokoknnya template deh. lumayan, udah eksis, dapet doa pulak.

Nah, beberapa hari setelah itu, saya dan teman saya Taniko,
sedang mengobrol via y!m, dan akhirnya terungkaplah kalo saya melakukan kesalahan bodoh :

(berdasar konsensus dengan mbak Tania, disepakati gak usah pake sensor2an)

Manda : kemaren pas wisudaan lo salamin Pendi gak, Tan?
Taniko : nyalamin apa?
Manda : dia lulus Maret kan?
Taniko : Pendi blom lulus, beibi
Taniko : dia nakal. (’nakal’ as in gak segera menyelesaikan TA, bukan ‘nakal’ yang lain. hehe)
Manda : hah?
Manda : kemaren ada Pendibo, kok.
Manda : mampus jangan2 salah orang
Manda : udah gue salamin, ‘pendii selamat ya’
Taniko : SALAH ORANG, GILA
Taniko : WAKTU ITU PENDI LAGI DI JAKARTA
Manda : PARAH
Taniko : ANJRIT
Manda : ADUH GIMANA DONG
Taniko : yg mana???
Manda : ADUH MAMPUS
Manda : sipit2 gitu
Manda : jangan2 itu…
Manda : aduh itu sapa…
Taniko : MAMPUS
Manda : sipit2 manis,
Manda : siapa itu?
Manda : udah ah bodo amat (gampang menyerah)
Taniko : bentar2. dari yg kmrn lu tau sapa aja yg sipit manis?
Taniko : piktor?
Manda : bukaan
Manda : ini sipit manis di mata gue
Manda : piktor kurang manis (sori loh pik)
Taniko : tingginya semana?
Taniko : pendibo setinggi gua kira2
Manda : duh lupa
Manda : sekarang tampangnya aja lupa
Manda : parah
Taniko : MAMPUS
Taniko : AHAHAHAHAHAHAHA
Manda : AHAHAHAHAHA
Manda : UDAH AH BODO
Taniko : makanya bawa kacamatanya mba Waljinah (katanya saya mirip Waljinah malam itu)
Manda : BEGO BEGO
Manda : eh tan pembicaraan ini bolehkah saya publish di blog?
Manda : begitu tololnya  (harus diabadikan)
Taniko : BOLEH
Taniko : Pendi cepet balik dong.
Taniko : pengen nyeritain
Manda : adoh adoh
Manda : bentar diproses jadi postingan,
Manda : mumpung masih HANGAT
Taniko : eh emang pas lu salaman dia gmn?
Manda : gaktau
Manda : itu kan basa basyong, beibi
Manda : jadi ya disalamin aja terus pergi
Taniko : NYET. kali aja pas lu mo pegi dia lagi berusaha meralat
Taniko : lu maen pegi aja sih
Manda : ahahahahah
Manda : gak tau ah biarin aja, mungkin dia juga gak kenal gue, secara gue lagi disguise jadi Waljinah
Manda : disapa Waljinah aja UDAH UNTUNG. gak peduli SALAH PANGGIL NAMA (dasar gue ini anak kurang ajar)
Taniko : ANDOKO ITU
Taniko : KAYANYA ANDOKO DEH
Taniko : lu tau ga yg nama Andoko yg mana? mo gua konferm ke dia nih
Manda : oh mungkiin
Manda : duh mampus

Nah, pelajaran kedua : ngelakuin apa2 itu niatnya mesti tulus, gitu tuh jadinya kalo pengen eksis doang. Sori loh kak Andoko, gak maksud apa2. hehehehehe.

Buat Andoko dan Pendi, maaafkaaaaaaaaaaaaaaaaannn…!!! saya bener2 tulus mendoakan kalian sukses di masa depaaaaaaaaaannn…!! mohon jangan dikutuuukk!!!

Buat Piktor, beda selera aja pik, santeylah, menurut Tania situ manis kok :D

sungguh 2 hari yang aneh,

Mandhut.
Friends, Sehari-hari, Konyol, Story, SengsaraMarch 7, 2008 11:24 pm
Bintang oh bintang,
tolong beritahu daku, siapa gerangan yang menciptakan aturan berkonde ala jawa tengah,
saya sekedar mau chitchat sebentar dan memperlihatkan beberapa foto,
foto-foto yang mungkin bisa membuat dia bisa ketawa2 ampe kram perut dan rahang lepas (amin) dan pada akhirnya menyadari bahwa,
konde gede-gendut yang bentuknya sedikit mirip p*ntat itu sedikit tidak appropriate kalo dipadukan dengan makhluk berwajah bulat,
karena membuat mereka makin terlihat seperti kue apem ditumpuk 2, contohnya salah satu korban di bawah ini :
 
(nama file : apem_tumpuk.jpg)
 
mungkin pas membuat itu konde, dia lupa mempertimbangkan kepentingan kami2 yang berwajah bulat ini.
sekedar penyesalan + satu loyang kentang bakar dari dia sudah lebih dari cukup bagi gue untuk memaafkan ^^;.
 
btw, feel free to ngakak setelah liat foto di atas loh, saya sendiri ngakak liatnya. itu foto diambil oleh mamat teman saya, dan dia gak bisa berenti ketawa selama 5 menit-an, sebelum akhirnya berkomentar : ‘kok kamu gak pernah bisa menghasilkan sesuatu yang  normal, sih?’ sialan, sapa juga yang kepengen tampangnya kayak arem2?!!, ini terjadi di luar harapan, kale. cih.
 
—————————————– 
nah,
 
ada yang mau nanya dalam rangka apa saya harus berkonde?

gak ada? fine, saya tetep akan cerita. hehehehe. *dasar*

jadi gini,

Pada acara wisudaan maret 2008 IF ITB tanggal 5 maret 2008 yang lalu, kami IF 2004 berniat eksis dengan menampilkan sebuah persembahan angkatan.
Berhubung temanya tradisional, jadilah kami menampilkan cuplikan tarian2 dari beberapa daerah di Indonesia dan seorang sinden yang menyanyikan lagu ‘rayuan pulau kelapa’ versi keroncong.

<
\yang mana, saya yang berpostur gendut2-subur inilah yang didaulat menjadi sindennya,
yang mana, sinden berarti berkebaya, berjarik dan…berkonde tradisional jawa tengah yang gede abis itu.

…………
aaaaaaarrrgh…!!!! dari dulu saya gak pernah suka konde p*ntat itu. maaf loh leluhur, maaf loh bapak2 dan ibu2 pemerhati budaya. tapi beneran deh, itu konde bentuknya kayak salah satu organ tubuh manusia yang prestise-nya agak di bawah rata2, dibanding organ2 lainnya, setidaknya dalam pandangan saya.
(difoto di lantai dan rasa hati pengen nginjek, sayang ini konde punya ibu2. aaarrgh)

 
sebenernya, dari awal agak tertekan dengan kenyataan bahwa saya harus berkonde, tapi berubung keinginan buat tampil dan eksis di tahun terakhir saya di IF ITB lebih gede, yasudah itu tawaran diterima aja.

akhirnya, berbekal keberanian untuk tampil total dalam acara IF ITB,
plus, sedikit menipu diri dengan berkata pada diri sendiri bahwa si jenggot gak akan dateng, lagi berlibur ke Papua -entah ngapain- jadi gak akan nonton itu acara dan melihat saya si kue-apem-berjalan ini,
jadilah saya dikonde dan menyinden. wakakak.

ternyata pengorbanan saya berasa dijambak semaleman gak sia2 (ya iyalah, konde segendut dan seberat itu nyangkut di rambut hasil sasakan, aarrrgh)
semuanya terbayarkan setelah melihat senyum wisudawan dan wisudawati tercinta :) hhehehehehe….

yah, sekedar bercerita dan gatel pengen memajang foto2 kocak itu, pembaca. hehehe.


Manda si Kue-Apem-Berjalan.

PS : niwei, selamat ya buat yang udah luluss… doain cepet lulus juga…. :)