.
Tentang Manda, Thoughts, Sehari-hari, Obssesions, Level Up!, RoamingJuly 2, 2008 8:34 pm

ini pure meracau. bacalah kalo bener2 senggang. kalo agak gak nyambung atau gak ngerti, jangan komplen.

Apa yang kalian lakukan saat kalian tahu kalian tertimpa masalah?

kalimatnya agak ngeganjel ya, mengulang kata ‘kalian’ 3 kali. bukan kalimat yang bagus :P . tapi ngerti kan ya maksudnya. wahahah.

oh back to topic, apa yang kalian lakukan?

kalo gue, *asumsi : kalian pembaca yang sopan, makanya kalian nanya balik karena tadi gue udah nanya* pada saat itu, drama queen gue akan langsung kambuh, gue akan mengurung diri di dalam kamar, gue akan mematikan lampu, gue akan menangis, gue akan makan sesukanya, gue akan membatalkan semua plan, janji dan rencana, gue akan membayangkan yang buruk2 (dan makin nangis karenanya, padahal terjadi aja belum, lihat betapa gue sangat visioner), gue akan sangat sangat sangat emosional dan akan melakukan hal2 bodoh yang seringkali, memperburuk/menambah masalah gue, dan gue akan terlalu banyak bercerita pada siapapun yang ada di dekat gue.

one bad news leads into no-brain action that leads into dreadful situation, which is, another bad news to conquer. begitulah siklus yang sering terjadi.

sisi positifnya : gue punya semakin banyak kesempatan untuk menempa diri, dan gak ada yang lebih puas daripada mengetahui bahwa diri ini berhasil menemukan solusi untuk melewati masalah2 itu.

sisi negatifnya : gue membayar mahal untuk semua tindakan bodoh yang gue lakukan.

dan setelah 21 tahun hidup dengan cara yang sama, akhir2 ini, pertanyaan2 ini mulai muncul di kepala :

  • haruskah gue selalu membayar mahal untuk setiap masalah gue, cuma karena gue gak bisa menahan diri untuk mengungkapkan apa yang gue rasakan?
  • lain masalah kalau ini cuma menyangkut hidup gue DOANG, tapi gue gak hidup sendirian dan ada orang2 yang menaruh harapan sama gue, tidakkah gue berpikir kalau tindakan gue bisa menyakiti mereka?
  • bukankah udah saatnya untuk melepas jiwa-remaja-yang-berani-menerima-resiko-apapun dan mulai menjadi orang dewasa, yang mempertimbangkan resiko dari tiap langkahnya, yang bertindak sepintar mungkin agar bisa mendapat banyak pelajaran yang bisa diambil dengan sesedikit mungkin pengorbanan?

inti dari semua omongan ini adalah, gue (pada akhirnya) capek jadi miss drama queen, pembaca :) . gue tahu drama queen bisa menguntungkan, karena seringkali, itu membantu gue menyampaikan cerita yang menarik untuk didengar bagi orang2 yang ingin mendengar ;) . Tapi, banyak juga yang hilang karena kelakuan gue. Gue tahu gue akan lebih menyesal untuk gak melakukan segala hal yang ingin gue lakukan, tapi tetep aja, biar sedikit, rasa nyesel itu ada. Dan semakin gue bertambah umur, melihat dan mengalami berbagai macam hal, gue semakin mengharapkan kehidupan yang stabil, sekarang dan di masa depan.

dan stabil berarti, gue harus mulai belajar gimana mengontrol sifat drama queen ini. besides, gue pengen jadi istri dan orang tua yang bisa ngasi perlindungan dan ketenangan kelak gue berkeluarga nanti. bukan yang malah membuat masalah :P .

gue sempet menganggap menitipkan hape gue pada darpit (untuk mencegah menelpon dan mengsms, mengatakan hal2 yang gak diinginkan) dan meminta darcil untuk mengubah password email dan blog gue (supaya gak mengimel atau posting macam2 :D ) saat gue dalam kondisi drama queen, sebagai ide yang terbaik untuk mengatasi masalah gue.

tapi gue rasa, itu namanya manja. gue mesti cari jalan keluar sendiri untuk personality disorder gue ini. :D yang bertahan lama, bukan cuma temporary.

well, i’m still working on it. udah berjalan 1 bulan-an, merasakan sedikit perubahan, tapi gak tau juga, semoga bukan sementara :P . yang jelas, cuma bisa bilang : ternyata sebagian besar masalah memang datang dari diri sendiri :D .

paling gak, dengan gue nulis gini, gue gak ada alasan buat mundur lagi, gue mesti berusaha menunjukkan bukti. :D

 

level up, sodara2?

Mandhut.

 

Friends, Sehari-hari, Love, RoamingMay 24, 2008 5:50 pm

teman,

gak ada yang lebih menyenangkan daripada membuat suatu karya untuk orang yang disayangi,

merencanakan hadiah terindah yang bisa dia terima,

mengingat-ngingat semua hal tentang dia,

membuatnya dengan bahan terbaik yang ada,

mengerahkan segenap tenaga untuk merangkainya, 

membayangkan reaksinya kala menerima,

believe me, gue pernah merasakannya.

dan itu salah satu anugerah terindah dalam hidup, nikmatilah.

 

sekarang gue berada di posisi lo waktu itu,

gue mengerti kenapa lo berkata gue bertindak sangat manis waktu itu,

gue juga melihat lo sangat manis kali ini, 

dan gue jadi merasa sedikit iri,

iri karena tak sabar untuk segera berada di posisi itu lagi, 

iri karena somehow merindukan perasaan2 itu lagi, 

apa waktu itu lo juga merasakan hal yang sama? 

hehehehe.

 

Semangat Temaaannn…,

Mandhut yang Iri. 

Tentang Manda, Sehari-hari, Level Up!, RoamingMay 19, 2008 4:07 pm

setelah lama dibingungkan oleh keadaan,

setelah lama mempersalahkan diri sendiri,

setelah lama mencari jawaban atas semua pertanyaan,

akhirnya saya mendapat jawabannya! saya dapat jawaban paling final dan melegakan! dan itu dapetnya di sebuah toko buku!!!!

gyaboooooo….. cihuiiiii…. hyahuuuuuuuuuuu…….!!!! legaaaaaaaaaaa ^^ legaaaa sumpah legaaaa…. ToT

saya kembali ke jalur yang benaaaaarrr…!!!! nyaaaahh senaaang!!!

 

jangan remehkan buku, pembaca. itu gudang inspirasi. jendela dunia. pelipur lara. pengobat luka. apalah itu.

percayalah. lo selalu bisa dapat jawaban atas semua kegundahan lo disana. tergantung seulet apa nyarinya aja.

 

oh iya, detailnya, nanti ya kalo udah siap dibagi, bakal dishare kok, tapi gak sekarang, soalnya belum mateng *ceilah*. sekarang cuma mau ngasi kabar aja. hehehe. sowie roaming.

 
mari dukung gerakan baca seribu buku (emang ada?),

 

Manda yang mulai mempertimbangkan untuk membuat toko buku/library sendiri.

 

Tentang Manda, Thoughts, Friends, Sehari-hari, Love, Konyol, Autis, RoamingMay 17, 2008 7:32 pm

nyem nyemm.. dari kemaren2 lagi kepengen bener-bener meracau tanpa peduli apakah tulisan gue ini nanti akan dimengerti apa enggak ni sama pembaca. hehehe. daripada makin menjadi2, gue rasa akan gue habiskan semua yang gue pengen omongkan pada beberapa postingan. ^^ kalo mau baca, Alhamdullillah, gak mau yasudah, skip wae’.

kalo ditanya apa main concern gue sekarang, adalah kenyataan bahwa gue baru saja putus sekitar… eng.. 2 minggu lalu? gak kepengen jadi main concern, tapi mau gak mau sampe hari ini masih aja kepikiran. hahaha. gimana doong…. *guling2*

rasa putus itu menyebalkan, apalagi kalo lo-lah yang melakukan hampir semua don’ts dalam buku dos and don’ts in a relationship, dan berakhir dengan putus, dan saat lo sadar bahwa lo melakukan hal yang salah-bodoh-cupu, semua benda sudah terlanjur tidak pada tempatnya dan entah bagaimana gak ada cara yang jelas untuk mengembalikan ke tempat yang semula. bukan karena lo gamau, tapi karena benda2 itu bukan milik lo seorang.

untuk kesekian kalinya, gue harus sadar bahwa dunia bukan gue seorang, dan kembali untuk kesekian kalinya, gue harus merasakan betapa menyedihkannya saat gue tau kebahagiaan gue seringkali bukanlah sebuah ‘benda’ tapi manusia, yang hidup, yang bergerak dan mempunyai keinginan sendiri, dan itu berarti, amplitudo perasaan yang gak bisa diprediksi, yang bereaksi sesuai gerak-gerik si manusia itu.

akhir2 ini, berasa ada yang kosong entah di bagian mana di tubuh ini, dan gak tau gimana menambalnya. udah berusaha dengan benda2 subsitusi lainnya, tapi saat ini, semua terasa salah dan gak meaning. entah bener2 gak bisa atau gue yang gak kepengen menutup lubang itu dengan benda selain benda yang tadinya memang berada di sana, gue gak mengerti. gue bingung dan empty, dan saat ini, yang bisa gue lakukan hanya menunggu, berusaha membiasakan diri dengan perasaan yang ada, merasakan perasaan ini sampai habis, sampai gue terbiasa dan lupa bahwa ini anomalli.

menurut gue, fase2 dalam hidup itu kayak sekumpulan permen karet. satu untuk mewakili setiap perasaan/pengalaman yang harus lo lewati. harus dikunyah hingga bener-bener hilang rasanya untuk selanjutnya lo buang tanpa merasa bersalah, dan masukkan kembali permen karet yang baru ke dalam mulut. begitu juga dengan yang gue lakukan sekarang.

deep down inside, gue tahu hidup itu indah, baik kenangan baik maupun buruknya. soon after gue menemukan kebahagiaan baru, gue akan bisa menertawakan semua kejadian2 yang telah berlalu. yang tadinya gue tertawakan, gue tangisi, gue sesali, semua yang gue simpan baik2 dalam hati, semua akhirnya akan menjadi bahan pembicaraan seru, ditemani secangkir besar teh manis hangat, semangkok pop-corn dan seorang teman pendengar setia. berbicara sepanjang siang dan malam hanya untuk berbagi seberapa naif dan mudanya saya ‘dulu’ itu sembari merajut perasaan baru yang dipersiapkan di masa depan.

gue selalu tahu bagaimana perasaan2-tak-menyenangkan ini akan berakhir juga di tempat yang sama dengan perasaan lainnya. tapi tetap saja, menjalaninya adalah saat yang menyebalkan. persis usus buntu yang segera ingin lo angkat. persis jerawat yang ingin lo pencet. persis lintah yang menyedot darah lo sampai gendut. seperti itulah rasanya. yang gue inginkan hanya segera melewatinya dengan segala cara, tapi seberapapun lo berteriak marah karena kelelahan, lo tetap harus menjalaninya, keesokan harinya dan keesokan harinya. hari2 dimana lo merasakan kerinduan amat sangat saat lo memandang langit, merasakan udara dan embun pagi, melihat orang2 di dalam angkot, melihat aliran air di got, melihat deretan pohon, mendengar desiran angin, menelan pisang goreng, bahkan saat lo menutup mata dan menulikan telinga. entah merindukan apa, lo hanya rindu, entah pada apa, entah pada siapa.

beberapa menjalaninya dalam diam. tapi biasanya, gue akan menjalaninya dengan menghabiskan seluruh alternatif cara untuk melepaskan diri dari penderitaan ini di awal permainan, untuk selanjutnya merasa kecewa karena tak berhasil, dan memutuskan untuk diam, sama seperti beberapa orang lainnya, karena memang hanya itu yang bisa gue lakukan lagi. paling tidak, kalaupun gue gagal, gue gagal dengan fakta bahwa gue sudah mencoba segala cara yang gue bisa, jadi bisa mengurangi kadar penyesalannya. :) .

hehehehe,

ingin rasanya tetap berkosentrasi dalam rutinitas sehari2, tapi gue gak kuasa. gue sehaus itu sama benda yang namanya ‘kasih sayang’, sehaus itu sampai gak bisa gak mikirin hal itu sedetik saja, sehaus itu sampai bahkan saat gue memiliki benda itu di tangan, gue selalu merasa kurang, sehaus itu sampai selalu merasa iri dengan kasih sayang yang dimiliki orang. sehaus itu sampai gue memasrahkan semua bagian hidup gue, kecuali masalah kasih sayang. sehaus itu sampai seringkali tanpa sadar gue sudah dalam state mengemis kasih sayang, dan saat sadarpun gue sudah tak peduli apa pendapat orang, karena mereka gak bisa menawarkan solusi lain yang lebih menenangkan.

gue selalu merasa gue gak waras karena hal ini, :D  

sempet terpikir kembali untuk kesekian kalinya, cobalah memasrahkan masalah yang satu ini, sama seperti yang lainnya, mungkin beban akan sedikit berkurang, dan lo bisa menggunakan energi yang tersisa untuk menemukan hal baru lainnya. tapi gak bisa, persis seperti air hujan yang akan selalu bermuara ke laut, kesanalah gue selalu menuju, dan sampai saat ini belum ada cara untuk mencegahnya.

gue bertanya terus menerus dalam hati, persis seperti orang gila, "tidakkah semua yang dialami kemarin dulu, membuat orang itu sedikit tidak rela jika semua berakhir begini?", "meski tidak banyak, tidakkah dia merasa itu berkesan?", "bukankah ini terlalu cepat untuk berakhir?", "tidakkah dia tahu bahwa setiap manusia tidak ada yang sempurna, dan tidakkah dia merasa cukup saat tahu bahwa manusia itu setidaknya selalu belajar untuk menjadi sempurna?", "apakah dia membenci gue". tapi sebelumnya, gue harus menanyakan pada diri gue sendiri terlebih dahulu ‘tidakkah lo sadar bahwa setiap manusia mempunyai tujuan yang berbeda dalam hidup? tidakkah lo merasa wajar saat mereka marah dan membuang lo karena lo menarik mereka jauh dari tujuan abadi mereka?". sama seperti gue dan ‘kasih sayang’, orang itu memiliki benda penting lainnya, dan dia berhak memilah2 mana yang pantas mereka pertahankan dan yang tidak, mana yang menurut mereka barang cacat dan layak pakai, jadi memang tak ada gunanya gue bertanya. ini sama persisnya dengan berusaha mengubah periode rotasi bumi.

mungkin baginya, cinta adalah kualitas, bagi gue, cinta adalah kuantitas. bagi dia, cinta adalah alokasi waktu dan tenaga, mempersembahkan sesuatu sesempurna mungkin, di momen yang tepat. bagi gue, cinta adalah spontanitas, selalu ada waktu dan tenaga untuk cinta, tak peduli sempurna atau tidak, gue hanya peduli perasaannya. orientasi yang sangat berbeda dan membuat gue tersenyum miris saat menyadarinya.

gue ingin marah. ingin berontak. tapi gue gak tahu pada apa, atau pada siapa. hanya bisa menyalahkan diri sendiri dan memastikan diri ini belajar, agar setidaknya ada yang bisa dijadikan bekal di masa depan, dan dibagikan pada yang membutuhkan nantinya. 

menelan semua pikiran dan fakta yang disodorkan bulat2 di depan mata. gue cuma bisa bilang, gue lakukan apa saja untuk menghilangkan rasa menyebalkan ini. gue akan lakukan apa saja. karena gue sudah gak tau harus bagaimana. sementara ini, gue rasa gue memang harus menjalaninya. wish me luck, then.

——————————————————-

entah kenapa, saat sedang begini, gue teringat seorang kawan yang sudah lama gue hilangkan dari daftar sahabat karena sesuatu dan lain hal. yang terpaksa gue sakiti untuk membuatnya benci dan melupakan. setidaknya, bagi gue, itulah hadiah terakhir yang bisa gue berikan atas semua kebaikan dan sebagai perwujudan rasa sayang, hanya karena gue gak mau mencurangi, hanya supaya dia tahu bahwa gue sebusuk yang bisa dia bayangkan dan supaya dia tidak menyangkal, hanya karena gue gak enak sudah terlalu lama menyusahkannya, dan menyusahkan teman2 gue lainnya karena dia.

gue membayangkan apa kira2 yang akan dia katakan saat tahu gue mengalami hal ini, saat kami masih bersahabat dulu. pertama2, dia akan tertawa terbahak2, lalu akan mengkritik gue dari ujung rambut sampai ujung kaki, luar-dalam, semuanya, sampai gue merasa lebih buruk dari sebelumnya, sampai gue menangis terpuruk, sampai pada titik gue sudah kebas dengan semua kenyataan yang ada, gue tau gue salah dan gue bisa menerima, lalu dia akan memberi gue benda2 manis lainnya, yang bisa membuat gue lupa akan penderitaan gue dan tersenyum tulus.

sebuah eden yang instant dan terjamin, tapi senyum itu tidak akan lama, karena sebulan kemudian, dia akan jadi penderitaan gue selanjutnya, dan biasanya begitu sebaliknya. dan memang begitu yang terjadi berkali2. jadi saat ini, cuma bisa tertawa membayangkan reaksi orang itu aja, tapi memilih untuk gak merealisasikannya.

aneh memang, mengetahui bahwa ada orang yang mengetahui lo dan lo ketahui hampir sangat baik, yang bisa menebak apa yang lo pikirkan dalam sepersekian detik, yang bisa menghibur lo dengan cara yang berbeda, yang bisa mengangkat beban yang ada di pundak, tapi gak bisa lo dekati karena lo tahu kedekatan lo berdua hanya akan saling menyakiti. karena lo tahu lo berdua sama2 rumit dan gak cukup tenaga untuk saling mengerti lebih dari ini. setidaknya, gak sekarang. mungkin nanti. mungkin tak akan pernah lagi. gue gak tau.

somehow, gue merindukan saat2 dimana gue bisa meringkuk di sofa ruang tengahnya, melawan udara dingin yang menusuk tulang, mengobrol sepanjang malam sampai mata sudah benar2 meminta untuk dipejamkan. mengobrolkan dari hal yang terpenting sampai yang tak jelas apa maksudnya. tertawa sampai mata mengeluarkan air. merindukan keperfeksionisannya yang berkadar tinggi, sampai terkadang menyakiti diri sendiri untuk mencapainya. merindukan kerapuhannya yang kadang membuat gue geram dan marah, ingin menjambak siapapun yang membuatnya seperti itu. merindukan masakan2 nyonya rumah tersebut yang enak luar biasa, beragam dan membuat gue terkagum2 dibuatnya. merindukan aroma setiap ruangan di sana, mengingat baik2 letak benda2 di dapurnya yang sekarang entah masih sama atau tidak, merindukan kehangatan yang sempat gue rasakan di sana.

Tapi gue tahu, gue gak boleh merasakannya lagi, kenikmatannya persis narkoba, membawa lo terbang ke langit, tapi sangat adiktif, se-adiktif itu membuat lo meraung kesakitan kalau konsumsinya dihilangkan sesaat. jadi lebih baik memang, jangan menggunakannya.

mungkin gue gak normal, freak, drama queen or anything. tapi gue hanya mengatakan apa yang ada di kepala, sejujur dan se-harmless yang gue bisa. so, kalo lo baca, kawan, gue hanya ingin bilang, tertawakan gue disana, karena memang gue pantas ditertawakan dalam hal ini dan memang itu yang gue inginkan saat ini. Dan berbanggalah, karena kuku lo telah menancap begitu dalam, sampai saat inipun gue masih bisa menerka kata2 lo tanpa perlu lo ada disini. dan gue rasa, begitu sebaliknya.

thank you karena telah meninggalkan kenangan yang sedikit menghibur, maaf karena diinget cuma kalo lagi susah aja. wahahahah. lo berharga dengan cara lo sendiri. bahkan saat gue maki2 lo, lo tetap berharga buat gue, bahkan saat gue niat melupakan, lo tetep bercokol disana persis tanda lahir. dari hati yang terdalam, tulus gak pake ngeledek, beneran mendoakan lo baik2 aja disana, meskipun gue tahu lo gak butuh, karena lo akan melewatkan Tugas Akhir meneliti kelinci2-yang-nampaknya-merepotkan itu dengan sangat baik. saya nyumbang doa untuk faktor2 X aja dah, doa yang mungkin terlewat didoakan orang lainnya. lekas lulus dan cepatlah tajir. berbahagialah sampai akhir hayat.

dan juga, thank you buat dia yang sempet mengisi beberapa bulan ini. gak kepengen mengatakan kata perpisahan seakan2 gak akan pernah ketemu selama hidup lagi, jadi gue gak akan ngomong babay. cuma bisa bilang, don’t write me off just yet, lo belum tahu gue sebener2nya dan begitu sebaliknya. terlalu cepet untuk membuang apa yang ada, karena permen karet itu masih bisa dikunyah, meski mungkin rasanya udah gak sama. sampai saat ini, masih suka sama seperti setahun yang lalu, dan belom tahu ini perasaan mau diapain, jadi sementara diangin2 dulu aja kayak ikan asin, bisa jadi makin asin, makin mahal dan enak rasanya, bisa jadi tiba2 dicuri kucing lainnya ato kucing yang sama *wahahahaahahhh*. mari berdoa yang terbaik aja dah. semoga Tugas Akhirnya sukses juga ya, bertahanlah disana, semoga selalu dikasih petunjuk dan keringanan sama Allah SWT :) .

ini celotehan mungkin masih lanjut loh. wahahah. 

stuck in a world where nothing makes sense (paling gak ya saat ini aja),

Manda. 

Thoughts, Sehari-hari, Love, Konyol, Autis, RoamingApril 27, 2008 11:14 pm

pengen nyemangatin TA, tapi takut dikeplak,

secara itu topik lumayan sensitip,

jadi,

nyemangatin diem2 lewat blog aja deh,

 

 

 *bisik2 mode on*

hey kau si penjual pulsa, ayo TA-nya yang semangaatt…

kalo butuh uluran tangan, hiburan, keringanan, kelonggaran, katakan saja, jangan ragu,

karena saya akan sangat senang, kalo saya bisa membantu, ;)

 

 

hahahaha. geje,

Manda.

Thoughts, Friends, Konyol, RoamingApril 21, 2008 2:48 am

jangan sok2 gak nyadar deh mas, tabok loh.

cuma mau bilang,

apapun yang terjadi, pastikan lo keep in touch with me dan tetap meng-apdet alamat dan nomor telepon lo di gue sampe bangkot nanti, 

karena, kalo suatu hari gue akan menikah dan terkena sindrom cold-feet-ato-apalah-itu, gue butuh lo untuk mengatakan "errrr… you are soooooo drama queen. udah untung ada kesempatan merasakan malam pertama. pilih mana? sekarang, atau tidak sama sekali.".

karena, kalo suatu hari gue terkena musibah, gue butuh bercerita-dengan-hebohnya dan seperti biasa, lo akan tertawa terbahak2 sampai sakit perut melihat gue.

karena, kalo suatu hari gue bener2 terancam perawan tua, mungkin gue akan mendaftarkan lo secara paksa sebagai suami ke catatan sipil. well, gak ada rotan akarpun jadi ;) . wahahah. freak abis.

karena, kalo 50 tahun lagi gue ingin dateng ke Tembang Kenangan, gue butuh temen yang akan tetep duduk-diam-bersama-gue-meski-malunya-luar-biasa, saat gue me-request lagu "Aduh Buyung" atau "Rindu Serindu-Rindunya" ke pembawa acara.

karena, gue butuh temen yang tahu gue cuma bercanda, dan bukannya bener2 kasian sama gue, saat gue berkata : "Padahal gue gendut, apalah gue ini, makasih ya mau jadi temen gue sampai saat ini, ternyata gak semua manusia di dunia ini menilai orang dari luarnya aja"<– sumpah ini kalimat pathetic abis. AHAHAHAHAHAHAH. ADOH. AHAHAHAHAHA. *ketawa sendiri nulisnya*

karena sialnya, lo salah satu orang yang bisa membuat gue merasa bebas menjadi diri sendiri di depan lo dan sama sekali gak merasa insecure. we’ve been there and done that before ;) . hahahahahahh.

karena, gue gak kepengen kelewatan berita2 dan momen2 penting tentang lo juga, nyet. 

dan karena-karena lainnya :D .

 

Berhubung saya eksplosif, mungkin suatu hari ini postingan saya hapus karena kita ribut gede ato apa. mungkin hari ini gue memuji dan besok saya bisa memaki2 atau memutuskan hubungan dengan anda. saya belajar untuk berpikir sebelum bertindak, namun secara kejadian2 itu udah berkali2 terjadi (dan sampai hari ini, at the end gue kembali berceloteh di depan lo lagi), gue percaya, lo udah tau harus gimana dalam menyikapi postingan ini ;) .

 

xoxo,

Purple Bondage.