.
ResensiJune 19, 2008 7:30 pm

 

(courtesy of http://www.deeplyshallow.com/images/) 

 

kemaren sempet iseng2 nonton TV Kabel di ruang tivi kosan dan sadar2 menemukan diri ini udah duduk manis nonton Elizabethtown, hehehehe. kalo kalian tanya film ini bagus pa gak. secara keseluruhan, enggak terlalu bok. entah Orlando Bloom yang salah apa Kirsten Dunst yang gak memuaskan, gue gak tau juga, tapi emang flownya agak ngebosenin.

 

(courtesy of http://entimg.msn.com/i/gal/Elizabethtown/)

Terus yang membuat gue bertahan apa? gue ada OCD, yaitu untuk masalah film dan buku, gue harus menyelesaikan apa yang udah gue mulai. gak berlaku untuk TV series yang bener2 harus gue tonton secara rutin untuk tau kelanjutannya ya (gue bosenan dan gak bisa aja nunggu2 gitu. bosen), kecuali udah dateng dalam bentuk DVD semua season tayang, hahaha. jadi kalo gue tertarik, gue akan selesaikan, even di tengah2 ngilfilin ato bosen, tetep harus sampe akhir, sampe gue punya bahan yang cukup qualified untuk ngejudge apakah ini layak dikonsumsi teman2 gue ato enggak. hehehehe.

enough about me, mari ke Elizabethtown lagi,

jadi, ini film ngasi pesen, gimana caranya untuk menerima kegagalan, gitu2 deh. satu kalimat yang gue suka, kalimat dari pemeran utama ceweknya (Claire Colburn) untuk si cowok (Drew Baylor), yaitu :

So you failed. Alright you really failed. You failed. You failed. You failed. You failed. You failed. You failed. You failed. You failed. You failed. You failed. You failed. You failed. You think I care about that? I do understand. You wanna be really great? Then have the courage to fail big and stick around. Make them wonder why you’re still smiling.

dan saya juga jadi kepengen bikin scrapbook, gara2 liat ada yang keren di film ini. dan saya bahkan membaca web ini, wakakak. Sedang mikir2, scrapbook buat apa yaaaaa. huohohoho.

 

 

(courtesy of http://www.dowscreensaver.com/savers/tvsnmovies/elizabethtown/)

intinya, gue cuma bisa menyarankan, tontonlah film ini kalo : 1).luang, 2).kalian suka Orlando Bloom atau 3).kalian ngepens Kirsten Dunst. hehehehe. gak usa maksa nyari, tungguin aja muncul di tivi, baru deh tonton. nothing to lose kok, beneran. bisa baca disini juga nih.

 

Resensi, CuriousJune 15, 2008 10:40 am

thanks to Stumble Upon, setelah Melissa the Mouth (masih dibaca tiap hari), saya kembali menemukan web favorit wajib kunjung :

blog Penelope Trunk : Brazen Careerist, advice at the intersection of work and life

Berguna banget untuk kasih2 review mengenai life after college dan beberapa tips and tricks untuk mencapai jargon "Live Life to The Fullest". hehehe. tepat seperti yang saya butuhkan ;) .

Jadi penasaran baca bukunya, Brazen Careerist : The New Rules for Success. masuk wishlist, aaahhh…. 

Semoga berguna untuk kalian juga, pembaca ;)

Mandhut. 

 

 

Resensi, LoveJune 7, 2008 12:21 pm

"For me, this is the best romantic-comedy movie I’ve ever seen. I meant it."

( - from the author of Racauan Manda)

gue gak akan banyak bicara, karena gue secara pribadi, terlalu malas bercerita lengkap (paling gak, gue jujur, bener kan?) dan gue menyarankan kalian untuk nonton film ini tanpa baca sinopsisnya, karena gue melakukan itu, dan gue bersyukur sekali sekarang. tapi kalo kalian penasaran dan kepengen baca2 dulu, monggo dilihat di imdb, di wikipedia, di salah satu blog bernama communicare. hehehehe. link yang terakhir lumayan semangat 45 nge-review-nya, baca deh.

sekedar review deh dari gue, gak afdhol kalo gak ada. Untuk pasangan2 kombinasi sanguin-melankolik (kembali, 4 temperaments, googling untuk keterangan lebih lanjut). it’s a must-seen movie ;). karena menurut analisis tajam saya (cailah), kedua pemeran utamanya, Joel Barish (Jim Carrey) adalah seorang melankolik si pemikir dan Clementine Kruczynski (Kate Winslet) adalah seorang sanguin si penggembira. dan disanalah inti permasalahan bermula, ditambah bumbu2 lainnya :D . bakal merasa sangat2 familiar dengan beberapa adegan dan dialog di film ini, gue jamin :) .

beberapa foto untuk menggugah selera : 

 

(the hair color, it’s called, blue-ruin. kind of snappy name, huh?) 

(I’ve never been this happy before, Clem)

(an ‘open book’ women and ‘constantly talking is an unnecessarily communicating’ men)

 

(one of their trips through Joel’s mind) 

inget sodara2, ini pelm wajib tonton. hehehehe. 

 

still playing some of my favorite scenes, at least once a day,

Putri Amanda Bahraini. 

PS : for some particular reasons, I’m hoping that lacuna inc. was exist. And someone in that stupid company would send each of us a letter, tells that we had been erased memories about each other, before. So this is not our first met, not our first fight and not our first love-at-first-sight, God has unites us once again. That’ll explains why I miss you so much these days, with the facts that I’m not knowing you that much and we didn’t have a lot of moments together to recall. It’s all because, someone has dissapearing you from my brain. We’ve been there and done that before, we just can’t remember it anymore.

…how happy is the blameless Vestal’s lot! The world forgetting, by the world forgot. Eternal sunshine of spotless mind! Each pray’r accepted, and each wish resigned…

( - by Alexander Pope, a british poet)

 

Resensi, Tentang Manda, Thoughts, Sehari-hari, AutisMay 24, 2008 8:38 am

Beberapa orang mungkin mempunyai lagu yang paling ‘click’ dengan apa yang rasakan dalam hidupnya. Lagu itu menjadi lagu yang selalu diingat liriknya dan didengar sepanjang hidup orang tersebut. And for me, lagu yang dimaksud adalah Looking for a Place to Land, yang dinyanyikan oleh Dakota Moon.

Saya pertama kali denger lagu ini pas jaman SMA, sekitar tahun 2002, dan begitu denger, saya langsung suka. Padahal menurut kebanyakan temen saya, lagu ini biasa2 aja, tapi di kuping saya, lagu ini menceritakan apa yang saya rasakan soal kehidupan, dengan kata-kata yang tepat sasaran.

Dan di postingan kali ini, saya mau menjabarkan apa isi kepala saya, terkait si lagu itu tentunya. hehehehe. Silakan duduk manis dan menyimak, akan sangat panjang, jadi pastikan kalian sudah punya teh manis hangat dan bakpau untuk menemani membaca *masih aja*.

——————————————————— 

Jadi begini, 

Seiring umur saya yang bertambah, saya mulai terus mempertanyakan, apa yang harus saya lakukan di dunia ini, apa yang saya cari, apa yang membuat saya bahagia, mengapa orang-orang berpikir begini, mengapa Tuhan memerintahkan kita untuk begitu, dan masih banyak lagi. Pertanyaan2 ini, terus bertambah jumlahnya serta tingkat kerumitannya, semakin meluas ke semua sektor kehidupan, dari yang penting hingga yang sepele. Semua ini, semakin menyita perhatian dan energi saya.

Kadang saya merasa, saya menyia2kan waktu saya hanya untuk mencari jawaban akan pertanyaan2 saya di atas. Saat semua orang berlari mengejar cita2, melakukan suatu hal yang nyata hasilnya, saya hanya sibuk berpikir dan mengkhayalkan sesuatu yang mungkin sebenarnya gak perlu untuk dibayangkan. Ada yang bilang, hidup itu dijalanin aja, gak usa dipikirin. Tapi saya belum bisa berhenti memikirkannya terus menerus, setiap menit, setiap detik, sampai saya menemukan jawaban yang bisa menenangkan.

Saya selalu berpikir, dunia ini gak berjalan dengan baik. Ini bukan tempat saya. Bukan tempat dimana saya ingin hidup. Bukan tempat dimana saya ingin membesarkan anak-anak saya kelak. Saya gak bisa menggambarkan dengan tepat apa yang salah di dunia ini, tapi saya tahu bahwa something is amiss.

Saya menginginkan banyak hal yang berbeda dalam hidup, 

Saya menginginkan sesuatu yang bisa membuat saya terus bersemangat, petualangan, intrik, drama, apapun. Kadang bahkan saya berkhayal, saya bisa bertemu dengan suatu lubang menuju dimensi lain, dimana disana menunggu sebuah dunia yang berbeda dengan apa yang ada disini. Dunia yang menunggu untuk diselamatkan, dunia dimana sedang terjadi bencana besar, seperti di film Armageddon atau Independence Day, atau dunia mimpi seperti Narnia dan Who’s Ville. Dunia dimana saya tidak berperan sebagai Manda si mahasiswi, tapi sebagai orang lain, siapapun selain saya si Mahasiswi. Dunia dimana saya bisa menemukan orang2 yang benar2 berharga bagi saya. Dunia dimana persahabatan dan cinta diuji kekuatannya.

Kadang saya juga berharap, menemukan dunia dimana, tidak ada polusi udara di dalamnya. Dunia dimana, semua manusia memiliki ladang dan peternakan sendiri di belakang rumah mereka. Tidak terlalu besar, tapi cukup untuk memberi makan diri sendiri dan keluarga. Dunia dimana air sungai mengalir jernih, ikan-ikan berenang dengan bebas, lebah berdesing mengumpulkan madu, para bapak berbincang2 di teras ditemani kopi, dan bau roti panggang memenuhi dapur setiap ibu rumah tangga di pagi hari. Dan saya disana, sedang mengaduk sepanci adonan strawberry di dapur untuk dijadikan selai roti esok hari sambil bersenandung lagu2 lawas. Dunia dimana, kedamaian adalah satu2nya aturan yang ada.

Saya juga pernah membayangkan, hidup di suatu kota besar, pusat perdagangan dunia. Kota yang modern, bersih dan teratur, didiami oleh lebih dari satu suku bangsa, ras dan agama. Hidup melajang, tinggal di sebuah apartemen sederhana, dengan furnitur yang saya beli dan saya atur sendiri. Bekerja sebagai seorang penulis di sebuah majalah/surat kabar ternama, menghasilkan tulisan2 yang bermutu setiap hari. Saya akan berangkat-pulang kerja dengan menaiki kereta bawah tanah atau bis, hanya naik pesawat terbang saat memang ditugaskan di luar negeri. Setiap akhir minggu, saya akan berjalan menyusuri sebuah daerah yang dipenuhi restoran dan kafe dengan menenteng sebuah tas berisi laptop ringan kecil pada pukul 10 pagi, kelewat excited untuk memutuskan akan menulis di mana saya hari ini. Memiliki teman2 yang berwawasan luas dan memberi banyak cerita pada saya. Dunia dimana saya hidup mandiri dan bisa berkarya sesuka hati.

Saya menginginkan dunia-dunia yang menawarkan hal yang berbeda dari apa yang ada disini.

Sebut saya gila, tapi saya benar2 memikirkan hal2 di atas. Saya terus bertanya apa yang sebenernya saya inginkan dan kemana saya ingin menuju, saya terus bertanya bagaimana menggambarkan apa yang sedang saya lakukan selama ini, sampai akhirnya saya menemukan lagu itu dan mendengarkan lirik ini,

                 I guess in my own way
                 Just like him I am wandering, wondering run away
                 But aren’t we all just,

                 Looking for a place to land
                 Looking for a friend to call
                 Looking for a destination, conversation, fascination
                 To protect us from the fall
                 Looking for the one to love
                 Looking for a brand new day
                 Looking for a reason to stand
                 Looking for a place to land

dan saya hanya bisa tersenyum, karena akhirnya saya tahu apa yang sedang saya lakukan. Sampai detik inipun saya masih mencari a place to land.

Mungkin bukan berarti dunia ini bukan tempat saya, tapi saya belum menemukan tempat yang tepat untuk saya mendarat dan tinggal disana. Dan mungkin, saya harus berhenti melarikan diri dari kenyataan, berhenti asik sendiri dengan khayalan2 itu, dan mulai memecut diri melakukan sesuatu guna menemukan ‘tempat mendarat’ terbaik saya. Dan yang pasti, saya harus yakin kalau tempat itu ada, bahkan saat dunia sedang tak bisa diharapkan seperti sekarang ini.

 

hanya racauan saja,

Mandhut. 

Resensi, Sehari-hariMay 19, 2008 10:18 pm

mungkin karena saya punya ketertarikan lumayan gede dengan parental issues dan family things, makanya di stumble upon saya banyak di-redirect ke link2 tentang pendidikan anak dan pernikahan (sereusan bo, sering dapet web2 persiapan nikah gitu, buat calon bride, ahahahahah, terakhir dapet web toko cincin kawin beserta tips and trik membeli cincin kawin. wakakak).

gue udah pernah baca (minimal scanning) mulai dari bagaimana mendeteksi eating disorders pada anak (bulimia, anorexia de el el), bagaimana mengerti perilaku teenager, tentang apa saja yang perlu diketahui soal mid-life crisis (terutama cowok), sampe terakhir dapet link blog Melissa the Mouth

aaaaaaa saya suka blog ini. suka banget.

to be honest, kalo misal nanti udah nikah dan punya anak, udah punya keluarga, gue mendambakan hidup kayak Melissa. hahahaha. hidup tenang, membesarkan anak di tempat dengan udara bersih, makan makanan sehat, masih membaca banyak buku, masih hunting barang2 dengan reasonable price, masih ngebisnis, masih bisa ngoceh dengan gamblang, masih berfoto ala friendster dengan sudut mati kanan atas, masih menghadapi hidup dengan bergairah. Menurut gue dia hebat masih bisa melakukan hal2 yang menarik untuk dia saat ini, karena menjadi ibu bukanlah peran yang mudah, so pasti nyita tenaga.

pokoknya, ini blog udah masuk kategori wajib-kunjung-tiap-hari dan wajib-eksplor-archives2nya. mungkin anda tertarik juga?? :D

Manda.

Resensi, Sehari-hari, KonyolMay 17, 2008 8:31 pm

 

seperti biasa, lagi geje2 nge-stumbling upon dan nemu link2 menarik, salah satunya ini

hehehehe, jadi inget mainan masa kecil, huhuhu. ini salah satu hasil karya saya, *gak penting* 

 

 

 

 

mengusung motto KISS (keep it simple stupid) jadilah snowflake elegan itu. wahahahah.

jadi inget, jaman kecil kerjanya ngabisin kertas HVS cuma buat benda2 tak penting ini sampe dimarahin Mama, minimal sekarang gak usah ngabisin kertas lah ya, dan gak ada istilah salah potong karena ada fungsi Undo-Redo dooong. wahahah.

met berkarya,

Manda. 

Resensi, Thoughts, Sehari-hari, PengumumanMay 3, 2008 9:14 am
Talk to Dove

 

pas tau artikel Greenpeace disini tentang Dove dan eksploitasi hutan Kalimantan, sempet terdiam beberapa saat. hehehehe.

well, tak ada gading yang tak retak.

terkait dengan postingan saya disini, saya beneran kagum dengan konsep campaign for the real beauty-nya Dove, dan kenyataan yang ada sekarang gak mengubah kekaguman saya sedikitpun soal Dove Self-Esteem Fund itu.

Saya percaya manajemen Dove cukup dewasa untuk menyadari bahwa saling mengingatkan dengan maksud untuk membantu Dove menjadi lebih baik lagi dalam segala bidang, merupakan kebaikan yang selayaknya tidak diabaikan begitu saja.

That’s why saya-pun ikut berperan membantu Dove menjadi lebih baik lagi dengan ikut mengirim petisi disini.

Niwei, masih ingat video klip iklan Dove ‘Onslaught’ yang saya promosikan???? ini ada lagi video klip dari Greenpeace, judulnya ‘Onslaught(er)‘, silakan loh monggo dilihat disini atau di Mini Racauan Manda, cari yang post 3 May 2008.

 

Semangat!,

Mandhut. 

Resensi, Sehari-hari, EventMay 2, 2008 6:56 pm

 

(gambar nyopet dari sini, makasih loh BANG.

 

 

Earth : Fall in Love with Earth, Once Again.

begitulah tagline film dokumenter ciamik satu ini *najong, did i say ‘ciamik’??!! gya!* dan memang begitulah yang saya rasakan setelah menontonnya di BlitzMegaplex - PVJ, Senin kemarin bersama Darcil, Matski, Frilla, Berto dan Dendunita.

Saya sering denger kalo bumi tempat saya tinggal ini adalah tempat yang sangat2 indah, tapi saya baru bisa mengakuinya jiwa-raga setelah menonton Earth *anjrit, haloo?? kenapa talent promosi ini gak dimanfaatkan wahai Discovery Channel dan Dovee???*.

Beneran deh, bagi anak2 SMP atau SMA yang gak suka Biologi atau Geografi, buruan nonton Earth, mungkin jadi agak semangat belajarnya. wahahah.

kalo mau dapet review lengkapnya, lihatlah di blog mbak yang satu ini, dia menggambarkannya dengan semangat 45. hehehe. 

sekedar komentar roaming, bagi yang udah nonton Earth, ada yang tau kenapa salah satu burung disana dinamain Six-Plumed Bird alias Bird of Paradise?  karena saya sama sekali gak liat koneksi dia dengan ‘Paradise’, secara disana cuma digambarkan itu burung OCD masalah kebersihan dan punya selera yang aneh dalam menarik betina-nya. itu mah ngelawak, bukan bikin naksir. heran.

tapi beneran deh mbakyu Sila, seperti yang sudah gue katakan kemaren, kepengen pelihara six-plumed bird satu, ditaro di kamar, lumayan kalo berangkat kuliah, dia tinggal bersih2, minimal ngerapiin meja, sama ngehibur2 kala gue bete, suruh nari. huahahahaha. aneh banget itu burung. beneran dodol.

males googling, kalo ada yang baik hati ngasih link dengan alasan kenapa itu burung dikasih nama segitu WOW-nya, mohon kabar2in, makasih loh.

sebagai gantinya, saya kasih link potongan video si burung dodol itu, saat dia menarik betina, disini. ada juga yang versi ditambah2in dubbing seakan-akan-si-burung-bisa-ngomong disini.

 

Met nonton temaaan,

 

Mandhut yang Falling in Love with Earth, Once Again. 

 

Resensi, Thoughts, Sehari-hari, Level Up!, StoryMay 1, 2008 5:12 am

 

seminggu yang lalu, saya meminjam buku "the Undomestic Goddess" (Bukan Cewek Rumahan) karangan Sophie Kinsella. Saya meminjamnya dari penyewaan buku terdekat, dan sekarang sudah lewat tenggat waktunya dan pasti kena denda *hahahahahaha hampir selalu begitu*. Berhubung saya penggemar berat Sophie Kinsella, yasudahlahya, denda-pun takapa, asal bisa baca.

oh baidewai, ini covernya

 

dan ini sinopsis singkatnya :

Samantha adalah pengacara top di London. Ia bekerja sepanjang waktu, tidak ada waktu untuk diam di rumah, dan hanya punya satu cita-cita: meraih posisi rekanan di biro hukum ternama. Seluruh hidupnya dipacu tekanan dan semburan adrenalin. Hingga suatu saat… ia membuat satu kesalahan. Satu kesalahan fatal yang menghancurkan seluruh kariernya.Samantha yang shock berat langsung kabur dari kantor, naik kereta pertama yang dilihatnya, dan mendapati dirinya berada di desa antah berantah. Karena kesalahpahaman, pengacara lulusan Cambridge ber-IQ 158 itu menerima pekerjaan sebagai pengurus rumah tangga - padahal ia bahkan tak tahu cara menghidupkan oven.Ini adalah kisah tentang seorang gadis yang perlu sedikit santai. Menemukan jati dirinya. Jatuh cinta. Dan mengetahui bagaimana cara menghidupkan oven.
 
semuanya diambil dari sini
 
nah, ada satu kalimat yang saya saya sukaaa banget, ini kalimat ditujukan buat pemeran utama cerita, Samantha Sweeting, dari salah seorang pemeran lainnya, ini potongannya :
 
"Jangan menghukum diri sendiri karena tidak mengetahui semua jawaban. Kau tidak selalu harus tau siapa dirimu. Kau tidak harus punya cita-cita besar, atau ke mana kau harus melangkah. Kadang-kadang mengetahui apa yang akan kau lakukan berikutnya saja sudah cukup." 

 

 

dasar mood lagi mellow, yasudah deh abis baca itu kalimat sederhana, air mata guepun menetes. setaaaann. jijaaayyy… cupu noraaakkk.. :D .
 
well, thank you Sophie Kinsella, sudah lama ingin mendengar hal itu dari seseorang atau sesuatu, kadang kita memang terlalu keras pada diri sendiri :) . terimakasih telah mengingatkan bahwa saya tak harus jadi orang lain untuk menjalani hidup dan disayangi. cups cups.
 
Recommended nih, baca deh ;)
 

 

Mandhut. 

 

 

 

Resensi, BudayaApril 23, 2008 2:02 pm


 

abis browsing2 random dan menemukan web Dove Self-Esteem Fund

bukan sok2 iklan salah satu produk komersil ye, tapi beneran kagum sama konsep yang mereka tawarkan ke masyarakat :D .  jadi ikut2an deh menyebarluaskan campaign for real beauty ini, agak telat sih, tapi sudahlah, hehehehe. saya pake Dove loh baidewai. shampoo dan sabun. ahahahahahhh *jijay abis, sok2 eksis*

ah ya, jangan lupa lihat rekaman video iklan2 dove di sana deh, liat yang onslaught, menurut saya, itu paling keren. ato gak, bisa liat juga di mini racauan manda,  cari yang postingan 23 april. hehehehe. enjoy it. cups cups!

btw, kalo ngasi foto dara2 mesum ini ke manajemen Dove sebagai salah satu foto campaign for real beauty, bakal dipake gak ya? soalnya foto ini kurang menunjukkan self-esteem apa coba :


 (dara mesum berpose ikan lentera di foto angkatan IF ITB 2004)

ya kan? cenderung kepedean malah. wahahah.

 

coz’ every girl deserves to feel good about herself,

 

Mandhut ;)