.
Friends, Sehari-hari, Konyol, Mesum, Kosan MesumJune 7, 2008 9:16 am

bagi yang belum ngerti : klik kategori kosan mesum di widget sebelah kanan and it’ll show you the way. wahahah. ato… ada yang lebih gampang ding, klik disini, susah amat sih gue, suka kurang praktis. sori loh pembaca, agak laper memang, suka dongo kalo lagi laper. yah pokoknya, enjoy.

oke, jadi begini,

Beberapa pembaca ada yang komplain ke gue soal betapa-mereka-menunggu -seri-kosan-mesum-berikutnya-tapi-kok-gak-muncul2-apaan-sih-lo-man- jangan-bilang-lo-insaf?. kepada mereka saya cuma bilang : tungguin aja, kalo emang ada cerita, nanti juga gue pajang.

ya bener dong, kalo gak ada bahan cerita, mau majang apaan? masa ngarang2? kadang ada-pun, tipe2 yang akan garing kalo diceritain lewat blog, ya mending gak usah kan? hehehehe.

apapun itu, cuma ingin memberi kabar bahwa, sampai hari ini, kami masih mesum. kami masih menularkan kemesuman satu sama lain dan kami masih menyukai hal2 mesum, dan apapun itu yang mesum2. (nambah2 jebakan keyword buat para pencari mesum via internet)

sampai hari ini, jangan tanya sudah berapa keyword aneh2 yang saya temukan di halaman referers di dashboard blog saya, dari mulai ‘mesum’, ‘tante mesum’, ‘jilbab mesum’, ‘cewek jilbab tanpa bra’ (buat yang nge-search dengan keyword ini - gue cuma bisa bilang lo kreatif, meskipun agak gila), dan masih banyak lagi keyword yang aneh2. maaf loh buat yang merasa tertipu, tapi saya rasa saya cukup beramal dengan mengarahkan kalian ke jalan yang lebih ‘benar’, instead of browsing porn, mending ke blog gue. not that ‘porn’, tapi porn enough untuk diketawain. halah apaan sih.

yah pokoknya, sebagai penawar rindu, saya kasih sedikit kabar terkait kemesuman di kosan mesum. baru2 ini darpit berulang tahun, jadi saya dan darcil memberinya kado, ini fotonya :

 

(lihat yang kado 1, tebak itu apa. wahahahah. jawaban diberikan di akhir postingan)

wahahahah, kalo inget postingan ini, tahun lalu darcil yang jadi korban, sekarang darpit. :D .

well, semoga cukup mengobati kerinduan akan Kosan Mesum. Kami masih exist. tenang saja :D . nantikan cerita2 kami berikutnya.

 

Hidup mesum!

Mandhut. 

 

jawaban : kado 1 itu mousepad, dengan bantalan berbentuk p*ntat yang menonjol biar tangan pengguna gak pegel. beli di ciwalk, percayalah itu benda dijual bebas di pasaran. ohmaigat. 

Tentang Manda, Sehari-hari, Konyol, MesumMarch 10, 2008 6:53 pm

enggak kok belum ada postingan mesum baru, yeee ketipu :D

gara2 nemu ini di incoming linksAnagram Oom Nazieb  dan Bila Mandhut Bercerita Soal Jemb*t  di blognya si Payjo jadi penasaran, kemana perginya ya pikiran2 mesum saya itu? wakakakak…

mungkin tergeser pikiran lain, jo. sabar dulu ye. kupu2 dalam perutnya masih butuh perhatian ekstra ;) . tengokin aja sesekali :D

mandhut.

Tentang Manda, Thoughts, Konyol, MesumNovember 7, 2007 11:32 am

Sudah basah, mari nyebur sekalian, wahahahaha…. *menggila*

enjoy ye

Karena Darcil terus merongrong saya untuk menginformasikan suatu informasi kelam mengenai ibu saya si Laba-Laba Ratu, akhirnya saya tak tahan, marilah kita selesaikan ini secepatnya.

Pembaca yang budiman, sekitar setahun yang lalu, Ibu saya pernah memelihara kucing yang dia beri nama Jembat.

Saya tahu kalyan mulai bosen baca kata ‘j’ ini (secara udah muncul di 3 postingan yak…) tapi apa daya, hati sedang suka (suka ‘j’), maklumi saja yaa..

ok. back to postingan inti.

Sebenernya gak bisa dibilang melihara juga sih. tuh kucing gak tinggal di rumah gue, cuma suka main2 di teras depan rumah gue aja. Karena tuh kucing sering mampir, akhirnya dikasih makanan sama Ibu gue, lama2 jadi sayang, dikasih nama aneh2 deh sama dia.

Coba bayangkan seperti apa ekspresi Putri Amanda Bahraini, saat tiba2 Ibu kandungnya berseru "Jembaaaaaat….. sini……!!!" dan yang muncul adalah kucing kurus berbulu hitam-kasar-mencuat-kesana-kemari.

Ekspresi gak karu2an pastinya,
karena dipaksa untuk berpikir macam2 oleh keadaan. haha.

Simak pembicaraan kami :

Manda : "Jembat?!" (terkejut)

Laba-Laba Ratu : "Iya, Jembat. puuusss sini pusss… nih makanannya" (sambil menyodorkan sepiring kecil nasi dan lauk-pauk sisa ke kucing malang itu)
Manda (berbisik pada Mbak Kiki, kakak perempuan saya, yang juga ada di tempat kejadian) : "Kok ‘Jembat’ sih, Mbak? siapa yang kasih nama?"
Mbak Kiki : "Ya Mama-lah ‘De, siapa lagi? gak tau tuh… ada2 aja." (berbisik balik)
Manda : "Kok namanya Jembat sih, Mah? Mama jorok deh" (entah kenapa kalo bilang ‘mama mesum’ agak gak tega, jadi pake kata ‘jorok’ even sebenernya ga suka)
Mbak Kiki : "iya nih, bandel banget sih"
Laba-Laba Ratu : "Ihhh… siapa juga yang jorok, Manda sama Kiki aja yang mikirnya aneh2…"
Manda : "Gak. pasti ngasih nama ‘Jembat’ karena mirip ’sesuatu’. ngaku deh…"
Laba-Laba Ratu : "sesuatu apa….? jemb*t? ya emang mirip kan… liat aja bulunya" (aaaaaaaakkkhhh… udah susah2 disamarkan jadi ’sesuatu’, pake disebut dengan jelas. parah parah.)
Manda : "ya karena mirip itu, orang2 jadi mikir macem2 kalo dikasih nama ‘Jembat’" (gak kebayang kalo lagi ada tamu terus nyokap gue mengenalkan ‘ini kucing keluarga kami, namanya Jembat…’ aaaarggghhh MALU!!!. btw, biasa gak sih ngenalin kucing keluarga ke tamu?)
Laba-Laba Ratu : "Gak tau ah. biarin aja. Wong Mama cuma kasih nama yang pertama kepikiran di kepala aja…" (senyum2)
Manda dan Kiki : "….." (pasrah)

Dipikir2, lucu juga ada makhluk bernama Jembat yang mirip ‘Jemb*t berjalan’ di sekitar lo (secara gue ada rencana namain anak cowok gue ‘Pisang’, yaudahlah ya… tak ada alasan untuk mengeluh soal ini), seneng siiih….tapi yang bikin miris adalah kenyataan bahwa,

Nyokap gue memberi nama kucingnya Jembat,
Tante gue (kakak perempuan kandung dari nyokap) mengacaukan selera konsumen breadt*lk dengan istilah ‘Roti Jemb*t’-nya,
Kalo gue dan Ombing (sepupu in crime, anak Tante yang gue sebut barusan) udah ketemu, banyolannya gak jauh2 dari jemb*t.
Gue pencipta Jenagram (Jemb*t Anagram),

hah. apa mesum itu keturunan?

……

kalo iya, semoga calon mertua gue gak baca.

Manda.

Tentang Manda, Friends, Konyol, MesumNovember 1, 2007 7:35 am

 

prekondisi : Kalian tahu jemb*t itu apa. kalau belum, tanya temen sebaya atau saudara (jangan tanya orang yang lebih tua, dipuntir mulutmu baru tau rasa).


thanks to : Tania Krisanty Pualam atas komen-nya yang sangat inspiring di postingan ini :

iya man..
emang mirip jemb*t kok..
*puas kan temanlu yg anti-jenagram mau nyebut jemb*t di depan publik hehehe*
karena saya tak suka abon-abon entah apa itu,
jadi tak merasa jijik-jijik juga hehehe.

Comment by Tania — October 31, 2007 @ 4:04 am

 

yah pokoknya begitulah. lupakan bagian2 komen yang lain, mari kita sorot kata ‘Jenagram’. Ya ampuuuunnn… dari kemarin ngomongin jemb*t, kok ya bisa lupa sama Jenagraaammmm…!!! gimana sih si Manda ini…!!!

Nah, sekarang pertanyaannya adalah, apakah jenagram itu?

sounds interesting? teruskan membaca….

Jenagram
adalah sebuah permainan kata, dimana pemain diharuskan untuk menggunakan seluruh daya upaya dan kreatifitasnya untuk membuat sebuah kependekan yang mengandung kata ‘jemb*t’ di dalamnya. contoh :

Jemuran : Jemb*t Kamu Rontok dan Panuan

Jembalang : Jemb*t Dia Kayak Alang-Alang (hohohohoooo)

Jendela : Jemb*t Ente Pendek en Membola (bayangkan sendiri)

Jelantah : Jemb*t Berlari Antar Daerah

Lupakan logika dan terimalah adanya unsur pemaksaan di dalam sini (jemb*t panuan? what the hell??!!). Dalam jenagram, jemb*t bukan hanya bertindak sebagai benda/organ, tapi juga bisa menjadi objek hidup (kenyataannya, mana ada jemb*t berlari?). Kata yang digunakan sebagai kependekan juga ga boleh asal, misalnya ‘Jelungi’ (jemb*t halus mewangi), jelas ‘jelungi’ gak pernah ada dalam kata2 yang kita gunakan sehari2, jadi gak boleh dipakai.

Jenagram dimainkan oleh 2 orang atau lebih. Ibarat perang pantun (yang biasanya dilakukan kalo ada nikahan adat Betawi itu loh), para pemain Jenagram saling melemparkan kreasi kata-kata buatannya. Yang terlucu. Yang paling tak diduga. Siapa yang kehabisan ide, maka dinyatakan kalah.

Sebenernya, dilihat dari cara mainnya, ada sedikit salah asumsi disini. Secara permainan ini lebih mirip adu menciptakan kependekan, sedangkan arti dari anagram itu sendiri adalah permainan semacam shuffle huruf dalam suatu kata untuk menemukan kata lainnya, contoh : (sila-alis, basi-abis, ancur-racun, dst..), jadi ya sebenernya gak pantes dinamain ‘Jemb*t Anagram’.

Kalo gitu, kenapa namanya Jenagram? soalnya waktu menemukan permainan ini pertama kali, udah segitu panik, ngakak dan excited-nya, sampe2 udah gak bisa berpikir jernih dan suddenly menyebutkan nama permainan yang kepikir di kepala saat itu aja. Yang kepikir ‘anagram’, ya jadilah ‘Jemb*t Anagram’. simpel kan? haha.

………

eh iya, kalo daritadi di antara kalian masih ada yang berpikir positif soal saya (pikiran2 seperti : "Ya Ampun Mandaaa… dapet permainan dari mana coba???" atau "Addduuuhhh siapa sih yang berani menodai Manda saya ini…???"). Enggak bo’, lo melakukan hal yang sia2. Gue tegaskan sekali lagi. Permainan ini gue yang menciptakan. hahahaha. Gak gue doang sih, ada temen gue satu lagi, yaitu tak lain dan tak bukan adalah si Aryo yang di postingan ini. hehehehe….

———————————-

Haaaaahhh… ini permainan favorit jaman gue masih tingkat I dan II. Dulu itu ya, kalo udah main jenagram, pasti ketawanya udah ampe tahap :

  1. mangap-selebar2nya-mulut-bisa-membuka
  2. sakit-rahang
  3. pegal-pipi
  4. sembab-mata-karena-tak-kuasa-menahan-air-mata-bahagia
  5. kram-perut
  6. pusing-kepala-karena-kebanyakan-ketawa

wah pokoknya, ngakak parah. seperti yang sudah saya bilang, jenagram dinyatakan selesai saat ada salah satu pemain yang kehabisan ide. tapi seringnya, kami terpaksa menghentikan permainan karena kami sama2 udah kecapean, gak kuat untuk ketawa lagi. akhirnya draw deh. hahahaha.

Gimana ngakaknya gak parah coba, kalo kata2 yang keluar udah mulai merambah nama artis, nama tempat dan ibukota (lokal dan non-lokal). lalu bisa juga menimbulkan banyak pengartian makna. kayak ini :

berbau balada :

Sheila Madjid : Si Ella Marah Djemb*tnya Kejepid

mempromosikan kualitas jemb*t :

Jalan Sutra : Jemb*t Mahalan Asli Buatan Jepara

dengan jijiknya, anda bisa mulai mempromosikan jemb*t anda sendiri :

Janda Kembang : Jemb*t Manda Keren Mengembang (gue gak percaya gue beneran membuat kependekan ini)

anda juga bisa menghina jemb*t lawan :

Jayasuprana : Jemb*t Jaya Suka Lepek Dasar Racun Dunia

dan melakukan tuduhan2 seenaknya :

Jepit Rambut : Jemb*t Darpit Raib Diambil Dardut

Semuanya tergantung seberapa inovatif dan berani anda ;) . hahahaha.

———————————

Sebenernya kalo dipikir2, ini permainan jelas bagus bagi perkembangan kreatifitas dan vocabulary anak. Cuma masalahnya, objeknya itu yang agak2 gak bagus buat perkembangan anak. aaahhh miris sekali…. Nah kalo katanya mau diubah, gak seru lagi dooong… bener kan? hahahahaaha…. yasudahlahya, anak2 gak usa main, orang dewasa aja yang main. betul?

hehehehe.

Manda yang Kangen Main Jenagram.

Thoughts, Friends, Mesum, Kosan MesumOctober 22, 2007 1:30 pm

panjang. seperti biasa. banyak sensor pula. hahaha. yang belum tau perihal kosan mesum, baca ini. hehehehe. enjoy ye.

Sebelumnya, mau tanya dong, kalian tahu roti jembut gak?

……

ah. kya. kyu. gawat. gue lupa nyensor.

ulang deh kalo gitu,

Kalian tahu roti jemb*ut gak?

……

AHHHHHH SALAH SENSOR….!!!! tangan nakal! nakal! nakal! (ahahahaha… aduh gak bisa berenti ketawa)

ulang lagi deh,

Kalian tahu roti jemb*t gak?

……

Duh gue jadi orang kenapa jail bener ya. Maaf ya pembaca kalo ada yang sakit jantung gara2 baca kalimat pembukanya, udah lama gue pengen nulis begitu, akhirnya terkabul juga. ahahahahahaha…. (ketawa puas)

udah ah, fokus ke postingan,

iyaaa… kalian tahu gak roti jemb*t???? roti ini cukup terkenal loh, banyak diminati oleh manusia2 modern ibu kota. Roti ini adalah roti andalan salah satu toko roti paling terkenal di Indonesia sekarang2 ini….

gak tau? ah gak peka (peka akan hal2 mesum)

hehehe, to be honest, gue juga gak peka sih awalnya. gue juga taunya dari orang lain (dan guepun sakit jantung dengernya). Jadi gini ceritanya,

Kapan itu, gue menjemput sepupu gue yang bernama Ombing di kediamannya. Mumpung lagi liburan semester dan mobil nyokap lagi nganggur, jadi gue mau jalan2 bareng si Ombing ke Mall Kelapa Gading (MKG).

Ceritanya gue udah berbasa-basi sebentar dengan Tante gue (nyokapnya si Ombing), akhirnya gue dan Ombingpun siap berangkat menuju MKG. Posisi : gue dan ombing di dalam mobil, si Tante berdiri di depan pagar rumahnya mengantar kepergian kami. Dasar si Ombing anak lelaki idaman setiap nyokap2, sebelum pergi, dia bertanya pada ibunya :

Ombing : "mah, mau dioleh2in ape ni?" (Bokap ombing orang betawi asli)
Tante : "Aduh ape ye… gausa deeehhh… ngerepotin aje" (sebenernya tante gue orang solo asli, tapi nampak pernikahan menimbulkan akulturasi budaya yang cukup sukses)
Ombing : "yaelah, kagak nape2 kali, mamah mau apa? roti BreadT*lk? kan ada tuh di MKG"
Tante : "oh iye ye, yaudah deh, beliin ROTI JEMB*T ya, bing!!!"
Ombing : "ah si mamah, oke deh….!!!!!"

guys, sejak kapan di BreadT*lk ada Roti Jemb*t?

Gue berhasil mengendalikan diri dengan baik dan ber-dadah-dadah-ria dengan si Tante. Segera setelah mobil kami meninggalkan kediaman Ombing, gue bertanya pada Ombing perihal ke-eksis-an roti jemb*t di BreadT*lk.

Manda : "emang di BreadT*lk ada Roti Jemb*t?"
Ombing : "ahahahaha… kaget ya. Lo taulah nyokap gue suka kasih nama aneh2. Iye roti jemb*t, itu ntuh roti yang atasnya ada abon2. ada yang warna merah sama putih"
Manda : "Floss Bread maksud lo?"
Ombing : "…ho-oh kali ya…"

Oh ternyata. Gue sempet ngebayangin ada label bertuliskan begini di antara jajaran baki2 roti BreadT*lk :

Roti Jem*t.
Khusus untuk anda penggemar jemb*t. Variasi roti yang ini patut disambut. Karena rasanya begitu enak dan lembut. Hati2 terlalu banyak makan bisa bikin gendut!

Kalo kalian perhatiin, description roti2 di BreadT*lk suka sok2 berpuitis2 dan ada juga yang ber-rima, jadi ya mungkin jadinya begitu kali ya. haha. najong deh.

Maafkan Tante gue yang suka bikin julukan aneh2, mesum pula. ahahahaha. gen mesum runs in the family. hahaha.

Ngomong2, dari awal gue emang gak gitu suka ama Floss Bread-nya BreadT*lk (heran, kenapa sih banyak yang suka? kan rasanya biasa aja), sejak tau julukan dari Tante gue nambah2 gak minat deh makannya. Moga2 gak mengurangi selera anda yang penggemar Floss Bread ya, saya kan cuma cerita. hohohohoh.

—————–

Nah apa hubungan cerita ini dengan wawasan mesum? hehehehe. Jadi suatu hari gue bercerita perihal Roti Jemb*t ini ke Darcil dan Darpit, teman kosan tercinta. Selese cerita, jadilah gue dan Darcil tertawa terbahak2 sambil berjijik2 ria. Sementara Darpit hanya berkata :

Darpit : "Jemb*t itu apa sih?"

seketika gue dan Darcil terdiam. OMG Darpit gak tau jemb*t itu apa????!!!

Dardut : "beneran gak tau jemb*t itu apa?"
Darpit : "enggak. apaan sih?"
Darcil : "sereus pit?"
Darpit : "iya gak tau… apaan sih? kasih tau dong" (tampangnya mulai kesel)
Darcil : "kok dia bisa gak tau sih?" (berbisik pada Dardut)
Dardut : "mana gue tau… orang Riau gak ada yang punya jemb*t kali" (berbisik balik. oh ya, Darpit berasal dari Riau. ehehehe.)
Darcil : "ngaco ah. masa sih… mungkin nyebutnya aja beda" (masih berbisik)
Dardut : "disana nyebutnya apaa???!!!" (histeris)
Darpit : "Heh… apaan siih…jemb*t itu apa…??"
Darcil : "jemb*t itu… rambut…"
Darpit : "rambut?"
Dardut : "bukan sembarang rambut!. Duh sil, mendingan jelasin sejelas2nya deh, ketimbang besok dia ngomong ‘aduh gara2 pake jilbab, jemb*t gue lepek nih’ di kampus"
Darcil : "eh iya juga ya. rambutnya bukan di kepala Pit, tapi di tengah"
Darpit : "Tengah?" (bingung)
Dardut : "Tengah, agak ke-bawah sih tepatnya…"
Darpit : "agak ke bawah?" (tambah bingung)

akhirnya dengan sabar, gue dan Darcil menjelaskan apa itu jemb*t sampai Darpit mengerti. Gak perlu gue tulis lah kayak gimana penjelasannya. cuma pake kata2 kok. jangan mikir macem2 deh.

Darpit : "oh itu. ih. kok namanya ‘jemb*t’ sih? gue baru tau.."
Darcil : "bahasa gaul Jakarta kali ya.."
Dardut : "Emang di Riau nyebutnya apa?"
Darpit : "DI RIAU, KAMI GAK PERNAH NGOMONGIN DAERAH ITU!"
Darcil : "anak Riau alim2 ya"
Dardut : "hee… jadi kalo ketemu anak Riau yang lain, bisa gue isengin dong. ahahaha…." (ketawa jail)
Darcil : "dasar… baidewai, kalo it*l tau gak pit?"

(pembicaraan berlanjut. wahahahahaaa….)

Untung aja Darpit sekosan sama kami, bisa kami briefing dulu. Bayangkan kalo dia dikerjain ma orang lain soal ini, kasian kan?

Simak juga kejadian di lain hari soal jamu Galian Rapet :

Darpit : "Man, jamu galian rapet tuh buat apa sih?"
Dardut : "buat bikin rapet."
Darpit : "rapet apa?"
Dardut (bingung jawabnya) : "ngerapetin itu loh…"
Darpit : "apaa?"

Akhirnya, Dardut menjelaskan dengan jelas apa fungsi jamu Galian Rapet.

Darpit : "Kenapa ‘itu’ harus dibuat rapet?"
Dardut : "Ya harus rapet lah!"
Darpit : "Kenapa?"
Dardut : "Soalnya mungkin kalo ‘loss’, gak ada gesekannya, jadi gak optimal…"
Darpit : "hah? kenapa gak boleh ‘loss’??"
Dardut : "Aduh tanya Darcil aja sana…" (lama2 risih juga ngomonginnya)
Darpit : "kok bisa jadi ‘loss’??" (keukeuh)
Dardut (menghela napas) : "Mungkin kalo kebanyakan dipake jadi longgar. gak terlalu ngerti juga gue"
Darpit : "HAH?! lo pikir kayak karet celana bisa longgar?" (kaget)
Dardut : "Ya mungkin aja, buktinya ada jamu Galian Rapet…"
Darpit : "EMANG PASANGAN2 ITU MAKE BERAPA KALI SAMPE LONGGAR?!" (histeris)
Dardut : "ya mana gue tau… bisa aja kan karena usia juga, mungkin keriput…"
Darpit : "AAAAAAARGGGGHHHHHHHHH…!!!!" (stres sendiri)

ahahahahaha,,,, pembicaraan yang aneh. tapi omongan2 di atas bener2 terjadi loh. hehehehe.

—————–

Jadi apa moral postingan ini?
Pertama, perluas wawasan mesum anda. gak seru kan kalo orang lain asik2 ketawa dan anda cengo sendiri karena anda gak tau mereka ngomongin apa.
Kedua, anda bisa memperluas wawasan mesum anda dengan banyak bertanya pada orang terpercaya, atau kalau mau berbuat baik, carilah informasi sendiri, karena ngejelasinnya gak pernah gampang, pasti agak rikuh dan serba salah.
Ketiga, jangan bocorkan perihal roti jemb*t ke BreadT*lk, kasian mereka bisa syok kalo ampe tau. :P .

Terakhir, happy mesum, orang2! doakan UTS saya sukses ya!!! (sempet amat UTS bikin beginian)

Dardut yang gak doyan Roti Jemb*t.

PS : Komennya behave ya. sensor yang bener, jangan kayak saya. hahahaha. Jadilah mesum berkelas, okeh? ahahahaha…

Friends, Sehari-hari, Konyol, MesumOctober 8, 2007 3:45 pm

So, ceritanya begini,

Seminggu yang lalu, seorang teman mengajak saya pergi ke sebuah tempat nongkrong kenamaan Bandung (ceilah) yaitu Paris Van Java di bilangan Sukajadi. Berhubung nih orang baru saja berulang tahun, dia bermaksud untuk mentraktir saya bubur kesukaan di sebuah restoran bernama Ta Wan. GYAAAAAAAAAAAAAAA….!!!! Ya kontan saya terima tawarannya lah, asal kalian tau yaaa… bubur di restoran itu porsinya gede! enak banget! (porsi gede = enak, hahahaha), asik asik bubuuurrr,,, selain cepat mengenyangkan, sehat pula, lala lala lala…. (girang sendiri)

Ok, Back to topic. Jadilah saya pergi bersama teman saya ini di waktu sore mendekati jam buka puasa. Kami sampai di sana pukul 5 sore, dan berencana untuk pergi ke Ta Wan pukul setengah 6 saja. Untuk mengisi waktu setengah jam yang tersisa, kami berjalan2, window shopping sambil mengobrol. Tiba2 di salah satu obrolan kami, teman saya meminta saya untuk pergi ke Ta Wan lebih dulu jam setengah 6 nanti dan menunggu dia disana, karena dia ada ‘urusan’ sebentar di tempat lain. Ya saya penasaran-lah, ‘urusan’ apaan sampe saya perlu dikirim duluan ke Ta Wan?? berikut pembicaraan kami :

Teman : "Man, nanti jam setengah 6 lo duluan aja ya ke Ta Wan, ada urusan bentar nih".
Manda (dengan tampang bingung) : "Loh? kenapa? emang lo mu ngapain?"
Teman : "Yah, pokoknya ada urusan bentar, duluan aja ya…"
Manda : "Ih gamau, males banget mesti bengong2 sendirian nungguin lo, gue nemenin lo aja deh, ntar ke Ta Wan-nya barengan…"
Teman : "Eh… gak bisa…" (panik)
Manda : "Hah? kenapa?" (jangan2 dia mau mangkir dari kewajiban mentraktir gue?)
Teman : "Soalnya gue mau beli sesuatu.."
Manda : "Apa?" (makin penasaran, let me guess, kondom? di umur 21 ini lo mau jebol keperjakaan? oh iya, temen saya ini lelaki)
Teman : "CD. jadi situ gak boleh ikut." (CD = Celana Dalam)
Manda (tak kuasa menahan senyum) : "Yaelah…CD doang, udah deh gue ikut aja..".
Teman : "Ih! ngapain ikut?!"
Manda (senyum berkembang menjadi cengiran) : "Well... gue bisa membantu memilihkan kalo lo mau…"
Teman : "ARE-YOU-NUTS?! udah, gak usa ikut, sana ke Ta Wan duluan!"

Pembicaraan terhenti sejenak. Kami berada di depan etalase Donini (yang berarti, etalase berisi tas2 mahal) dan baru saja ngagetin nenek2 di dekat situ gara2 teriakan "ARE-YOU-NUTS" dari teman saya. Kami berjalan santai seolah2 tidak terjadi apa2 dan baru melanjutkan pembicaraan setelah merasa aman (aman dari apa coba?)

Manda : "Emang kenapa sih? orang dibantuin juga…"
Teman : "ENGGAK!"

(hemmm… apa dia takut dikira newly-weds? gue bisa memastikan mbak2 penjualnya mendengar kalimat berikut ini : "Beli CD yang ini aja temaaan… pasti si PAULO yang GANTENG itu bakal suka liat lo pake itu…" beres kan? mbak2 penjual langsung mengerti kami bukan dan tidak mungkin menjadi pasangan… kecuali mbak2nya salah mengira kalo gue ini lelaki dan kami bertiga -with Paulo, siapapun dia- pasangan threesome. euw. mati aja tuh mbak2)

Teman : "..Gak enak Man… dulu ada pengalaman buruk soal memilih CD…"
Manda : "Kenapa?" (hey? cowok yang barusan lewat depan Guess itu tipe gue…)
Teman : "Dulu pas milih CD sama nyokap, dia bertindak malu2in…"
Manda : "Nyokap lo ngapain?" (sembari menengok ke cowok idaman dan berpikir, haruskah gue lempar flat shoes gue ke cowok itu supaya ada alasan berkenalan?)
Teman : "Dia suruh gue mengalungkan CD ke leher.."
Manda : "hah?" (oh forget it. yang ada gue ditangkep satpam dikira gila. ayo pay attention ke teman gue yang satu ini)
Teman : "Iya, katanya kalo CD itu bisa masuk melewati kepala ampe ke leher berarti pasti muat masuk paha dan pinggul, kan CD gak bisa dicoba tuh, cara mastiinnya kayak gitu…gak masuk akal kan?? apa coba hubungan pinggul ama leher…"

(ya cukup masuk akal sih somehow, tapi malunya itu loh… ngalungin CD jualan ke leher di depan mbak2 pramuniaga dan pembeli2 lainnya, Social-Killing banget.)

Manda : "Eh tapi nyokap gue juga suka malu2in kalo nemenin gue beli bra" (berusaha menghibur)
Teman : "emang nyokap situ ngapain?"
Manda : "Dia suruh gue nyoba bra yang dijual"
Teman : "Lah? emang kenapa? bra memang boleh dicoba kan?"
Manda : "Nyobanya bukan di fitting room loh…"
Teman : "Di mana?" (aduh temen gue ini polos amat sih)
Manda : "Di tempat gue memilih Bra tersebut"
Teman : "What?" (tampang kaget)

(Oh please, semoga temen gue gak setega itu ngebayangin gue nyoba bra)

Manda : "Kagak… nyobanya gak seperti yang lo pikirkan. Jadi nyokap gue menyuruh gue ngepas bra itu langsung ke.. yah u know lah, tanpa lepas baju.."
Teman : "WHAT?!"

(gue bermaksud memperjelas urusan ini supaya dia gak kaget dan mikir macem2, tapi kok efeknya malah tambah parah ya?)

Manda : "eh iya.. pokoknya gitu. nyebelin kan? mana dia nyuruhnya kenceng2 lagi. Jelas-lah perintah dia gue tolak mentah2 dan gue langsung tanya2 sama mbak2 penjual, fitting room dimana, tapi dia malah meledek gue ’sok2 malu, padahal bisa lebih cepet kalo dicoba di tempat’ ihhh…." (untuk nyokap gue yang udah punya suami ya gak masalah ngelakuin hal memalukan itu, lah gue?)
Teman : "AHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA…!!!" (hey, that’s not fair, giliran dia cerita tentang CD-leher gue gak ketawa, kok giliran gue yang cerita tentang bra, dia ngakaknya gitu amat? huh.)
Manda : "Hehehehe…" (ketawa miris)
Teman : "hahaha…kok nyokap kita aneh2 aja ya…"
Manda : "Iya, jangan2 salah satu tanda penuaan adalah ‘gak peka’ dan ‘urat malu putus’ ya?" (sorry mom, tapi begitulah anda selama ini…)
Teman (masih ketawa) : "hahaha.. iya kali yaa…"
Manda : "Udah ah ketawanya. Yuk cepetan, ntar keburu buka puasa, lagi"
Teman : "cepetan apa?"
Manda : "Cari CD. dimana sih belinya? Carrefour apa Sogo?"
(atau di Planet Surf? mereka jual CD cowok gak c? lucu juga CD cowok motif beach gitu. ahahahaha…)
Teman : "Hah? kan gak sama situ belinya. Sana ke Ta Wan duluan!"
Manda : "Oh come ooon… gue gak akan nyuruh lu ngalungin CD ke leher.." (berusaha membujuk)
Teman : "Ngotot amat c. sana ke Ta Wan!"
Manda : "Males bengong sendirian di Ta Wan! pliiiss.. gue janji gue bakal diem di pojokan, bahkan gue akan pura2 gak kenal ma lo.." (yah, dan kalo mbak2 penjualnya tanya "cari CD yang kayak apa kak…??", gue bakal bilang kalo gue cuma nemenin lo yang sedang memilih di ujung sana, tapi lo menyuruh gue pura2 gak kenal. ahahahaha… :D )
Teman : "TA-WAN!" (terlihat marah)
Manda (takut) : "eh… yaudah deh. ga asik amat sih. Tapi jangan lama2 ya, bisa jamuran gue."
Teman : "Iya. jangan rewel deh. See you!"


Dan akhirnya sayapun menurut.
Saya bergegas menuju Ta Wan dan teman saya mencari CD entah kemana (mungkin ke Hammer. Hammer jual CD cowok gak c?. Atau Daiso? CD dari Jepang? terbuat dari kertas washi?). Saya harus menunggu selama setengah jam sampai dia ikut duduk bersama saya di Ta Wan (laper. tapi keukeuh gak mau mesen makanan sampe temen saya dateng. minum sweet tea doang). Saya pengen liat CD macam apa sih yang buat saya kelaperan begini, tapi gak boleh, CD-nya disembunyiin di post-man bag miliknya. hehehe. manis amat sih, teman…

Yah itulah pembicaraan gue dan teman gue kala ngabuburit. ahahahaha… puasanya afdhol gak ya? :P

afdhol lah ya… kan gak maksud ngomongin mesum juga… :D  

Niwei,

HAPPY 21st BIRTHDAY MY FRIEND! WISH U ALL D’ BEST! kapan2 traktir ikke lagi yaaa… hehehehe… 

 

Manda.
Friends, Sehari-hari, Obssesions, Konyol, Mesum, Kosan MesumSeptember 28, 2007 5:52 am

 

Seri Kosan Mesum! Search dengan keyword "kosan mesum" atau baca ini sebagai referensi awal, hahahaha,,,,,

Belakangan ini, Darpit sering mengeluhkan betapa kecerdasannya menjadi menurun drastis sejak dia tinggal di Kosan Mesum. Gak c, gw menyamarkan (haha), lebih tepatnya dia menyalahkan Dardut (saya, mpu-nya Racauan Manda) atas hal ini. Katanya, dia jadi bodoh sejak bergaul sama saya si Dara Gendut. Tapi saya jelas gak mengakui-lah! kok jadi saya yang salah seeehh???!!!. Ada juga beberapa orang yang bergaul sama saya dan tetap normal kok, jadi satu2nya yang masuk akal adalah, emang Darpit dari sananya udah punya bakat abnormal tapi tak pernah dipupuk dengan baik, begitu bertemu dengan saya, tanpa sadar bakat itu mulai berkembang, iya kan???? iya kaaaan???? jadi saya ini cuma katalis kaaan??? jangan salahkan saya kalau emang udah miring dari sananya dong :P (piss Pit!).

 

Tapi ngomong2, si Darcil juga nampak mulai degradasi kecerdasan sejak bergaul ma saya, bedanya ama Darpit, dia gak pernah komplain (mungkin sudah pasrah). hemmm hemmm… jangan2 emang bener2 gara2 saya ya?

……..

kalo dipikir2, yang nularin goyang2 itu saya, colek2 juga awalnya dari saya, cela2 sinetron juga saya…

……..

…………..

ah udahlah, bodo amat, mari berpikir positiiiiifff!!!! Darpit dan Darcil tidak benar2 bodoh dan sampai sekarang mereka masih dicintai pacar2nya, jadi sudahlah. lala lala lala.

—————————————————-

Terus, apa ada yang bertanya2 kebodohan seperti apa lagi yang ada di Kosan Mesum? hahahaha,,,, banyak, saking banyaknya ampe gak bisa diungkapkan lewat kata-kata (selain karena kadang ngilfil-in juga c, kami masih ingin menikah, jadi ada baiknya beberapa kebodohan kami jadikan konsumsi pribadi). Topik kebodohan yang akhir2 ini sering dibahas sih, tentang nama anak.

…….

Iya, nama anak. Memang sih kami belum punya anak, tapi gak ada salahnya kan kami membahas sejak dini? emang ada yang larang ya? :P

Topik ini datang tidak lain tidak bukan dari gue si biangnya kecerdasan menurun, Dardut. Dari dulu gue memang suka banget mengarang2 nama anak gue di masa depan. Dari mulai pengen namain anak gue dengan nama2 kecengan di masa lalu (makanya gue pengen punya anak cowok semua, hahahaha…..) dengan nama2 tokoh kartun (ada saat dimana gue pengen namain anak gue Minky Momo, euw) nama2 buah (Plum, Pear, Peach, Pineapple, semuanya berawalan ‘P’) dan masih banyak lagi. Gue rasa, ini karena gue agak sedikit dendam dengan nama gue. Oke, nama gue Putri Amanda Bahraini, nama yang cukup bagus kan? namanya sih bagus, tapi cerita di balik pemberian nama itu yang agak bikin miris. Nanti gue akan ceritakan kemirisannya, tapi sebelumnya gue akan bercerita mengenai standar pemberian nama di lingkungan sekitar gue.

Mulai dari nama asli Darpit, Fitri Meiriza. "Meiriza" merupakan gabungan dari nama kedua orangtuanya, "Fitri" nama untuk dia yang berarti kembali ke fitrah lah ya.

 

Nama asli Darcil, Sila Wiyanti Putri. "Wiyanti" tuh gabungan dari nama kedua orangtuanya juga, ditambah "Putri" untuk menunjukkan bahwa ini putri mereka dan "Sila" adalah nama untuk dia, yang berarti pegangan.

Sekarang, mari lihat nama gue :

"Putri" itu gabungan dari Adisaputro dan Sri Mastinah, orangtua dari pihak Nyokap yang berasal dari Solo.

"Amanda" itu gabungan dari Amry dan Linda, nama bokap dan nyokap gue. "Putri Amanda" bisa diartikan juga sebagai "Putri dari Amry dan Linda".

 

"Bahraini" itu gabungan dari Bahrum dan Aini, Kakek dan Nenek, orangtua dari pihak Bokap yang berasal dari Melayu (gak, gue gak lahir di Bahrain kok, hehehe)

…….

Nama gue gabungan nama-nama ancestor semua, nama yang mendoakan gue dan merepresentasikan gue sebagai "gue"-nya MANAAA???? ToT. Kayak Fitri, Sila, terus temen gue si Lukman supaya dia berakhlak baik seperti Lukman yang tertulis di Al-Qur’an, si Dian yang berarti Cahaya, si Vara yang diambil dari nama tokoh pewayangan, nama gue bisa diartikan apaaa….??? :( .

Bukannya gak bersyukur sih, secara berdasar kamus latin "Amanda" artinya "Si Jelita" (bener kok, weeekk…), tapi tetep aja pengen nama yang emang khusus buat gue dan mengartikan apa harapan untuk gue di masa depan nanti. ihiks ihiks….

 

Btw, gue mulai curiga "Cucu Cahyati" (penyanyi dangdut) berarti "Cucu Cahyo Haryati", untung nama gue bukan Putri Amanda Cucu Bahraini Adik Mariadewi Keponakan Adida Sepupu Yasser (nama tante gue Adida, nama kakak gue Mariadewi, salah satu sepupu gue ada yang bernama Yasser). Yah yah, mari berpikir positif.

Back to topic, yasudahlah, nama gue cukup bagus, orangtua gue juga pasti memberikan nama itu dengan banyak harapan dan doa (meskipun doa2 itu gak mereka masukkan ke dalam nama), jadi terima saja, Manda ya Manda. Toh banyak juga yang bernasib lebih mengenaskan (temen gue ada yang diberi nama "Deritawati" di belakangnya, aduh). Malah enak, gue jadi bisa berekspresi sebebas yang gue mau. hohohoho…. Yang jelas, nama gue udah terlanjur begini dan gue cukup senang, tapi untuk nama anak gue nanti, gue berharap untuk memasukkan satu nama yang khusus untuk mereka, di samping nama gue juga pasti ada di dalamnya.

 

Tapi dasar darah muda, nama-nama yang terpikir sekarang2 ini gak pernah bisa wajar. Bahkan buruknya gue, gue mulai seenaknya merambah nama anak temen-temen gue nanti.

Pertama-tama, gue mengungkapkan pada Darpit dan Darcil bahwa gue pengen anak gue bernama Plum, Peach, Pear dan Pineapple, dan beginilah pendapat mereka :

Darpit : "……….." (diam dan pasrah, memandang dengan jijik)

Darcil : "Kenapa depannya harus P semua, dan kenapa nama2 buah???"

Dardut : "Soalnya nama gue diawali dengan P, terus nama2 buah itu kan maniiisss…. lucuuu…."

Darcil : "Man, mikir gak c? nanti anak2 lo akan dendam ma lo seumur hidup, mereka pasti jadi bahan ledekan satu kelas…"

Dardut : "Haaaa…. gak ah, itu lucu kan, liat aja anaknya Melly Goeslaw ma Anto Hoed yang ‘Anakku Lelaki Hoed’… nama anak gue masih mending kaaan???"

Darcil : "Pertama, anak lo bisa dipastikan beda generasi ma Ale Hoed, jadi mereka akan menjadi yang paling aneh di kelas. Yang Kedua, mungkin Anto Hoed dan Melly Goeslaw emang udah siap dibunuh anak2 mereka…..??? apa lo mau dibunuh anak2 lo???"

Dardut : "aaah… gak ah, gak ah, lucuuuu tauuuuu…" (ngeyel)

Darcil : "Aduh Pit, bilangin napa si Gendut..!!"

Darpit : "Terserah lo laah…." (nyerah)

Darcil : "Peach, Pear, Plum, Pineapple kan nama2 buat cewek Man, kalo cowok mau lu kasih nama apa?"

Dardut : "…… Pisang?"

Darpit : "OHMAIGAD, MAN!" (berteriak terkejut)

Dardut : "Pisang. cukup menggambarkan kelaki-lakian kan?"

Darcil : "Napa gak sekalian aja P*nis biar lebih menggambarkan???"

Dardut : "Ih jijik…. itu kan mesuuum…." Darcil : "Pisang kurang mesum apa???!!!"

 

Pembicaraan terus berlanjut dengan debat tak berakhir seputar nama Plum, Peach, Pear dan Pineapple serta Pisang (beneran diperdebatkan).

 

 

Lalu di lain waktu lagi, gue mengobrol dengan Sila di kamarnya, mengenai nama anak di masa depan :

Dardut : "Sil, kalo punya anak kasih nama Baron deh" Darcil : "Baron? hemmm boleh2, temen gue yang namanya Baron ganteng2 semua… keren juga" (menjawab sekedarnya sambil tetap mengerjakan tugas di laptop)

Dardut : "Tuh kaaaaan… ide gue….. Baron alias BARONANG. keren kan namanya?"

Darcil (menengok dengan tampang haus darah) : "Anak gue lo kasih nama Ikan?"

Dardut : "Iyaaaaa keren kan??? Terus yang berikutnya mungkin bisa lo kasih nama Arwana, Gurame, Patin"

Darcil : "Gak."

Dan guepun diusir dari kamarnya dengan tidak hormat (udah biasa sebenernya…).

 

Simak juga pembicaraan gue, Iprit dan Sila sepanjang perjalanan pulang ke Kosan Mesum :

Dardut : "Gue udah memikirkannya baik2"

Darpit : "Soal apa?"

Dardut : "Nama anak gue"

Darcil : "Masih jaman ya, Maaan…."

Dardut : "Gak denger dulu, jadi gue udah menerima kalau nama Plum, Peach, Pear dan Pineapple itu emang aneh"

Darpit : "Jadi?"

Dardut : "Tapi gue masih kepengen memanggil anak gue dengan nama2 itu, jadi mungkin nama panjangnya bukan itu, tapi nama panggilannya bisa Plum, Peach, Pear dan Pineapple"

Darcil : "Contohnya apa? mau lu namain apa??"

Dardut : "Plum mungkin bernama panjang Putri Lumpia"

Darpit : "…………….." (monyong2 gak kontrol, mungkin karena pusing)

Darcil : "Putri Lumpia Basah terdengar enak." (bermaksud sarkastik)


Dardut : "Euw gak pake ‘basah’ yaaa, jijiiiikkk…."

Darpit : "terserah lo lah…."

 

Dan bukan saya aja, suatu hari si Darpit bercerita tentang nama anaknya di masa depan :

Darpit : "Kalo punya anak, mau gue namain Puting Beliung ah…"

Dardut : "Heehh…. terus nanti mau lo panggil apa? Puting?"

Darpit : "Gaklaaaah itu jijik, mau gue panggil ‘Ti*s‘"

Dardut : "Lo tau kan ‘Ti*s‘ itu apa?"

Darpit : "Tau, makanya gue panggil itu"

Dardut : "yah, yah, cukup bagus kok…gimana kalo lo namain anak lo ‘Bahorok’ aja? bisa dipanggil ‘Borok‘"

Darpit : "OHMAIGAD."

 

Dan pembicaraan kami yang terakhir, berlangsung di meja makan Kosan Mesum :

Darcil : "Pit, masa Manda mau namain anak gue ‘Baronang’?"

Darpit : "Gue juga, masa anak gue mau dinamain ‘Bahorok’?"

Dardut : "Bagus kaaan…"

Darcil : "APANYAA….???!!!" (berteriak kesal)

Dardut : "Eh iya beneran, bayangin deh kalo misalnya kita bertetangga waktu sudah berkeluarga nanti, si Plum, Baronang sama Bahorok bermain bersama di taman kompleks"

Darpit : "GUE GAK MAU BERTETANGGA MA LO! DAN KALOPUN IYA, GUE SURUH ANAK GUE JAUH2 DARI ANAK LO! JANGAN AMPE DIA TERPENGARUH YANG ANEH2"


(excuse me, yang mau namain anaknya ‘Puting Beliung’ alias ‘T*ts’ itu siapa yaaa???)

Dardut : "Ih kok gitu sih, ntar beneran jadi tetanggaan loh"

Darpit : "ENGGAAAK….!!!!"

Darcil : "…….." (udah gaktau mesti komen apalagi)

Dardut : "Ntar kalo punya anak kembar tiga, mau gue kasi nama Cireng, Cimol sama Cilok, ah…."

Dan merekapun masuk ke kamar masing2. Saya ditinggalkan sendirian di meja makan.

 

See? hidup di Kosan Mesum memang kian bodoh kian hari…. Hahahaha… tapi pembicaraan2 ini sungguh menarik dan refreshing sekali… bagaimana?? apa ada yang tertarik bergabung dengan kami? hehehehe.

Udah ah meracaunya. nanti kecerdasasan pembaca menurun, lagi….. hahahahaaaa….. sampai jumpa lain waktu, orang2!!!

Manda si Biang Kecerdasan Menurun :P .

Friends, Sehari-hari, Konyol, Mesum, Kosan MesumApril 29, 2007 5:14 pm

perhatian : semua yang tertulis dalam postingan ini gak semuanya bener. jangan telan bulat2 semua yang saya katakan. jadilah orang yang kritis. caritahu dulu kebenarannya.
bagi yang belum tahu awal cerita kosan mesum, baca posting ini.
bagi mbak2 yang dengan sialnya jadi korban postingan kali ini (karena kasian kalo pake si dara cilik lagi, penulis merasa harus adil :D ) nanti gue bikinin indomie goreng kriuk + krupuk sebagai tanda maaf gue. haha.

Pada tanggal 26 April 2007 lalu, salah satu dara kosan mesum, si dara cilik yang juga merangkap sebagai ibu kosan, berulang tahun yang ke-21. Seminggu menjelang ulang tahun si dara cilik, teman2 terdekatnya, termasuk 2 dara lainnya, si dara gendut dan si dara sipit, mulai mengumpulkan uang untuk membeli kado pada bukos yang satu ini. okey, kado apa yang kira2 cocok? semua-tahu-sama-tahu, bahwa kado itu haruslah yang berbau mesum. karena bukos lahir dengan tulisan mesum di jidatnya. karena mesum adalah hidupnya. karena semua yang deket dia jadi mesum. maka, kado berlabel mesum-lah yang harus kita berikan!. gak bisa enggak. wajib. kudu. gak perlu ditanya2 lagi.

jadi, dengan semangat 45′. saya yang juga mesum (ya iyalah, skill wajib kali buat tinggal di kosan mesum), mengusulkan untuk memberinya sebuah hiasan dinding karya sendiri, yang berguna untuk meletakkan berbagai macam pernak pernik imut di sana, macam surat cinta, boneka kecil, kuncir rambut, de el el.

bagus kan? keren kan? so swiiit kan?? cocok kan buat cewek???

pasti ada yang nanya, terus mesumnya di sebelah mana? hiasan dinding kayak gitu mah, biasa, dari kayu ato kertas, dikasi tulisan "home sweet home", "life is beautiful" ato apa. kayak yang biasa dijual di toko2 centil (grow, pernikpernik, dkk).

HOHOHO. siapa juga yang bilang saya mau pake kayu. saya mau bikinnya pake bahan dasar bra kok.

….

iya bra yang itu. bra yang barang wajib wanita. yang selalu menyangga kami selama ini. bra alias BH.

nah, sekarang udah ngerti dimana mesumnya?

hahahaha.

jadi, mulailah kami mencari informasi dimana bisa membeli bra termurah di Bandung. toh buat prakarya, ngapain juga beli yang mahal2. I tell you, harga standar bra yang jelas mereknya itu (beegees, wacoal, sorella, solaria, apalah itu, ahaha), sekitar 30rb ampe 70rb. Dari hasil tanya2, so far yang bra paling murah bisa ditemukan di Kings Kalapa, ada toko bra yang Rp.25rb dapet 4 biji (wow, dan katanya kualitasnya lumayan bagus, "sekarang saya lagi pake bra yang 25rb dapet 4 itu loohhh, nyaman abis, euy " kata mpu-nya promosi, weleh2 anda punya bakat marketing, mbak), bahkan ada temen gue yan