.
Resensi, LoveJune 7, 2008 12:21 pm

"For me, this is the best romantic-comedy movie I’ve ever seen. I meant it."

( - from the author of Racauan Manda)

gue gak akan banyak bicara, karena gue secara pribadi, terlalu malas bercerita lengkap (paling gak, gue jujur, bener kan?) dan gue menyarankan kalian untuk nonton film ini tanpa baca sinopsisnya, karena gue melakukan itu, dan gue bersyukur sekali sekarang. tapi kalo kalian penasaran dan kepengen baca2 dulu, monggo dilihat di imdb, di wikipedia, di salah satu blog bernama communicare. hehehehe. link yang terakhir lumayan semangat 45 nge-review-nya, baca deh.

sekedar review deh dari gue, gak afdhol kalo gak ada. Untuk pasangan2 kombinasi sanguin-melankolik (kembali, 4 temperaments, googling untuk keterangan lebih lanjut). it’s a must-seen movie ;). karena menurut analisis tajam saya (cailah), kedua pemeran utamanya, Joel Barish (Jim Carrey) adalah seorang melankolik si pemikir dan Clementine Kruczynski (Kate Winslet) adalah seorang sanguin si penggembira. dan disanalah inti permasalahan bermula, ditambah bumbu2 lainnya :D . bakal merasa sangat2 familiar dengan beberapa adegan dan dialog di film ini, gue jamin :) .

beberapa foto untuk menggugah selera : 

 

(the hair color, it’s called, blue-ruin. kind of snappy name, huh?) 

(I’ve never been this happy before, Clem)

(an ‘open book’ women and ‘constantly talking is an unnecessarily communicating’ men)

 

(one of their trips through Joel’s mind) 

inget sodara2, ini pelm wajib tonton. hehehehe. 

 

still playing some of my favorite scenes, at least once a day,

Putri Amanda Bahraini. 

PS : for some particular reasons, I’m hoping that lacuna inc. was exist. And someone in that stupid company would send each of us a letter, tells that we had been erased memories about each other, before. So this is not our first met, not our first fight and not our first love-at-first-sight, God has unites us once again. That’ll explains why I miss you so much these days, with the facts that I’m not knowing you that much and we didn’t have a lot of moments together to recall. It’s all because, someone has dissapearing you from my brain. We’ve been there and done that before, we just can’t remember it anymore.

…how happy is the blameless Vestal’s lot! The world forgetting, by the world forgot. Eternal sunshine of spotless mind! Each pray’r accepted, and each wish resigned…

( - by Alexander Pope, a british poet)

 

Friends, Sehari-hari, Love, RoamingMay 24, 2008 5:50 pm

teman,

gak ada yang lebih menyenangkan daripada membuat suatu karya untuk orang yang disayangi,

merencanakan hadiah terindah yang bisa dia terima,

mengingat-ngingat semua hal tentang dia,

membuatnya dengan bahan terbaik yang ada,

mengerahkan segenap tenaga untuk merangkainya, 

membayangkan reaksinya kala menerima,

believe me, gue pernah merasakannya.

dan itu salah satu anugerah terindah dalam hidup, nikmatilah.

 

sekarang gue berada di posisi lo waktu itu,

gue mengerti kenapa lo berkata gue bertindak sangat manis waktu itu,

gue juga melihat lo sangat manis kali ini, 

dan gue jadi merasa sedikit iri,

iri karena tak sabar untuk segera berada di posisi itu lagi, 

iri karena somehow merindukan perasaan2 itu lagi, 

apa waktu itu lo juga merasakan hal yang sama? 

hehehehe.

 

Semangat Temaaannn…,

Mandhut yang Iri. 

Thoughts, Love, Level Up!May 17, 2008 10:39 pm

 

(damn sweet pic, taken from http://www.wellnessbeyond.com/) 

masih meracau, kalau bisa dianggap begitu, masih terkena efek patah-hati-oh-patah-hati, masih mendengarkan lagu "Goodbye My Lover"-nya James Blunt setiap harinya *mellow mellow mellow*. Mumpung mood dan situasinya lagi pas, dan dari pengalaman, gak ada tulisan yang lebih nampol daripada yang ditulis dengan hati *ceilah*, gue akan berbagi apa yang gue temukan for the last 2 weeks ini ;) .

Akhir2 ini gue mulai memikirkan, orang seperti apa yang sebaiknya lo cari untuk pasangan hidup.
Well, tentu lo akan mencari yang bener2 bisa melengkapi lo seutuhnya, tapi seperti apa yang lo katakan ‘melengkapi lo seutuhnya’? apakah yang sebagian besar mirip dengan lo, dalam artian, hobi sama, jalan pikiran sama, kebutuhan utama dalam hidup sama?
atau seseorang yang memiliki hal-hal yang gak lo miliki, seseorang yang bisa lo katakan sangat berlawanan dari lo?

yang mana? 

gue yakin setiap orang akan menjawab sesuai dengan tipe orang yang mereka cintai saat ini, jadi mungkin pembicaraan ini saya asumsikan hanya dibaca oleh kaum unfortunately-single-and-still-happy (or should i say, trying to be happy?). hehehe. coba pikirkan, yang mana?

 

kalau mau dijelaskan lebih lanjut, kedua pilihan itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing2, yaitu :

Orang yang sebagian besar mirip dengan lo :

Kelebihan :

  • gak akan susah menemukan mereka, karena mereka ada di lingkungan yang gak jauh2 dari tempat lo berada, misal lo suka all-about-Japan dan bergabung dengan unit kesenian Jepang di kampus, mereka juga kemungkinan besar akan bergabung di unit itu.
  • gak akan pernah kehabisan bahan obrolan karena pada dasarnya kalian menyukai hal yang sama.
  • lebih gampang mengerti satu sama lain, karena memiliki jalan pikiran dan tujuan hidup yang hampir mirip.
  • bisa lebih mengembangkan bakat dan minat, karena sekarang udah ada temennya, orang yang dicintai pula, jadi ngapa2in insyaAllah lebih semangat. hehe. 

Kekurangan :

  • kemungkinan memiliki kekurangan yang sama, dan ini bisa jadi berbahaya. Misal : sama2 gak pay attention soal duit, bisa bahaya, apalagi kalo udah nikah, bisa hidup bergelimang hutang karena kerjanya seneng2 terus. Atau, sama2 introvert parah, bisa bosen, karena hubungan jadi gak terbuka satu sama lain dan gak emotionally attached.
  • kemungkinan, yang ada malah jadi rebutan peran. misal, sama2 suka jadi pusat perhatian, sama2 suka merintah, wah bisa kacau. hahaha. 

Orang yang berlawanan dengan lo :

Kelebihan :

  • bisa menghandle bagian2 yang gak bisa lo handle. Misal : lo gak bisa mengendalikan emosi saat marah, dia bisa. Dia gak bisa bercerita dengan gampang ke orang lain, lo jago mengorek, dsb.
  • gak akan rebutan peran, karena dia jelas menginginkan peran yang beda daripada lo. jadi bisa menikmati perannya masing2. 

Kekurangan :

  • Awal hubungan mungkin akan sangat sangat sangat complicated, karena pada dasarnya sebagian besar berlawanan, maka ngobrolpun kadang gak nyambung karena interest beda, saling mengerti dan percayapun jadi agak sulit karena jalan pikir udah beda.

 

Gue tahu, asal ada cinta, semua beres *duh kalimatnya*. karena cinta sepaket sama keinginan untuk selalu bersama, dan itu berarti usaha untuk mencocokkan diri dan bertahan, seberat apapun itu. Bahkan dalam hubungan paling harmonis sekalipun, selalu ada konflik dan hubungan terburuk sekalipun, bukan gak mungkin hanya merupakan proses menuju true love, bisa disimpulkan, gak ada yang pasti dalam cinta.

Tapi, cinta gak selalu ada dan cinta gak selalu sempurna, ada kalanya kita diuji dengan cinta yang masih itik atau cinta yang sudah mulai memudar, dan saat itu terjadi, kita disarankan untuk mencintai hubungan yang ada, mencintai kesabaran untuk tahu apa yang harus dilakukan ke depannya. Kadang, kita dituntut untuk berpikir sedikit kritis guna mendapatkan kebahagiaan yang kita inginkan, dalam hal ini, tahu pasangan seperti apa yang kita ‘butuh’kan ada di samping kita, bukan yang sekedar kita ‘ingin’kan. karena kadang manusia cuma tahu apa yang mereka inginkan, tanpa mereka pernah tahu apa yang benar-benar mereka butuhkan. Contoh, lo kepengen pasangan kayak Brad Pitt, padahal sebenernya yang kayak si Udin tetangga rumah aja, yang humble, saleh, bertanggung jawab aja udah cukup, bahkan itu yang lo butuhkan. tapi lo gak pernah tahu, karena lo gak pernah cari tahu, dan akhirnya lo terjebak di hubungan dengan seorang cowok mirip Brad Pitt tapi kelakuan kayak rayap, cuma menggerogoti perasaan kita aja, gak bikin bahagia. :D wahahah.

jadi gue rasa, berserah diri soal jodoh itu memang harus, tapi gak ada salahnya, untuk mulai berpikir, seperti apa orang yang bener2 bisa completes you luar-dalem, karena lo gak pernah tahu kapan lo harus memilih. Dalam hal ini, saya cuma ngasi 2 pilihan, yaitu orang yang sama dan yang berlawanan, karena memang hanya itu yang kepikiran, tapi semua orang boleh punya pilihan2nya masing2 :) .

kalau saya sih, untuk pasangan hidup, saya yang mana aja boleh, terserah yang dikasih Allah SWT aja. Asal sama2 sayang dan berkomitmen mempertahankan sesulit apapun itu, bagi saya cukup. Dan satu lagi, dia pernah baca postingan saya ini, atau paling gak memikirkan hal yang sama sebelumnya. Jadi kalau nanti ketemu masalah2 semacam : gak nemu bahan obrolan karena interest beda, sama2 gak bisa ngurus duit, dan seterusnya, bisa diajak ngobrol baik2 dan mencari jalan keluar bersama ;) , karena saya percaya, asal ada niat dan kesabaran, semua pasti bisa.

semoga postingannya berguna ya, mohon maaf kalo masih dangkal, masih hijau sih soal beginian. huahahahah. 

 

Live (Love) Life to the Fullest,

Mandhut. 

PS : Postingan ini merupakan hasil membaca beberapa buku relationship, googling, pengalaman pribadi *hoho. bangga* serta ngobrol dengan orang2 dekat. 

Tentang Manda, Thoughts, Friends, Sehari-hari, Love, Konyol, Autis, Roaming 7:32 pm

nyem nyemm.. dari kemaren2 lagi kepengen bener-bener meracau tanpa peduli apakah tulisan gue ini nanti akan dimengerti apa enggak ni sama pembaca. hehehe. daripada makin menjadi2, gue rasa akan gue habiskan semua yang gue pengen omongkan pada beberapa postingan. ^^ kalo mau baca, Alhamdullillah, gak mau yasudah, skip wae’.

kalo ditanya apa main concern gue sekarang, adalah kenyataan bahwa gue baru saja putus sekitar… eng.. 2 minggu lalu? gak kepengen jadi main concern, tapi mau gak mau sampe hari ini masih aja kepikiran. hahaha. gimana doong…. *guling2*

rasa putus itu menyebalkan, apalagi kalo lo-lah yang melakukan hampir semua don’ts dalam buku dos and don’ts in a relationship, dan berakhir dengan putus, dan saat lo sadar bahwa lo melakukan hal yang salah-bodoh-cupu, semua benda sudah terlanjur tidak pada tempatnya dan entah bagaimana gak ada cara yang jelas untuk mengembalikan ke tempat yang semula. bukan karena lo gamau, tapi karena benda2 itu bukan milik lo seorang.

untuk kesekian kalinya, gue harus sadar bahwa dunia bukan gue seorang, dan kembali untuk kesekian kalinya, gue harus merasakan betapa menyedihkannya saat gue tau kebahagiaan gue seringkali bukanlah sebuah ‘benda’ tapi manusia, yang hidup, yang bergerak dan mempunyai keinginan sendiri, dan itu berarti, amplitudo perasaan yang gak bisa diprediksi, yang bereaksi sesuai gerak-gerik si manusia itu.

akhir2 ini, berasa ada yang kosong entah di bagian mana di tubuh ini, dan gak tau gimana menambalnya. udah berusaha dengan benda2 subsitusi lainnya, tapi saat ini, semua terasa salah dan gak meaning. entah bener2 gak bisa atau gue yang gak kepengen menutup lubang itu dengan benda selain benda yang tadinya memang berada di sana, gue gak mengerti. gue bingung dan empty, dan saat ini, yang bisa gue lakukan hanya menunggu, berusaha membiasakan diri dengan perasaan yang ada, merasakan perasaan ini sampai habis, sampai gue terbiasa dan lupa bahwa ini anomalli.

menurut gue, fase2 dalam hidup itu kayak sekumpulan permen karet. satu untuk mewakili setiap perasaan/pengalaman yang harus lo lewati. harus dikunyah hingga bener-bener hilang rasanya untuk selanjutnya lo buang tanpa merasa bersalah, dan masukkan kembali permen karet yang baru ke dalam mulut. begitu juga dengan yang gue lakukan sekarang.

deep down inside, gue tahu hidup itu indah, baik kenangan baik maupun buruknya. soon after gue menemukan kebahagiaan baru, gue akan bisa menertawakan semua kejadian2 yang telah berlalu. yang tadinya gue tertawakan, gue tangisi, gue sesali, semua yang gue simpan baik2 dalam hati, semua akhirnya akan menjadi bahan pembicaraan seru, ditemani secangkir besar teh manis hangat, semangkok pop-corn dan seorang teman pendengar setia. berbicara sepanjang siang dan malam hanya untuk berbagi seberapa naif dan mudanya saya ‘dulu’ itu sembari merajut perasaan baru yang dipersiapkan di masa depan.

gue selalu tahu bagaimana perasaan2-tak-menyenangkan ini akan berakhir juga di tempat yang sama dengan perasaan lainnya. tapi tetap saja, menjalaninya adalah saat yang menyebalkan. persis usus buntu yang segera ingin lo angkat. persis jerawat yang ingin lo pencet. persis lintah yang menyedot darah lo sampai gendut. seperti itulah rasanya. yang gue inginkan hanya segera melewatinya dengan segala cara, tapi seberapapun lo berteriak marah karena kelelahan, lo tetap harus menjalaninya, keesokan harinya dan keesokan harinya. hari2 dimana lo merasakan kerinduan amat sangat saat lo memandang langit, merasakan udara dan embun pagi, melihat orang2 di dalam angkot, melihat aliran air di got, melihat deretan pohon, mendengar desiran angin, menelan pisang goreng, bahkan saat lo menutup mata dan menulikan telinga. entah merindukan apa, lo hanya rindu, entah pada apa, entah pada siapa.

beberapa menjalaninya dalam diam. tapi biasanya, gue akan menjalaninya dengan menghabiskan seluruh alternatif cara untuk melepaskan diri dari penderitaan ini di awal permainan, untuk selanjutnya merasa kecewa karena tak berhasil, dan memutuskan untuk diam, sama seperti beberapa orang lainnya, karena memang hanya itu yang bisa gue lakukan lagi. paling tidak, kalaupun gue gagal, gue gagal dengan fakta bahwa gue sudah mencoba segala cara yang gue bisa, jadi bisa mengurangi kadar penyesalannya. :) .

hehehehe,

ingin rasanya tetap berkosentrasi dalam rutinitas sehari2, tapi gue gak kuasa. gue sehaus itu sama benda yang namanya ‘kasih sayang’, sehaus itu sampai gak bisa gak mikirin hal itu sedetik saja, sehaus itu sampai bahkan saat gue memiliki benda itu di tangan, gue selalu merasa kurang, sehaus itu sampai selalu merasa iri dengan kasih sayang yang dimiliki orang. sehaus itu sampai gue memasrahkan semua bagian hidup gue, kecuali masalah kasih sayang. sehaus itu sampai seringkali tanpa sadar gue sudah dalam state mengemis kasih sayang, dan saat sadarpun gue sudah tak peduli apa pendapat orang, karena mereka gak bisa menawarkan solusi lain yang lebih menenangkan.

gue selalu merasa gue gak waras karena hal ini, :D  

sempet terpikir kembali untuk kesekian kalinya, cobalah memasrahkan masalah yang satu ini, sama seperti yang lainnya, mungkin beban akan sedikit berkurang, dan lo bisa menggunakan energi yang tersisa untuk menemukan hal baru lainnya. tapi gak bisa, persis seperti air hujan yang akan selalu bermuara ke laut, kesanalah gue selalu menuju, dan sampai saat ini belum ada cara untuk mencegahnya.

gue bertanya terus menerus dalam hati, persis seperti orang gila, "tidakkah semua yang dialami kemarin dulu, membuat orang itu sedikit tidak rela jika semua berakhir begini?", "meski tidak banyak, tidakkah dia merasa itu berkesan?", "bukankah ini terlalu cepat untuk berakhir?", "tidakkah dia tahu bahwa setiap manusia tidak ada yang sempurna, dan tidakkah dia merasa cukup saat tahu bahwa manusia itu setidaknya selalu belajar untuk menjadi sempurna?", "apakah dia membenci gue". tapi sebelumnya, gue harus menanyakan pada diri gue sendiri terlebih dahulu ‘tidakkah lo sadar bahwa setiap manusia mempunyai tujuan yang berbeda dalam hidup? tidakkah lo merasa wajar saat mereka marah dan membuang lo karena lo menarik mereka jauh dari tujuan abadi mereka?". sama seperti gue dan ‘kasih sayang’, orang itu memiliki benda penting lainnya, dan dia berhak memilah2 mana yang pantas mereka pertahankan dan yang tidak, mana yang menurut mereka barang cacat dan layak pakai, jadi memang tak ada gunanya gue bertanya. ini sama persisnya dengan berusaha mengubah periode rotasi bumi.

mungkin baginya, cinta adalah kualitas, bagi gue, cinta adalah kuantitas. bagi dia, cinta adalah alokasi waktu dan tenaga, mempersembahkan sesuatu sesempurna mungkin, di momen yang tepat. bagi gue, cinta adalah spontanitas, selalu ada waktu dan tenaga untuk cinta, tak peduli sempurna atau tidak, gue hanya peduli perasaannya. orientasi yang sangat berbeda dan membuat gue tersenyum miris saat menyadarinya.

gue ingin marah. ingin berontak. tapi gue gak tahu pada apa, atau pada siapa. hanya bisa menyalahkan diri sendiri dan memastikan diri ini belajar, agar setidaknya ada yang bisa dijadikan bekal di masa depan, dan dibagikan pada yang membutuhkan nantinya. 

menelan semua pikiran dan fakta yang disodorkan bulat2 di depan mata. gue cuma bisa bilang, gue lakukan apa saja untuk menghilangkan rasa menyebalkan ini. gue akan lakukan apa saja. karena gue sudah gak tau harus bagaimana. sementara ini, gue rasa gue memang harus menjalaninya. wish me luck, then.

——————————————————-

entah kenapa, saat sedang begini, gue teringat seorang kawan yang sudah lama gue hilangkan dari daftar sahabat karena sesuatu dan lain hal. yang terpaksa gue sakiti untuk membuatnya benci dan melupakan. setidaknya, bagi gue, itulah hadiah terakhir yang bisa gue berikan atas semua kebaikan dan sebagai perwujudan rasa sayang, hanya karena gue gak mau mencurangi, hanya supaya dia tahu bahwa gue sebusuk yang bisa dia bayangkan dan supaya dia tidak menyangkal, hanya karena gue gak enak sudah terlalu lama menyusahkannya, dan menyusahkan teman2 gue lainnya karena dia.

gue membayangkan apa kira2 yang akan dia katakan saat tahu gue mengalami hal ini, saat kami masih bersahabat dulu. pertama2, dia akan tertawa terbahak2, lalu akan mengkritik gue dari ujung rambut sampai ujung kaki, luar-dalam, semuanya, sampai gue merasa lebih buruk dari sebelumnya, sampai gue menangis terpuruk, sampai pada titik gue sudah kebas dengan semua kenyataan yang ada, gue tau gue salah dan gue bisa menerima, lalu dia akan memberi gue benda2 manis lainnya, yang bisa membuat gue lupa akan penderitaan gue dan tersenyum tulus.

sebuah eden yang instant dan terjamin, tapi senyum itu tidak akan lama, karena sebulan kemudian, dia akan jadi penderitaan gue selanjutnya, dan biasanya begitu sebaliknya. dan memang begitu yang terjadi berkali2. jadi saat ini, cuma bisa tertawa membayangkan reaksi orang itu aja, tapi memilih untuk gak merealisasikannya.

aneh memang, mengetahui bahwa ada orang yang mengetahui lo dan lo ketahui hampir sangat baik, yang bisa menebak apa yang lo pikirkan dalam sepersekian detik, yang bisa menghibur lo dengan cara yang berbeda, yang bisa mengangkat beban yang ada di pundak, tapi gak bisa lo dekati karena lo tahu kedekatan lo berdua hanya akan saling menyakiti. karena lo tahu lo berdua sama2 rumit dan gak cukup tenaga untuk saling mengerti lebih dari ini. setidaknya, gak sekarang. mungkin nanti. mungkin tak akan pernah lagi. gue gak tau.

somehow, gue merindukan saat2 dimana gue bisa meringkuk di sofa ruang tengahnya, melawan udara dingin yang menusuk tulang, mengobrol sepanjang malam sampai mata sudah benar2 meminta untuk dipejamkan. mengobrolkan dari hal yang terpenting sampai yang tak jelas apa maksudnya. tertawa sampai mata mengeluarkan air. merindukan keperfeksionisannya yang berkadar tinggi, sampai terkadang menyakiti diri sendiri untuk mencapainya. merindukan kerapuhannya yang kadang membuat gue geram dan marah, ingin menjambak siapapun yang membuatnya seperti itu. merindukan masakan2 nyonya rumah tersebut yang enak luar biasa, beragam dan membuat gue terkagum2 dibuatnya. merindukan aroma setiap ruangan di sana, mengingat baik2 letak benda2 di dapurnya yang sekarang entah masih sama atau tidak, merindukan kehangatan yang sempat gue rasakan di sana.

Tapi gue tahu, gue gak boleh merasakannya lagi, kenikmatannya persis narkoba, membawa lo terbang ke langit, tapi sangat adiktif, se-adiktif itu membuat lo meraung kesakitan kalau konsumsinya dihilangkan sesaat. jadi lebih baik memang, jangan menggunakannya.

mungkin gue gak normal, freak, drama queen or anything. tapi gue hanya mengatakan apa yang ada di kepala, sejujur dan se-harmless yang gue bisa. so, kalo lo baca, kawan, gue hanya ingin bilang, tertawakan gue disana, karena memang gue pantas ditertawakan dalam hal ini dan memang itu yang gue inginkan saat ini. Dan berbanggalah, karena kuku lo telah menancap begitu dalam, sampai saat inipun gue masih bisa menerka kata2 lo tanpa perlu lo ada disini. dan gue rasa, begitu sebaliknya.

thank you karena telah meninggalkan kenangan yang sedikit menghibur, maaf karena diinget cuma kalo lagi susah aja. wahahahah. lo berharga dengan cara lo sendiri. bahkan saat gue maki2 lo, lo tetap berharga buat gue, bahkan saat gue niat melupakan, lo tetep bercokol disana persis tanda lahir. dari hati yang terdalam, tulus gak pake ngeledek, beneran mendoakan lo baik2 aja disana, meskipun gue tahu lo gak butuh, karena lo akan melewatkan Tugas Akhir meneliti kelinci2-yang-nampaknya-merepotkan itu dengan sangat baik. saya nyumbang doa untuk faktor2 X aja dah, doa yang mungkin terlewat didoakan orang lainnya. lekas lulus dan cepatlah tajir. berbahagialah sampai akhir hayat.

dan juga, thank you buat dia yang sempet mengisi beberapa bulan ini. gak kepengen mengatakan kata perpisahan seakan2 gak akan pernah ketemu selama hidup lagi, jadi gue gak akan ngomong babay. cuma bisa bilang, don’t write me off just yet, lo belum tahu gue sebener2nya dan begitu sebaliknya. terlalu cepet untuk membuang apa yang ada, karena permen karet itu masih bisa dikunyah, meski mungkin rasanya udah gak sama. sampai saat ini, masih suka sama seperti setahun yang lalu, dan belom tahu ini perasaan mau diapain, jadi sementara diangin2 dulu aja kayak ikan asin, bisa jadi makin asin, makin mahal dan enak rasanya, bisa jadi tiba2 dicuri kucing lainnya ato kucing yang sama *wahahahaahahhh*. mari berdoa yang terbaik aja dah. semoga Tugas Akhirnya sukses juga ya, bertahanlah disana, semoga selalu dikasih petunjuk dan keringanan sama Allah SWT :) .

ini celotehan mungkin masih lanjut loh. wahahah. 

stuck in a world where nothing makes sense (paling gak ya saat ini aja),

Manda. 

Tentang Manda, Thoughts, Love, StoryMay 13, 2008 2:56 pm

this is the end :) .

not ‘the end’ but, the end.

:) 

 

mandhut. 

Thoughts, Sehari-hari, Love, Konyol, Autis, RoamingApril 27, 2008 11:14 pm

pengen nyemangatin TA, tapi takut dikeplak,

secara itu topik lumayan sensitip,

jadi,

nyemangatin diem2 lewat blog aja deh,

 

 

 *bisik2 mode on*

hey kau si penjual pulsa, ayo TA-nya yang semangaatt…

kalo butuh uluran tangan, hiburan, keringanan, kelonggaran, katakan saja, jangan ragu,

karena saya akan sangat senang, kalo saya bisa membantu, ;)

 

 

hahahaha. geje,

Manda.

Sehari-hari, Love, Konyol, Level Up!, SengsaraApril 16, 2008 12:23 am

To : Sapla (0815xxxxxxxx)

Sent : 16-Apr-08 07:00

jenggot ****** ****** ******* (censored, nanti orangnya marah, wuahahaha), kmaren buntelan (maksudnya saya) dq berat ya?. Br bangun dan merasa jijik, kmrn kayak telenovela abis. Thx loh diladeni dgn sbr -_-; . Gak minta maaf (doang) lagi deh, secara udah sering. Mau nraktir sesuatu ato melakukan sesuatu sebagai penebus dosa, apa aja deh, jenggot mau apa :) ?

mulai mempertimbangkan konsumsi obat penenang kala dq kumat ni, gak tahan dengan malunya kala tersadar T-T.

met fitness dan beraktivitas!

- Buntelan.

(sebuah sms jijik di pagi hari setelah kemaren malam ber-drama-queen ria dengan jenggot sebagai victim-nya)

—————————————————————————

……..

cuma bisa guling2 setelah tahu kalo saya menyimpan potensi menjijikkan di dalam badan gempal ini. ahahahaha T-T.

 

Bung, orang sabar disayang Tuhan loh. Sekedar mengingatkan, in case kamu lupa :D . wahahah.

Buntelan.

Tentang Manda, Love, Obssesions, KonyolApril 11, 2008 11:50 pm

Weekend yang lalu, dalam rangka menunaikan hasrat menonton pelm cecintaan (baca postingan ini), saya menyewa beberapa film bertema cinta dari penyewaan VCD dekat kos.

Yahsudahlah, dalam tempo 3 hari, itu film2 tema cinta saya lahap tak bersisa. Semuanya bagus, tapi yang paling bikin senyum-senyum sendiri adalah sebuah film yang diangkat dari novel karya Icha Rahmanti, berjudul Cintapuccino.

 

(taken from : http://rizka.files.wordpress.com) 

baidewai, saya udah menyadari bahwa saya gendut basi, hari gini baru nonton itu film, jadi gak perlu susah2 meyakinkan saya kembali akan itu, pembaca ;) . beneran deh.

Namun, untuk mengantisipasi adanya orang2 yang lebih basi dari saya *mungkin malah baru tahu ada kata ‘cintapucinno’ sekarang* coba baca dulu sinopsisnya disini.

———————————–

Nah, di postingan kali ini, saya gak akan meresensi ulang keseluruhan film itu *MALES GILA!, googling aja sana, ato baca link yang saya kasih* saya cuma kepengen berbagi pendapat dan beberapa kenangan yang sedikit terbangkitkan sehabis nonton itu film. wehehehe.

Intinya, film ini bisa membuat saya berkata ‘ahhh gue tau rasanya….’ sembari tersenyum2 mupeng *iuw*. Somehow, si mbak2 pemeran utama, Rahmi (diperankan oleh Sissy P.), mengingatkan saya akan gimana rasanya ngecengin cowok (untuk selanjutnya akan disebut sebagai ‘para nimo2′) beserta obsesi2-nya dan kekonyolan2 yang saya lakukan selama hidup.

Maka, ladies and gentleman, dengan bangga mempersembahkan, beberapa romansa memalukan milik Putri Amanda Bahraini (sampai saat ini) : 

1. Ada satu adegan lucu di Cintapuccino dimana Rahmi mengajak ngobrol sebuah boneka Teddy Bear. Rahmi gak gila, dia terpaksa berbuat begitu karena saking gak bisa ngomongnya sama si Nimo, makanya Rahmi latihan dulu pake boneka beruang. Tapi Rahmi masih mendingan cing, dulu gue juga pernah kayak gitu, bedanya, gue ngomong sama udara dan tembok, dan gak cuma kalo lagi sendirian di kamar, tapi suka tanpa sadar dilakukan di muka umum, di kelas, di jalan, plus muka tersipu2 dan nyengir2 ndiri, lebih berasa sakit jiwa lagi, kan?

2. Pernah rela menurunkan berat badan sebanyak 20 kilo dalam waktu 3 bulan demi seorang ‘Nimo’. yang mana menyebabkan rambut saya rontok parah ^^. wahahahah. begitu ‘Nimo’-nya jadian ma orang lain, naik lagi deh beratnya, wahahahhhh ^^;.

3. Pernah dengan hinanya mengatakan bahwa saya gak bawa payung *padahal payungnya ada di dalem tas*, cuma supaya bisa berteduh lebih lama dari hujan deras yang melanda dan bisa ngobrol lebih lama lagi.

 

(salah satu adegan Cintapuccino, diambil dari http://office.indonesiaselebriti.com) 

4. Pernah jalan kaki sepulang sekolah, gak pake payung, jalannya lamban2, padahal itu lagi hujan deres, cuma karena lagi PATAH HATI karena kecengan jaman SMP jadian ma orang lain. Dan kalo saya gak salah inget, sempet terlintas kata2 begini di kepala ‘hujaan oh hujaaann… bawalah sakitku ini pergi, biarkan mengalir bersamamu….’ <– entah kebanyakan nonton telenovela ato gimana ^^.

5. Yang mana, poin nomer 4 diteruskan dengan : pernah membakar diary dan foto kecengan terkait no 5, karena menyimpannya cuma bikin sakit hati. Belakangan baru tahu kalo diarynya gak terbakar sempurna, jadi beberapa halaman sempet dibaca pembantu saya, sial.

Dan masih banyak kejadian2 konyol lainnya, wahahahahhh…. beberapa kejadian lebih baik disimpan dulu, terlalu malu untuk diungkapkan  lewat kata-kata ;)

ada yang manis, ada yang pahit, tapi untunglah saya pernah mengalaminya, jadi sekarang bisa cerita2 dan BISA MESEM2 JIJAY KALO NONTON PELM2 CINTA :D wehehehehheee…..

——————————- 

Mengutip dari penulis Cintapuccino, mbak Icha Rahmanti

“Cintapuccino is about finding your “Nimo”, your obsession yang mulai menjadi kenyataan, dan tentang betapa banyak ketakutan yang harus dihadapi ketika obsesi itu mulai merusak ‘rencana sempurna’ kita. But most of all (Cintapuccino) is about being brave facing your fear and finding your inner strength to believe in miracles” (Rahmanti, 2004)

(dikopas dari sini

Makanya, saya menyarankan dengan amat sangat bagi para pecinta *hehehe* yang belom nonton Cintapuccino ampe hari ini, nonton deeeh….!!! beneran kena ke ati :D .

 

Peace, love and gendut! *wahahah*,

 

 Amanda.

 

Friends, Sehari-hari, Love, KonyolApril 1, 2008 5:40 pm

AAAAHHHHHHHHHHHHH……………..!!!

thanks to arhcamtilnaad yang dengan baik hati diam2 meninggalkan salah satu masterpiece-nya sebagai background desktop laptop tercinta saya si Pavi,

 

karena kontribusinya yang sangat cemerlang itu, sekarang saya kalo buka laptop pake acara mesem2 dan perut geli2 dulu (berasa naik kora2 di dufan) sebelum akhirnya memaksa diri buka aplikasi tertentu, supaya kejijikan gak berlanjut lebih lama.

coba ya, mas arhcamt, udah tau temennya agak norak-kampungan-nggilani-cupu soal beginian, masih aja disiksa dengan background desktop yang membangkitkan guilty pleasure itu.

tolong someone gantiin background laptop saya doong.. berasa noraaakk… tapi gak kuasa mengganti karena liatnya seneng jugaaaa… T-T *guling2*

 

hanya berusaha bersikap sepolos yang saya bisa,

 

Mandhut yang Geli PEruut. 

Resensi, Tentang Manda, Sehari-hari, LoveMarch 28, 2008 6:44 pm

So hear my lonelyness,
I’m giving up on you…
I don’t need you anymore,
I’ve found what i’ve been lookin for…

So hear my emptyness,

I’ve got no room for you…
I’ve finally found what i’ve been dreamin of,

Someone to love…

(someone to love by Shayne Ward)

 

Udah sebulan ya, Bung? :D

Semoga beneran mendapat pelajaran berharga sebulan ini dan ke depannya ya, ;)

 

 

*guling2 + kora2 dalam perut (lagi)*

 

Putri Amanda Bahraini.