.
Tentang Manda, Thoughts, Sehari-hari, Obssesions, Level Up!, RoamingJuly 2, 2008 8:34 pm

ini pure meracau. bacalah kalo bener2 senggang. kalo agak gak nyambung atau gak ngerti, jangan komplen.

Apa yang kalian lakukan saat kalian tahu kalian tertimpa masalah?

kalimatnya agak ngeganjel ya, mengulang kata ‘kalian’ 3 kali. bukan kalimat yang bagus :P . tapi ngerti kan ya maksudnya. wahahah.

oh back to topic, apa yang kalian lakukan?

kalo gue, *asumsi : kalian pembaca yang sopan, makanya kalian nanya balik karena tadi gue udah nanya* pada saat itu, drama queen gue akan langsung kambuh, gue akan mengurung diri di dalam kamar, gue akan mematikan lampu, gue akan menangis, gue akan makan sesukanya, gue akan membatalkan semua plan, janji dan rencana, gue akan membayangkan yang buruk2 (dan makin nangis karenanya, padahal terjadi aja belum, lihat betapa gue sangat visioner), gue akan sangat sangat sangat emosional dan akan melakukan hal2 bodoh yang seringkali, memperburuk/menambah masalah gue, dan gue akan terlalu banyak bercerita pada siapapun yang ada di dekat gue.

one bad news leads into no-brain action that leads into dreadful situation, which is, another bad news to conquer. begitulah siklus yang sering terjadi.

sisi positifnya : gue punya semakin banyak kesempatan untuk menempa diri, dan gak ada yang lebih puas daripada mengetahui bahwa diri ini berhasil menemukan solusi untuk melewati masalah2 itu.

sisi negatifnya : gue membayar mahal untuk semua tindakan bodoh yang gue lakukan.

dan setelah 21 tahun hidup dengan cara yang sama, akhir2 ini, pertanyaan2 ini mulai muncul di kepala :

  • haruskah gue selalu membayar mahal untuk setiap masalah gue, cuma karena gue gak bisa menahan diri untuk mengungkapkan apa yang gue rasakan?
  • lain masalah kalau ini cuma menyangkut hidup gue DOANG, tapi gue gak hidup sendirian dan ada orang2 yang menaruh harapan sama gue, tidakkah gue berpikir kalau tindakan gue bisa menyakiti mereka?
  • bukankah udah saatnya untuk melepas jiwa-remaja-yang-berani-menerima-resiko-apapun dan mulai menjadi orang dewasa, yang mempertimbangkan resiko dari tiap langkahnya, yang bertindak sepintar mungkin agar bisa mendapat banyak pelajaran yang bisa diambil dengan sesedikit mungkin pengorbanan?

inti dari semua omongan ini adalah, gue (pada akhirnya) capek jadi miss drama queen, pembaca :) . gue tahu drama queen bisa menguntungkan, karena seringkali, itu membantu gue menyampaikan cerita yang menarik untuk didengar bagi orang2 yang ingin mendengar ;) . Tapi, banyak juga yang hilang karena kelakuan gue. Gue tahu gue akan lebih menyesal untuk gak melakukan segala hal yang ingin gue lakukan, tapi tetep aja, biar sedikit, rasa nyesel itu ada. Dan semakin gue bertambah umur, melihat dan mengalami berbagai macam hal, gue semakin mengharapkan kehidupan yang stabil, sekarang dan di masa depan.

dan stabil berarti, gue harus mulai belajar gimana mengontrol sifat drama queen ini. besides, gue pengen jadi istri dan orang tua yang bisa ngasi perlindungan dan ketenangan kelak gue berkeluarga nanti. bukan yang malah membuat masalah :P .

gue sempet menganggap menitipkan hape gue pada darpit (untuk mencegah menelpon dan mengsms, mengatakan hal2 yang gak diinginkan) dan meminta darcil untuk mengubah password email dan blog gue (supaya gak mengimel atau posting macam2 :D ) saat gue dalam kondisi drama queen, sebagai ide yang terbaik untuk mengatasi masalah gue.

tapi gue rasa, itu namanya manja. gue mesti cari jalan keluar sendiri untuk personality disorder gue ini. :D yang bertahan lama, bukan cuma temporary.

well, i’m still working on it. udah berjalan 1 bulan-an, merasakan sedikit perubahan, tapi gak tau juga, semoga bukan sementara :P . yang jelas, cuma bisa bilang : ternyata sebagian besar masalah memang datang dari diri sendiri :D .

paling gak, dengan gue nulis gini, gue gak ada alasan buat mundur lagi, gue mesti berusaha menunjukkan bukti. :D

 

level up, sodara2?

Mandhut.

 

Tentang Manda, Sehari-hari, Level Up!, ListMay 31, 2008 4:14 am

dulu saya agak sedikit bingung dengan istilah ‘pencarian identitas’. sekarang saya mengerti apa arti istilah tersebut. pencarian identitas adalah semua usaha yang dilakukan untuk mengenal diri sendiri lebih baik lagi dari sebelumnya.

menurut saya, mengenal diri sendiri dengan baik sebelum terjun ke masyarakat, adalah sesuatu yang wajib dilakukan. mengetahui apa minat kita, bakat kita, kecenderungan kita menyelesaikan masalah, apa makanan kesukaan kita, orang2 seperti apa yang dapat membuat kita lebih mengembangkan diri, orang2 seperti apa yang sebaiknya kita hindari (karena bisa menghambat kemajuan), apa yang membuat kita marah, apa yang membuat kita bahagia, apa kelebihan kita, apa kekurangan kita dan masih banyak lagi.

Semua informasi ini, perlu sekali kita ketahui sejak dini. Kenapa? karena inilah bekal untuk kita instropeksi dan menjadi individu yang lebih baik lagi, karena inilah salah satu bahan pertimbangan kita dalam mengambil keputusan2 penting dalam hidup. Contohnya, mencari jodoh *hehehehe* dan pekerjaan yang cocok bagi kita.

Sayangnya, saya baru menemukan teori ini di saat saya tingkat III perkuliahan. Seandainya saya sudah tahu hal ini sejak saya SMA dulu (atau sebelumnya), mungkin saat ini saya sudah lebih berkembang lagi. Tapi tak ada kata terlambat, hahaha. setidaknya, sekarang saya tahu bahwa hal ini perlu dan saya mau orang2 lain, terutama anak2 muda mengerti pentingnya hal ini. yang namanya cobalah segala hal selagi muda itu memang ada dan memang perlu, adik2ku sekalian, itu akan membantu kalian mengenal diri sendiri lebih baik lagi. jadi jangan pedulikan apa kata orang, selama yang kalian lakukan itu halal dan tidak menyusahkan, coba saja :) .

ngomong2 soal mengenal diri sendiri, saya ikut berbagai macam test di internet dan buku. Dan saya mendapatkan hasil ini :

  • menurut astrologi, saya ini Leo. ini emang udah tau dari dulu sih, tapi pengen majang aja.
  • menurut test di buku personality plus, saya ini sanguin-koleris, dengan kadar sanguin lebih besar. (baca ini)
  • menurut test ipersonic, saya ini Spontaneous Idealist
  • menurut test mypersonality (jangan ambil yang test personality100, itu bayar. yang gratis aja), saya ini tipe kepribadian ENFP dan saya berbakat di bidang visual, intrapersonal dan verbal (baca ini). saya satu dari 5% orang di dunia yang berkepribadian ENFP. hehehehe. entah kenapa dengan dodolnya saya bangga.
  • menurut test personality disorder di web yang alamatnya saya lupa dan males nyari (sori loh pembaca, saya percaya kalian pinter2 buat googling), saya ada gejala2 menderita borderline personality disorder dan dependent personality disorder. scary, tapi ya perlu tahu, kalo udah tahu gini kan jadi ati2. -_-. hihihi.
so far sih baru itu. hehehehe. temen2 coba jawab testnya juga dong, yang ipersonic sama mypersonality, terus kasitau saya hasilnya apa lewat komen. hahahaah. lumayan tertarik baca2 kepribadian orang soale.

gara2 test ini akhirnya saya tahu kenapa beberapa orang cocok dan clash sama saya. wahahah. paling gak sekarang saya jadi lebih tahu apa yang mesti saya pertahankan dan apa yang mesti saya waspadai dalam bergaul sama orang2 tertentu. fleksibel itu menyenangkan -_-. hehehehe.

met mencoba,

Mandhut. 

Tentang Manda, Sehari-hari, Level Up!, RoamingMay 19, 2008 4:07 pm

setelah lama dibingungkan oleh keadaan,

setelah lama mempersalahkan diri sendiri,

setelah lama mencari jawaban atas semua pertanyaan,

akhirnya saya mendapat jawabannya! saya dapat jawaban paling final dan melegakan! dan itu dapetnya di sebuah toko buku!!!!

gyaboooooo….. cihuiiiii…. hyahuuuuuuuuuuu…….!!!! legaaaaaaaaaaa ^^ legaaaa sumpah legaaaa…. ToT

saya kembali ke jalur yang benaaaaarrr…!!!! nyaaaahh senaaang!!!

 

jangan remehkan buku, pembaca. itu gudang inspirasi. jendela dunia. pelipur lara. pengobat luka. apalah itu.

percayalah. lo selalu bisa dapat jawaban atas semua kegundahan lo disana. tergantung seulet apa nyarinya aja.

 

oh iya, detailnya, nanti ya kalo udah siap dibagi, bakal dishare kok, tapi gak sekarang, soalnya belum mateng *ceilah*. sekarang cuma mau ngasi kabar aja. hehehe. sowie roaming.

 
mari dukung gerakan baca seribu buku (emang ada?),

 

Manda yang mulai mempertimbangkan untuk membuat toko buku/library sendiri.

 

Thoughts, Love, Level Up!May 17, 2008 10:39 pm

 

(damn sweet pic, taken from http://www.wellnessbeyond.com/) 

masih meracau, kalau bisa dianggap begitu, masih terkena efek patah-hati-oh-patah-hati, masih mendengarkan lagu "Goodbye My Lover"-nya James Blunt setiap harinya *mellow mellow mellow*. Mumpung mood dan situasinya lagi pas, dan dari pengalaman, gak ada tulisan yang lebih nampol daripada yang ditulis dengan hati *ceilah*, gue akan berbagi apa yang gue temukan for the last 2 weeks ini ;) .

Akhir2 ini gue mulai memikirkan, orang seperti apa yang sebaiknya lo cari untuk pasangan hidup.
Well, tentu lo akan mencari yang bener2 bisa melengkapi lo seutuhnya, tapi seperti apa yang lo katakan ‘melengkapi lo seutuhnya’? apakah yang sebagian besar mirip dengan lo, dalam artian, hobi sama, jalan pikiran sama, kebutuhan utama dalam hidup sama?
atau seseorang yang memiliki hal-hal yang gak lo miliki, seseorang yang bisa lo katakan sangat berlawanan dari lo?

yang mana? 

gue yakin setiap orang akan menjawab sesuai dengan tipe orang yang mereka cintai saat ini, jadi mungkin pembicaraan ini saya asumsikan hanya dibaca oleh kaum unfortunately-single-and-still-happy (or should i say, trying to be happy?). hehehe. coba pikirkan, yang mana?

 

kalau mau dijelaskan lebih lanjut, kedua pilihan itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing2, yaitu :

Orang yang sebagian besar mirip dengan lo :

Kelebihan :

  • gak akan susah menemukan mereka, karena mereka ada di lingkungan yang gak jauh2 dari tempat lo berada, misal lo suka all-about-Japan dan bergabung dengan unit kesenian Jepang di kampus, mereka juga kemungkinan besar akan bergabung di unit itu.
  • gak akan pernah kehabisan bahan obrolan karena pada dasarnya kalian menyukai hal yang sama.
  • lebih gampang mengerti satu sama lain, karena memiliki jalan pikiran dan tujuan hidup yang hampir mirip.
  • bisa lebih mengembangkan bakat dan minat, karena sekarang udah ada temennya, orang yang dicintai pula, jadi ngapa2in insyaAllah lebih semangat. hehe. 

Kekurangan :

  • kemungkinan memiliki kekurangan yang sama, dan ini bisa jadi berbahaya. Misal : sama2 gak pay attention soal duit, bisa bahaya, apalagi kalo udah nikah, bisa hidup bergelimang hutang karena kerjanya seneng2 terus. Atau, sama2 introvert parah, bisa bosen, karena hubungan jadi gak terbuka satu sama lain dan gak emotionally attached.
  • kemungkinan, yang ada malah jadi rebutan peran. misal, sama2 suka jadi pusat perhatian, sama2 suka merintah, wah bisa kacau. hahaha. 

Orang yang berlawanan dengan lo :

Kelebihan :

  • bisa menghandle bagian2 yang gak bisa lo handle. Misal : lo gak bisa mengendalikan emosi saat marah, dia bisa. Dia gak bisa bercerita dengan gampang ke orang lain, lo jago mengorek, dsb.
  • gak akan rebutan peran, karena dia jelas menginginkan peran yang beda daripada lo. jadi bisa menikmati perannya masing2. 

Kekurangan :

  • Awal hubungan mungkin akan sangat sangat sangat complicated, karena pada dasarnya sebagian besar berlawanan, maka ngobrolpun kadang gak nyambung karena interest beda, saling mengerti dan percayapun jadi agak sulit karena jalan pikir udah beda.

 

Gue tahu, asal ada cinta, semua beres *duh kalimatnya*. karena cinta sepaket sama keinginan untuk selalu bersama, dan itu berarti usaha untuk mencocokkan diri dan bertahan, seberat apapun itu. Bahkan dalam hubungan paling harmonis sekalipun, selalu ada konflik dan hubungan terburuk sekalipun, bukan gak mungkin hanya merupakan proses menuju true love, bisa disimpulkan, gak ada yang pasti dalam cinta.

Tapi, cinta gak selalu ada dan cinta gak selalu sempurna, ada kalanya kita diuji dengan cinta yang masih itik atau cinta yang sudah mulai memudar, dan saat itu terjadi, kita disarankan untuk mencintai hubungan yang ada, mencintai kesabaran untuk tahu apa yang harus dilakukan ke depannya. Kadang, kita dituntut untuk berpikir sedikit kritis guna mendapatkan kebahagiaan yang kita inginkan, dalam hal ini, tahu pasangan seperti apa yang kita ‘butuh’kan ada di samping kita, bukan yang sekedar kita ‘ingin’kan. karena kadang manusia cuma tahu apa yang mereka inginkan, tanpa mereka pernah tahu apa yang benar-benar mereka butuhkan. Contoh, lo kepengen pasangan kayak Brad Pitt, padahal sebenernya yang kayak si Udin tetangga rumah aja, yang humble, saleh, bertanggung jawab aja udah cukup, bahkan itu yang lo butuhkan. tapi lo gak pernah tahu, karena lo gak pernah cari tahu, dan akhirnya lo terjebak di hubungan dengan seorang cowok mirip Brad Pitt tapi kelakuan kayak rayap, cuma menggerogoti perasaan kita aja, gak bikin bahagia. :D wahahah.

jadi gue rasa, berserah diri soal jodoh itu memang harus, tapi gak ada salahnya, untuk mulai berpikir, seperti apa orang yang bener2 bisa completes you luar-dalem, karena lo gak pernah tahu kapan lo harus memilih. Dalam hal ini, saya cuma ngasi 2 pilihan, yaitu orang yang sama dan yang berlawanan, karena memang hanya itu yang kepikiran, tapi semua orang boleh punya pilihan2nya masing2 :) .

kalau saya sih, untuk pasangan hidup, saya yang mana aja boleh, terserah yang dikasih Allah SWT aja. Asal sama2 sayang dan berkomitmen mempertahankan sesulit apapun itu, bagi saya cukup. Dan satu lagi, dia pernah baca postingan saya ini, atau paling gak memikirkan hal yang sama sebelumnya. Jadi kalau nanti ketemu masalah2 semacam : gak nemu bahan obrolan karena interest beda, sama2 gak bisa ngurus duit, dan seterusnya, bisa diajak ngobrol baik2 dan mencari jalan keluar bersama ;) , karena saya percaya, asal ada niat dan kesabaran, semua pasti bisa.

semoga postingannya berguna ya, mohon maaf kalo masih dangkal, masih hijau sih soal beginian. huahahahah. 

 

Live (Love) Life to the Fullest,

Mandhut. 

PS : Postingan ini merupakan hasil membaca beberapa buku relationship, googling, pengalaman pribadi *hoho. bangga* serta ngobrol dengan orang2 dekat. 

Tentang Manda, Thoughts, Sehari-hari, Level Up!, Stress, MurkaMay 10, 2008 7:11 pm

 

Dear readers,

saya mau berbagi pelajaran termahal (so far) yang saya dapat di tahun 2008 nih,

tentang bagaimana mengendalikan amarah dan kesedihan dan blablabla, selain biar gue inget terus, mungkin bisa menginspirasi juga :D .

 

10 hal yang harus dilakukan Putri Amanda Bahraini kala marah besar :

 

  1. jangan keburu melakukan tindakan bodoh, cobalah menahan marah sebisa mungkin, sepusing apapun jadinya. Kalau marahnya sama objek manusia, segera pamit pergi dulu dari hadapannya.
  2. jangan deket2 hape, atau blog, atau email, apapun yang bisa mengirim dan memajang pesan. segeralah titipkan pada siapapun yang bisa dipercaya, pastikan mereka gak akan memberikannya sebelum lo tenang.
  3. segeralah bercerita pada teman yang bisa dipercaya. tumpahkan amarah lo ke mereka saja. katakan pada mereka untuk sekedar mendengar dan melupakan apapun yang lo katakan.
  4. menangislah sampai puas. sampai mata membaso, kepala ringan, badan capek, perut keroncongan. habis itu mandi sebersih2nya pake air hangat, makan yang banyak, minum hangat2 dan tidur. 
  5. setelah bangun, biasanya jadi agak gamang dan belum bisa mikir, kembali lakukan nomer 4 sampe udah gak bisa nangis lagi, yang tersisa tinggal sedih dan keharusan untuk cari solusi.
  6. mintalah teman mengantar anda ke toko buku terdekat, carilah buku terkait masalah anda disana. yang anda alami kemungkinan besar sudah dialami manusia2 lainnya, carilah buku yang bisa menenangkan hati anda dan menginspirasi.
  7. googling. carilah semua sumber dari keyword2 yang bisa membantu. contoh : bagaimana menghandle emosi dan masih banyak lagi. beneran ngefek :D . baca semua referensi, baca blog2 orang, lo gak sendiri, banyak orang yang pernah mengalami apa yang lo alami, belajarlah dari mereka.
  8. kalau butuh saran, kritik, dukungan atau hiburan, jangan segan2 meminta bantuan dari teman2, minimal2 2-3 orang, dengan sudut pandang yang berbeda2, sebagai bahan perbandingan dan masukan.
  9. saat lo mulai merasa menemukan masalah dan solusinya, tulislah dulu, dimanapun itu. lakukan proses check dan edit pada tulisan lo sesering mungkin, kalau2 lo berubah pikiran. saat lo tidak mengubah tulisan itu lagi selama kurang lebih 3 hari berturut2, lo bisa anggap itu adalah pikiran final lo.
  10. mulailah selesaikan masalah lo :) . lakukan apa yang harus lo lakukan. masalah gak untuk dilupakan atau dihindarkan, justru harus dihadapin dengan dagu terangkat dan senyum tersungging, karena itulah momen dimana lo mendapat pelajaran berharga :) .

 

Well, saya bener2 cinta toko buku, teman2 dan google. :P thanks yow….. gak tau bisa apa kalo gak ada kalian. hahahaha.

 

naik level lagi? heheheh,

 

Mandhut. 

Resensi, Thoughts, Sehari-hari, Level Up!, StoryMay 1, 2008 5:12 am

 

seminggu yang lalu, saya meminjam buku "the Undomestic Goddess" (Bukan Cewek Rumahan) karangan Sophie Kinsella. Saya meminjamnya dari penyewaan buku terdekat, dan sekarang sudah lewat tenggat waktunya dan pasti kena denda *hahahahahaha hampir selalu begitu*. Berhubung saya penggemar berat Sophie Kinsella, yasudahlahya, denda-pun takapa, asal bisa baca.

oh baidewai, ini covernya

 

dan ini sinopsis singkatnya :

Samantha adalah pengacara top di London. Ia bekerja sepanjang waktu, tidak ada waktu untuk diam di rumah, dan hanya punya satu cita-cita: meraih posisi rekanan di biro hukum ternama. Seluruh hidupnya dipacu tekanan dan semburan adrenalin. Hingga suatu saat… ia membuat satu kesalahan. Satu kesalahan fatal yang menghancurkan seluruh kariernya.Samantha yang shock berat langsung kabur dari kantor, naik kereta pertama yang dilihatnya, dan mendapati dirinya berada di desa antah berantah. Karena kesalahpahaman, pengacara lulusan Cambridge ber-IQ 158 itu menerima pekerjaan sebagai pengurus rumah tangga - padahal ia bahkan tak tahu cara menghidupkan oven.Ini adalah kisah tentang seorang gadis yang perlu sedikit santai. Menemukan jati dirinya. Jatuh cinta. Dan mengetahui bagaimana cara menghidupkan oven.
 
semuanya diambil dari sini
 
nah, ada satu kalimat yang saya saya sukaaa banget, ini kalimat ditujukan buat pemeran utama cerita, Samantha Sweeting, dari salah seorang pemeran lainnya, ini potongannya :
 
"Jangan menghukum diri sendiri karena tidak mengetahui semua jawaban. Kau tidak selalu harus tau siapa dirimu. Kau tidak harus punya cita-cita besar, atau ke mana kau harus melangkah. Kadang-kadang mengetahui apa yang akan kau lakukan berikutnya saja sudah cukup." 

 

 

dasar mood lagi mellow, yasudah deh abis baca itu kalimat sederhana, air mata guepun menetes. setaaaann. jijaaayyy… cupu noraaakkk.. :D .
 
well, thank you Sophie Kinsella, sudah lama ingin mendengar hal itu dari seseorang atau sesuatu, kadang kita memang terlalu keras pada diri sendiri :) . terimakasih telah mengingatkan bahwa saya tak harus jadi orang lain untuk menjalani hidup dan disayangi. cups cups.
 
Recommended nih, baca deh ;)
 

 

Mandhut. 

 

 

 

Sehari-hari, Love, Konyol, Level Up!, SengsaraApril 16, 2008 12:23 am

To : Sapla (0815xxxxxxxx)

Sent : 16-Apr-08 07:00

jenggot ****** ****** ******* (censored, nanti orangnya marah, wuahahaha), kmaren buntelan (maksudnya saya) dq berat ya?. Br bangun dan merasa jijik, kmrn kayak telenovela abis. Thx loh diladeni dgn sbr -_-; . Gak minta maaf (doang) lagi deh, secara udah sering. Mau nraktir sesuatu ato melakukan sesuatu sebagai penebus dosa, apa aja deh, jenggot mau apa :) ?

mulai mempertimbangkan konsumsi obat penenang kala dq kumat ni, gak tahan dengan malunya kala tersadar T-T.

met fitness dan beraktivitas!

- Buntelan.

(sebuah sms jijik di pagi hari setelah kemaren malam ber-drama-queen ria dengan jenggot sebagai victim-nya)

—————————————————————————

……..

cuma bisa guling2 setelah tahu kalo saya menyimpan potensi menjijikkan di dalam badan gempal ini. ahahahaha T-T.

 

Bung, orang sabar disayang Tuhan loh. Sekedar mengingatkan, in case kamu lupa :D . wahahah.

Buntelan.

Tentang Manda, Sehari-hari, Konyol, Level Up!, Stress, Murka, SengsaraApril 9, 2008 4:38 pm

hahahahaha…

akhirnya menyadari (atau menyimpulkan?) satu kenyataan pahit yang sayangnya belum bisa diceritain blak2an disini.

tapi gemes sodara2, pengen buang susah, jadi ijinkan saya roaming ya kali ini :’( sayang kelyan deh, beneran.

yah hidup, sh*t happens. jadi pelajaran aja lah ya :D

at least saya udah tahu sekarang, jadi ya lebih ringan ke depannya, paling gak saya tahu harus gimana, semoga ;)

izinkan saya menulis ini dalam caps lock, pembaca tercinta :

PUTRI AMANDA BAHRAINI CEWEK KUAT GENDUT PERKASA HEBAT LUAR BIASA BAIK HATI BIJAKSANA TABAH SABAR PENYAYANG HUMORIS MENARIK TIDAK SOMBONG SEKSI (saya bilang seksi ya, bukan langsing loh, seksi itu relatif) KEIBUAN MEMPESONA BERSAHAJA DAN SEMUA YANG BAGUS BAGUS, GAK AKAN SEDIH BERKEPANJANGAN APALAGI NYERAH SAMA HAL BEGINIAN DOAAAAAAAAAAAAANGGG!!!! BUKAN MANDA KALO GAK BISA CARI SOLUSI! BUKAN MANDA KALO GAK BISA NGILANGIN SUSAH DI HATI!! BUKAN MANDA KALO BERTINDAK KARENA EMOSI! BUKAN MANDA KALO GAK BISA INTROSPEKSI! BUKAN MANDA KALO TAKUT SAMA APA YANG AKAN TERJADI!!!!! BUKAN MANDA KALO GAK MANDIRIIIII!!!!!! BUKAN MANDA KALO GAK JUJUR! BUKAN MANDA BUKAN MANDA BUKAN MANDAAAAAAAAAA!!!!!!!! BUKANNNN!!!! BUKAAAAAAAANNNNNN!!!!!

jadi,

yuk ah kita ngejalanin hidup dengan happy lagi :D . hehehehehhh,,,,

 

bisa apa saya kalo gak ada blog dan pembaca sekalian (gombal),

 

Mandhut. 

Tentang Manda, Thoughts, Level Up!, Stress, SengsaraMarch 27, 2008 3:11 pm


 

(taken from http://newmexico.indymedia.org/) 

damn.

Saya kepikiran sesuatu, gak pengen ngomongin sebenernya karena it’s not a big deal (atau should i say, ‘not even yet a big deal’). Tapi saya harus ngomong, minimal kasitau rasanya gimana, karena beneran gak enak.

Sejak saya nyadar kalo saya Drama Queen + ekstrovert tingkat lanjut, beberapa kali saya berlatih untuk gak membicarakan semua masalah yang saya hadapi ke orang2 terdekat atau mempublish di blog. Kenapa? karena :

  1. entah kenapa kalo 2 biji sifat itu lagi kumat, kayaknya masalahnya heboh banget, padahal gak gitu2 amat.
  2. dari pengalaman, saya tahu kalau apapun yang berlebihan, gak pernah bagus hasil akhir-nya, dan saya gak pengen nyesel di akhir2.
  3. kadang, lo gak kepengen orang2 terkait tahu betapa lo puyeng memikirkan hal itu dan membuat mereka merasa berdosa akan itu. … atau merasa jijik kenapa hal gitu aja bisa dipikirin ampe segitunya. … ya, pokoknya begitu. :(

Tapi usaha gue ini hampir gak pernah berhasil, gue orangnya ga bisa mendem, kalo gak gue ungkapkan dengan cara yang biasa, gue akan cari pelarian, biasanya kalo gak lari ke makanan, kurang tidur, atau tangannya ga bisa diem, menghasilkan bekas jerawat kesekian di muka dan tempat2 lainnya (hehe) dan ini semua gak akan berenti sebelum gue bicara atau menuliskannya di blog. Pada akhirnya, gue selalu memegang prinsip ‘apa yang terjadi, terjadilah. yang penting sekarang gue bisa makan bakpau dengan hati tenang’ untuk menanggung apapun resiko yang akan gue hadapi nanti.

Untuk yang kali ini aja, udah berusaha gak meninggalkan bekas permanen di tubuh, berusaha gak ngemil (liat kata ‘berusaha’, gue berusaha ya), tapi yang ada jadi gak bisa belajar konsen (musim UTS, gak ada masalah aja ga konsen, apalagi terganggu pikiran lain) dan ga bisa tidur nyenyak karena kalopun tertidur akan mengalami fenomena ketindihan (yang mafhum terjadi kalo saya lagi banyak pikiran) dan mimpi buruk (barusan gue tidur sore2 dan mimpi mau diculik kuntilanak/banshee/apalah itu, kurang tolol apa coba).

Gak peduli seberapa gue berusaha untuk santai dan menekankan ke diri sendiri ‘gak perlu stress Man, karena masalahnya bahkan gak lebih gede daripada upil’, seperti biasa, cuma mulut gue yang bilang ‘ooh indahnya duniaaa, semua baik2 sajaaaa’, sisanya berontak menunjukkan apa yang ada jauh di alam bawah sadar gue, menunjukkan ‘baik dari Hongkong? putri amanda bahraini JELAS gak dalam kondisi baik2 aja’.

gini deh,

Kalau saya bolak balik cari cemilan, bekas jerawat di muka bertambah, terlihat mengantuk dan mulai babbling kalo diajak ngomong, means saya sedang terganggu oleh sesuatu, teman. Lekaslah luangkan waktu, bertanya dengan lembut dan berjanji gak akan menyebar apapun yang saya ceritakan serta gak akan merasa aneh dengan apa yang akan kalian dengar. Saya akan berterimakasih dunia-akhirat kalo kalian lakukan itu tanpa diminta. tapi jangan maksa kalo gue tetep bilang ‘gak ada apa2′, mungkin muka kalian segitu kriminil-nya sampe saya gak percaya ato emang kita gak deket (atau, saya emang gak mau deket2, -_-;). sori loh, gak maksud kurang ajar. wahahah.

————————————

tenang pembaca, paragraf2 panjang itu baru prolog, mari masuk ke topik intinya ;) .

dari semua yang udah gue jelaskan dan sempet gue sepet dikit di judul, kalian tahu dong nama personality disorder yang saya derita?

CMIIW atau beritahu gue kalo ada julukan lain untuk masalah gue ini, tapi saya bisa dibilang seorang drama queen.

kalo dari penjelasan di wisegeek.com, drama queen adalah…

Someone with a demanding or overbearing personality who tends to overreact to seemingly minor incidents. Life’s little setbacks can trigger explosive emotional outbursts and other irrational behaviors. A drama queen often views the world in absolutes, and only has two settings on her emotional control button; zero and ten. Psychologists might describe a drama queen or king as a neurotic personality with histrionic tendencies, meaning they tend to become needlessly dramatic whenever order is disrupted.

gatau ya penderita drama queen yang lain gimana, tapi dunia saya akan tetap bagai ditutupi awan kelabu kalo sampe detik itu saya tetep keukeuh gak ngomongin atau mengungkapkan apa yang saya rasakan. mungkin ada komplikasi ekstrovertnya juga, mungkin emang jiwa pengen eksis berlebih, gatau, pokoknya dari sononya udah begitu. maaph.

————————————

 

(taken from http://images.jupiterimages.com) 

Bertahun2 hidup dalam kondisi kejiwaan dilempar bolak-balik antara puncak Everest dan palung Mariana, sedikit2 gue mulai belajar gimana menyiasati biar kekurangan gue ini gak segitu mengganggu hidup dan hubungan gue dengan orang-orang di sekitar. Well, mungkin belum segitu expert-nya, tapi paling gak gue puas udah bisa mengenal diri sendiri lebih dalam setiap harinya, dan DENGAN SENANG HATI WALAU TANPA DIMINTA saya akan berbagi ^^; (wahahah)

First of all, kalau kalian punya temen yang kondisi kejiwaannya mirip saya (gak berani bilang saya begini cuman karena Drama Queen aja) dan kalian peduli pada mereka, biarkan mereka bercerita dan mengungkapkan apa yang mereka rasakan, seheboh dan se-berlebihan yang mereka inginkan. Percayalah, mereka cuma butuh tempat cerita aja, dengan lo mendengarkan tanpa berkomentar ‘ih lo berlebihan’, ‘apa sih lo’, ‘ya ampun gitu aja kok repot’, dan komentar2 gak-asik lainnya, kalian udah membantu mereka melenyapkan 60% dari kekhawatiran yang ada (100% kalo udah ngomong sama yang bersangkutan dan masalah menemukan solusi yang baik).

Kedua, simpen aja komentar2 gak cihuy macam yang sudah saya katakan di atas, kami tahu kami berlebihan, sumpah deh, gak perlu dikasihtau berulang2. Dengan kalian ngomentarin kayak gitu, itu baru aja nambah beban baru di kami. Beban baru berupa dilemma mau-cerita-tapi-entar-dibilang-berlebihan-tapi-gimana-kalo-gak-cerita-entar-gak- bisa-idup-tenang. Kalo gak mau denger ya bilang aja, hidup jadi lebih gampang toh.

Ketiga, pada dasarnya saya (atau harus bilang ‘kami’?) hidup bahagia dan ringan2 aja, tapi sekali ada trigger masalah, sekecil apapun itu, itu ngebuat perspektif saya akan hidup jadi negatif, dan pada akhirnya mulai berpikir macam2, yang jelek2.  Makanya, kalo gak buruan diselesaikan saat itu, pikiran2 jelek makin bertambah, dan mood sayapun kian memburuk kian hari. Jadi jangan heran kalo untuk masalah sekecil debu, bisa bikin nangis kejer dan gak mau ngomong berhari-hari, itu tiada lain tiada bukan, karena ada masalah2 lain yang ikut ngintil, teman. mungkin bisa dibilang, kayak efek gunung es :D .

Keempaat, Jadi, kalo lagi ada masalah sama orang drama queen, dan memang kalian peduli, sebisa mungkin, langsung selesaikan, jangan ditunda2. Apapun deh situasi saat itu, kecuali emang lagi di tengah bencana alam ato apa, luangkan waktu dan selesaikan. Paling gak, jelaskan sejelas2nya apa yang sedang kalian rasakan dan apa yang akan kalian lakukan, lebih baik lagi kalo kami diperbolehkan bertanya sepuasnya. Kalaupun penyelesainnya bukan sesuatu yang membahagiakan, itu jauh lebih baik daripada membiarkan kami berpikir macam2 sendirian. Salah-salah, kami bisa jadi benci, marah, frustrasi dan mengambil tindakan sepihak akan hal ini, tanpa tedeng aling-aling lagi :D .

KELIMA, jangan pernah memikirkan kenapa kami berpikir segala hal (terutama yang negatif2) dalam porsi jumbo dan cenderung membuatnya menjadi bisul. itulah kami, dan percayalah kami gak bisa berpikir dengan cara lain selain begitu dan kami bahagia kok, beneran :D . Akan lebih baik kalo kalian tanya kami, enaknya gimana :D .

———————————————– 

Terakhir, buat drama-queen-ers dimanapun kalian berada, gak bermaksud sok tau, tapi kalau ada yang paling gue takutkan for being drama queen adalah membuat orang2 sekitar gue benci dan terganggu akan kehadiran gue dan kekurangan gue ini, kalian begitu juga enggak? :D . Makanya seringkali (kalo dari gue) kata2 maaf secara tidak sadar banyak keluar dalam percakapan sehari2. Rasanya pengen bilang : ‘udah lo semua jauhin gue ajaaa…!!! gue tau gue drama queen dan cukup gue aja yang menderita akan hal ituuuu….!!!!’ saking merasa begitu fragile dan nyusahin orang2 yang gue sayangin :D . hehehe.

Most of the times, untuk kasus drama queen gue ini, gue berusaha untuk berpikir berulang2 dan sedalam mungkin tentang respon yang akan gue lakukan terhadap masalah2 kecil yang gue temui. Haruskah gue marah untuk hal ini? haruskah gue nangis? haruskah gue memikirkan ini di atas masalah2 gue yang lain? seberapa worth it ini masalah untuk bisa bikin gue pusing berhari2? bisakah gue selesaikan masalah ini dengan cepat dan simpel? adakah orang yang bisa memberikan masukan yang menenangkan gue mengenai masalah gue ini? adakah pelarian positif yang bisa buat gue lega? dan masih banyak lagi. Berpikir kritis dan bergerak cepat membantu gue untuk gak kayak foto tante2 drama queen di paling atas postingan ini (hahaha).

Cara di atas, kadang berhasil, kadang ya enggak. Pada akhirnya ya, cuma bisa bilang, beginilah saya, diterima alhamdullillah, gak bisa diterima ya mau gimana lagi :D , paling gak saya gak pernah bermaksud jahat dan selalu berusaha kasih yang terbaik yang saya bisa, dan saya gak salah, gak ada yang salah, cuma gak cocok aja :P .

Silakan bilang saya denial ato apapun, saya sempet menganggap diri saya begitu juga sebelumnya ;) , hanya saja, semua orang berusaha mencari selah untuk dealing with themselves, dan beginilah cara saya :P .

LEGA DAN BAHAGIA DAN SEMOGA BISA BELAJAR, HOREHHH!!!!.

Kasih senyum ah sebagai penutup,


 

salah satu foto norak nih ^^, bonus tuh, wahahah.

nanti cerita2 lagi, orang2…

Mandhut si Drama Queen :P

Thoughts, Friends, Sehari-hari, Level Up!, PengumumanMarch 7, 2008 8:22 pm

 

 

(taken from emiliawaldow.blogspot.com

Beberapa hari yang lalu saya resmi kehilangan seorang sahabat,

kenapa saya bilang ‘resmi’? soalnya secara praktek kami sudah gak berkontek2 sejak september 2007 yang lalu,
dan ketika akhirnya kami berbicara kembali setelah sekian lama, adalah pembicaraan untuk memperjelas bahwa kami memang sudah tidak bersahabat lagi.

kayak orang pacaran aja yak omongannya? hahahahaah…. :) bodo amat ah, pokoknya begitu.

————————————–


bukannya gak sedih,

sedih-lah, namanya juga kehilangan sahabat, senyebelin apapun orang itu, dia pernah jadi tempat curhat utama gue di kala ada masalah, menghibur gue saat gue sedih, menemani gue saat gue merasa sendirian.
sedih karena kenangan suka-duka yang dulu dialami bersama, gak cukup menahan gue dan dia untuk tetap berbagi tawa dan airmata,
sedih karena sakit hati yang teramat dalam membuat gue gak bisa berpikir baik soal dia,
sedih karena gue udah gak bisa dipercaya dan begitu sebaliknya,
sedih karena gak bisa menjaga persahabatan dengan baik,
dan masih banyak alasan sedih lainnya, :(

………….
awalnya sih begitu,

tapi sekarang sudah bisa menerima kenyataan bahwa,

gak perlu sedih, karena terkadang hal2 seperti ini memang harus terjadi,
kadang sebuah pintu memang harus dipaksa menutup untuk membuka pintu2 lainnya,
dan itu bukan salah siapa2,
bukan salah gue maupun dia,
hanya kenyataan bahwa, kami akan lebih bahagia kalau kami tidak berjalan bersama dan saling bercerita :)
dan bagi saya, kenyataan bahwa kalau saya menghilangkan sedikit duri dalam daging ini,
saya bisa lebih berkonsentrasi ke hal lainnya, membuka kesempatan2 baru untuk saya maju dan berkarya. :) .

people DO come and go,
seseorang boleh pergi,
tapi pelajaran yang ada karena mereka akan tetap tertinggal di hati dan pikiran ini,
supaya saya lebih baik dalam bersahabat ke depannya nanti, :D

so yes, saya gak sedih lagi. setidaknya, saya sudah mengusahakan yang terbaik selama ini, dan keputusan gak bersahabat lagi ini, termasuk di dalamnya :) .

—————————————

hey, saya nampak baru aja dapet pelajaran baru soal ‘kehilangan’. level up dong ya :D .

terakhir, bye bye kawaaan…!!! semoga semua cita2 situ tercapai yaaa…!!! terimakasih atas semua yang pernah situ berikan, maaf atas semua kesalahan yang sengaja maupun tidak sengaja dilakukan :) .

kalo emang ditakdirkan jadi sahabat,
kita akan ketemu lagi saat masing2 sudah berubah menjadi lebih baik dan bersahabat kembali.

kalo enggak ya gakpapa
, diinget2 aja dulu pernah punya sahabat kayak gue, jangan ampe situ dapet yang model begini lagi :) )

dari lubuk hati, mendoakan yang terbaik untuk seorang kawan terdekat yang pernah ada di hati ini :) ,


Putri Amanda Bahraini.