.
Budaya, Friends, Sehari-hari, Event, AutisJune 14, 2008 7:43 pm

Postingan ini bener2 cuma cerita, saya gak membuatnya enak dibaca, hehehe…. udah diwarn yaaa… 

Pembaca sekalian tahu English Day? Itu loh, pemberlakuan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehari2, in order to melancarkan kemampuan berbahasa internasional tersebut :P .

nah, akhir2 ini dara2 Kosan Mesum (baca : darcil dan darpit) lagi pada keranjingan English Day.

Hari Kamis lalu, mereka pulang dari kampus (gue memilih ngendon di kos), memanggil2 nama gue sejak dari garasi, dan begitu gue keluar dari kamar, mereka menyapa gue dengan "Good Afternoon, Mandhut… How Are You Todaaayy….???? We Are Very Well, thank youuu….!!!" dengan gaya terbelakang mental.

pas gue tanya, kenapa menyapa gue dengan bahasa Inggris (dan kenapa terbelakang mental). Mereka berdua langsung berebut bercerita. Setelah sesi cerita2 kacau dari darpit dan darcil, inilah yang dapat gue simpulkan :

  • mereka baru aja ngobrol seharian sama Jallil, mahasiswa asal Perancis, yang melakukan research selama 3 bulan di Laboratorium Basis Data IF ITB. karena Jallil tidak begitu mahir bahasa Indonesia, maka anak2 Basdat (basis data) memberlakukan setiap hari sebagai English Day, supaya Jallil merasa betah dan sekalian melatih kemampuan bahasa inggris masing2.
  • dasar emang 2 dara kosan mesum itu orang2 geblek, mereka dapat ide untuk sok2 nyamar jadi orang asing di luar ITB. sepulang sekolah mereka ke toko obat Cent*ry di Dago, mengajak ngomong mbak2 pramuniaganya dalam bahasa Inggris dan puas setengah mati waktu mbak2nya panik, serta diam2 berusaha menebak2 mereka datang dari negara mana, terutama Darcil (males ngelink… T-T). Karena Darpit terlihat seperti C*na Muallaf (sipit + putih + jilbab), tapi Darcil? tampang dan perawakan bener2 pribumi. udah gk tertolong lagi.
  • Kedodolan diteruskan saat pulang ke kos ke bilangan Tubagus Ismail naik angkot, mereka puas banget liat beberapa penumpang angkot berbisik2 setelah mendengar mereka berbicara dalam bahasa Inggris.
  • dan itu diteruskan sampe di kosan dan menyapa guepun dalam bahasa inggris baku. 

oh damn. harusnya gue ke kampus, dan ikut melihat tampang mbak2 pramuniaga dan orang2 di angkot bersama mereka. tapi sudahlah, nanti hari senin gue mau coba bahasa inggris aksen malay. ahahahaha. tidak sabar lagi :D

nah, hari Jumat lalu, beberapa IF ITB (termasuk di dalamnya kosan mesum) + Jallil nonton premiere Kung Fu Panda bersama di 21 Braga. Saya sempet dikenalin dan ngomong sedikit ma Jallil, tapi karena saya pemalu (gak ding, conversation gue tengkurep + terlalu perfeksionis soal grammar dan vocab sampe ngomongpun susah) jadi biarlah temen2 gue yang lain yang ngomong banyak sama Jallil (sori ya Lil, entar aja kite karaoke bareng :D , janji deh).

 (berfoto bersama Po - panda gendut berbaju abu2 - sehabis nonton Kung Fu Panda)

 

kami bersenang2 disana, Kung Fu Panda sangat menghibur, kami pun makan di C’mar setelahnya, dan sempat berfoto2 (gue membawa Poso si kamera kesayangaaan).

 

(makan di C’mar yang mengenyangkan, enaaak dan historical, dan dingin, dan kereen :P . mempertimbangkan C’mar sebagai tempat dilamar suatu hari nanti, hahaha.) 

 

dara mesum sempat melakukan pose ikan lentera di C’mar,

(tampang gue menyeramkan. tapi demi keutuhan postingaaaannn… apa daya…) 

bersama Jallil yang berhasil kami racuni ;) . hihihihi. 

 

berdoa semoga Jallil gak kapok ke Indonesia,

 

Amanda. 

Tentang Manda, Thoughts, Friends, Event, KonyolMay 23, 2008 12:42 pm

kalau ada hal yang paling saya suka di dunia, itu adalah menghabiskan waktu bersama orang2 yang saya sayangi, spontaneously.

yep, spontaneously. hehehehee.

entah sejak kapan, saya mulai sadar bahwa saya menyukai kegiatan2 yang tidak direncanakan lebih daripada yang sudah direncanakan baik2 jauh2 hari.

kenapa? karena rasanya beda, cing. ada kesan surprise-nya, ada feel-nya, ada rasa excited-nya, apalah itu. Dan, sekedar menambahkan, menurut gue, kegiatan spontan menciptakan lebih banyak kenangan manis, karena banyak sekali hal2 lucu dan konyol yang mungkin terjadi dari sebuah kegiatan spontan. dan itu….manis. hehe.

bahkan saat acara menjadi di luar harapan dan terjadi hal2 yang gak diinginkan, itu masih terasa hangat, karena kalian sedang mengalami suka dan duka bersama yang kelak bisa kalian banggakan ke orang lain ataupun diri sendiri. ^^

——————————– 

mungkin karena saya berwatak sanguin kali ya (googling gih : 4 temperaments). Sanguin yang konon katanya memang pencinta kegiatan spontan serta cenderung merasa terkekang dengan kegiatan yang direncanakan dan stagnan, makanya jadi gini deh. Hehehehe, apapun itu, pokoknya saya suka, dan saya punya alasan kenapa saya suka. sama beralasannya dengan orang2 yang gak suka kegiatan spontan.

iya, sampai hari ini, saya menemukan beberapa orang yang bener2 gak bisa melakukan sesuatu secara spontan. Dulu, pernah ada temen, sebut aja si X, yang kalo saya ajak melakukan kegiatan spontan, dia udah langsung stress dan marah. padahal cuma sekedar diajak "makan nasi goreng di Z yuk" (itu jam 7 malem, daerah Z deket kediaman dia yang notabene lebih jauh dari kosan gue, nasi goreng Z enak, besokannya libur, dia gak capek, dia lagi gak ada kerjaan and so do I). dan dia gak mau, karena ngajaknya tiba2.

…………… 

sesaat saya berasa bingung, karena saat itu saya sama sekali gak ngerti kenapa bahkan di saat situasi lagi gak hectic, dia tetep aja harus melakukan sesuatu dengan terencana. karena saat itu saya udah tahu sifat si X yang gak suka hal2 yang ‘mengacau’ kestabilan hidup, saya berusaha berkompromi dengan tanya2 dulu dia lagi apa, lagi sibuk gak, lagi capek gak, dan saat saya merasa ‘ohh.. bisa nih gue ajak.’ dan saya ajaklah dia makan nasi goreng, tau2 tetep aja gak bisa. jadi saya kurang bertanya apaaaa lageee?? hiyaaah bingung.

Mungkin fakta lain yang juga bikin saya kesel waktu itu adalah, kenyataan bahwa salah satu tanda saya merasa ‘dekat’ dengan seseorang adalah dengan mengajak mereka melakukan kegiatan yang saya sukai, dalam hal ini : spontaneous event, jadi ya, kalo ditolak, jika saya boleh jujur, keselnya dobel2. Jadi gemes deh, mulai sedikit memaksa, sepet2 dikit dengan ih-kok-lo-giliran-gue-yang-ajak-gak-mau-padahal-kalo-lo-yang-ada-perlu-gue -berusaha-selalu-nemenin *pada dasarnya dia gak pernah minta harus ditemenin selalu juga, dasar guenya aja yang petakilan*, dan berakhir dengan marahan. hahahahaa. padahal cuma gara2 ngajak makan nasi goreng. udah gak berhasil ngajak, didamprat pulak. lengkap penderitaan.

eh ini saya cuma kasihtau pengalaman pribadi aja loh ya, bukannya melecehkan preferences orang. personally, saya tahu kok kalo melakukan hal spontan banyak ruginya, tapi juga banyak kenangannya, bikin hidup lebih hidup kalo kata iklan. hehehe. saya cuma kepengen berbagi aja, silakan petik sendiri hikmahnya.

lanjut,

karena kebetulan si X ini adalah orang pertama berwatak seperti itu yang saya temui, itu loh orang pertama yang marah2 kalo diajakin jalan spontan itu, makanya mungkin jadi agak kaget. tapi seiring waktu, saya mulai bertemu orang2 bertipe hampir sama, dan setelah mengetahui adanya ilmu 4 temperamen dan mempelajari lebih lanjut, saya jadi jauh lebih bisa bertoleransi dalam hal ini.

intinya ya, beda tujuan dalam hidup, jadi terima aja. mereka diciptakan untuk keteraturan dan kita diciptakan untuk having fun, terima itu sebagai kenyataan. somehow gue memberi respect yang gede sama orang2 yang bisa stick with the plan (karena bagi gue itu sulit amit amit), tapi saya juga manusia yang kadang kepengen diturutin keinginannya, melakukan hal yang gue suka bersama orang yang gue sayang, jadi so far solusi yang bisa gue tawarkan : kalo kepengen spontan2an, carilah orang2 yang memang sama2 suka hal spontan dan bersenang2lah sampe puas. kalo kepengen seneng2 sama orang yang gak bisa spontan, biarkan mereka yang mengatur rencana dan nikmati saja, toh gue ikut seneng kalo mereka seneng. hehehe.

———————————– 

ngomong2 soal temen spontan2an, saya menemukan 2 orang paling sip dalam hal diajak apapun-kapanpun-dimanapun, yaitu : Kalkun dan Dendunita. ini 2 sobat top banget soal beginian, bener2 orang2 yang tahu gue mau apa dan dengan cara apa gue ingin melakukannya. hahahaha.

sama Kalkun (nama asli Kalman baidewai, bukan Kalkun yang biasa dihidangkan pas thanksgiving), gue udah sering melakukan hal2 gak efektif macam :

  1. nongkrong di Ohlala semaleman for the sake of curhat2an padahal besok kuliah pagi.
  2. di atas jam 11 malem, jalan kaki dari ciwalk ke plaza dago (dan itu pegel ya nyet), lewat jembatan Pasupati atas, ngeliat City Lights (bagus…) bahkan ngegodain pasangan yang lagi memadu asmara di atas motor.

Oh, ini yang paling gila :

suatu hari gue gak bisa tidur, baru mau tidur jam 3 pagi, dan karena ada urusan apa gitu, gue sms si Kalkun, dengan asumsi, ah smsnya paling baru dibaca besok pagi. terus tau2 semenit kemudian, dia membalas dengan "man belum tidur? ikut gue ke lembang yok, pake sepatu yang enak dan baju anget ya, gue jemput 15 menit lagi.". dan jadilah, gue diculik ke Lembang, bersama beberapa temannya. Gak mandi. Gak tidur. Gak ada siapin apa2. Tau2 gue harus naik gunung Putri cuma buat liat sunrise (yang jujur, gue merasa itu naik gunung sama sunrisenya agak gak worth it yaa) dan melihat kuburan tak terawat di puncak gunung, dengan tulisan ‘Mbah Jambrong’, yang katanya keramat, tapi katanya orang2 suka bikin api unggun di atasnya (entah mereka selamat pa gak sesudahnya).

Dan jangan salah, acara masih berlanjut dengan, jalan kaki, nyebrangin sawah, kaki kerendem lumpur dan rawa, jalan yang gue yakin itu bukan jalan untuk manusia. Semua itu cuma buat liat air terjun, dan nyampe sana, air terjunnya kurus, gak stunning, gue bahkan bisa makan Chitato dengan enaknya di pojokan, sambil rendem2 kaki, laper gila, capek kesininyaaa, mana sempet kepeleset, pantat biru terantuk batu kali.

Dan seluruh rangkaian acara selesai pada jam 10 pagi, makan nasi kuning deh di sumur bandung :) . Dan acara belum beres, abis itu, si Kalkun mulangin rombongan, dan saya dianter pulang dan diajak pergi lagi nemenin tuh orang ke Bengkel di tempat yang lumayan jauh, entah dimana itu, sampe pukul 2. abis itu makan pancakes deh di Maple Snuggle-nya si Indi *nyam enaaak… sukaaa*.

capek? BANGET. banyak hal2 yang keliatannya gak worth it, tapi saya tetep seneng. seneng karena gue suka aja, itu spontan dan manis, dan saya emang seneng bersama temen saya yang satu ini, jadi gapapa. toh sepanjang jalan tuh orang bertanya kalo2 gue keliatan capek ato pusing, jadi ya, kami melakukan take and give yang sehat :D .

belum lagi pengalaman bersama si Dendunita, ini orang log activity-nya belum sebanyak Kalkun karena dia baru muncul sekitar tahun lalu (Kalkun sejak tingkat 1 dan saya sekarang tingkat 4), tapi saya sukaaaa banget karena orang ini selalu membuat semua acara, buruk maupun baik, enak maupun enggak, jadi baik dan jadi enak. dia tahu harus apa saat apa, dan bagi gue itu cukup sebagai kategori temen yang sangat nyaman diajak jalan2. karaoke gila2an (gue gak perlu malu nyanyi lagu2 jijik, karena dia bahkan menyanyikan hal yang lebih jijik lagi!!!), nyari layangan yang gak ketemu dan berakhir dengan nonton marathon di ciwok (aneh, jauh banget melencengnya), dan masih banyak lagi.

Suatu hari dia pernah ngajak nonton Speed Racer tiba2, pas nemu saya di jalan mau pulang dan diangkut pake motornya (tadinya mau dianter pulang, tau2 tercetuslah ide nonton). Waktu itu, saya sempet berkata "hahahaha… beneran nonton nih? dadakan abis ya, Dut." dan dijawab dengan "kita, gitu.". Simple but sweet, senangnya punya temen sesama asal. wakakak. oh saya lupa bilang, waktu itu bajunya basah bau keringetan abis maen voli sesiangan dan belum mandi, dan sayapun masih ada tugas di rumah yang harusnya dikerjakan. dan kami tetep nonton Speed Racer. hahahaha. sepanjang jalan pulang, saya membego dengan berteriak sesekali "Go Speed Racer Go!!", dan dia akan merespon dengan tampang girangnya yang ajaib itu *ihhh*, dan begitulah 2 sobat bego saling menyia2kan hidup masing2. hahahaha.

tapi tetep aja. manis. baik kejadian2 sama Kalkun dan Dendut (dan beberapa teman yang pernah spontan2an sama saya), semuanya menyenangkan dan berkesan. karena semua terjadi tanpa rencana. cuma karena kepengen aja, dan sama2 seneng saat bersama dengan yang lainnya, jadi ya yang lain gak begitu penting.

satu hal yang saya suka dari mereka adalah, mereka gak pernah nuntut saya sempurna, dan mereka gak pernah berusaha sempurna di mata saya. mereka ngerti bahwa, mereka gak harus merasa bersalah dan menyalahkan orang saat acara2 yang dijalani berjalan tidak semestinya, karena masih ada ratusan cara untuk bersenang2, bahkan ribuan, dan karena, bahkan ’saat-saat salah’ termasuk ke bagian yang patut dikenang dengan senyuman :) .

still, saya menyayangi semua temen saya, apapun wataknya. ini cuma sekedar ‘pemberian trophy’ kategori spontanitas aja, yang kebetulan, suatu hal yang sangat saya sukai. :D

cuma ingin berbagi ;)

Mandhut yang Spontan. 

Resensi, Sehari-hari, EventMay 2, 2008 6:56 pm

 

(gambar nyopet dari sini, makasih loh BANG.

 

 

Earth : Fall in Love with Earth, Once Again.

begitulah tagline film dokumenter ciamik satu ini *najong, did i say ‘ciamik’??!! gya!* dan memang begitulah yang saya rasakan setelah menontonnya di BlitzMegaplex - PVJ, Senin kemarin bersama Darcil, Matski, Frilla, Berto dan Dendunita.

Saya sering denger kalo bumi tempat saya tinggal ini adalah tempat yang sangat2 indah, tapi saya baru bisa mengakuinya jiwa-raga setelah menonton Earth *anjrit, haloo?? kenapa talent promosi ini gak dimanfaatkan wahai Discovery Channel dan Dovee???*.

Beneran deh, bagi anak2 SMP atau SMA yang gak suka Biologi atau Geografi, buruan nonton Earth, mungkin jadi agak semangat belajarnya. wahahah.

kalo mau dapet review lengkapnya, lihatlah di blog mbak yang satu ini, dia menggambarkannya dengan semangat 45. hehehe. 

sekedar komentar roaming, bagi yang udah nonton Earth, ada yang tau kenapa salah satu burung disana dinamain Six-Plumed Bird alias Bird of Paradise?  karena saya sama sekali gak liat koneksi dia dengan ‘Paradise’, secara disana cuma digambarkan itu burung OCD masalah kebersihan dan punya selera yang aneh dalam menarik betina-nya. itu mah ngelawak, bukan bikin naksir. heran.

tapi beneran deh mbakyu Sila, seperti yang sudah gue katakan kemaren, kepengen pelihara six-plumed bird satu, ditaro di kamar, lumayan kalo berangkat kuliah, dia tinggal bersih2, minimal ngerapiin meja, sama ngehibur2 kala gue bete, suruh nari. huahahahaha. aneh banget itu burung. beneran dodol.

males googling, kalo ada yang baik hati ngasih link dengan alasan kenapa itu burung dikasih nama segitu WOW-nya, mohon kabar2in, makasih loh.

sebagai gantinya, saya kasih link potongan video si burung dodol itu, saat dia menarik betina, disini. ada juga yang versi ditambah2in dubbing seakan-akan-si-burung-bisa-ngomong disini.

 

Met nonton temaaan,

 

Mandhut yang Falling in Love with Earth, Once Again. 

 

Budaya, EventOctober 13, 2007 7:02 pm

Sebelum saya ngemeng lebih jauh lagi, Putri Amanda Bahraini dan Racauan Manda mengucapkan :

Selamat Idul Fitri

Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Maaf kalo selama ini suka membuka aib sodara.

Maaf (terutama untuk cowok) kalo selama ini ada yang puasanya batal/kurang afdhol gara-gara postingan saya. (ahahahahahaha,,,, udah dibilang bacanya abis buka aja…)

Maaf kalo spacing di blog saya suka aneh (salahkan blogsome)

Maaf kalo ada kata-kata saya yang menyinggung :P


duh capek pengen tidur.
duh kekenyangan pengen jadi penderita bulimia aja.
duh ngidam jeruk tapi gak punya jeruk.
Gue rasa gue mule ngelantur, kita sudahi saja postingan ini :D

besok kita teruskan ya, teman. ahahahaha.

Manda
Sehari-hari, Event, KonyolJuly 23, 2007 11:32 am

Weekend yang lalu, saya diajak Tante saya (adik perempuan almarhum bokap) untuk menghabiskan malam-minggu-ceria di sebuah tempat yang -mengutip promosinya- ‘keren abis deh, de! ditanggung nagih!’. Mendengar promosi hebohnya, saya jadi penasaran, jadi saya tanya, nama tempatnya apa?, dimana?, emangnya di sana ada apa aja?, tapi dia menjawab semua pertanyaan saya dengan ‘udah deeeh… rahasia, pokoknya ikut aja’.

Yah, berhubung Tante gue ini salah satu kerabat favorit gue (dia suka ngajak gue jalan2 sejak gue kecil dan udah anggep gue kayak anak sendiri), disertai kenyataan bahwa dia sesama Leo (terjamin seleranya, wahahaha), ya gue nurut dan tenang2 aja, hehehe, lumayan, itung2 jalan2. lalalala.

Jadi Sabtu lalu, dia menjemput saya dari rumah pada pukul 12 siang. Sebelum kami ke tempat-yang-dielu-elukan itu (tempat itu buka malam hari, kami berencana pergi ke sana pukul 8 malam) kami berjalan2 menghabiskan waktu di daerah Senayan, kami makan masakan cina, sepiring kentang goreng Fiesta Steak (yam! enak bangeett,,, kapan2 mau lagi!), es krim swensens (lalala), kami bergosip, kami tertawa, kami window shopping, kami shopping (ternyata window shopping tak cukup memuaskan, wahaha) dan masih banyak lagi. Oh, kami bahkan nonton Transformer bersama!. Haha.

Di luar kegemarannya mencubit2 dan repetitious parah (saya tipe orang gak suka dipegang, dan dia bercerita hal yang sama, berkali2 :P bahkan orang sabar kayak saya agak kwalahan, duh duh duh), dia adalah Tante yang sangat baik, teman bertukar pikiran yang sangat menyenangkan :P . Love her sooooo much!.

Dan tibalah pukul 8 malam, dia membawa saya ke sebuah klub di dekat Plaza Senayan (oh pantes ngajak jalan-jalan siang-nya ke Senayan…). Tante saya ini adalah seorang pemerhati jazz kelas kakap, oleh karena itu, tidak heran dia mengajak saya ke sebuah klub jazz bernama Black Cat. Sebenarnya saya gak masalah, secara saya orang yang suka jalan2, wanderlust berlebih, saya suka musik, suka nyanyi dan suka jazz juga. Yang jadi masalah adalah, SAYA GAK NYANGKA KALO DIA BAKAL BAWA SAYA KE TEMPAT HIGH-CLASS MACAM ITU! JADI SAYA BENERAN GAK MEMPERSIAPKAN DIRI!. hahahahaha….

 

Serius, gue bener2 salah kostum, gue kesana dengan rambut lepek (habis jalan2 seharian), potongan poni miring (hasil coba2 potong sendiri kapan itu, jelek banget jadinya, lebih panjang sebelah kanan), rambut bob-mengembang (yang sengaja saya biarkan demi untuk mendapatkan rambut panjang idaman), muka bminyak tanpa make up, kaos semi-ketat warna kuning, rok span bahan jeans stretch favorit yang udah buluk, sendal tali2 coklat tua kesukaan yang gara2 kebanyakan dipake sekarang jadi longgar2 jelek… (jadi mirip sendal Wiro Sableng 212, huuuhuuu….), tanpa tas. cuma bawa hape buluk GSM yang sering disangka CDMA.

Di antara gucci, channel, prada, liz claiborne, mango, X (s, m, l), Hugo Boss, jimmy choo, charles n keith, rambut2 hasil polesan kerastase, make up  professional, wewangian eksotis-maskulin-segala rupa (ah pokoknya gemerlap). Gue kayak gorila nyasar. Gue kayak upil di tengah2 es krim. Kayak pare di dalam cheese cake. Kayak tompel di muka Dian Sastro. Bisul di pantat Michael Schumaker. Apalah itu segala perumpamaan yang menggambarkan ketimpangan situasi dan perusakan suasana. Gue merasa seperti itu.

Tante gue mah keren, dia pake jeans bermanik (keren), kemeja lengan longgar broken white, kalung etnik biru (huuhhh sukaaa), selop kupu2 biru (sukaa.. dilungsur doong…), dan tas leather biru merek vnc, rambutnya di blow seadanya. hua. curangwati. kita cabut aja yang ‘love her sooo much’ gimana? gaklah. hahaha.

Tapi yasudahlahya, show must go on. maka, dengan kepercayaan diri dipompa berlebihan dan pandangan berkesan gue-udah-terlalu-sering-ke-black-cat-ampe-gue-gak-bisa-mbedain-antara -club-high-class-ini-dan-warung-tenda-bubur-ayam-sukabumi-deket-komplek ke seluruh orang yang tanpa sengaja bertemu mata (untuk memaafkan diri sendiri atas kostum yang gue kenakan, huhu…) gue berjalan menuju tempat duduk yang sudah disediakan. Paling depan. deket panggung.

Oh cool. gue kena lampu panggung. suasana klub gelap remang2 dan gue tersorot lampu panggung warna putih kebiruan. entah perasaan gue doang ato apa, tapi kayaknya punggung gue udah panas dipandangi dan gue dalam hati gue setengah bersiap kalau para pengunjung mulai meminta gue melawak sembari nunggu penyanyi jazz-nya datang (mungkin mereka kira gue badut? mungkin loh..).

untungnya tidak. dan band pun memulai pertunjukan mereka tanpa ada lawakan. hahaha.

Akhirnya gue mulai bisa menikmati suasana di klub. gue cukup menikmati musik yang disajikan (penyanyinya namanya pinky, euw), menikmati makanannya (chicken breast with pure tomato sauce dan salad yang yummy), minumannya (hot tea, kayaknya gue mule masuk angin, soale). Mbak2 di meja sebelah gue lumayan mengesalkan dengan bertingkah aneh saat lagu "Just The Two of Us" versi jazz didendangkan, dia bergoyang ke kiri dan ke kanan sembari memberikan simbol ‘V’ (maksudnya ‘two’ kali ya) dengan kedua tangan, very silly, sok imut, pengen gue toyor kepalanya. hiiih. tapi di luar itu semua menyenangkan. hahahaha..

well, next time kalo gue jalan2 ma Tante gue lagi, gue akan lebih hati2. hahahaha. biar gak saltum!

buat para penggemar jazz, kalau kalyan ada waktu, berkunjunglah ke Black Cat, Gedung Arcadia, Senayan, liat sitenya disini.

mandhut. 

Tentang Manda, Friends, Sehari-hari, EventMarch 1, 2007 5:16 am

Ada apa SAbtu, 24 Februari 2007 yang lalu? ada Seminar UKM IT DAYS di Aula Barat ITB!

…terus?

ya gapapa ngasi info aja gitu, secara gue panitianya dan gue gatel pengen majang thu gambar di Racauan Manda. Lagian acaranya lumayan seru, lumayan banyak dapet pengalaman baru. Hehehe.

Mewakili semua, Manda mengucapkan : Thanks to all anggota Seminex 2006-2007, Kadivpro dan Kahim 2006-2007, Bagian Marketing, anak2 cabutan yang tak bisa disebut satu2, Sekre II HMIF di lt. 4, Bu NaHan (Na*a Hantu, karena konsumsinya yang bikin dendam itu), abang2 Aula Barat, Orang2 yang nyetak spanduk-Baliho-tiket-seminar kit, Gajah Gendut Gajah Boss (hahahaha), UKM-UKM yang hadir, Ibunya Jimoy, Semua sponsor, pokoknya semua. Hehehe.

Manda.