kalau ada hal yang paling saya suka di dunia, itu adalah menghabiskan waktu bersama orang2 yang saya sayangi, spontaneously.
yep, spontaneously. hehehehee.
entah sejak kapan, saya mulai sadar bahwa saya menyukai kegiatan2 yang tidak direncanakan lebih daripada yang sudah direncanakan baik2 jauh2 hari.
kenapa? karena rasanya beda, cing. ada kesan surprise-nya, ada feel-nya, ada rasa excited-nya, apalah itu. Dan, sekedar menambahkan, menurut gue, kegiatan spontan menciptakan lebih banyak kenangan manis, karena banyak sekali hal2 lucu dan konyol yang mungkin terjadi dari sebuah kegiatan spontan. dan itu….manis. hehe.
bahkan saat acara menjadi di luar harapan dan terjadi hal2 yang gak diinginkan, itu masih terasa hangat, karena kalian sedang mengalami suka dan duka bersama yang kelak bisa kalian banggakan ke orang lain ataupun diri sendiri. ^^
——————————–
mungkin karena saya berwatak sanguin kali ya (googling gih : 4 temperaments). Sanguin yang konon katanya memang pencinta kegiatan spontan serta cenderung merasa terkekang dengan kegiatan yang direncanakan dan stagnan, makanya jadi gini deh. Hehehehe, apapun itu, pokoknya saya suka, dan saya punya alasan kenapa saya suka. sama beralasannya dengan orang2 yang gak suka kegiatan spontan.
iya, sampai hari ini, saya menemukan beberapa orang yang bener2 gak bisa melakukan sesuatu secara spontan. Dulu, pernah ada temen, sebut aja si X, yang kalo saya ajak melakukan kegiatan spontan, dia udah langsung stress dan marah. padahal cuma sekedar diajak "makan nasi goreng di Z yuk" (itu jam 7 malem, daerah Z deket kediaman dia yang notabene lebih jauh dari kosan gue, nasi goreng Z enak, besokannya libur, dia gak capek, dia lagi gak ada kerjaan and so do I). dan dia gak mau, karena ngajaknya tiba2.
……………
sesaat saya berasa bingung, karena saat itu saya sama sekali gak ngerti kenapa bahkan di saat situasi lagi gak hectic, dia tetep aja harus melakukan sesuatu dengan terencana. karena saat itu saya udah tahu sifat si X yang gak suka hal2 yang ‘mengacau’ kestabilan hidup, saya berusaha berkompromi dengan tanya2 dulu dia lagi apa, lagi sibuk gak, lagi capek gak, dan saat saya merasa ‘ohh.. bisa nih gue ajak.’ dan saya ajaklah dia makan nasi goreng, tau2 tetep aja gak bisa. jadi saya kurang bertanya apaaaa lageee?? hiyaaah bingung.
Mungkin fakta lain yang juga bikin saya kesel waktu itu adalah, kenyataan bahwa salah satu tanda saya merasa ‘dekat’ dengan seseorang adalah dengan mengajak mereka melakukan kegiatan yang saya sukai, dalam hal ini : spontaneous event, jadi ya, kalo ditolak, jika saya boleh jujur, keselnya dobel2. Jadi gemes deh, mulai sedikit memaksa, sepet2 dikit dengan ih-kok-lo-giliran-gue-yang-ajak-gak-mau-padahal-kalo-lo-yang-ada-perlu-gue -berusaha-selalu-nemenin *pada dasarnya dia gak pernah minta harus ditemenin selalu juga, dasar guenya aja yang petakilan*, dan berakhir dengan marahan. hahahahaa. padahal cuma gara2 ngajak makan nasi goreng. udah gak berhasil ngajak, didamprat pulak. lengkap penderitaan.
eh ini saya cuma kasihtau pengalaman pribadi aja loh ya, bukannya melecehkan preferences orang. personally, saya tahu kok kalo melakukan hal spontan banyak ruginya, tapi juga banyak kenangannya, bikin hidup lebih hidup kalo kata iklan. hehehe. saya cuma kepengen berbagi aja, silakan petik sendiri hikmahnya.
lanjut,
karena kebetulan si X ini adalah orang pertama berwatak seperti itu yang saya temui, itu loh orang pertama yang marah2 kalo diajakin jalan spontan itu, makanya mungkin jadi agak kaget. tapi seiring waktu, saya mulai bertemu orang2 bertipe hampir sama, dan setelah mengetahui adanya ilmu 4 temperamen dan mempelajari lebih lanjut, saya jadi jauh lebih bisa bertoleransi dalam hal ini.
intinya ya, beda tujuan dalam hidup, jadi terima aja. mereka diciptakan untuk keteraturan dan kita diciptakan untuk having fun, terima itu sebagai kenyataan. somehow gue memberi respect yang gede sama orang2 yang bisa stick with the plan (karena bagi gue itu sulit amit amit), tapi saya juga manusia yang kadang kepengen diturutin keinginannya, melakukan hal yang gue suka bersama orang yang gue sayang, jadi so far solusi yang bisa gue tawarkan : kalo kepengen spontan2an, carilah orang2 yang memang sama2 suka hal spontan dan bersenang2lah sampe puas. kalo kepengen seneng2 sama orang yang gak bisa spontan, biarkan mereka yang mengatur rencana dan nikmati saja, toh gue ikut seneng kalo mereka seneng. hehehe.
———————————–
ngomong2 soal temen spontan2an, saya menemukan 2 orang paling sip dalam hal diajak apapun-kapanpun-dimanapun, yaitu : Kalkun dan Dendunita. ini 2 sobat top banget soal beginian, bener2 orang2 yang tahu gue mau apa dan dengan cara apa gue ingin melakukannya. hahahaha.
sama Kalkun (nama asli Kalman baidewai, bukan Kalkun yang biasa dihidangkan pas thanksgiving), gue udah sering melakukan hal2 gak efektif macam :
- nongkrong di Ohlala semaleman for the sake of curhat2an padahal besok kuliah pagi.
- di atas jam 11 malem, jalan kaki dari ciwalk ke plaza dago (dan itu pegel ya nyet), lewat jembatan Pasupati atas, ngeliat City Lights (bagus…) bahkan ngegodain pasangan yang lagi memadu asmara di atas motor.
Oh, ini yang paling gila :
suatu hari gue gak bisa tidur, baru mau tidur jam 3 pagi, dan karena ada urusan apa gitu, gue sms si Kalkun, dengan asumsi, ah smsnya paling baru dibaca besok pagi. terus tau2 semenit kemudian, dia membalas dengan "man belum tidur? ikut gue ke lembang yok, pake sepatu yang enak dan baju anget ya, gue jemput 15 menit lagi.". dan jadilah, gue diculik ke Lembang, bersama beberapa temannya. Gak mandi. Gak tidur. Gak ada siapin apa2. Tau2 gue harus naik gunung Putri cuma buat liat sunrise (yang jujur, gue merasa itu naik gunung sama sunrisenya agak gak worth it yaa) dan melihat kuburan tak terawat di puncak gunung, dengan tulisan ‘Mbah Jambrong’, yang katanya keramat, tapi katanya orang2 suka bikin api unggun di atasnya (entah mereka selamat pa gak sesudahnya).
Dan jangan salah, acara masih berlanjut dengan, jalan kaki, nyebrangin sawah, kaki kerendem lumpur dan rawa, jalan yang gue yakin itu bukan jalan untuk manusia. Semua itu cuma buat liat air terjun, dan nyampe sana, air terjunnya kurus, gak stunning, gue bahkan bisa makan Chitato dengan enaknya di pojokan, sambil rendem2 kaki, laper gila, capek kesininyaaa, mana sempet kepeleset, pantat biru terantuk batu kali.
Dan seluruh rangkaian acara selesai pada jam 10 pagi, makan nasi kuning deh di sumur bandung
. Dan acara belum beres, abis itu, si Kalkun mulangin rombongan, dan saya dianter pulang dan diajak pergi lagi nemenin tuh orang ke Bengkel di tempat yang lumayan jauh, entah dimana itu, sampe pukul 2. abis itu makan pancakes deh di Maple Snuggle-nya si Indi *nyam enaaak… sukaaa*.
capek? BANGET. banyak hal2 yang keliatannya gak worth it, tapi saya tetep seneng. seneng karena gue suka aja, itu spontan dan manis, dan saya emang seneng bersama temen saya yang satu ini, jadi gapapa. toh sepanjang jalan tuh orang bertanya kalo2 gue keliatan capek ato pusing, jadi ya, kami melakukan take and give yang sehat
.
belum lagi pengalaman bersama si Dendunita, ini orang log activity-nya belum sebanyak Kalkun karena dia baru muncul sekitar tahun lalu (Kalkun sejak tingkat 1 dan saya sekarang tingkat 4), tapi saya sukaaaa banget karena orang ini selalu membuat semua acara, buruk maupun baik, enak maupun enggak, jadi baik dan jadi enak. dia tahu harus apa saat apa, dan bagi gue itu cukup sebagai kategori temen yang sangat nyaman diajak jalan2. karaoke gila2an (gue gak perlu malu nyanyi lagu2 jijik, karena dia bahkan menyanyikan hal yang lebih jijik lagi!!!), nyari layangan yang gak ketemu dan berakhir dengan nonton marathon di ciwok (aneh, jauh banget melencengnya), dan masih banyak lagi.
Suatu hari dia pernah ngajak nonton Speed Racer tiba2, pas nemu saya di jalan mau pulang dan diangkut pake motornya (tadinya mau dianter pulang, tau2 tercetuslah ide nonton). Waktu itu, saya sempet berkata "hahahaha… beneran nonton nih? dadakan abis ya, Dut." dan dijawab dengan "kita, gitu.". Simple but sweet, senangnya punya temen sesama asal. wakakak. oh saya lupa bilang, waktu itu bajunya basah bau keringetan abis maen voli sesiangan dan belum mandi, dan sayapun masih ada tugas di rumah yang harusnya dikerjakan. dan kami tetep nonton Speed Racer. hahahaha. sepanjang jalan pulang, saya membego dengan berteriak sesekali "Go Speed Racer Go!!", dan dia akan merespon dengan tampang girangnya yang ajaib itu *ihhh*, dan begitulah 2 sobat bego saling menyia2kan hidup masing2. hahahaha.
tapi tetep aja. manis. baik kejadian2 sama Kalkun dan Dendut (dan beberapa teman yang pernah spontan2an sama saya), semuanya menyenangkan dan berkesan. karena semua terjadi tanpa rencana. cuma karena kepengen aja, dan sama2 seneng saat bersama dengan yang lainnya, jadi ya yang lain gak begitu penting.
satu hal yang saya suka dari mereka adalah, mereka gak pernah nuntut saya sempurna, dan mereka gak pernah berusaha sempurna di mata saya. mereka ngerti bahwa, mereka gak harus merasa bersalah dan menyalahkan orang saat acara2 yang dijalani berjalan tidak semestinya, karena masih ada ratusan cara untuk bersenang2, bahkan ribuan, dan karena, bahkan ’saat-saat salah’ termasuk ke bagian yang patut dikenang dengan senyuman
.
still, saya menyayangi semua temen saya, apapun wataknya. ini cuma sekedar ‘pemberian trophy’ kategori spontanitas aja, yang kebetulan, suatu hal yang sangat saya sukai.
cuma ingin berbagi
Mandhut yang Spontan.