.
Tentang Manda, Sehari-hari, Konyol, Kosan Mesum, Autis, StoryJune 19, 2008 3:22 pm

fakta lain tentang saya yang baru saya ketahui akhir2 ini (kesannya narsis, tapi bodo amatlah, blog gua ini) :

gue dodol kalo baru bangun tidur.

apalagi kalo bangunnya setelah mimpi yang benar2 terasa nyata (contoh, mimpi buruk, mimpi jadi salah satu ksatria Sailor di Sailor Moon), atau terbangun karena adanya gangguan dari luar (contoh, ada orang iseng masuk kamar tiba2, dan masih banyak lagi).

sebenernya kata ‘dodol’ bukan kata yang tepat, tapi gak nemu kata2 lain untuk menggambarkannya dengan lebih baik lagi. Jadi biarlah saya jelaskan saja contoh2 kejadiannya dan biarlah pembaca memutuskan apakah kata ‘dodol’ ini cukup menggambarkan atau ada usul yang lebih baik lagi. :)

Manda umur 5 tahun.

Mimpi buruk. Di mimpi itu Mama saya dengan dermawannya membelikan martabak manis untuk seluruh penghuni rumah (bahkan Pepen dapet) kecuali saya. Saya nangis dan memohon2 sama Mama untuk dibelikan martabak manis, tapi gak dibeliin juga, malah diledekin. Saya terbangun dari mimpi (masih pukul 10 malam). Merasa keqi setengah mati. Berjalan keluar kamar, menyambangi Mama saya yang sedang menonton tivi di ruang keluarga (ada Ayah saya juga dan PRT setia keluarga saya, bernama Jek). Sayapun marah2 sambil menangis,

Saya : "Mama jahaaaattt…… masa orang lain dibeliin martabak, Manda enggaaakk…. !!!" (nangis)
Mama : "Hah?"
Ayah : "kenapa Manda?"
Saya : "Mamaaa… jahaaattttt…. Manda kan kepengen martabaakk…." (masih nangis)
Mama : "apa? coba ngomongnya yang jelas, gak usah pake nangis." (beneran loh kalimatnya begini)
Ayah : "udah, Manda gak usah nangis, Ayah gak ngerti ni. Jelek lah nangis2 gitu."
Saya : (nangis + ngamuk) "Mamaaa…. martabaaaakk….!!!!!"
Mama : "Jek, jek, coba naik sepeda beliin martabak dulu deh di depan komplek, kayaknya ni anak laper."  (beneran kalimatnya begini)
Jek : "Iya bu." (segera berdiri dan bersiap pergi)
Mama : "Martabaknya apa dek? manis?"
Saya : "….iya….." (sesenggukan)
Mama : "Martabak manis, Jek. Cepet ya." (sambil mengeluarkan uang dari dompet dan memberikannya pada Jek)
Jek : "Siap bos." (pergi)
Ayah : "Udah, Manda diem, nonton tivi aja sini, nunggu martabak."

Manda si anak gendut pun duduk manis di samping ayah-ibunya menunggu martabak sambil menonton tivi. Beberapa saat kemudian, martabakpun datang. Mandapun segera melahapnya bersama yang lain.

Mama : "Tadi mimpi ya?"
Saya : "kayaknya gitu deh." (tetep makan dengan nikmat)

Ini kejadian bener2 terjadi loh. dan beneran kejadiannya kurang lebih begitu. ampe sekarang Ibu saya selalu ngungkit2 kejadian ini kalo ada kumpul keluarga, dan itu memalukan. satu bukti nyata bahwa saya gendut bukan hanya karena gen keturunan dan situasi mendukung, (ibu2 mbeliin balita-nya martabak manis jam 10 malem, kurang supportive apa, coba?) tapi emang panggilan alam -_-. kalo kata darcil : "mimpipun elo tentang makanan, ya bok.". aaargggh!!!

Saya pikir itu one-time-mistake, tapi enggak dong, ampe ke depannya, banyak banget kejadian2 berhubungan dengan blank-atau-gak-bisa-ngebedain-antara-mimpi- dan-kenyataan-dalam-kurun-waktu-kurang-lebih-5-menit-pertama-setelah -bangun-tidur.
Entah yang mimpi jadi Kenshin (Samurai X) dan memergoki diri sendiri bermanuver main pedang (tanpa pedangnya) dalam keadaan berbaring selama 3 menit setelah bangun.
Entah yang mimpi jadi Sailor Saturnus (Sailor Moon) dan ended up dengan terbangun lalu nyari2 tongkat pramuka di kamar dan memain2kannya sebentar (waktu itu kelas 6 SD, jadi wakil ketua regu Cempaka, suru bawa tongkat ke rumah), padahal itu udah jam 12 malam (ceritanya tongkat itu as Silent Grave-nya Sailor Saturnus, yang penggemar Sailor Moon pasti ngerti). Dan masih banyak lagi.

Dan kebiasaan ini, masih gue bawa, sampai sekarang, di Kosan Mesum.

Manda, 16 tahun kemudian setelah kejadian martabak.

ceritanya, esok hari, saya akan menghadapi UTS matkul KPB pada pukul 7 pagi (KPB = Kewirausahaan dan Pengembangan Bisnis). Karena  malam itu saya agak gak enak badan, saya bermaksud tidur2an sebentar sebelum mulai baca2 slide yang udah dikasi dosen (biasa, Sistem Kebut Semalam).

ternyata saya ketiduran.

saya terbangun karena temen kosan saya tercinta, darpit si gila tiba2 membuka pintu kamar saya dan berteriak "Booobiiiii…..!!!" (jangan tanya kenapa saya dipanggil Bobi, dia kan ‘agak2′, apapun bisa terjadi). Saya terbangun dengan gelagapan.

Darpit : "OHMAIGAT, TIDUR?!" (menunjukkan tampang yang SANGAT intimidating, seandainya waktu itu gue foto)
Saya (terintimidasi dengan tampang Darpit, mulai panik, melihat jam dengan jarum pendek di angka 7 dan jarum panjang di angka 12, melihat darpit rapih berjilbab, dengan pakaian keluar rumah, mulai mikir macem2) : "MAMPUS."
Darpit : "kenapa mampus?"
Saya (segera berdiri, panik, berjalan mengambil handuk) : "AAAHHHHH… gue beloom belajarrrr KPB…..gimana dong!!!"
Darpit : "eng…gue juga belum kok."
Saya : "aaaahh.. mana telat pulak! …eh, tunggu. lo belom belajar?" (panik, lalu curiga)
Darpit : "Belum. ini baru mau belajar juga. belajar bareng yuk, Bobi."
Saya (terdiam. mikir. mikir. mikir. akhirnya figure out apa yang terjadi) : "Ini… jam 7 malem ya?"
Darpit (memandang heran) : "….Iya. OHMAIGAT. lo pikir ini udah besok pagi????" 

Lalu saya segera menggebuk Darpit pake bantal. kesel. dasar Cimul (C*na Muallaf, karena dia sipit dan dia jilbab-an, tanpa bermaksud SARA, ini ledekan khusus darpit kok). Ternyata tuh ya, dia baru pulang ke kos jam 7 malam dan langsung mendobrak kamar saya yang gak terkunci. Dia kira saya lagi belajar KPB, ternyata saya tidur, makanya reaksinya dia tadi gitu ("OHMAIGAT?! TIDUR?!"). Apapun alasannya, saya menyalahkan tampang intimidating-nya yang dia tunjukkan pada saya sesaat setelah saya membuka mata. GAK BISA YA BANGUNINNYA DENGAN TAMPANG MANIS YANG BIKIN ATI TENAAANG…!!!!!!. aaargh.

anyway, syukurlah gak jadi telat dan ada waktu belajar KPB. :P  

——

Itu sama Darpit, pernah terjadi juga dengan Darcil, bedanya dia lebih baik. 

ini terjadi baru2 ini sih. ceritanya saya dan teman2 saya : Darcil, Nyer si Gendut, Shanny dan Paul janjian nonton The Fall (bagus looh!!) jam setengah 3 siang di Blitz, Paris van Java. Kami janjian berangkat bareng ke PVJ nebeng mobil Nyer si Gendut dan janjian ketemu di lapangan parkir Sipil, ITB (mobil Nyer si Gendut diparkir di sana) pukul 1 siang.

Saya dan Darcil memutuskan untuk berangkat ke ITB dari kos pukul 1 kurang dikit aja. Mendingan Zuhur-an di kosan dulu sama si Darcil mau makan siang di kosan, baru berangkat (saya memutuskan makan siang di dalam bioskop aja ntar, ngidam burger Raffels, hohoho).

Jam masih menunjukkan pukul 12 siang ketika saya memutuskan untuk berbaring sebentar karena darah rendah saya kumat dan tanpa sadar, tertidur.

Beberapa saat kemudian, saya terbangun tiba2 dan melihat Darcil duduk di bagian kaki kasur saya, sambil makan brokoli goreng tepung dan kentang rebus.

Saya kaget dan bingung. melihat jam dan Darcil bergantian. gak tau mesti ngapain. gak tau mesti gimana. masih berusaha figure out kenapa ada Darcil di sudut kasur saya, makan brokoli goreng tepung dan kentang rebus pulak.

Saya : "eng.. sil.." (masih bingung)
Darcil (nampak mengerti ada apa) : "Tenang, bok. Tenang. Jangan mikir apa2. Tenang."
Saya (berkurang bingungnya) : "oh, tenang. ok. eng..gue… mau ngapain sih?"
Darcil : "tenang. belum jam 1 kok, masih 1 kurang 15. bahkan tadi Nyer bilang dia masih makan siang dulu, jadi kayaknya bakal agak2 telat.."
Saya : "hah? jam 1? Nyer?" (masih bingung)
Darcil : "…..lo udah makan belum?"
Saya : "makan… makaan…. enggak belum, gue mau makan Raffels, entar…" (mulai teringat begitu dihubungkan dengan makan)
Darcil : "hoooo…." (tetap mengunyah kentang rebus)
Saya (mencoba mengingat2 dalam hati) : makan… gue mau makan Raffels… Raffels di PVJ…. PVJ….oohh mau nonton The Fall di PVJ.. sama siapa? ….sama Sila, Gendut, Shanny dan Paul entar jam 14.30… janjian dulu di kampus jam 1…
Saya (akhirnya figure out apa yang terjadi) : "OOOOHHH. udah sholat, Sil?"
Darcil : "udah."
Saya : "gue belom. sholat dulu deh." (bergegas berdiri mengambil wudhu)

Satu2nya hal yang memalukan adalah : gue bisa mengingat setelah disebut kata ‘makan’. damn. Untung aja Darcil gak bikin panik kayak Darpit. hahahahah.

Nah, silakan simpulkan sendiri kata apa yang tepat untuk menggambarkan kekurangan saya setelah bangun tidur ini. :P .

Mandhut. 

Budaya, Friends, Sehari-hari, Event, AutisJune 14, 2008 7:43 pm

Postingan ini bener2 cuma cerita, saya gak membuatnya enak dibaca, hehehe…. udah diwarn yaaa… 

Pembaca sekalian tahu English Day? Itu loh, pemberlakuan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehari2, in order to melancarkan kemampuan berbahasa internasional tersebut :P .

nah, akhir2 ini dara2 Kosan Mesum (baca : darcil dan darpit) lagi pada keranjingan English Day.

Hari Kamis lalu, mereka pulang dari kampus (gue memilih ngendon di kos), memanggil2 nama gue sejak dari garasi, dan begitu gue keluar dari kamar, mereka menyapa gue dengan "Good Afternoon, Mandhut… How Are You Todaaayy….???? We Are Very Well, thank youuu….!!!" dengan gaya terbelakang mental.

pas gue tanya, kenapa menyapa gue dengan bahasa Inggris (dan kenapa terbelakang mental). Mereka berdua langsung berebut bercerita. Setelah sesi cerita2 kacau dari darpit dan darcil, inilah yang dapat gue simpulkan :

  • mereka baru aja ngobrol seharian sama Jallil, mahasiswa asal Perancis, yang melakukan research selama 3 bulan di Laboratorium Basis Data IF ITB. karena Jallil tidak begitu mahir bahasa Indonesia, maka anak2 Basdat (basis data) memberlakukan setiap hari sebagai English Day, supaya Jallil merasa betah dan sekalian melatih kemampuan bahasa inggris masing2.
  • dasar emang 2 dara kosan mesum itu orang2 geblek, mereka dapat ide untuk sok2 nyamar jadi orang asing di luar ITB. sepulang sekolah mereka ke toko obat Cent*ry di Dago, mengajak ngomong mbak2 pramuniaganya dalam bahasa Inggris dan puas setengah mati waktu mbak2nya panik, serta diam2 berusaha menebak2 mereka datang dari negara mana, terutama Darcil (males ngelink… T-T). Karena Darpit terlihat seperti C*na Muallaf (sipit + putih + jilbab), tapi Darcil? tampang dan perawakan bener2 pribumi. udah gk tertolong lagi.
  • Kedodolan diteruskan saat pulang ke kos ke bilangan Tubagus Ismail naik angkot, mereka puas banget liat beberapa penumpang angkot berbisik2 setelah mendengar mereka berbicara dalam bahasa Inggris.
  • dan itu diteruskan sampe di kosan dan menyapa guepun dalam bahasa inggris baku. 

oh damn. harusnya gue ke kampus, dan ikut melihat tampang mbak2 pramuniaga dan orang2 di angkot bersama mereka. tapi sudahlah, nanti hari senin gue mau coba bahasa inggris aksen malay. ahahahaha. tidak sabar lagi :D

nah, hari Jumat lalu, beberapa IF ITB (termasuk di dalamnya kosan mesum) + Jallil nonton premiere Kung Fu Panda bersama di 21 Braga. Saya sempet dikenalin dan ngomong sedikit ma Jallil, tapi karena saya pemalu (gak ding, conversation gue tengkurep + terlalu perfeksionis soal grammar dan vocab sampe ngomongpun susah) jadi biarlah temen2 gue yang lain yang ngomong banyak sama Jallil (sori ya Lil, entar aja kite karaoke bareng :D , janji deh).

 (berfoto bersama Po - panda gendut berbaju abu2 - sehabis nonton Kung Fu Panda)

 

kami bersenang2 disana, Kung Fu Panda sangat menghibur, kami pun makan di C’mar setelahnya, dan sempat berfoto2 (gue membawa Poso si kamera kesayangaaan).

 

(makan di C’mar yang mengenyangkan, enaaak dan historical, dan dingin, dan kereen :P . mempertimbangkan C’mar sebagai tempat dilamar suatu hari nanti, hahaha.) 

 

dara mesum sempat melakukan pose ikan lentera di C’mar,

(tampang gue menyeramkan. tapi demi keutuhan postingaaaannn… apa daya…) 

bersama Jallil yang berhasil kami racuni ;) . hihihihi. 

 

berdoa semoga Jallil gak kapok ke Indonesia,

 

Amanda. 

Friends, Sehari-hari, Konyol, Kosan Mesum, AutisJune 9, 2008 8:48 pm

Warning : Postingan ini geje, garing, aneh. gue udah bilang loh ya. kalo gak nampol jangan marah. 

Jadi, tadi malem gue ngobrol sama teman satu kosan mesum tercinta, Darpit si gila di ruang makan kosan. Terus entah kenapa sampe pada obrolan yang setelah gue pikir2 lagi, sangat aneh :

D : iya, jadi kosan kita ini diserang sama dinosaurus, pada masuk ke dalam rumah gitu.
M : …dinosaurus?
D : dinosaurus. (yakin)
M : oh oke, jadi kenapa dinosaurus masuk ke rumah? (udah kayak ngomong sama pasien RSJ)
D : menyerang manusia.
M : …oooh,jadi entar rumah kita bakal diserang… apa ya namanya, Raptor? (memikirkan jenis dinosaurus yang bisa jalan2 di dalem rumah)
D : Raptor. (yakin)
M : Bakal lari2 dong kita, panik gitu kan, kayak di The Lost World.
D : tentuu… (yakin)
M : kayaknya kalo emang kejadian, gue kebagian jadi tokoh yang bakal dimakan Raptor deh, gue gendut gitu, larinya lamban.
D : Omaigad, man… (ketawa)
M : Oh gue tau, kalo Raptor dateng, gue ngumpet di kamar aja, terus kamarnya gue kunci.
D : ….. (terdiam)
M : Eh tapi dia bisa ndobrak pintu ya, gue geser semua barang ke pintu deh, abis itu gue diem, nunggu sampe Raptor pergi.
D : Tapi kan Raptornya bisa ngetok.
M : Ngetok? Ngetok apaan?
D : Ngetok2 pintu kamar lo.
M : OMAIGAT PIT, RAPTOR NGAPAIN NGETOK2 KAMAR GUE? MINTA DIBUKAIN PINTU?
D : iya…. (nampak baru menyadari kebodohan dari celetukannya barusan dan tertawa)
M : LO KIRA GUE SEKAMAR SAMA RAPTOR???!!!! TEMEN SIAPA SIH, GAK PINTER2??!!!
D : ahahahahaha…!!! (ketawa)
M : DODOL AH. niwei, kalo Raptor dateng, lo ngapain? ngumpet di kamar juga? (gue terusin dong)
D : kalo Raptor dateng, gue pergi ke kampus.
M : Eng, di jalan kan ceritanya udah banyak Raptor juga. (itu bukannya kayak mengumpankan diri sendiri ya?)
D : Enggak. Raptornya cuma di rumah kita aja.
M : (oh oke, lo dan khayalan lo, terserahlah..) oohh.. di kampus ngapain? emang ada bunker disana?
D : ngerjain TA. *TA : Tugas Akhir*
M : Semua orang lagi panik mau dimangsa Raptor dan lo di kampus ngerjain TA?
D : benar. (yakin)
M : (saatnya mengganti pembicaraan, karena si darpit terlihat semakin gila) Tapi iya lo pit, gue kalo lagi nonton film2 petualangan, horor atau thriller gitu, suka miris…
D : miris kenapa?
M : soalnya gak bisa apa2 selain pasrah. Kayak kalo di the lost world, gue pasti udah dimakan dari awal film. terus kalo kayak di film Flood, gue terbawa arus karena berenangnya lamban. kalo di film thriller pembunuhan berantai kayak Urban Legend, gue kebagian jadi tokoh-gendut-tak- berbahaya-yang-ternyata-adalah-pelakunya. Kalo di petualangan pencari harta kayak di National Treasure, gue kebagian menghambat gerak temen2 gue, entah ngerubuhin jembatan ato masuk ke retakan es. ahahahahaha.
D : ……
M : kesian ni jadi gue, gimana doong…
D : gimana dong apa?
M : ya gimana dong, kalo misalnya ada apa2, kemungkinan gue selamat sangat kecil.
D : ….mau main game ah. (memilih main game online dari kompu daripada menjawab)
M : yasudah.

dan kamipun beranjak masuk ke kamar masing2. hanya supaya kalian tahu, begitulah yang terjadi sehari2.

degradasi otak di Kosan Mesum ini salah siapa sih?

Manda.

Sehari-hari, AutisJune 7, 2008 8:07 am

jadi begini,

barusan aja dapet kabar dari darcil bahwa hari ini, Sabtu, 7 Juni 2008, akan ada pemadaman listrik di beberapa daerah di Bandung, lengkapnya bisa dilihat di sini.

mendengar berita ini, hal2 gue lakukan adalah : 1). mandi, karena pemadaman listrik yang terakhir menyebabkan gue terpaksa tidak mandi seharian dan itu…. gatal. 2). mengajak darcil dan darpit pergi dari kosan seharian, anywhere but here, mungkin membawa laptop tercinta, mencari tempat dimana ada listrik dan (gak harus sih, tapi kalo ada, itu merupakan nilai tambah) koneksi internet, ato mungkin sekedar jalan2 aja.

menyangkut poin nomer dua, jadi inget, kapan itu, gue dan seorang teman pernah membahas, betapa kuliah 4 tahun di informatika, membuat manusia menjadi mau-tidak-mau memiliki ketergantungan dengan benda bernama komputer dan teman2nya. oh ya, maksud ‘teman2 komputer’ disini adalah = laptop, flashdisk, harddisk, internet dan masih banyak lagi.

si teman saya ini, mengaku merasa gak tenang kalo berada di tempat yang gak ada komputernya. gak perlu komputer milik sendiri, fakta bahwa dia berdekatan dengan komputer, dan bisa menyalakan winamp, mendengarkan beberapa lagu sampai tertidur, itu aja udah cukup. kalo ditambah koneksi internet, lebih asik lagi. Kalo bisa browsing lancar, alhamdullillah, kalo lamban, ya asal bisa online lewat messenger, terhubung dengan temen2, itu aja udah cukup. kalo permintaan-permintaan sederhana itu gak terpenuhi, ya berasa agak gak tenang, sehari-dua-hari masih gapapa, lebih dari itu? mending gak usa dibayangin.

gue? gue juga merasakan hal yang sama dengan si teman, ditambah fakta bahwa gue berkeyakinan bahwa komputer atau laptop itu, cerminan jiwa pemiliknya. wakakak. eh bener loh, apalagi kalo pas belinya milih sendiri dan pake duit sendiri, makin bener itu teori (hehe). contohnya pavi, laptop gue (HP Pavillion), dia dibeli karena selain speknya sesuai keinginan, harga reasonable, juga karena gue merasa kalo gue ini diciptakan lagi menjadi laptop, paling kondisinya gak jauh2 dari pavi, besar, berat, dekil, beset, disorganized dan spesifikasi tdk dimanfaatkan secara maksimal.
Dari sejak liat pertama, udah kasih nick name ‘Pavi’ dalam hati, dan meski abis itu liat2 laptop lain untuk perbandingan spek dan harga, gue udah tahu bahwa at the end gue akan beli Pavi, dan begitulah yang terjadi. dramatis gak sih? agak2 jijay kalo diinget2 sekarang. Makanya saya kalo liat laptop orang, suka senyum2 sendiri, ngebandingin sama yang punya ^^, begitu juga dengan macky (diambil dari kata : mac) milik darcil dan ceri (diambil dari kata : acer) milik darpit, gue selalu merasa, laptop2 mereka mirip sama pemiliknya. hehehe.

ketergantungan terhadap komputer dkk ini gak pasti karena manusia tsb. kul di bidang informatika sih, mungkin saja karena emang jaman udah segitu maju, jadi ngaruh ke gaya hidup orang kebanyakan dsb. kepengen ngasi contoh lebih jauh, tapi gue rasa gue serahkan aja sama pembaca, mungkin pembaca mau menambahkan via komen? ;) hehehe.

yang jelas, kalo beneran hari ini mati lampu, gue udah ada plan harus ngapain. daripada tidur ato baca buku (bukannya gak suka baca buku, tapi ini juga lagi agak2 mendung, bacanya gak enak) ato main tebak bayangan dengan bantuan sinar lilin (jadi inget jaman kecil, gue cuma bisa bikin bayangan merpati ama anjing), gue mending jalan2 keluar.

moga2 gak jadi mati lampu, amin.

Mandhut. 

Friends, Sehari-hari, Konyol, AutisJune 1, 2008 4:32 pm

Sebuah obrolan di malam Senin, dengan temen saya T : 

oknum T: nyet, lu tau oncom jaya?
oknum M: hah?
oknum M: apaan tuh?
oknum M: gak tau
oknum M: gak suka oncom dan gak suka jaya
oknum T: merk snek gt
oknum M: MASA??!!
oknum T: snek khas bandung
oknum M: ONCOM DIJADIIN SNACK?
oknum T: macem2 sneknya
oknum M: oooooh
oknum T: ga ONCOM doang
oknum M: snek oleh2?
oknum T: tapi judulnya ONCOM JAYA
oknum M: ada2 aja
oknum M: bedanya ma oncom doang apaan?
oknum T: kita suatu saat bikin yuk
oknum T: COMBRO JAYA
oknum T: COMBRO MAKMUR
oknum M: USRO MAKMUR
oknum M: KLEPON MANTEP
oknum M: aduh males
oknum T: USRO APA YA BAIDEWEI???
oknum M: temennya combro
oknum T: combro pandai bergaul. temennya banyak
oknum T: temen yg mana?

oknum M: combro kan dalemnya oncom
oknum M: kalo usro, dalemnya gula merah
oknum M: saya syuka
oknum T: oh itu
oknum M: udah gila ya
oknum M: combro pandai bergauuull
oknum M: kalo punya anak kasih nama combro yuk
oknum T: ya emang
oknum M: dono kasino combro *ini aneh*
oknum T: baidewei
oknum T: nama otak2 dari mana sih??
oknum M: auk
oknum M: padahal gak mirip otak
oknum M: dan bikin salah paham gak sih
oknum T: kura2, kupu2, lumba2, cumi2
oknum T: nama2 itu diambil darimana?

oknum T: kenapa harus dua kali sih?
oknum M: ……
oknum M: sedang saya pikirkan
oknum T: kalopun pengen diulang
oknum T: kenapa namanya pake dash *dash -> ‘-’ *
oknum T: coba situ pny anak
oknum T: di akte namanya ani-ani
oknum T: ada dash nyet..
oknum M: gak tau juga ya,
oknum M: mungkin,
oknum M: coba perhatikan,
oknum M: hewan2 itu kan hewan koloni, T
oknum M: kupu2 tuh koloni loh
oknum M: cuma aja suka malu kalo ketauan bareng

oknum M: kura2 juga gitu,
oknum M: sayang aja lamban suka ketinggalan temen2
oknum T: iye
oknum T: cumi2?
oknum M: cumi2 koloniii…
oknum T: JADI SEMUA KOLONI??
oknum T: BEDANYA ADA YANG MALU ADA YANG PEDE?

oknum T: KLO KETAUAN RAME2?
oknum M: iyaaa
oknum M: suka gengsi
oknum M: denial gitu deh
oknum M: padahal kalo malem, mereka ngumpul2 gitu
oknum T: ato mgkn
oknum T: saking pedenya
oknum T: pengen outstand the crowd
oknum M: benaar
oknum T: jadinya keliatan sendiri
oknum T: trus
oknum T: semua yg berulang,
oknum T: ga ada yg panjang???
oknum T: dua suku kata
oknum T: ga ada kalajengking-kalajengking?
oknum M: susah nyebutnya
oknum M: sama kayak bahasa perancis
oknum M: banyak exception
oknum M: (baca : eksepsyoong)
oknum T: eksepsiong
oknum M: ah ya
oknum M: itu
oknum T: eh situ tau babi rusa?
oknum M: tau
oknum T: itu kaya apa sih?
oknum M: pernah denger tapi gak tau wujud
oknum M: nah itu
oknum T: emang beneran blend babi dan rusa penampakannya?
oknum M: ngeri gak si
oknum M: cuba saya googling…
oknum M: sebentar
oknum T: kayanya itu dulu babi dan rusa menyalahi kodrat
oknum T: menikah beda spesies
oknum M: gue nangkepnya
oknum M: itu ugly duckling-nya dunia rusa
oknum M: halah aneh2 aja
oknum M: ini udah gue liat
oknum T: serius nyet
oknum M: itu kayak babi bertaring gitu
oknum T: ANJRIT
oknum M: babi hutan bertaring
oknum M: mukenya cadas nyet
oknum T: ANJRIT
oknum T: itu maminya apaan?
oknum T: babi rusa jg?
oknum M: gak dibilang si
oknum M: gak ada autobiografi
oknum T: ato rusa yg lagi sial aja pny ugly duckling?
oknum M: tapi kok beranak pinak?
oknum M: means gen keturunan yak
oknum T: ngeriwati
oknum M: ato ini babi yang beruntung? punya taring?
oknum M: eh tapi taringnya itu,
oknum M: bukan kayak gading gajah, ngadep ke bawah
oknum M: ini kayak di antara idung dan mata lo ada taring2 ngadep ke atas
oknum T: gading gajah ke atas nyet
oknum T: melengkung ke atas
oknum M: agak takut nyolok mata
oknum M: oh iya?
oknum M: masa?
oknum T: kaya badak maksud lo?
oknum M: benar
oknum T: antara idung dan mata?
oknum M: tapi taring2nya lebih kecil
oknum M: dan ada 4
oknum M: badak kan 2
oknum T: MAMPUS
oknum T: did you find it educative?
oknum T: klo tidak
oknum T: mari kita hentikan sampai sini
oknum M: don’t think so sih
oknum M: mau bahas ampe tapir gak?
oknum T: TAPIR APA NYET
oknum M: kenapa tapir kayak pake celana
oknum M: kostum TA *ta = tugas akhir, di tempat kuliah saya, kostum TA-nya = celana item, kemeja putih*
oknum M: TAPIR ITU BINATANG, T…
oknum T: NAJIS
oknum T: NAJIS
oknum T: TAU GUA
oknum T: CUMA SUKA KETUKER AMA ANOA
oknum M: tapi cuma muncul di buku doang
oknum M: gak terkenal
oknum M: bener
oknum T: tapir yg badan putih, celana item?
oknum M: udah kayak doyok-kadir
oknum M: nyebutnya selalu barengan
oknum M: benaar
oknum M: how come coraknya bisa gitu?
oknum M: segaris, kayak celana
oknum M: kostum TA
oknum T: baidewei
oknum T: doyok kadir?
oknum T: emang sohiban?
oknum M: hah?
oknum M: sohiban kalee
oknum M: mereka tuh dulu kalo ngelawak, dua2-an
oknum M: kayak topan-leysus
oknum T: emang dia lg TA kali
oknum M: kayak ateng-iskak
oknum M: eh T
oknum M: baru googling tapir
oknum M: ternyata
oknum T: ya
oknum M: kebalik
oknum M: yang putih yang bawah
oknum M: aduh aneh
oknum T: AH MASA
oknum T: ITU PURA2 DEH
oknum T: GARA2 DIBILANG TA
oknum T: LANGSUNG GANTI KOSTUM
oknum M: ahahahahahaha
oknum M: beneran ini
oknum M: yang putih yang bawah
oknum M: aneh aneh
oknum T: PAKE KAOS KAKI GA
oknum T: KAOS KAKI ITEM
oknum M: kaos kaki item
oknum M: bener
oknum M: ih hebat
oknum T: SERIUS NYET
oknum M: tepatnya stocking sih
oknum M: dari paha ke bawah item
oknum T: STOCKING
oknum M: yang putih cuma perut
oknum T: WOW
oknum T: CEWE BERARTI
oknum M: semuanya gitu kok
oknum M: lebih mirip popok

oknum T: eh
oknum T: waktu itu sapa yg bilang ya
oknum T: merpati di pvj *paris van java, bandung*
oknum T: dikasi POPOK

oknum T: elu ya?
oknum T: sempet ragu nyet
oknum T: pas ke pvj terakhir dicek
oknum T: tnyt kaga
oknum M: AHAHAHAHAHHAA
oknum M: YA JELAS ENGGAK LAH
oknum T: YA KALI AJA
oknum M: siapa juga yang mau makein dan gantiin everyday
oknum T: KLO AMPE NGECR*T KENA CUSTOMER KAN
oknum T: AGAK GIMANA…
oknum M: *bener ketawa*
oknum M: AHAHAHAHAHA
oknum T: HEH
oknum T: gua tau itu absurd
oknum M: ya ampun
oknum M: kamu..
oknum T: tapi demi kenyamanan pengunjung
oknum T: who knows
oknum M: ini salah satu keahlian gue dalam membuat orang tidak yakin dengan pengetahuan sendiri…
oknum M: iya sih
oknum T: ketimbang dilaporin di surat pembaca
oknum M: tapi kalo emang ada,
oknum T: "saya kena t*i burung di pvj"
oknum M: yang ngomongin bukan gue doang gak sih?

oknum M: AHAHAHAHAHAHHA
oknum M: gue masukin blog
oknum M: AHAHAHAHHAA
oknum T: …..
oknum M: makasih loh T
oknum T: ….

thanks loh, tan. menghibur sekali. ahahahahahahahhhh…. maaf sudah membuat anda ngecek2 apakah merpati PVJ berpopok pa gak. beneran deh tampang lo pas gue ngomong itu, gak menunjukkan ketertarikan, kalo gue tau elo percaya, dah gue cegah dari kapan tau. ahahahahahahahahaahahahahhahahaahaha…..

ditunggu obrolan autis berikutnya. niwei, makin lama gaya ngomong kita udah kayak tokoh2 di miund.com, tanpa bermaksud copycat, apa daya ke-kopi, sori loh mbak miund dan teman2 :D . hahahahaha. congrats udah jadi trendsetter.

Mandhut. 

Resensi, Tentang Manda, Thoughts, Sehari-hari, AutisMay 24, 2008 8:38 am

Beberapa orang mungkin mempunyai lagu yang paling ‘click’ dengan apa yang rasakan dalam hidupnya. Lagu itu menjadi lagu yang selalu diingat liriknya dan didengar sepanjang hidup orang tersebut. And for me, lagu yang dimaksud adalah Looking for a Place to Land, yang dinyanyikan oleh Dakota Moon.

Saya pertama kali denger lagu ini pas jaman SMA, sekitar tahun 2002, dan begitu denger, saya langsung suka. Padahal menurut kebanyakan temen saya, lagu ini biasa2 aja, tapi di kuping saya, lagu ini menceritakan apa yang saya rasakan soal kehidupan, dengan kata-kata yang tepat sasaran.

Dan di postingan kali ini, saya mau menjabarkan apa isi kepala saya, terkait si lagu itu tentunya. hehehehe. Silakan duduk manis dan menyimak, akan sangat panjang, jadi pastikan kalian sudah punya teh manis hangat dan bakpau untuk menemani membaca *masih aja*.

——————————————————— 

Jadi begini, 

Seiring umur saya yang bertambah, saya mulai terus mempertanyakan, apa yang harus saya lakukan di dunia ini, apa yang saya cari, apa yang membuat saya bahagia, mengapa orang-orang berpikir begini, mengapa Tuhan memerintahkan kita untuk begitu, dan masih banyak lagi. Pertanyaan2 ini, terus bertambah jumlahnya serta tingkat kerumitannya, semakin meluas ke semua sektor kehidupan, dari yang penting hingga yang sepele. Semua ini, semakin menyita perhatian dan energi saya.

Kadang saya merasa, saya menyia2kan waktu saya hanya untuk mencari jawaban akan pertanyaan2 saya di atas. Saat semua orang berlari mengejar cita2, melakukan suatu hal yang nyata hasilnya, saya hanya sibuk berpikir dan mengkhayalkan sesuatu yang mungkin sebenarnya gak perlu untuk dibayangkan. Ada yang bilang, hidup itu dijalanin aja, gak usa dipikirin. Tapi saya belum bisa berhenti memikirkannya terus menerus, setiap menit, setiap detik, sampai saya menemukan jawaban yang bisa menenangkan.

Saya selalu berpikir, dunia ini gak berjalan dengan baik. Ini bukan tempat saya. Bukan tempat dimana saya ingin hidup. Bukan tempat dimana saya ingin membesarkan anak-anak saya kelak. Saya gak bisa menggambarkan dengan tepat apa yang salah di dunia ini, tapi saya tahu bahwa something is amiss.

Saya menginginkan banyak hal yang berbeda dalam hidup, 

Saya menginginkan sesuatu yang bisa membuat saya terus bersemangat, petualangan, intrik, drama, apapun. Kadang bahkan saya berkhayal, saya bisa bertemu dengan suatu lubang menuju dimensi lain, dimana disana menunggu sebuah dunia yang berbeda dengan apa yang ada disini. Dunia yang menunggu untuk diselamatkan, dunia dimana sedang terjadi bencana besar, seperti di film Armageddon atau Independence Day, atau dunia mimpi seperti Narnia dan Who’s Ville. Dunia dimana saya tidak berperan sebagai Manda si mahasiswi, tapi sebagai orang lain, siapapun selain saya si Mahasiswi. Dunia dimana saya bisa menemukan orang2 yang benar2 berharga bagi saya. Dunia dimana persahabatan dan cinta diuji kekuatannya.

Kadang saya juga berharap, menemukan dunia dimana, tidak ada polusi udara di dalamnya. Dunia dimana, semua manusia memiliki ladang dan peternakan sendiri di belakang rumah mereka. Tidak terlalu besar, tapi cukup untuk memberi makan diri sendiri dan keluarga. Dunia dimana air sungai mengalir jernih, ikan-ikan berenang dengan bebas, lebah berdesing mengumpulkan madu, para bapak berbincang2 di teras ditemani kopi, dan bau roti panggang memenuhi dapur setiap ibu rumah tangga di pagi hari. Dan saya disana, sedang mengaduk sepanci adonan strawberry di dapur untuk dijadikan selai roti esok hari sambil bersenandung lagu2 lawas. Dunia dimana, kedamaian adalah satu2nya aturan yang ada.

Saya juga pernah membayangkan, hidup di suatu kota besar, pusat perdagangan dunia. Kota yang modern, bersih dan teratur, didiami oleh lebih dari satu suku bangsa, ras dan agama. Hidup melajang, tinggal di sebuah apartemen sederhana, dengan furnitur yang saya beli dan saya atur sendiri. Bekerja sebagai seorang penulis di sebuah majalah/surat kabar ternama, menghasilkan tulisan2 yang bermutu setiap hari. Saya akan berangkat-pulang kerja dengan menaiki kereta bawah tanah atau bis, hanya naik pesawat terbang saat memang ditugaskan di luar negeri. Setiap akhir minggu, saya akan berjalan menyusuri sebuah daerah yang dipenuhi restoran dan kafe dengan menenteng sebuah tas berisi laptop ringan kecil pada pukul 10 pagi, kelewat excited untuk memutuskan akan menulis di mana saya hari ini. Memiliki teman2 yang berwawasan luas dan memberi banyak cerita pada saya. Dunia dimana saya hidup mandiri dan bisa berkarya sesuka hati.

Saya menginginkan dunia-dunia yang menawarkan hal yang berbeda dari apa yang ada disini.

Sebut saya gila, tapi saya benar2 memikirkan hal2 di atas. Saya terus bertanya apa yang sebenernya saya inginkan dan kemana saya ingin menuju, saya terus bertanya bagaimana menggambarkan apa yang sedang saya lakukan selama ini, sampai akhirnya saya menemukan lagu itu dan mendengarkan lirik ini,

                 I guess in my own way
                 Just like him I am wandering, wondering run away
                 But aren’t we all just,

                 Looking for a place to land
                 Looking for a friend to call
                 Looking for a destination, conversation, fascination
                 To protect us from the fall
                 Looking for the one to love
                 Looking for a brand new day
                 Looking for a reason to stand
                 Looking for a place to land

dan saya hanya bisa tersenyum, karena akhirnya saya tahu apa yang sedang saya lakukan. Sampai detik inipun saya masih mencari a place to land.

Mungkin bukan berarti dunia ini bukan tempat saya, tapi saya belum menemukan tempat yang tepat untuk saya mendarat dan tinggal disana. Dan mungkin, saya harus berhenti melarikan diri dari kenyataan, berhenti asik sendiri dengan khayalan2 itu, dan mulai memecut diri melakukan sesuatu guna menemukan ‘tempat mendarat’ terbaik saya. Dan yang pasti, saya harus yakin kalau tempat itu ada, bahkan saat dunia sedang tak bisa diharapkan seperti sekarang ini.

 

hanya racauan saja,

Mandhut. 

Tentang Manda, Thoughts, Friends, Sehari-hari, Love, Konyol, Autis, RoamingMay 17, 2008 7:32 pm

nyem nyemm.. dari kemaren2 lagi kepengen bener-bener meracau tanpa peduli apakah tulisan gue ini nanti akan dimengerti apa enggak ni sama pembaca. hehehe. daripada makin menjadi2, gue rasa akan gue habiskan semua yang gue pengen omongkan pada beberapa postingan. ^^ kalo mau baca, Alhamdullillah, gak mau yasudah, skip wae’.

kalo ditanya apa main concern gue sekarang, adalah kenyataan bahwa gue baru saja putus sekitar… eng.. 2 minggu lalu? gak kepengen jadi main concern, tapi mau gak mau sampe hari ini masih aja kepikiran. hahaha. gimana doong…. *guling2*

rasa putus itu menyebalkan, apalagi kalo lo-lah yang melakukan hampir semua don’ts dalam buku dos and don’ts in a relationship, dan berakhir dengan putus, dan saat lo sadar bahwa lo melakukan hal yang salah-bodoh-cupu, semua benda sudah terlanjur tidak pada tempatnya dan entah bagaimana gak ada cara yang jelas untuk mengembalikan ke tempat yang semula. bukan karena lo gamau, tapi karena benda2 itu bukan milik lo seorang.

untuk kesekian kalinya, gue harus sadar bahwa dunia bukan gue seorang, dan kembali untuk kesekian kalinya, gue harus merasakan betapa menyedihkannya saat gue tau kebahagiaan gue seringkali bukanlah sebuah ‘benda’ tapi manusia, yang hidup, yang bergerak dan mempunyai keinginan sendiri, dan itu berarti, amplitudo perasaan yang gak bisa diprediksi, yang bereaksi sesuai gerak-gerik si manusia itu.

akhir2 ini, berasa ada yang kosong entah di bagian mana di tubuh ini, dan gak tau gimana menambalnya. udah berusaha dengan benda2 subsitusi lainnya, tapi saat ini, semua terasa salah dan gak meaning. entah bener2 gak bisa atau gue yang gak kepengen menutup lubang itu dengan benda selain benda yang tadinya memang berada di sana, gue gak mengerti. gue bingung dan empty, dan saat ini, yang bisa gue lakukan hanya menunggu, berusaha membiasakan diri dengan perasaan yang ada, merasakan perasaan ini sampai habis, sampai gue terbiasa dan lupa bahwa ini anomalli.

menurut gue, fase2 dalam hidup itu kayak sekumpulan permen karet. satu untuk mewakili setiap perasaan/pengalaman yang harus lo lewati. harus dikunyah hingga bener-bener hilang rasanya untuk selanjutnya lo buang tanpa merasa bersalah, dan masukkan kembali permen karet yang baru ke dalam mulut. begitu juga dengan yang gue lakukan sekarang.

deep down inside, gue tahu hidup itu indah, baik kenangan baik maupun buruknya. soon after gue menemukan kebahagiaan baru, gue akan bisa menertawakan semua kejadian2 yang telah berlalu. yang tadinya gue tertawakan, gue tangisi, gue sesali, semua yang gue simpan baik2 dalam hati, semua akhirnya akan menjadi bahan pembicaraan seru, ditemani secangkir besar teh manis hangat, semangkok pop-corn dan seorang teman pendengar setia. berbicara sepanjang siang dan malam hanya untuk berbagi seberapa naif dan mudanya saya ‘dulu’ itu sembari merajut perasaan baru yang dipersiapkan di masa depan.

gue selalu tahu bagaimana perasaan2-tak-menyenangkan ini akan berakhir juga di tempat yang sama dengan perasaan lainnya. tapi tetap saja, menjalaninya adalah saat yang menyebalkan. persis usus buntu yang segera ingin lo angkat. persis jerawat yang ingin lo pencet. persis lintah yang menyedot darah lo sampai gendut. seperti itulah rasanya. yang gue inginkan hanya segera melewatinya dengan segala cara, tapi seberapapun lo berteriak marah karena kelelahan, lo tetap harus menjalaninya, keesokan harinya dan keesokan harinya. hari2 dimana lo merasakan kerinduan amat sangat saat lo memandang langit, merasakan udara dan embun pagi, melihat orang2 di dalam angkot, melihat aliran air di got, melihat deretan pohon, mendengar desiran angin, menelan pisang goreng, bahkan saat lo menutup mata dan menulikan telinga. entah merindukan apa, lo hanya rindu, entah pada apa, entah pada siapa.

beberapa menjalaninya dalam diam. tapi biasanya, gue akan menjalaninya dengan menghabiskan seluruh alternatif cara untuk melepaskan diri dari penderitaan ini di awal permainan, untuk selanjutnya merasa kecewa karena tak berhasil, dan memutuskan untuk diam, sama seperti beberapa orang lainnya, karena memang hanya itu yang bisa gue lakukan lagi. paling tidak, kalaupun gue gagal, gue gagal dengan fakta bahwa gue sudah mencoba segala cara yang gue bisa, jadi bisa mengurangi kadar penyesalannya. :) .

hehehehe,

ingin rasanya tetap berkosentrasi dalam rutinitas sehari2, tapi gue gak kuasa. gue sehaus itu sama benda yang namanya ‘kasih sayang’, sehaus itu sampai gak bisa gak mikirin hal itu sedetik saja, sehaus itu sampai bahkan saat gue memiliki benda itu di tangan, gue selalu merasa kurang, sehaus itu sampai selalu merasa iri dengan kasih sayang yang dimiliki orang. sehaus itu sampai gue memasrahkan semua bagian hidup gue, kecuali masalah kasih sayang. sehaus itu sampai seringkali tanpa sadar gue sudah dalam state mengemis kasih sayang, dan saat sadarpun gue sudah tak peduli apa pendapat orang, karena mereka gak bisa menawarkan solusi lain yang lebih menenangkan.

gue selalu merasa gue gak waras karena hal ini, :D  

sempet terpikir kembali untuk kesekian kalinya, cobalah memasrahkan masalah yang satu ini, sama seperti yang lainnya, mungkin beban akan sedikit berkurang, dan lo bisa menggunakan energi yang tersisa untuk menemukan hal baru lainnya. tapi gak bisa, persis seperti air hujan yang akan selalu bermuara ke laut, kesanalah gue selalu menuju, dan sampai saat ini belum ada cara untuk mencegahnya.

gue bertanya terus menerus dalam hati, persis seperti orang gila, "tidakkah semua yang dialami kemarin dulu, membuat orang itu sedikit tidak rela jika semua berakhir begini?", "meski tidak banyak, tidakkah dia merasa itu berkesan?", "bukankah ini terlalu cepat untuk berakhir?", "tidakkah dia tahu bahwa setiap manusia tidak ada yang sempurna, dan tidakkah dia merasa cukup saat tahu bahwa manusia itu setidaknya selalu belajar untuk menjadi sempurna?", "apakah dia membenci gue". tapi sebelumnya, gue harus menanyakan pada diri gue sendiri terlebih dahulu ‘tidakkah lo sadar bahwa setiap manusia mempunyai tujuan yang berbeda dalam hidup? tidakkah lo merasa wajar saat mereka marah dan membuang lo karena lo menarik mereka jauh dari tujuan abadi mereka?". sama seperti gue dan ‘kasih sayang’, orang itu memiliki benda penting lainnya, dan dia berhak memilah2 mana yang pantas mereka pertahankan dan yang tidak, mana yang menurut mereka barang cacat dan layak pakai, jadi memang tak ada gunanya gue bertanya. ini sama persisnya dengan berusaha mengubah periode rotasi bumi.

mungkin baginya, cinta adalah kualitas, bagi gue, cinta adalah kuantitas. bagi dia, cinta adalah alokasi waktu dan tenaga, mempersembahkan sesuatu sesempurna mungkin, di momen yang tepat. bagi gue, cinta adalah spontanitas, selalu ada waktu dan tenaga untuk cinta, tak peduli sempurna atau tidak, gue hanya peduli perasaannya. orientasi yang sangat berbeda dan membuat gue tersenyum miris saat menyadarinya.

gue ingin marah. ingin berontak. tapi gue gak tahu pada apa, atau pada siapa. hanya bisa menyalahkan diri sendiri dan memastikan diri ini belajar, agar setidaknya ada yang bisa dijadikan bekal di masa depan, dan dibagikan pada yang membutuhkan nantinya. 

menelan semua pikiran dan fakta yang disodorkan bulat2 di depan mata. gue cuma bisa bilang, gue lakukan apa saja untuk menghilangkan rasa menyebalkan ini. gue akan lakukan apa saja. karena gue sudah gak tau harus bagaimana. sementara ini, gue rasa gue memang harus menjalaninya. wish me luck, then.

——————————————————-

entah kenapa, saat sedang begini, gue teringat seorang kawan yang sudah lama gue hilangkan dari daftar sahabat karena sesuatu dan lain hal. yang terpaksa gue sakiti untuk membuatnya benci dan melupakan. setidaknya, bagi gue, itulah hadiah terakhir yang bisa gue berikan atas semua kebaikan dan sebagai perwujudan rasa sayang, hanya karena gue gak mau mencurangi, hanya supaya dia tahu bahwa gue sebusuk yang bisa dia bayangkan dan supaya dia tidak menyangkal, hanya karena gue gak enak sudah terlalu lama menyusahkannya, dan menyusahkan teman2 gue lainnya karena dia.

gue membayangkan apa kira2 yang akan dia katakan saat tahu gue mengalami hal ini, saat kami masih bersahabat dulu. pertama2, dia akan tertawa terbahak2, lalu akan mengkritik gue dari ujung rambut sampai ujung kaki, luar-dalam, semuanya, sampai gue merasa lebih buruk dari sebelumnya, sampai gue menangis terpuruk, sampai pada titik gue sudah kebas dengan semua kenyataan yang ada, gue tau gue salah dan gue bisa menerima, lalu dia akan memberi gue benda2 manis lainnya, yang bisa membuat gue lupa akan penderitaan gue dan tersenyum tulus.

sebuah eden yang instant dan terjamin, tapi senyum itu tidak akan lama, karena sebulan kemudian, dia akan jadi penderitaan gue selanjutnya, dan biasanya begitu sebaliknya. dan memang begitu yang terjadi berkali2. jadi saat ini, cuma bisa tertawa membayangkan reaksi orang itu aja, tapi memilih untuk gak merealisasikannya.

aneh memang, mengetahui bahwa ada orang yang mengetahui lo dan lo ketahui hampir sangat baik, yang bisa menebak apa yang lo pikirkan dalam sepersekian detik, yang bisa menghibur lo dengan cara yang berbeda, yang bisa mengangkat beban yang ada di pundak, tapi gak bisa lo dekati karena lo tahu kedekatan lo berdua hanya akan saling menyakiti. karena lo tahu lo berdua sama2 rumit dan gak cukup tenaga untuk saling mengerti lebih dari ini. setidaknya, gak sekarang. mungkin nanti. mungkin tak akan pernah lagi. gue gak tau.

somehow, gue merindukan saat2 dimana gue bisa meringkuk di sofa ruang tengahnya, melawan udara dingin yang menusuk tulang, mengobrol sepanjang malam sampai mata sudah benar2 meminta untuk dipejamkan. mengobrolkan dari hal yang terpenting sampai yang tak jelas apa maksudnya. tertawa sampai mata mengeluarkan air. merindukan keperfeksionisannya yang berkadar tinggi, sampai terkadang menyakiti diri sendiri untuk mencapainya. merindukan kerapuhannya yang kadang membuat gue geram dan marah, ingin menjambak siapapun yang membuatnya seperti itu. merindukan masakan2 nyonya rumah tersebut yang enak luar biasa, beragam dan membuat gue terkagum2 dibuatnya. merindukan aroma setiap ruangan di sana, mengingat baik2 letak benda2 di dapurnya yang sekarang entah masih sama atau tidak, merindukan kehangatan yang sempat gue rasakan di sana.

Tapi gue tahu, gue gak boleh merasakannya lagi, kenikmatannya persis narkoba, membawa lo terbang ke langit, tapi sangat adiktif, se-adiktif itu membuat lo meraung kesakitan kalau konsumsinya dihilangkan sesaat. jadi lebih baik memang, jangan menggunakannya.

mungkin gue gak normal, freak, drama queen or anything. tapi gue hanya mengatakan apa yang ada di kepala, sejujur dan se-harmless yang gue bisa. so, kalo lo baca, kawan, gue hanya ingin bilang, tertawakan gue disana, karena memang gue pantas ditertawakan dalam hal ini dan memang itu yang gue inginkan saat ini. Dan berbanggalah, karena kuku lo telah menancap begitu dalam, sampai saat inipun gue masih bisa menerka kata2 lo tanpa perlu lo ada disini. dan gue rasa, begitu sebaliknya.

thank you karena telah meninggalkan kenangan yang sedikit menghibur, maaf karena diinget cuma kalo lagi susah aja. wahahahah. lo berharga dengan cara lo sendiri. bahkan saat gue maki2 lo, lo tetap berharga buat gue, bahkan saat gue niat melupakan, lo tetep bercokol disana persis tanda lahir. dari hati yang terdalam, tulus gak pake ngeledek, beneran mendoakan lo baik2 aja disana, meskipun gue tahu lo gak butuh, karena lo akan melewatkan Tugas Akhir meneliti kelinci2-yang-nampaknya-merepotkan itu dengan sangat baik. saya nyumbang doa untuk faktor2 X aja dah, doa yang mungkin terlewat didoakan orang lainnya. lekas lulus dan cepatlah tajir. berbahagialah sampai akhir hayat.

dan juga, thank you buat dia yang sempet mengisi beberapa bulan ini. gak kepengen mengatakan kata perpisahan seakan2 gak akan pernah ketemu selama hidup lagi, jadi gue gak akan ngomong babay. cuma bisa bilang, don’t write me off just yet, lo belum tahu gue sebener2nya dan begitu sebaliknya. terlalu cepet untuk membuang apa yang ada, karena permen karet itu masih bisa dikunyah, meski mungkin rasanya udah gak sama. sampai saat ini, masih suka sama seperti setahun yang lalu, dan belom tahu ini perasaan mau diapain, jadi sementara diangin2 dulu aja kayak ikan asin, bisa jadi makin asin, makin mahal dan enak rasanya, bisa jadi tiba2 dicuri kucing lainnya ato kucing yang sama *wahahahaahahhh*. mari berdoa yang terbaik aja dah. semoga Tugas Akhirnya sukses juga ya, bertahanlah disana, semoga selalu dikasih petunjuk dan keringanan sama Allah SWT :) .

ini celotehan mungkin masih lanjut loh. wahahah. 

stuck in a world where nothing makes sense (paling gak ya saat ini aja),

Manda. 

Tentang Manda, Thoughts, Sehari-hari, AutisMay 8, 2008 4:15 pm

 

ya Allah,

Manda kangen,

kangen dengan beberapa orang,

kalo Manda bawa tidur,

kangennya ilang gak ya, ya Allah? 

nanti di mimpi,

bisa ketemu mereka gak ya, ya Allah?

kalo emang bisa,

tunggu bentar ya,

Manda belom ngantuk,

tapi Manda rasa bentar lagi Manda capek,

kalo kecapekan, biasanya bisa tidur cepet,

moga-moga besok matanya gak bengkak,

amin.

 

Manda. 

 

*gambar diambil dari sini.

Thoughts, Sehari-hari, Love, Konyol, Autis, RoamingApril 27, 2008 11:14 pm

pengen nyemangatin TA, tapi takut dikeplak,

secara itu topik lumayan sensitip,

jadi,

nyemangatin diem2 lewat blog aja deh,

 

 

 *bisik2 mode on*

hey kau si penjual pulsa, ayo TA-nya yang semangaatt…

kalo butuh uluran tangan, hiburan, keringanan, kelonggaran, katakan saja, jangan ragu,

karena saya akan sangat senang, kalo saya bisa membantu, ;)

 

 

hahahaha. geje,

Manda.

Budaya, Friends, Sehari-hari, Konyol, Autis, StoryApril 22, 2008 6:19 pm

Disclaimer : Postingan ini tidak bermaksud menghina pihak tertentu, mohon dibaca dengan hati dingin. hehe.

 

Alkisah, 2 teman saya sesama jurusan informatika, Matski dan Tobu, sama2 memiliki ketertarikan berlebih (lebih dari informatika) di dunia seni, terutama fotografi (dan sayangnya baru mereka ketahui setelah mereka memasuki masa2 akhir perkuliahan di informatika, otomatis langsung berasa salah jurusan). Untuk memuaskan rasa ingin tahunya, maka semester ini, mereka berdua memutuskan untuk mengambil salah satu mata kuliah seni rupa ITB 2006, yaitu fotografi aplikatif.

jadilah, mereka cukup membuat saya ngiler dengan cerita2 bernada man-sumpah-ya-kuliahnya-asik-abis-gak-kayak-di-if-dosen-ma-mahasiswanya- dah-kayak-temen-aja dan man-bingung-nih-tugas-minggu-ini-suruh-motret-tema-selfportrait-dong. wahahahah sialan, bikin ngiri aja. emang kalo udah suka, mau disuruh ngerjain tugas 24-7, mau disuruh nyari bahan ampe manapun juga, bakal dijalanin dengan hati riang, ya gak seehh?? hehehe.

nah, tema foto matski dan tobu untuk minggu kedua April yang lalu adalah,

…eng lupa namanya apa. hahaha.

pokoknya, itu tugas kelompok, disuruh nyari 10 foto, bertema, terserah temanya apa, untuk nanti dipresentasikan di depan kelas fotografi aplikatif tersebut, yang jatuh pada hari selasa kemarin.

berhubung si matski dan tobu banyak tugas, jadilah mereka baru kalang kabut nentuin tema dan hunting2 foto dari hari sabtu. singkat cerita, setelah sempat berganti tema dan macem2, mereka butuh memotret banci dan PSK juga, untuk melengkapi koleksi foto.

perlu kalian tahu, teman saya si matski dan tobu ini orang2 yang tergolong ‘kalem’ dan ‘anak baik2′ (gak di semua bidang sih, ahaha). pokoknya agak sulit untuk membayangkan mereka dengan santainya nyamperin banci ato PSK, dan memintanya untuk berpose karena mau dipotret untuk tugas kampus, tugas fotografi aplikatif.

gatau sih, gak maksud berprasangka buruk juga, tapi kalo saya banci-nya, mungkin udah saya santap di tempat, secara itu dua cowok kok polos2 amat, terlihat gampang ditipu. 

karena menyadari kalo kemampuan mereka dalam hal ini terbatas, maka mereka meminta saya dan sila alias darcil untuk membantu. maka, darcil-pun memberitahu daerah2 prostitusi yang dia ketahui, beserta jenis2 banci dan dimana mereka bisa ditemui, seperti :

kalo mencari banci2 cantik high class mulus putih tinggi semampai, carilah di jalan X, itu jenis2 banci yang bisa membuat para cewek merasa anjrit-mending-saya-aja-yang-jadi-banci-kalo-kamu-secantik-itu. 

kalo mau cari yang agak2 radikal, banci2-on-the-making, dalam artian, masih berotot, masih berbulu, masih berkulit hitam mengkilat, masih ber-you-know-what, pakaian masih korban mode, masih berjakun, pokoknya masih tak enak dilihat, carilah di belakang daerah Y.

bisa juga sih di jalan Z, tapi itu banci-banci yang udah lewat masa prime time, banci yang udah lewat masa jaya, gak kuat bayar maintenance lagi dan udah pasrah menghadapi nasib, jadi yang udah gak peduli mau tumbuh bulu kaki, kumis dan silikon di wajahpun udah mulai luber kemana2, jadi menimbulkan kesan bengkak.

soal kenapa darcil bisa fasih soal ini, gak usah diomongin lah, ntar jadi buka masa lalu orang lain. gak enak. hahahaha.

tapi dasar, udah untung dikasih tips and trik, mereka malah minta ditemenin hunting foto bareng. Berikut percakapan kami, sehari sebelum pengumpulan tugas fotografi aplikatif, di ruang makan kosan mesum (matski dan tobu mampir sekalian numpang makan malem) :

Matski : "Eh, kalian berdua harus ikut ya, bantuin cari foto malem ini" (melihat pada Manda dan Sila)

Sila : "Heh?! buat apaan?" 

Matski : "Kami butuh negotiator untuk ngomong sama komunitas2 itu, kan kalian berdua jago hal begini" (gak ngerti kenapa menganggap gue juga bisa berkomunikasi akrab dengan banci dan PSK, padahal kan yang gape, Sila doang)

Sila : "Gak ah! udah gila ya! males ah. lagian itu kan tenaga-laki-emosi-perempuan, takut dicakar, gila lo."

Manda :  "Mending kalo dicakar, kalo dianggap berpotensi menjadi banci dan diajak gabung, lebih nyesek lagi. gak ah Mat, lo tau jaman2 SMP gue sering dikira anak laki."

-pembicaraan terhenti sejenak, karena semuanya tertawa terbahak2- 

Matski (setelah selesai kram perut ketawa2) : "AH! kalo gitu, kalian berdua aja saya daulat jadi model, dandan gih, sila jadi yang PSK, kamu (menunjuk ke Manda) jadi banci."

Sila : "Maaat.. plis dong, itu ntar fotonya bakal lo presentasiin depan anak senirupa 2006 kan, banyak adik kelas gue jaman SMA. bayangin gak entar mereka bakal ngegosipin gue kayak apaa…."

Matski : "Yah, yaudah deh. kalo gitu kamu ya (Manda) jadi banci, bisa kan?"

Manda : "ENGGAK YA!. Ih, masih mending lo Sil, dikira PSK, masih jelas wanita, ketimbang gue, entar kalo papasan di jalan sama anak SR, mungkin ada yang bisik2 ‘eh eh, itu kan aslinya laki, loh’, lebih miris gue, kali."

dan pembicaraan-pun terhenti lagi, karena semua kembali tertawa terbahak2.

 

tapi seriously deh, saya mau tanya, terutama wanita, menurut kalian mendingan mana, dikira sampingan sebagai PSK apa Banci?

soalnya, kalo bagi saya, dua2nya gak enak, tapi saya lebih down lagi kalo kodrat saya sebagai wanita diragukan. padahal saya wanita tulen. itu MIRIS, kali.

 

sekedar memberikan bahan renungan malam ini (hehe),

 

Armando a.k.a Amanda.

 

ps : btw, kalo kalian bertanya2 si tobu kok gak ngomong, dia orangnya emang kayak gitu, kalo ada dialog seru kerjanya cuma merhatiin bengong2 aja dengan tampang innocent. wahahah. sori loh bu. hehehe.