Dear readers,
Racauan Manda sekarang punya link baru di mandhut.com, mohon segera diperbaiki link blog saya di blog anda masing2 ya,
cu thereeee!!!! *jingkrak jingkrak*,
Mandhut
.
Dear readers,
Racauan Manda sekarang punya link baru di mandhut.com, mohon segera diperbaiki link blog saya di blog anda masing2 ya,
cu thereeee!!!! *jingkrak jingkrak*,
Mandhut
ini pure meracau. bacalah kalo bener2 senggang. kalo agak gak nyambung atau gak ngerti, jangan komplen.
Apa yang kalian lakukan saat kalian tahu kalian tertimpa masalah?
kalimatnya agak ngeganjel ya, mengulang kata ‘kalian’ 3 kali. bukan kalimat yang bagus
. tapi ngerti kan ya maksudnya. wahahah.
oh back to topic, apa yang kalian lakukan?
kalo gue, *asumsi : kalian pembaca yang sopan, makanya kalian nanya balik karena tadi gue udah nanya* pada saat itu, drama queen gue akan langsung kambuh, gue akan mengurung diri di dalam kamar, gue akan mematikan lampu, gue akan menangis, gue akan makan sesukanya, gue akan membatalkan semua plan, janji dan rencana, gue akan membayangkan yang buruk2 (dan makin nangis karenanya, padahal terjadi aja belum, lihat betapa gue sangat visioner), gue akan sangat sangat sangat emosional dan akan melakukan hal2 bodoh yang seringkali, memperburuk/menambah masalah gue, dan gue akan terlalu banyak bercerita pada siapapun yang ada di dekat gue.
one bad news leads into no-brain action that leads into dreadful situation, which is, another bad news to conquer. begitulah siklus yang sering terjadi.
sisi positifnya : gue punya semakin banyak kesempatan untuk menempa diri, dan gak ada yang lebih puas daripada mengetahui bahwa diri ini berhasil menemukan solusi untuk melewati masalah2 itu.
sisi negatifnya : gue membayar mahal untuk semua tindakan bodoh yang gue lakukan.
dan setelah 21 tahun hidup dengan cara yang sama, akhir2 ini, pertanyaan2 ini mulai muncul di kepala :
inti dari semua omongan ini adalah, gue (pada akhirnya) capek jadi miss drama queen, pembaca
. gue tahu drama queen bisa menguntungkan, karena seringkali, itu membantu gue menyampaikan cerita yang menarik untuk didengar bagi orang2 yang ingin mendengar
. Tapi, banyak juga yang hilang karena kelakuan gue. Gue tahu gue akan lebih menyesal untuk gak melakukan segala hal yang ingin gue lakukan, tapi tetep aja, biar sedikit, rasa nyesel itu ada. Dan semakin gue bertambah umur, melihat dan mengalami berbagai macam hal, gue semakin mengharapkan kehidupan yang stabil, sekarang dan di masa depan.
dan stabil berarti, gue harus mulai belajar gimana mengontrol sifat drama queen ini. besides, gue pengen jadi istri dan orang tua yang bisa ngasi perlindungan dan ketenangan kelak gue berkeluarga nanti. bukan yang malah membuat masalah
.
gue sempet menganggap menitipkan hape gue pada darpit (untuk mencegah menelpon dan mengsms, mengatakan hal2 yang gak diinginkan) dan meminta darcil untuk mengubah password email dan blog gue (supaya gak mengimel atau posting macam2
) saat gue dalam kondisi drama queen, sebagai ide yang terbaik untuk mengatasi masalah gue.
tapi gue rasa, itu namanya manja. gue mesti cari jalan keluar sendiri untuk personality disorder gue ini.
yang bertahan lama, bukan cuma temporary.
well, i’m still working on it. udah berjalan 1 bulan-an, merasakan sedikit perubahan, tapi gak tau juga, semoga bukan sementara
. yang jelas, cuma bisa bilang : ternyata sebagian besar masalah memang datang dari diri sendiri
.
paling gak, dengan gue nulis gini, gue gak ada alasan buat mundur lagi, gue mesti berusaha menunjukkan bukti.
level up, sodara2?
Mandhut.
Kalian tahu David Cook? tahu dong ya, pemenang american idol season 7 itu. Maaf beribu maaf, mohon jangan ditimpuk, tapi gue baru tahu David Cook eksis tadi pagi
. Satu2nya American Idol yang gue ikutin cuma yang season 2, sisanya? boro2 ngikutin, kalo gue ampe tahu ‘kuda hitam’-nya aja, itu udah bagus. weheheh.
Entah dapet dari mana, udah lama banget lagu Always Be My Baby by David Cook (original by Mariah Carey) ada di library Itunes gue. Tapi secara sebelum2nya gue gak tau David Cook siapa (ya maaf deh, ya), lagu itu gak pernah gue play, gue masih terlalu sibuk sama one republic (minggu lalu ngepens grup itu). Sampai pagi ini, entah dapet wangsit darimana, gue memutuskan memutar lagu itu, dan..
…finally, he took my breath away.
(courtesy of www.imdb.com)
suaranya itu loh bok. main gitarnya itu loh. senyumnya itu loh. beard-nya itu loh. semua-muanyaa…!! T-T duh mati gua. pingsan gue. koma. mati suri. semaput. apalah itu. KENAPA GUE BARU TAU SEKARAANG???!!! KENAPAAAAA???!!! KENAPA SETELAH SEKIAN LAMA ITU LAGU ADA DI LIBRARY GUE, BARU GUE PUTER SEKARANG!!! *guling2*. itu kayak lo punya duit semilyar di dompet dan masih aja gak sadaarrr… *berlebihan*
Gue mau dong didatengin David Cook pas gue ulang tahun… (jangan lupa suru maen gitar). Gue mau dong David Cook jadi suamiiii…. Kalo punya anak gue kasih nama David Cook aja apa yaaa… GUE MAU DAVID COOK-NYA SATU, DONG…!!! *mulai jijik*
biarin deh jijik, mumpung masih muda. sekarang lagi dunlot lagu2 dia pake BitTorrent nih. dan sedang memutar lagu dia yang Always Be My Baby. nonstop.
so bye bye One Republic, hello David Cook.
Mandhut.
Dear Readers,
Saya minta bantuaan doong… minta ide tagline buat blog Racauan Manda
. yang silent readers pada nyumbang komen juga yaaa… hehehehe. thank youuu
. makasihhh
Mandhut.
lagi jalan2 dan menemukan gerakan girl effect ini. saya suka banget konsepnya, bener2 suka.
Gerakan ini menghimbau masyarakat dunia untuk lebih memperhatikan kaum perempuan, karena sadar gak sadar, perempuan memiliki pengaruh yang besar terhadap kesejahteraan bangsanya, bahkan dunia.
Untuk lebih jelasnya, kalian bisa liat video promonya di youtube atau di web aslinya, www.girleffect.org. Bagi yang pengen eksplor lebih jauh, bisa didapetin juga di web resminya, hehehehe.
Bagi yang punya account facebook, bisa menunjukkan dukungannya dengan menjadi salah satu fans, di link ini. saya sudah bergabung, hihihi.
Dan mengutip quote dari video Girl Effect favorit saya :
Invest in a girl and she will do the rest
oh, we will. aren’t we?
proud to be a girl,
Mandhut.
gue punya masalah besar dengan kebiasaan menunda2 pekerjaan. dan gue panik.
entah memang guenya yang males atau guenya yang gak bisa mengatur waktu (atau dua-duanya, yang mana gue berusaha denial akan alternatif kemungkinan ini), pokoknya gue selalu terjebak dalam keadaan menunda pekerjaan. Putri Amanda Bahraini selalu bermalas-malasan terlalu lama, berakhir dengan terpanik-panik menjelang deadline dan memberikan hasil pekerjaan yang gak maksimal. ugh.

(courtesy of http://www.thewriteratwork.com/site/images/)
Yang lebih gila lagi, gue tidak hanya menumpuk tugas, tapi juga menumpuk hal2 yang harusnya ‘menyenangkan’. Masa sampe hal2 menyenangkan macam baca buku, nonton DVD dan lain2 juga gue tundaaa???? yang ada kan orang nunda2 tugas sekolah/kantor/kuliah, tapi gak akan mikir dua kali untuk nonton film kesukaan atau baca buku favorit saat emang bisa kan??? (ini aneh. tidakkah kalian merasa ini aneh?).
Hemm…. apa ini termasuk side effects dari sifat gue yang memang semangat banget memulai sesuatu tapi males nerusin ampe selesai? (liat ini dan ini). gimana dong gimana dong gimana doong?
Sebagai pengakuan dosa, biarlah saya daftar apa2 saja yang saya tunda :
See? parah kan? dan masalahnya, kalo boleh jujur, gue gak bisa mengerjakan hal yang gue gak sedang suka, apalagi kalo membutuhkan kreatifitas, duh gak bisa. mentok gila. tapi deadline gak bisa mengikuti kata hati (dan kata hati sekarang adalah Melissa the Mouth, Penelope Trunk, Racauan Manda dan scrapbook. Dan interest2 gue itu, definitely gak ada deadline), jadi…
Gue rasa gue harus sudahi postingan ini dan mulai membuat prioritas (dengan urutan yang harus dikerjakan awal : menyangkut hidup orang banyak, menyangkut hidup saya, gak enak minjem kelamaan dan seterusnya) dan memaksa otak dan tangan gue untuk bekerja. mohon sabar ya orang2 yang saya rugikan dan dibuat menunggu. boleh marah tapi don’t write me off just yet.
.
gue rasa gue butuh manajer,
Mandhut yang Suka Nunda2 Pekerjaan.
kemaren sempet iseng2 nonton TV Kabel di ruang tivi kosan dan sadar2 menemukan diri ini udah duduk manis nonton Elizabethtown, hehehehe. kalo kalian tanya film ini bagus pa gak. secara keseluruhan, enggak terlalu bok. entah Orlando Bloom yang salah apa Kirsten Dunst yang gak memuaskan, gue gak tau juga, tapi emang flownya agak ngebosenin.
(courtesy of http://entimg.msn.com/i/gal/Elizabethtown/)
Terus yang membuat gue bertahan apa? gue ada OCD, yaitu untuk masalah film dan buku, gue harus menyelesaikan apa yang udah gue mulai. gak berlaku untuk TV series yang bener2 harus gue tonton secara rutin untuk tau kelanjutannya ya (gue bosenan dan gak bisa aja nunggu2 gitu. bosen), kecuali udah dateng dalam bentuk DVD semua season tayang, hahaha. jadi kalo gue tertarik, gue akan selesaikan, even di tengah2 ngilfilin ato bosen, tetep harus sampe akhir, sampe gue punya bahan yang cukup qualified untuk ngejudge apakah ini layak dikonsumsi teman2 gue ato enggak. hehehehe.
enough about me, mari ke Elizabethtown lagi,
jadi, ini film ngasi pesen, gimana caranya untuk menerima kegagalan, gitu2 deh. satu kalimat yang gue suka, kalimat dari pemeran utama ceweknya (Claire Colburn) untuk si cowok (Drew Baylor), yaitu :
So you failed. Alright you really failed. You failed. You failed. You failed. You failed. You failed. You failed. You failed. You failed. You failed. You failed. You failed. You failed. You think I care about that? I do understand. You wanna be really great? Then have the courage to fail big and stick around. Make them wonder why you’re still smiling.
dan saya juga jadi kepengen bikin scrapbook, gara2 liat ada yang keren di film ini. dan saya bahkan membaca web ini, wakakak. Sedang mikir2, scrapbook buat apa yaaaaa. huohohoho.

(courtesy of http://www.dowscreensaver.com/savers/tvsnmovies/elizabethtown/)
intinya, gue cuma bisa menyarankan, tontonlah film ini kalo : 1).luang, 2).kalian suka Orlando Bloom atau 3).kalian ngepens Kirsten Dunst. hehehehe. gak usa maksa nyari, tungguin aja muncul di tivi, baru deh tonton. nothing to lose kok, beneran. bisa baca disini juga nih.
fakta lain tentang saya yang baru saya ketahui akhir2 ini (kesannya narsis, tapi bodo amatlah, blog gua ini) :
gue dodol kalo baru bangun tidur.
apalagi kalo bangunnya setelah mimpi yang benar2 terasa nyata (contoh, mimpi buruk, mimpi jadi salah satu ksatria Sailor di Sailor Moon), atau terbangun karena adanya gangguan dari luar (contoh, ada orang iseng masuk kamar tiba2, dan masih banyak lagi).
sebenernya kata ‘dodol’ bukan kata yang tepat, tapi gak nemu kata2 lain untuk menggambarkannya dengan lebih baik lagi. Jadi biarlah saya jelaskan saja contoh2 kejadiannya dan biarlah pembaca memutuskan apakah kata ‘dodol’ ini cukup menggambarkan atau ada usul yang lebih baik lagi.
Manda umur 5 tahun.
Mimpi buruk. Di mimpi itu Mama saya dengan dermawannya membelikan martabak manis untuk seluruh penghuni rumah (bahkan Pepen dapet) kecuali saya. Saya nangis dan memohon2 sama Mama untuk dibelikan martabak manis, tapi gak dibeliin juga, malah diledekin. Saya terbangun dari mimpi (masih pukul 10 malam). Merasa keqi setengah mati. Berjalan keluar kamar, menyambangi Mama saya yang sedang menonton tivi di ruang keluarga (ada Ayah saya juga dan PRT setia keluarga saya, bernama Jek). Sayapun marah2 sambil menangis,
Saya : "Mama jahaaaattt…… masa orang lain dibeliin martabak, Manda enggaaakk…. !!!" (nangis)
Mama : "Hah?"
Ayah : "kenapa Manda?"
Saya : "Mamaaa… jahaaattttt…. Manda kan kepengen martabaakk…." (masih nangis)
Mama : "apa? coba ngomongnya yang jelas, gak usah pake nangis." (beneran loh kalimatnya begini)
Ayah : "udah, Manda gak usah nangis, Ayah gak ngerti ni. Jelek lah nangis2 gitu."
Saya : (nangis + ngamuk) "Mamaaa…. martabaaaakk….!!!!!"
Mama : "Jek, jek, coba naik sepeda beliin martabak dulu deh di depan komplek, kayaknya ni anak laper." (beneran kalimatnya begini)
Jek : "Iya bu." (segera berdiri dan bersiap pergi)
Mama : "Martabaknya apa dek? manis?"
Saya : "….iya….." (sesenggukan)
Mama : "Martabak manis, Jek. Cepet ya." (sambil mengeluarkan uang dari dompet dan memberikannya pada Jek)
Jek : "Siap bos." (pergi)
Ayah : "Udah, Manda diem, nonton tivi aja sini, nunggu martabak."
Manda si anak gendut pun duduk manis di samping ayah-ibunya menunggu martabak sambil menonton tivi. Beberapa saat kemudian, martabakpun datang. Mandapun segera melahapnya bersama yang lain.
Mama : "Tadi mimpi ya?"
Saya : "kayaknya gitu deh." (tetep makan dengan nikmat)
Ini kejadian bener2 terjadi loh. dan beneran kejadiannya kurang lebih begitu. ampe sekarang Ibu saya selalu ngungkit2 kejadian ini kalo ada kumpul keluarga, dan itu memalukan. satu bukti nyata bahwa saya gendut bukan hanya karena gen keturunan dan situasi mendukung, (ibu2 mbeliin balita-nya martabak manis jam 10 malem, kurang supportive apa, coba?) tapi emang panggilan alam -_-. kalo kata darcil : "mimpipun elo tentang makanan, ya bok.". aaargggh!!!
Saya pikir itu one-time-mistake, tapi enggak dong, ampe ke depannya, banyak banget kejadian2 berhubungan dengan blank-atau-gak-bisa-ngebedain-antara-mimpi- dan-kenyataan-dalam-kurun-waktu-kurang-lebih-5-menit-pertama-setelah -bangun-tidur.
Entah yang mimpi jadi Kenshin (Samurai X) dan memergoki diri sendiri bermanuver main pedang (tanpa pedangnya) dalam keadaan berbaring selama 3 menit setelah bangun.
Entah yang mimpi jadi Sailor Saturnus (Sailor Moon) dan ended up dengan terbangun lalu nyari2 tongkat pramuka di kamar dan memain2kannya sebentar (waktu itu kelas 6 SD, jadi wakil ketua regu Cempaka, suru bawa tongkat ke rumah), padahal itu udah jam 12 malam (ceritanya tongkat itu as Silent Grave-nya Sailor Saturnus, yang penggemar Sailor Moon pasti ngerti). Dan masih banyak lagi.
Dan kebiasaan ini, masih gue bawa, sampai sekarang, di Kosan Mesum.
Manda, 16 tahun kemudian setelah kejadian martabak.
ceritanya, esok hari, saya akan menghadapi UTS matkul KPB pada pukul 7 pagi (KPB = Kewirausahaan dan Pengembangan Bisnis). Karena malam itu saya agak gak enak badan, saya bermaksud tidur2an sebentar sebelum mulai baca2 slide yang udah dikasi dosen (biasa, Sistem Kebut Semalam).
ternyata saya ketiduran.
saya terbangun karena temen kosan saya tercinta, darpit si gila tiba2 membuka pintu kamar saya dan berteriak "Booobiiiii…..!!!" (jangan tanya kenapa saya dipanggil Bobi, dia kan ‘agak2′, apapun bisa terjadi). Saya terbangun dengan gelagapan.
Darpit : "OHMAIGAT, TIDUR?!" (menunjukkan tampang yang SANGAT intimidating, seandainya waktu itu gue foto)
Saya (terintimidasi dengan tampang Darpit, mulai panik, melihat jam dengan jarum pendek di angka 7 dan jarum panjang di angka 12, melihat darpit rapih berjilbab, dengan pakaian keluar rumah, mulai mikir macem2) : "MAMPUS."
Darpit : "kenapa mampus?"
Saya (segera berdiri, panik, berjalan mengambil handuk) : "AAAHHHHH… gue beloom belajarrrr KPB…..gimana dong!!!"
Darpit : "eng…gue juga belum kok."
Saya : "aaaahh.. mana telat pulak! …eh, tunggu. lo belom belajar?" (panik, lalu curiga)
Darpit : "Belum. ini baru mau belajar juga. belajar bareng yuk, Bobi."
Saya (terdiam. mikir. mikir. mikir. akhirnya figure out apa yang terjadi) : "Ini… jam 7 malem ya?"
Darpit (memandang heran) : "….Iya. OHMAIGAT. lo pikir ini udah besok pagi????"
Lalu saya segera menggebuk Darpit pake bantal. kesel. dasar Cimul (C*na Muallaf, karena dia sipit dan dia jilbab-an, tanpa bermaksud SARA, ini ledekan khusus darpit kok). Ternyata tuh ya, dia baru pulang ke kos jam 7 malam dan langsung mendobrak kamar saya yang gak terkunci. Dia kira saya lagi belajar KPB, ternyata saya tidur, makanya reaksinya dia tadi gitu ("OHMAIGAT?! TIDUR?!"). Apapun alasannya, saya menyalahkan tampang intimidating-nya yang dia tunjukkan pada saya sesaat setelah saya membuka mata. GAK BISA YA BANGUNINNYA DENGAN TAMPANG MANIS YANG BIKIN ATI TENAAANG…!!!!!!. aaargh.
anyway, syukurlah gak jadi telat dan ada waktu belajar KPB.
——
Itu sama Darpit, pernah terjadi juga dengan Darcil, bedanya dia lebih baik.
ini terjadi baru2 ini sih. ceritanya saya dan teman2 saya : Darcil, Nyer si Gendut, Shanny dan Paul janjian nonton The Fall (bagus looh!!) jam setengah 3 siang di Blitz, Paris van Java. Kami janjian berangkat bareng ke PVJ nebeng mobil Nyer si Gendut dan janjian ketemu di lapangan parkir Sipil, ITB (mobil Nyer si Gendut diparkir di sana) pukul 1 siang.
Saya dan Darcil memutuskan untuk berangkat ke ITB dari kos pukul 1 kurang dikit aja. Mendingan Zuhur-an di kosan dulu sama si Darcil mau makan siang di kosan, baru berangkat (saya memutuskan makan siang di dalam bioskop aja ntar, ngidam burger Raffels, hohoho).
Jam masih menunjukkan pukul 12 siang ketika saya memutuskan untuk berbaring sebentar karena darah rendah saya kumat dan tanpa sadar, tertidur.
Beberapa saat kemudian, saya terbangun tiba2 dan melihat Darcil duduk di bagian kaki kasur saya, sambil makan brokoli goreng tepung dan kentang rebus.
Saya kaget dan bingung. melihat jam dan Darcil bergantian. gak tau mesti ngapain. gak tau mesti gimana. masih berusaha figure out kenapa ada Darcil di sudut kasur saya, makan brokoli goreng tepung dan kentang rebus pulak.
Saya : "eng.. sil.." (masih bingung)
Darcil (nampak mengerti ada apa) : "Tenang, bok. Tenang. Jangan mikir apa2. Tenang."
Saya (berkurang bingungnya) : "oh, tenang. ok. eng..gue… mau ngapain sih?"
Darcil : "tenang. belum jam 1 kok, masih 1 kurang 15. bahkan tadi Nyer bilang dia masih makan siang dulu, jadi kayaknya bakal agak2 telat.."
Saya : "hah? jam 1? Nyer?" (masih bingung)
Darcil : "…..lo udah makan belum?"
Saya : "makan… makaan…. enggak belum, gue mau makan Raffels, entar…" (mulai teringat begitu dihubungkan dengan makan)
Darcil : "hoooo…." (tetap mengunyah kentang rebus)
Saya (mencoba mengingat2 dalam hati) : makan… gue mau makan Raffels… Raffels di PVJ…. PVJ….oohh mau nonton The Fall di PVJ.. sama siapa? ….sama Sila, Gendut, Shanny dan Paul entar jam 14.30… janjian dulu di kampus jam 1…
Saya (akhirnya figure out apa yang terjadi) : "OOOOHHH. udah sholat, Sil?"
Darcil : "udah."
Saya : "gue belom. sholat dulu deh." (bergegas berdiri mengambil wudhu)
Satu2nya hal yang memalukan adalah : gue bisa mengingat setelah disebut kata ‘makan’. damn. Untung aja Darcil gak bikin panik kayak Darpit. hahahahah.
Nah, silakan simpulkan sendiri kata apa yang tepat untuk menggambarkan kekurangan saya setelah bangun tidur ini.
.
Mandhut.
Interesting : Penelope Trunk’s Blog
thanks to Stumble Upon, setelah Melissa the Mouth (masih dibaca tiap hari), saya kembali menemukan web favorit wajib kunjung :
blog Penelope Trunk : Brazen Careerist, advice at the intersection of work and life
Berguna banget untuk kasih2 review mengenai life after college dan beberapa tips and tricks untuk mencapai jargon "Live Life to The Fullest". hehehe. tepat seperti yang saya butuhkan
.
Jadi penasaran baca bukunya, Brazen Careerist : The New Rules for Success. masuk wishlist, aaahhh….
Semoga berguna untuk kalian juga, pembaca
Mandhut.
Jallil, English Day dan Kosan Mesum
Postingan ini bener2 cuma cerita, saya gak membuatnya enak dibaca, hehehe…. udah diwarn yaaa…
Pembaca sekalian tahu English Day? Itu loh, pemberlakuan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehari2, in order to melancarkan kemampuan berbahasa internasional tersebut
.
nah, akhir2 ini dara2 Kosan Mesum (baca : darcil dan darpit) lagi pada keranjingan English Day.
Hari Kamis lalu, mereka pulang dari kampus (gue memilih ngendon di kos), memanggil2 nama gue sejak dari garasi, dan begitu gue keluar dari kamar, mereka menyapa gue dengan "Good Afternoon, Mandhut… How Are You Todaaayy….???? We Are Very Well, thank youuu….!!!" dengan gaya terbelakang mental.
pas gue tanya, kenapa menyapa gue dengan bahasa Inggris (dan kenapa terbelakang mental). Mereka berdua langsung berebut bercerita. Setelah sesi cerita2 kacau dari darpit dan darcil, inilah yang dapat gue simpulkan :
oh damn. harusnya gue ke kampus, dan ikut melihat tampang mbak2 pramuniaga dan orang2 di angkot bersama mereka. tapi sudahlah, nanti hari senin gue mau coba bahasa inggris aksen malay. ahahahaha. tidak sabar lagi
nah, hari Jumat lalu, beberapa IF ITB (termasuk di dalamnya kosan mesum) + Jallil nonton premiere Kung Fu Panda bersama di 21 Braga. Saya sempet dikenalin dan ngomong sedikit ma Jallil, tapi karena saya pemalu (gak ding, conversation gue tengkurep + terlalu perfeksionis soal grammar dan vocab sampe ngomongpun susah) jadi biarlah temen2 gue yang lain yang ngomong banyak sama Jallil (sori ya Lil, entar aja kite karaoke bareng
, janji deh).

(berfoto bersama Po - panda gendut berbaju abu2 - sehabis nonton Kung Fu Panda)
kami bersenang2 disana, Kung Fu Panda sangat menghibur, kami pun makan di C’mar setelahnya, dan sempat berfoto2 (gue membawa Poso si kamera kesayangaaan).
(makan di C’mar yang mengenyangkan, enaaak dan historical, dan dingin, dan kereen
. mempertimbangkan C’mar sebagai tempat dilamar suatu hari nanti, hahaha.)
dara mesum sempat melakukan pose ikan lentera di C’mar,

(tampang gue menyeramkan. tapi demi keutuhan postingaaaannn… apa daya…)
bersama Jallil yang berhasil kami racuni
. hihihihi.
berdoa semoga Jallil gak kapok ke Indonesia,
Amanda.