ini pure meracau. bacalah kalo bener2 senggang. kalo agak gak nyambung atau gak ngerti, jangan komplen.
Apa yang kalian lakukan saat kalian tahu kalian tertimpa masalah?
kalimatnya agak ngeganjel ya, mengulang kata ‘kalian’ 3 kali. bukan kalimat yang bagus
. tapi ngerti kan ya maksudnya. wahahah.
oh back to topic, apa yang kalian lakukan?
kalo gue, *asumsi : kalian pembaca yang sopan, makanya kalian nanya balik karena tadi gue udah nanya* pada saat itu, drama queen gue akan langsung kambuh, gue akan mengurung diri di dalam kamar, gue akan mematikan lampu, gue akan menangis, gue akan makan sesukanya, gue akan membatalkan semua plan, janji dan rencana, gue akan membayangkan yang buruk2 (dan makin nangis karenanya, padahal terjadi aja belum, lihat betapa gue sangat visioner), gue akan sangat sangat sangat emosional dan akan melakukan hal2 bodoh yang seringkali, memperburuk/menambah masalah gue, dan gue akan terlalu banyak bercerita pada siapapun yang ada di dekat gue.
one bad news leads into no-brain action that leads into dreadful situation, which is, another bad news to conquer. begitulah siklus yang sering terjadi.
sisi positifnya : gue punya semakin banyak kesempatan untuk menempa diri, dan gak ada yang lebih puas daripada mengetahui bahwa diri ini berhasil menemukan solusi untuk melewati masalah2 itu.
sisi negatifnya : gue membayar mahal untuk semua tindakan bodoh yang gue lakukan.
dan setelah 21 tahun hidup dengan cara yang sama, akhir2 ini, pertanyaan2 ini mulai muncul di kepala :
- haruskah gue selalu membayar mahal untuk setiap masalah gue, cuma karena gue gak bisa menahan diri untuk mengungkapkan apa yang gue rasakan?
- lain masalah kalau ini cuma menyangkut hidup gue DOANG, tapi gue gak hidup sendirian dan ada orang2 yang menaruh harapan sama gue, tidakkah gue berpikir kalau tindakan gue bisa menyakiti mereka?
- bukankah udah saatnya untuk melepas jiwa-remaja-yang-berani-menerima-resiko-apapun dan mulai menjadi orang dewasa, yang mempertimbangkan resiko dari tiap langkahnya, yang bertindak sepintar mungkin agar bisa mendapat banyak pelajaran yang bisa diambil dengan sesedikit mungkin pengorbanan?
inti dari semua omongan ini adalah, gue (pada akhirnya) capek jadi miss drama queen, pembaca
. gue tahu drama queen bisa menguntungkan, karena seringkali, itu membantu gue menyampaikan cerita yang menarik untuk didengar bagi orang2 yang ingin mendengar
. Tapi, banyak juga yang hilang karena kelakuan gue. Gue tahu gue akan lebih menyesal untuk gak melakukan segala hal yang ingin gue lakukan, tapi tetep aja, biar sedikit, rasa nyesel itu ada. Dan semakin gue bertambah umur, melihat dan mengalami berbagai macam hal, gue semakin mengharapkan kehidupan yang stabil, sekarang dan di masa depan.
dan stabil berarti, gue harus mulai belajar gimana mengontrol sifat drama queen ini. besides, gue pengen jadi istri dan orang tua yang bisa ngasi perlindungan dan ketenangan kelak gue berkeluarga nanti. bukan yang malah membuat masalah
.
gue sempet menganggap menitipkan hape gue pada darpit (untuk mencegah menelpon dan mengsms, mengatakan hal2 yang gak diinginkan) dan meminta darcil untuk mengubah password email dan blog gue (supaya gak mengimel atau posting macam2
) saat gue dalam kondisi drama queen, sebagai ide yang terbaik untuk mengatasi masalah gue.
tapi gue rasa, itu namanya manja. gue mesti cari jalan keluar sendiri untuk personality disorder gue ini.
yang bertahan lama, bukan cuma temporary.
well, i’m still working on it. udah berjalan 1 bulan-an, merasakan sedikit perubahan, tapi gak tau juga, semoga bukan sementara
. yang jelas, cuma bisa bilang : ternyata sebagian besar masalah memang datang dari diri sendiri
.
paling gak, dengan gue nulis gini, gue gak ada alasan buat mundur lagi, gue mesti berusaha menunjukkan bukti.
level up, sodara2?
Mandhut.



eh, kalo kata sy mah be yourself aja deh…
there are a lot of drama queens out there, it won’t hurt that much to have one more.
Comment by roberto — July 3, 2008 @ 11:03 am
yeah yeah… there you go…
the power of love. =))
Comment by roberto — July 3, 2008 @ 6:54 pm
*hugs* Sayonara, Miss Drama Queen!
*the-sometimes-relapsed-mister-former-drama-king*
Comment by Ibam — July 3, 2008 @ 9:25 pm
semangat manda!! kalo udah punya tekad dan didukung sama orang2 yang ngerti lu, pasti lu bisa berubah. u know what to do, girl
Comment by muthe — July 4, 2008 @ 6:55 am
oh, bukan yah… -_-
kirain sekonyong2 pengen berubah gara2… DIA.
AHAHAHAHHAHAAAA!
yasodahlah, selamat berjuang.
Comment by roberto — July 5, 2008 @ 2:59 pm
When I grow up, I wannabe thin, I wannabe thin
When I grow up
Fresh and clean
Number one chick when I step out on the scene
oh maap maap lagi dengerin lagunya PCD when i grow up. Sorry i didn’t mean to encouraging you, but more to tease you,,gyahahaha tertawa dendam
Comment by Olipeh — July 6, 2008 @ 1:06 pm
hello my drama quenn…
)
sbnrnya sih, cara yang paling ampuh tuh bkin semuanya jadi gak dipikirin. santai aja. tapi emang susah. paling cuma bisa beberapa saat. nah jeleknya, klo gw cuekin, itu berlanjut terus jadi org yg bener2 cuek. sebenernya bingung juga sih, secara kita sama, dan kadang suka curhat sm lo juga, mand.. tapi lo mah KUAT lah. bersyukur dengan sifat lo itu, klo gak nanti gak ada bhn buat nge-Blog. ehehehe…
Comment by depe — July 7, 2008 @ 2:14 am
banyak maling. ahahahahaha
Comment by tania — July 8, 2008 @ 9:11 am
yaahh ga seru ah. wekekeke.
Comment by arhcamt — July 10, 2008 @ 7:08 pm