(damn sweet pic, taken from http://www.wellnessbeyond.com/) 

masih meracau, kalau bisa dianggap begitu, masih terkena efek patah-hati-oh-patah-hati, masih mendengarkan lagu "Goodbye My Lover"-nya James Blunt setiap harinya *mellow mellow mellow*. Mumpung mood dan situasinya lagi pas, dan dari pengalaman, gak ada tulisan yang lebih nampol daripada yang ditulis dengan hati *ceilah*, gue akan berbagi apa yang gue temukan for the last 2 weeks ini ;) .

Akhir2 ini gue mulai memikirkan, orang seperti apa yang sebaiknya lo cari untuk pasangan hidup.
Well, tentu lo akan mencari yang bener2 bisa melengkapi lo seutuhnya, tapi seperti apa yang lo katakan ‘melengkapi lo seutuhnya’? apakah yang sebagian besar mirip dengan lo, dalam artian, hobi sama, jalan pikiran sama, kebutuhan utama dalam hidup sama?
atau seseorang yang memiliki hal-hal yang gak lo miliki, seseorang yang bisa lo katakan sangat berlawanan dari lo?

yang mana? 

gue yakin setiap orang akan menjawab sesuai dengan tipe orang yang mereka cintai saat ini, jadi mungkin pembicaraan ini saya asumsikan hanya dibaca oleh kaum unfortunately-single-and-still-happy (or should i say, trying to be happy?). hehehe. coba pikirkan, yang mana?

 

kalau mau dijelaskan lebih lanjut, kedua pilihan itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing2, yaitu :

Orang yang sebagian besar mirip dengan lo :

Kelebihan :

  • gak akan susah menemukan mereka, karena mereka ada di lingkungan yang gak jauh2 dari tempat lo berada, misal lo suka all-about-Japan dan bergabung dengan unit kesenian Jepang di kampus, mereka juga kemungkinan besar akan bergabung di unit itu.
  • gak akan pernah kehabisan bahan obrolan karena pada dasarnya kalian menyukai hal yang sama.
  • lebih gampang mengerti satu sama lain, karena memiliki jalan pikiran dan tujuan hidup yang hampir mirip.
  • bisa lebih mengembangkan bakat dan minat, karena sekarang udah ada temennya, orang yang dicintai pula, jadi ngapa2in insyaAllah lebih semangat. hehe. 

Kekurangan :

  • kemungkinan memiliki kekurangan yang sama, dan ini bisa jadi berbahaya. Misal : sama2 gak pay attention soal duit, bisa bahaya, apalagi kalo udah nikah, bisa hidup bergelimang hutang karena kerjanya seneng2 terus. Atau, sama2 introvert parah, bisa bosen, karena hubungan jadi gak terbuka satu sama lain dan gak emotionally attached.
  • kemungkinan, yang ada malah jadi rebutan peran. misal, sama2 suka jadi pusat perhatian, sama2 suka merintah, wah bisa kacau. hahaha. 

Orang yang berlawanan dengan lo :

Kelebihan :

  • bisa menghandle bagian2 yang gak bisa lo handle. Misal : lo gak bisa mengendalikan emosi saat marah, dia bisa. Dia gak bisa bercerita dengan gampang ke orang lain, lo jago mengorek, dsb.
  • gak akan rebutan peran, karena dia jelas menginginkan peran yang beda daripada lo. jadi bisa menikmati perannya masing2. 

Kekurangan :

  • Awal hubungan mungkin akan sangat sangat sangat complicated, karena pada dasarnya sebagian besar berlawanan, maka ngobrolpun kadang gak nyambung karena interest beda, saling mengerti dan percayapun jadi agak sulit karena jalan pikir udah beda.

 

Gue tahu, asal ada cinta, semua beres *duh kalimatnya*. karena cinta sepaket sama keinginan untuk selalu bersama, dan itu berarti usaha untuk mencocokkan diri dan bertahan, seberat apapun itu. Bahkan dalam hubungan paling harmonis sekalipun, selalu ada konflik dan hubungan terburuk sekalipun, bukan gak mungkin hanya merupakan proses menuju true love, bisa disimpulkan, gak ada yang pasti dalam cinta.

Tapi, cinta gak selalu ada dan cinta gak selalu sempurna, ada kalanya kita diuji dengan cinta yang masih itik atau cinta yang sudah mulai memudar, dan saat itu terjadi, kita disarankan untuk mencintai hubungan yang ada, mencintai kesabaran untuk tahu apa yang harus dilakukan ke depannya. Kadang, kita dituntut untuk berpikir sedikit kritis guna mendapatkan kebahagiaan yang kita inginkan, dalam hal ini, tahu pasangan seperti apa yang kita ‘butuh’kan ada di samping kita, bukan yang sekedar kita ‘ingin’kan. karena kadang manusia cuma tahu apa yang mereka inginkan, tanpa mereka pernah tahu apa yang benar-benar mereka butuhkan. Contoh, lo kepengen pasangan kayak Brad Pitt, padahal sebenernya yang kayak si Udin tetangga rumah aja, yang humble, saleh, bertanggung jawab aja udah cukup, bahkan itu yang lo butuhkan. tapi lo gak pernah tahu, karena lo gak pernah cari tahu, dan akhirnya lo terjebak di hubungan dengan seorang cowok mirip Brad Pitt tapi kelakuan kayak rayap, cuma menggerogoti perasaan kita aja, gak bikin bahagia. :D wahahah.

jadi gue rasa, berserah diri soal jodoh itu memang harus, tapi gak ada salahnya, untuk mulai berpikir, seperti apa orang yang bener2 bisa completes you luar-dalem, karena lo gak pernah tahu kapan lo harus memilih. Dalam hal ini, saya cuma ngasi 2 pilihan, yaitu orang yang sama dan yang berlawanan, karena memang hanya itu yang kepikiran, tapi semua orang boleh punya pilihan2nya masing2 :) .

kalau saya sih, untuk pasangan hidup, saya yang mana aja boleh, terserah yang dikasih Allah SWT aja. Asal sama2 sayang dan berkomitmen mempertahankan sesulit apapun itu, bagi saya cukup. Dan satu lagi, dia pernah baca postingan saya ini, atau paling gak memikirkan hal yang sama sebelumnya. Jadi kalau nanti ketemu masalah2 semacam : gak nemu bahan obrolan karena interest beda, sama2 gak bisa ngurus duit, dan seterusnya, bisa diajak ngobrol baik2 dan mencari jalan keluar bersama ;) , karena saya percaya, asal ada niat dan kesabaran, semua pasti bisa.

semoga postingannya berguna ya, mohon maaf kalo masih dangkal, masih hijau sih soal beginian. huahahahah. 

 

Live (Love) Life to the Fullest,

Mandhut. 

PS : Postingan ini merupakan hasil membaca beberapa buku relationship, googling, pengalaman pribadi *hoho. bangga* serta ngobrol dengan orang2 dekat.