Dalam suatu diskusi seru saya dengan seorang teman bernama Chris, dia mengatakan, kalau ingin sukses (sukses mewujudkan impian kita masing2), kita disarankan untuk menentukan role model dalam hidup, seseorang yang sangat lo kagumi, seseorang yang sudah lebih dulu mencapai hal2 yang lo inginkan dalam hidup. Kalau sudah ada, jangan hanya dikagumi, ikutilah berita tentangnya, carilah biografinya, eksplor dia. gunanya? untuk memberikan lo bayangan, apa yang harus lo lakukan dan pikirkan setiap harinya, kalau lo ingin menjadi sama seperti mereka di masa depan nanti.
cukup masuk akal kan? hehehehehehe.
jadi berdasar nasehat Chris itu, saya mulai berpikir2 siapa saja kiranya orang2 yang saya jadikan role model dalam hidup, dan nampaknya ini cukup layak dibagi, hehehehehehe.
————————————————–
Role model pertama saya? seorang wanita bernama Aini. Seorang mantan perawat pada masa perjuangan kemerdekaan. Seorang wanita yang anggun, tidak banyak bicara, namun penuh kehangatan. Seorang wanita yang sangat pandai memasak dan menjahit. Seorang wanita yang sederhana dan rendah hati, tidak memandang hidup berdasarkan harta. Seorang wanita yang soleha, meskipun terlihat lemah, namun dia tidak takut pada apapun kecuali Allah SWT. Seorang wanita yang polos, tidak tahu bahwa ‘Kijang’ itu adalah salah satu jenis mobil dan menganggap seorang tamu berbohong karena tidak mungkin naik Kijang setiap hari. Istri yang sangat baik bagi suaminya, ibu yang sangat baik bagi anak2nya dan nenek yang sangat sangat sangat baik bagi cucu2nya.
iya, dia adalah almarhumah nenek saya dari pihak ayah, Aini Noor. dia bahkan menyumbangkan namanya pada nama belakang saya. Bahraini. hehehehe.
Sejak nenek saya meninggal akibat breast cancer sewaktu saya masih berumur 8 tahun dulu, banyak orang yang merasa kehilangan, kakek saya, anak-anaknya, para menantu, cucu-cucu, kerabat dan teman, semua datang melayat dan menangisi kepergiannya. Dulu, rumah Kakek dan Nenek saya, selalu didatangi tamu kerabat dan teman keluarga, apalagi pada perayaan hari2 besar, semua orang datang bersilaturahmi. Tapi sejak Nenek meninggal, rumah itu seperti kehilangan kehangatannya. Saya dan beberapa cucu nenek lainnya yang dulunya sering menginap, jadi sering menolak jika diajak bermalam. Saya rasa sampai sini para pembaca sudah tahu kenapa, semata-mata karena disana tidak ada Nenek.
Hingga hari ini, saya masih merindukannya, merindukan kehangatannya, senyumannya, kebijakannya, pelukannya dan nasihat2nya yang begitu mudah masuk ke dalam kepala. Biasanya, saat saya sedang sedih, saya berharap nenek masih hidup dan saya bisa menghambur kepadanya, bercerita semua yang terjadi. Stupid, tapi begitulah yang terjadi
.
Seringkali saya terselamatkan dengan pikiran bahwa, dia melihat saya di sana, bersama Ayah, Kakek dan para pendahulu saya, dan pasti akan sangat bahagia jika melihat saya bisa survive tanpa kehadiran mereka. Dan sayapun punya tenaga untuk hidup, sekali lagi
.
Dari semua alasan kenapa saya mengaguminya, satu hal yang saya temukan di dirinya dan tidak pada orang2 lain dan paling membuat saya terpana adalah, dia merebut hati dan menancapkan kesan dirinya pada setiap orang yang dia sentuh dalam hidup, dengan ketekunan dan pengabdiannya pada hidup itu sendiri dan orang2 yang dia sayangi. Dan saya ingin menjadi individu yang bisa melakukan hal itu juga.
Sekian soal nenek saya, My role model #2, adalah seorang wanita yang sudah dikenal banyak orang, Oprah Winfrey.
dia luar biasa hebat di mata saya. Saya gak habis pikir, ada orang yang bisa merasakan semua yang ada di dunia, first-hand, dan bisa menyebarkan inspirasi, pemikiran, seluruh hasil eksplorasinya kepada seluruh orang di dunia, kapanpun, dimanapun, sesuka dia. Dia membangun sekolah, dia membuat majalah, dia memiliki talkshow, dia punya perusahaan, dia memiliki stasiun radio, dia membuat buku, dia membangun badan amal, dia humoris, dia sensitif, dia smart, dia up-to-date, dia bisa berkomunikasi dengan baik hampir terhadap seluruh jenis manusia, dia memberi bagaikan air mengalir deras, dia hangat, dia bersahabat dengan banyak orang, dia melakukan sebagian besar impian yang saya ikrarkan dalam hati bahkan ketika saya belum tahu tentang dia.
(courtesy of http://sucidh.files.wordpress.com)
Saat dia ingin mengeksplor sesuatu, dia mengajak semua orang ikut bersamanya, memberikan semua sarana dan prasarana yang terbaik, nara sumber yang terpercaya, dan memberikan materi yang benar2 berisi dan berguna. Dia mengundang seorang lelaki yang pernah memperkosa anak kandungnya sendiri beserta si korban hanya untuk tahu apa yang terjadi dan bagaimana mereka melewatinya, dia mengundang Tom Cruise dan tertawa bersamanya, dia mengundang korban Badai Katrina dan membuka projek baru untuk pembangunan rumah bagi beberapa korban, dia mengundang penemu terobosan terbaru dalam bidang pertamanan, dan masih banyak lagi. Dia mengeksplornya dari berbagai sudut pandang, masyarakat, psikolog, budayawan, si objek, dan semua yang terkait.
Dan saya tak bisa berhenti mengaguminya. hahahahaha. saya mendambakan hidup dimana saya bisa bebas mengeksplor hal2 yang ingin saya ketahui dan bisa membaginya pada orang2 di seluruh dunia, dan blog adalah salah satu perwujudannya. Tapi kalau ditanya apa impian saya, apa yang bisa dilakukan Oprah Winfrey, saya ingin melakukannya juga.
dan percayalah, butuh pemikiran lama dan panjang untuk mengatakan hal ini, thanks to Chris sudah menginspirasi saya untuk lebih berani mengatakannya. Semoga kemauan saya sekuat perkataan saya.
My Role Model yang terakhir, adalah seorang Ibu muda dengan 2 anak, yang tinggal di pegunungan Utah. penulis blog Melissa the Mouth.
(courtesy of http://melissathemouth.com)
Saya mengaguminya karena merasa mirip dengannya di banyak hal. Cara pikir, cara menyelesaikan masalah, interest, dan masih banyak lagi. Saya membaca seluruh postingannya, dan merasa bahwa, jika saya menjadi seorang Ibu dan Istri, saya ingin menjadi Ibu dan Istri yang seperti dia. Cerdik, menikmati setiap detik dalam hidup, pantang menyerah
. Besides, saya suka review2nya, dia penggemar hoodie, buku, dan dia googling for everything, just like me. hehe.
Jadi siapa Role Model kalian, pembaca?
Mandhut.