.
UncategorizedMay 31, 2008 3:30 pm

hoho, setelah sebulan lalu meng-eksplor John Ondrasik dan Five For Fighting-nya, sekarang giliran Emmy Rossum.

 

(courtesy of http://a.abcnews.com/images/) 

telat sih -_-;, tapi gimana, baru jatuh cinta sama suaranya sekarang, abis denger lagunya yang slow me down tadi siang, langsung download satu album-nya yang inside out lewat bittorent. hehehehe. sedang menunggu dunlotan selesai.

kya kya emmy rossum. :D gak percaya seumur. hahahaha. lebih muda 1 bulan kurang malah (dia lahir 12 September 1986). ^^

 

tell me. oh won’t you take my hand and lead me. slow me down,

Mandhut.

Tentang Manda, Sehari-hari, Level Up!, List 4:14 am

dulu saya agak sedikit bingung dengan istilah ‘pencarian identitas’. sekarang saya mengerti apa arti istilah tersebut. pencarian identitas adalah semua usaha yang dilakukan untuk mengenal diri sendiri lebih baik lagi dari sebelumnya.

menurut saya, mengenal diri sendiri dengan baik sebelum terjun ke masyarakat, adalah sesuatu yang wajib dilakukan. mengetahui apa minat kita, bakat kita, kecenderungan kita menyelesaikan masalah, apa makanan kesukaan kita, orang2 seperti apa yang dapat membuat kita lebih mengembangkan diri, orang2 seperti apa yang sebaiknya kita hindari (karena bisa menghambat kemajuan), apa yang membuat kita marah, apa yang membuat kita bahagia, apa kelebihan kita, apa kekurangan kita dan masih banyak lagi.

Semua informasi ini, perlu sekali kita ketahui sejak dini. Kenapa? karena inilah bekal untuk kita instropeksi dan menjadi individu yang lebih baik lagi, karena inilah salah satu bahan pertimbangan kita dalam mengambil keputusan2 penting dalam hidup. Contohnya, mencari jodoh *hehehehe* dan pekerjaan yang cocok bagi kita.

Sayangnya, saya baru menemukan teori ini di saat saya tingkat III perkuliahan. Seandainya saya sudah tahu hal ini sejak saya SMA dulu (atau sebelumnya), mungkin saat ini saya sudah lebih berkembang lagi. Tapi tak ada kata terlambat, hahaha. setidaknya, sekarang saya tahu bahwa hal ini perlu dan saya mau orang2 lain, terutama anak2 muda mengerti pentingnya hal ini. yang namanya cobalah segala hal selagi muda itu memang ada dan memang perlu, adik2ku sekalian, itu akan membantu kalian mengenal diri sendiri lebih baik lagi. jadi jangan pedulikan apa kata orang, selama yang kalian lakukan itu halal dan tidak menyusahkan, coba saja :) .

ngomong2 soal mengenal diri sendiri, saya ikut berbagai macam test di internet dan buku. Dan saya mendapatkan hasil ini :

  • menurut astrologi, saya ini Leo. ini emang udah tau dari dulu sih, tapi pengen majang aja.
  • menurut test di buku personality plus, saya ini sanguin-koleris, dengan kadar sanguin lebih besar. (baca ini)
  • menurut test ipersonic, saya ini Spontaneous Idealist
  • menurut test mypersonality (jangan ambil yang test personality100, itu bayar. yang gratis aja), saya ini tipe kepribadian ENFP dan saya berbakat di bidang visual, intrapersonal dan verbal (baca ini). saya satu dari 5% orang di dunia yang berkepribadian ENFP. hehehehe. entah kenapa dengan dodolnya saya bangga.
  • menurut test personality disorder di web yang alamatnya saya lupa dan males nyari (sori loh pembaca, saya percaya kalian pinter2 buat googling), saya ada gejala2 menderita borderline personality disorder dan dependent personality disorder. scary, tapi ya perlu tahu, kalo udah tahu gini kan jadi ati2. -_-. hihihi.
so far sih baru itu. hehehehe. temen2 coba jawab testnya juga dong, yang ipersonic sama mypersonality, terus kasitau saya hasilnya apa lewat komen. hahahaah. lumayan tertarik baca2 kepribadian orang soale.

gara2 test ini akhirnya saya tahu kenapa beberapa orang cocok dan clash sama saya. wahahah. paling gak sekarang saya jadi lebih tahu apa yang mesti saya pertahankan dan apa yang mesti saya waspadai dalam bergaul sama orang2 tertentu. fleksibel itu menyenangkan -_-. hehehehe.

met mencoba,

Mandhut. 

Family, Sehari-hari, KonyolMay 30, 2008 8:14 pm

yeah, sebagai tindak lanjut atas postingan saya yang ini, saya akhirnya membeli kado untuk ponakan saya Lula.

hehehehe, setelah googling, dan mikir2, diputuskan untuk membeli kado yang dapat menggelitik kreatifitasnya, bukan kesenangan semu atau pamer semata *cailah bahasa gua* 

sempet mau ngasi tas, tapi males tahun lalu udah kasi tas. lagian itu jadi masuk kategori pamer semata karena dia masih punya tas, next,

sempet mau kasi barbie, tapi kebetulan Lula gak suka Barbie, lagian setelah baca ini, saya bener2 langsung merasa Barbie harus diberikan dengan peringatan parental advisory, jadi mending tak usah. obviously, next…

sempet mau kasi mesin kasir2an, tapi oh tapi, EMANG DIA MASIH MAIN KASIR2AN??? saya lupa pas saya seumur dia saya masih suka main kasir2an pa gak. eng, entar gak kepake lama, next ah,

sempet mau kasih se-set peralatan pembuat aksesori, lengkap dengan tali dan beads2nya, tapi enggak ah, entar ilang2, lagian kalo beadsnya ketelen gimanskiii??? bisa dikeplak kakak gue (Ibunya Lula). lagian entar ngerepotin, gak yakin tuh anak telaten membuat prakarya, even satu gelang, yang ada gue disuru mbuatin, dia malah ninggalin main yang lain, gak ah. next,

akhirnya pilihan saya jatuh pada sebuah mainan bernama Inka by Totum, (sayangnya, saat saya cek di webnya, semuanya menyediakan gambar produk masing2, kecuali Inka. damn. udah dibungkus pulak, gak bisa difoto). Inka adalah sebuah mesin pembuat kain mini. bahannya adalah benang wol. anak2 bisa membuat pola2 sederhana dengan alat itu, misal, gambar ikan, bunga, dan masih banyak lagi. Dengan pertimbangan bahwa mainan ini lucu, unik (kalo boleh jujur, nampak sebenernya gue yang gatel pengen coba, mesin pembuat kain minii.. bisa gila kalo gak nyoba), tidak berbahaya, bahan bakunya mudah didapatkan, mengstimulasi kreatifitas, dan hasil karyanya bisa dia simpan ato bingkai, ato diberikan pada orang lain. too perfect to be true. sayapun membelinya :D .

saya akan berikan nanti saat kunjungan saya ke jakarta berikutnya ^^. ngomong2 baru inget harus beli kado buat 2 orang lagi, buat sahabat lama saya Vara dan sepupu saya Ombing. hohohohhhh…. googling lagi ah.

Manda yang Suka Cari Kado. 

 

Tentang Manda, Obssesions, Story 6:26 pm

Dalam suatu diskusi seru saya dengan seorang teman bernama Chris, dia mengatakan, kalau ingin sukses (sukses mewujudkan impian kita masing2), kita disarankan untuk menentukan role model dalam hidup, seseorang yang sangat lo kagumi, seseorang yang sudah lebih dulu mencapai hal2 yang lo inginkan dalam hidup. Kalau sudah ada, jangan hanya dikagumi, ikutilah berita tentangnya, carilah biografinya, eksplor dia. gunanya? untuk memberikan lo bayangan, apa yang harus lo lakukan dan pikirkan setiap harinya, kalau lo ingin menjadi sama seperti mereka di masa depan nanti.

cukup masuk akal kan? hehehehehehe.

jadi berdasar nasehat Chris itu, saya mulai berpikir2 siapa saja kiranya orang2 yang saya jadikan role model dalam hidup, dan nampaknya ini cukup layak dibagi, hehehehehehe.

————————————————– 

Role model pertama saya? seorang wanita bernama Aini. Seorang mantan perawat pada masa perjuangan kemerdekaan. Seorang wanita yang anggun, tidak banyak bicara, namun penuh kehangatan. Seorang wanita yang sangat pandai memasak dan menjahit. Seorang wanita yang sederhana dan rendah hati, tidak memandang hidup berdasarkan harta. Seorang wanita yang soleha, meskipun terlihat lemah, namun dia tidak takut pada apapun kecuali Allah SWT. Seorang wanita yang polos, tidak tahu bahwa ‘Kijang’ itu adalah salah satu jenis mobil dan menganggap seorang tamu berbohong karena tidak mungkin naik Kijang setiap hari. Istri yang sangat baik bagi suaminya, ibu yang sangat baik bagi anak2nya dan nenek yang sangat sangat sangat baik bagi cucu2nya.

iya, dia adalah almarhumah nenek saya dari pihak ayah, Aini Noor. dia bahkan menyumbangkan namanya pada nama belakang saya. Bahraini. hehehehe.

Sejak nenek saya meninggal akibat breast cancer sewaktu saya masih berumur 8 tahun dulu, banyak orang yang merasa kehilangan, kakek saya, anak-anaknya, para menantu, cucu-cucu, kerabat dan teman, semua datang melayat dan menangisi kepergiannya. Dulu, rumah Kakek dan Nenek saya, selalu didatangi tamu kerabat dan teman keluarga, apalagi pada perayaan hari2 besar, semua orang datang bersilaturahmi. Tapi sejak Nenek meninggal, rumah itu seperti kehilangan kehangatannya. Saya dan beberapa cucu nenek lainnya yang dulunya sering menginap, jadi sering menolak jika diajak bermalam. Saya rasa sampai sini para pembaca sudah tahu kenapa, semata-mata karena disana tidak ada Nenek. :)

Hingga hari ini, saya masih merindukannya, merindukan kehangatannya, senyumannya, kebijakannya, pelukannya dan nasihat2nya yang begitu mudah masuk ke dalam kepala. Biasanya, saat saya sedang sedih, saya berharap nenek masih hidup dan saya bisa menghambur kepadanya, bercerita semua yang terjadi. Stupid, tapi begitulah yang terjadi :D .

Seringkali saya terselamatkan dengan pikiran bahwa, dia melihat saya di sana, bersama Ayah, Kakek dan para pendahulu saya, dan pasti akan sangat bahagia jika melihat saya bisa survive tanpa kehadiran mereka. Dan sayapun punya tenaga untuk hidup, sekali lagi :) .

Dari semua alasan kenapa saya mengaguminya, satu hal yang saya temukan di dirinya dan tidak pada orang2 lain dan paling membuat saya terpana adalah, dia merebut hati dan menancapkan kesan dirinya pada setiap orang yang dia sentuh dalam hidup, dengan ketekunan dan pengabdiannya pada hidup itu sendiri dan orang2 yang dia sayangi. Dan saya ingin menjadi individu yang bisa melakukan hal itu juga. :D

Sekian soal nenek saya, My role model #2, adalah seorang wanita yang sudah dikenal banyak orang, Oprah Winfrey.

dia luar biasa hebat di mata saya. Saya gak habis pikir, ada orang yang bisa merasakan semua yang ada di dunia, first-hand, dan bisa menyebarkan inspirasi, pemikiran, seluruh hasil eksplorasinya kepada seluruh orang di dunia, kapanpun, dimanapun, sesuka dia. Dia membangun sekolah, dia membuat majalah, dia memiliki talkshow, dia punya perusahaan, dia memiliki stasiun radio, dia membuat buku, dia membangun badan amal, dia humoris, dia sensitif, dia smart, dia up-to-date, dia bisa berkomunikasi dengan baik hampir terhadap seluruh jenis manusia, dia memberi bagaikan air mengalir deras, dia hangat, dia bersahabat dengan banyak orang, dia melakukan sebagian besar impian yang saya ikrarkan dalam hati bahkan ketika saya belum tahu tentang dia.

 

(courtesy of http://sucidh.files.wordpress.com) 

Saat dia ingin mengeksplor sesuatu, dia mengajak semua orang ikut bersamanya, memberikan semua sarana dan prasarana yang terbaik, nara sumber yang terpercaya, dan memberikan materi yang benar2 berisi dan berguna. Dia mengundang seorang lelaki yang pernah memperkosa anak kandungnya sendiri beserta si korban hanya untuk tahu apa yang terjadi dan bagaimana mereka melewatinya, dia mengundang Tom Cruise dan tertawa bersamanya, dia mengundang korban Badai Katrina dan membuka projek baru untuk pembangunan rumah bagi beberapa korban, dia mengundang penemu terobosan terbaru dalam bidang pertamanan, dan masih banyak lagi. Dia mengeksplornya dari berbagai sudut pandang, masyarakat, psikolog, budayawan, si objek, dan semua yang terkait.

Dan saya tak bisa berhenti mengaguminya. hahahahaha. saya mendambakan hidup dimana saya bisa bebas mengeksplor hal2 yang ingin saya ketahui dan bisa membaginya pada orang2 di seluruh dunia, dan blog adalah salah satu perwujudannya. Tapi kalau ditanya apa impian saya, apa yang bisa dilakukan Oprah Winfrey, saya ingin melakukannya juga. ;) dan percayalah, butuh pemikiran lama dan panjang untuk mengatakan hal ini, thanks to Chris sudah menginspirasi saya untuk lebih berani mengatakannya. Semoga kemauan saya sekuat perkataan saya. :D

My Role Model yang terakhir, adalah seorang Ibu muda dengan 2 anak, yang tinggal di pegunungan Utah. penulis blog Melissa the Mouth.

 

(courtesy of http://melissathemouth.com) 

Saya mengaguminya karena merasa mirip dengannya di banyak hal. Cara pikir, cara menyelesaikan masalah, interest, dan masih banyak lagi. Saya membaca seluruh postingannya, dan merasa bahwa, jika saya menjadi seorang Ibu dan Istri, saya ingin menjadi Ibu dan Istri yang seperti dia. Cerdik, menikmati setiap detik dalam hidup, pantang menyerah :) . Besides, saya suka review2nya, dia penggemar hoodie, buku, dan dia googling for everything, just like me. hehe.

Jadi siapa Role Model kalian, pembaca?

Mandhut. 

 

Family, Sehari-hari, KonyolMay 25, 2008 12:00 pm

 

(gambar cute ini diambil dari http://www.happynews.com/) 

oke, jadi, hari ini ponakan saya yang namanya Lula, ulang tahun ke… duh keberapa? 7 apa 8 gitu, *AAAAAAARGHHHH MASA UMURNYA AJA LUPA* dan gue lupaa nyelametttiinnn… gue baru inget pas tadi pagi ibu gue nelpon dan bertanya "De’… udah kasih selamat ulang tahun ke Lula belum?"

Kontan, saat itu juga, gue baru inget si anak kurus itu ulang tahun, dan pas minta ibu saya buat ngasi telponnya ke Lula, anaknya langsung kabur pas tau yang mau ngomong itu gue (kata ibu gue). mampus gue, si Lula ngambek :( .

akhirnya, ibu gue menutup pembicaraan di telpon dengan "Yaudah de’, kadonya ditunggu ya." 

uh. memang nampaknya cuma kado yang bisa melunakkan. tahun lalu juga pas lupa ultah dia (gue selalu lupa ulang tahun Lula, sori loh) dia cuma mau ngomong lagi kalo udah dikasih kado -_-. parah ini.

yasudah, hemmm… tahun lalu udah kasih tas monokurobo, tahun ini apa ya? 

hohoho jadi semangaaat,

For the record, saya suka banget ngasi gift ke orang. Saya suka mikir2 kado apa yang paling pas untuk orang tersebut, yang sesuai dengan personality-nya, yang sesuai dengan momennya, sesuai dengan harga, dan masih banyak lagi. I’m willing for jalan dari satu toko ke toko lain, meloncat2 dari ide satu ke ide lain, cuma untuk membanding2kan nilai dari kandidat2 gift yang akan saya berikan, untuk nantinya akan saya beli sekitar 3-5 hari kemudian, setelah saya yakin benda mana yang memang ‘pantas’.

Saya dan darcil pernah membicarakannya, dan kami berdua sepakat bahwa, gift itu yang penting effort-nya, seberapa besar usaha lo memberikannya, seberapa surprise orang itu saat menerimanya, itu yang kami pedulikan. Untuk beberapa orang special, kami insist memberikan benda yang gak bisa dinilai pake harga dan cuma ada satu di dunia. hehe.

back to Lula,

jadi karena saya mau kasih kado yang terbaik, saya googling2 dulu dong, dan saya menemukan web ini. saya agak males membeli barang secara online, jadi jelas saya gak akan beli via web tersebut, tapi lumayan lah, bisa buat masukan, benda2 apa yang pantes buat anak umur 7 tahun yang genit, suka dandan, suka balet, males belajar, cerdas, tukang ngeledek itu. Jadi entar ke toko, gue udah tau gue mau beli apa, gak nyari random.

setelah browsing2, saya mulai naksir beberapa barang dan lama2 kok kayaknya, jadi gue yang kepengen beli buat diri sendiri. wahahah. eh seriously, ada barang yang namanya FooDoodlers Food Coloring Markers-Fine Line. Saya mau ituuu… kebayang gak sih serunya ngasih orang biskuit dengan tulisan "BIAR MAKIN GENDUT" atau "DARI GENDUT UNTUK GENDUT", bahkan saya udah ngebayangin mau ngasih ke siapa. wahahahah.

Tapi beneran deh, banyak banget mainan2 seru yang membangkitkan daya imajinasi, ada MADE BY HANDS make your own game, ada Mancala for Kids (agak2 mirip congklak, tapi lucu, tokennya bukan kerang, tapi boneka2 binatang), ada Ling Speaks Chinese Doll (yang mana, gak ada yang bisa berbahasa Indonesia). aaaaaaaa mainan anak bule kok lucu lucuuuu….. jadi pengen :( . kenapa mainan2 ini belum ada pas gue umur 7 tahuuunn???

yasudah. nanti berarti coba gue cari di Kids Station IP Bandung, sapa tau nemu barang2 senada. hehehehe. nanti dikabarin deh jadinya beli apa. 

Manda yang lupa. 

Sehari-hari, Obssesions 3:46 am

kayaknya saya memang cenderung ketagihan dengan suatu barang dalam periode waktu tertentu.

setelah bebas dari kafein, sekarang saya mulai gak bisa berhenti ngunyah Xyl*tol. itu loh, chewing gum yang sugar-free dan membantu kekuatan gigi. 

kemaren gue membeli Xyl*tol dalam jumlah banyak di toko deket rumah dan si Pican udah nyindir2, katanya yang selanjutnya nampak gue akan keracunan Aspartam.

nyah, emang di dalem Xyl*tol ada Aspartam-nya?? *masih aja man*

hahaha. mari berdoa tak terjadi apa2.

Manda yang suka Xyl*tol. 

Friends, Sehari-hari, Love, RoamingMay 24, 2008 5:50 pm

teman,

gak ada yang lebih menyenangkan daripada membuat suatu karya untuk orang yang disayangi,

merencanakan hadiah terindah yang bisa dia terima,

mengingat-ngingat semua hal tentang dia,

membuatnya dengan bahan terbaik yang ada,

mengerahkan segenap tenaga untuk merangkainya, 

membayangkan reaksinya kala menerima,

believe me, gue pernah merasakannya.

dan itu salah satu anugerah terindah dalam hidup, nikmatilah.

 

sekarang gue berada di posisi lo waktu itu,

gue mengerti kenapa lo berkata gue bertindak sangat manis waktu itu,

gue juga melihat lo sangat manis kali ini, 

dan gue jadi merasa sedikit iri,

iri karena tak sabar untuk segera berada di posisi itu lagi, 

iri karena somehow merindukan perasaan2 itu lagi, 

apa waktu itu lo juga merasakan hal yang sama? 

hehehehe.

 

Semangat Temaaannn…,

Mandhut yang Iri. 

Budaya, Thoughts, Sengsara 3:07 pm

mari kita nobatkan hari ini sebagai hari posting sedunia, karena sejak pagi saya gak bisa berhenti menulis. hahaaha. enjoy my writing, :)

 

Tell me, para-pekerja-kantoran-wherever-you-are, apa enaknya bekerja di kantoran?

Karena saya sama sekali gak melihat kenikmatannya.

Waktu saya harus melakukan kerja praktek tahun lalu di bagian IT sebuah perusahaan di bilangan Senen, Jakarta untuk memenuhi tugas salah satu mata kuliah di tempat saya menuntut ilmu. Saya benar2 menderita.

Saya merasa tertekan dengan kenyataan bahwa saya harus bangun pukul setengah 5 pagi, berangkat pukul 6 pagi agar bisa sampai di kantor tanpa terjebak macet. Saya sampai di kantor pukul 7 pagi, dan harus menunggu sampai jam 8 pagi, waktu dimana kegiatan kantor benar2 dimulai.

Saya menunggu sejam ditemani ruangan kantor yang masih remang, ditemani lampu baca dan novel yang saya bawa dari rumah atau sms2 bernada OHMAIGAT-INI-KERJA-PRAKTEK-BENER2-SUCKS dengan teman, kadang harus menjawab dengan senyuman miris pertanyaan2 office boy yang heran kenapa pagi2 begini udah ada mbak2 yang nangkring di depan meja kantor. "Rajin banget, mbak Putri" kata mereka, rajin pale lo, sini gue lempar sepatu hak, sebel.

Setelah itu, saya harus bekerja selama kurang lebih 8 jam (belum terhitung 1 jam istirahat makan siang), sampe jam 5 sore. Dan selama waktu itu, saya bener2 gak bebas ngapa2in, harus tetap fokus bekerja, gak bisa chatting dengan teman2 kuliah yang juga lagi kerja praktek di tempat lain karena kantor ini melarang penggunaan messenger.

Waktu jam makan siang, saya bener2 sebal, saya ingin dibiarkan saja asik dengan buku novel saya sambil makan bekal dari rumah, tapi gak bisa, karena saya terpaksa harus ikut makan bersama senior2 ini, karena kalo gak, entar dibilang sombong, dan itu akan merugikan bapak pembimbing saya, jadi saya harus bertoleransi. Saya harus mendengarkan omongan yang menurut saya gak menarik selama jam makan siang, lelucon yang itu2 aja, reaksi yang itu2 aja, dan harus kembali ke kantor dalam waktu sejam, untuk bekerja lagi.

Saya pulang kantor jam 5 sore, dan harus terjebak macet, merasakan jembatan atas Rawamangun yang bergetar hebat saat banyak mobil berada di atasnya (ini benar2 terjadi dan saya takut jembatan rubuh, saya gak mau mati dengan cara itu) saya baru sampai rumah jam setengah 8.

Dengan hati gondok, kepala pening, perut lapar, badan lelah. Gak ada tenaga untuk posting blog, untuk baca novel, apalagi untuk bertukar kabar dengan teman, dan memang gak boleh, saya harus tidur cepat karena besok saya harus bangun pagi dan bekerja lagi. Akhir minggupun, saya gak bisa keluar, karena capek, dan males, Jakarta panas bin macet bin apa-apa-mahal, jadi mending saya tidur. dan inipun gak membantu meringankan beban saya.

Saya bener2 stress,
satu2nya hiburan saya di kantor adalah saat waktu sholat tiba, saya bisa sejenak meregangkan otot, berlama2 mengambil wudhu, berlama2 menghirup udara di musholla, sampai akhirnya saya harus kembali lagi ke tempat duduk saya, di bilik berukuran 2 kali 4 meter. Pernah saking udah gak tahannya, saya gak peduli lagi. Di minggu akhir masa bekerja, pas jam makan siang, saya menghilang dari kantor, gak ikut makan bersama senior2 itu, cuma untuk berjalan sejenak di Golden Truly Senen, makan pizza sendirian di Pizza Hut, dan window shopping sejenak. saya kembali ke kantor dan telat setengah jam, dan pura2 "udah balik daritadi kok.. tadi cuma dari wc aja, sedikit gak enak badan" ke bapak pembimbing saya. Dan kegiatan ini melegakan. sangat melegakan. sayang gak saya lakukan dari dulu2.

Seringkali saya juga nekad menulis di komputer kantor saat saya gak ada kerjaan, menulis sesuatu yang nanti tinggal saya posting ke blog saya lewat koneksi internet di rumah. Karena kantor itu membatasi homepage yang bisa dibuka oleh karyawannya, friendster dan blogsome adalah sesuatu yang dilarang.

Dan setelah saya cek ke senior2 saya, mereka juga menjalani hidup yang sama dengan saya, bahkan ada yang lebih ekstrim lagi, yang berangkat dari rumah jam 4 pagi dan nyampe rumah jam 10 malem, dan masih sempet smsan sama pacarnya dulu sebelum tidur, dan sempet ngerjain proyekan di wiken. entah dia manusia ato wanita bionic, saya gak ngerti.

Saya bener2 gak cocok kerja kantoran. Dan saya harap itu terakhir kalinya saya mesti mengerjakan hal yang gak saya sukai, di lingkungan yang gak saya sukai, dengan cara yang gak saya sukai, setiap hari, 5 hari seminggu, 8 jam sehari.

Waktu saya bilang ke ibu saya, dia langsung panik. dan bilang kalo saya belum ngerti aja perlunya punya penghasilan tetap.

Saya pengen2 aja punya penghasilan tetap, tapi kalau itu membuat saya jadi kayak robot dan gak bisa melakukan hal2 yang saya sukai, saya mikir2 juga. Punya duit tapi kebebasan diri berasa dirampok abis2an gitu, apa worth it? karir kan ada banyak pilihan. :(

tanpa bermaksud menghina pihak tertentu, saya sekedar bercerita, dan mau bertanya, ada yang bisa kasihtau saya gak, apa enaknya kerja kantoran? mungkin saya bisa berubah pikiran.

 

Mandhut yang (masih) Benci Kerja Kantoran. 

Tentang Manda, Sehari-hari, Konyol, Sengsara 9:40 am

 

(gambar ngeri ini disadur dari : http://www.ibiblio.org) 

Pembaca, saya keracunan kafein.

tenang saya masih hidup, ini buktinya masih bisa nulis, sante dong ah.

semua ini gara2 doping kopi kalengan dengan merek B*rdy (kopinya tukang bajaj, kata Darcil) guna membuat mata saya melek selama musim Ujian Akhir Semester minggu2 ini. Biasanya saya cukup minum sekaleng, untuk semalam, dan biasanya gak pernah saya minum lebih dari 1 kaleng dalam waktu seminggu. tapi kemaren, entah kesambet apa, saya minum 3 kaleng untuk 2 hari.

uwekh. rasanya gak keru2an sekarang. udah sampe tahap celong, yaitu tahap dimana saya melek, tapi saya gak bisa menangkap dengan baik apa yang orang lain katakan dan saya rentan kecelakaan, karena suka bengong2 gitu. tahap dimana saya capek, tapi saya gak kepengen tidur (karena efek si kafein). mungkin mirip zombie, bedanya saya gak menyerang manusia. gitu deh pokoknya. oh koreksi, zombie yang deg2an dan terus menerus merasakan sensasi kepengen pipis, jijay tapi ini salah satu efeknya.

harusnya saya nurut nasihat Darcil via ym, "Man, jangan minum b*rdy lagi, entar mati.". waktu itu saya baru minum 2 kaleng. tapi karena dasar bandel, saya minum sekaleng lagi, dan kata2 Darcil setengah terbukti. sekarang saya celong, bisa diartikan setengah mati. aaarrgghhh.

jadi inget, dulu hal ini pernah kejadian. jadi waktu itu, saya nitip si Darcil kopi kalengan B*rdy, karena malam itu mau bergadang. tau2 pas dia pulang, dia gak bawa B*rdy, karena dicari di toko deket rumah gak nemu, tapi sebagai gantinya, dia berinisiatif membelikan minuman penghilang kantuk yang lain. Minuman dengan kemasan kayak Aqua gelas, dengan nama something-melek (lupa namanya apa, pokoknya ada ‘melek’2nya).

Mencurigakan? EMANG. ditambah harganya yang cuma gope dan gak pernah muncul di iklan tipi. kayak ada tulisan gede2 di kemasannya, ‘INI RACUN’. tapi ya, berhubung harus begadang, jadi ya dicoba minum aja.

Hasilnya? jangan tanya.

saya celong seharian besok, dan gak bisa nugas dengan baik. gak tenang, deg2an, badan gak enak, kepala ringan, dan semua gejala2 aneh.  

Darcil hampir membunuh saya. untung saya hebat, bisa bertahan hidup. hahahaha. gak ding, kidding. Jadi serem sendiri nih, apalagi abis baca link ini dan ini.

pokoknya udah ah, gak kafein2 lagi minimal sebulan ke depan. :P

Manda yang Keracunan Kafein. 

Resensi, Tentang Manda, Thoughts, Sehari-hari, Autis 8:38 am

Beberapa orang mungkin mempunyai lagu yang paling ‘click’ dengan apa yang rasakan dalam hidupnya. Lagu itu menjadi lagu yang selalu diingat liriknya dan didengar sepanjang hidup orang tersebut. And for me, lagu yang dimaksud adalah Looking for a Place to Land, yang dinyanyikan oleh Dakota Moon.

Saya pertama kali denger lagu ini pas jaman SMA, sekitar tahun 2002, dan begitu denger, saya langsung suka. Padahal menurut kebanyakan temen saya, lagu ini biasa2 aja, tapi di kuping saya, lagu ini menceritakan apa yang saya rasakan soal kehidupan, dengan kata-kata yang tepat sasaran.

Dan di postingan kali ini, saya mau menjabarkan apa isi kepala saya, terkait si lagu itu tentunya. hehehehe. Silakan duduk manis dan menyimak, akan sangat panjang, jadi pastikan kalian sudah punya teh manis hangat dan bakpau untuk menemani membaca *masih aja*.

——————————————————— 

Jadi begini, 

Seiring umur saya yang bertambah, saya mulai terus mempertanyakan, apa yang harus saya lakukan di dunia ini, apa yang saya cari, apa yang membuat saya bahagia, mengapa orang-orang berpikir begini, mengapa Tuhan memerintahkan kita untuk begitu, dan masih banyak lagi. Pertanyaan2 ini, terus bertambah jumlahnya serta tingkat kerumitannya, semakin meluas ke semua sektor kehidupan, dari yang penting hingga yang sepele. Semua ini, semakin menyita perhatian dan energi saya.

Kadang saya merasa, saya menyia2kan waktu saya hanya untuk mencari jawaban akan pertanyaan2 saya di atas. Saat semua orang berlari mengejar cita2, melakukan suatu hal yang nyata hasilnya, saya hanya sibuk berpikir dan mengkhayalkan sesuatu yang mungkin sebenarnya gak perlu untuk dibayangkan. Ada yang bilang, hidup itu dijalanin aja, gak usa dipikirin. Tapi saya belum bisa berhenti memikirkannya terus menerus, setiap menit, setiap detik, sampai saya menemukan jawaban yang bisa menenangkan.

Saya selalu berpikir, dunia ini gak berjalan dengan baik. Ini bukan tempat saya. Bukan tempat dimana saya ingin hidup. Bukan tempat dimana saya ingin membesarkan anak-anak saya kelak. Saya gak bisa menggambarkan dengan tepat apa yang salah di dunia ini, tapi saya tahu bahwa something is amiss.

Saya menginginkan banyak hal yang berbeda dalam hidup, 

Saya menginginkan sesuatu yang bisa membuat saya terus bersemangat, petualangan, intrik, drama, apapun. Kadang bahkan saya berkhayal, saya bisa bertemu dengan suatu lubang menuju dimensi lain, dimana disana menunggu sebuah dunia yang berbeda dengan apa yang ada disini. Dunia yang menunggu untuk diselamatkan, dunia dimana sedang terjadi bencana besar, seperti di film Armageddon atau Independence Day, atau dunia mimpi seperti Narnia dan Who’s Ville. Dunia dimana saya tidak berperan sebagai Manda si mahasiswi, tapi sebagai orang lain, siapapun selain saya si Mahasiswi. Dunia dimana saya bisa menemukan orang2 yang benar2 berharga bagi saya. Dunia dimana persahabatan dan cinta diuji kekuatannya.

Kadang saya juga berharap, menemukan dunia dimana, tidak ada polusi udara di dalamnya. Dunia dimana, semua manusia memiliki ladang dan peternakan sendiri di belakang rumah mereka. Tidak terlalu besar, tapi cukup untuk memberi makan diri sendiri dan keluarga. Dunia dimana air sungai mengalir jernih, ikan-ikan berenang dengan bebas, lebah berdesing mengumpulkan madu, para bapak berbincang2 di teras ditemani kopi, dan bau roti panggang memenuhi dapur setiap ibu rumah tangga di pagi hari. Dan saya disana, sedang mengaduk sepanci adonan strawberry di dapur untuk dijadikan selai roti esok hari sambil bersenandung lagu2 lawas. Dunia dimana, kedamaian adalah satu2nya aturan yang ada.

Saya juga pernah membayangkan, hidup di suatu kota besar, pusat perdagangan dunia. Kota yang modern, bersih dan teratur, didiami oleh lebih dari satu suku bangsa, ras dan agama. Hidup melajang, tinggal di sebuah apartemen sederhana, dengan furnitur yang saya beli dan saya atur sendiri. Bekerja sebagai seorang penulis di sebuah majalah/surat kabar ternama, menghasilkan tulisan2 yang bermutu setiap hari. Saya akan berangkat-pulang kerja dengan menaiki kereta bawah tanah atau bis, hanya naik pesawat terbang saat memang ditugaskan di luar negeri. Setiap akhir minggu, saya akan berjalan menyusuri sebuah daerah yang dipenuhi restoran dan kafe dengan menenteng sebuah tas berisi laptop ringan kecil pada pukul 10 pagi, kelewat excited untuk memutuskan akan menulis di mana saya hari ini. Memiliki teman2 yang berwawasan luas dan memberi banyak cerita pada saya. Dunia dimana saya hidup mandiri dan bisa berkarya sesuka hati.

Saya menginginkan dunia-dunia yang menawarkan hal yang berbeda dari apa yang ada disini.

Sebut saya gila, tapi saya benar2 memikirkan hal2 di atas. Saya terus bertanya apa yang sebenernya saya inginkan dan kemana saya ingin menuju, saya terus bertanya bagaimana menggambarkan apa yang sedang saya lakukan selama ini, sampai akhirnya saya menemukan lagu itu dan mendengarkan lirik ini,

                 I guess in my own way
                 Just like him I am wandering, wondering run away
                 But aren’t we all just,

                 Looking for a place to land
                 Looking for a friend to call
                 Looking for a destination, conversation, fascination
                 To protect us from the fall
                 Looking for the one to love
                 Looking for a brand new day
                 Looking for a reason to stand
                 Looking for a place to land

dan saya hanya bisa tersenyum, karena akhirnya saya tahu apa yang sedang saya lakukan. Sampai detik inipun saya masih mencari a place to land.

Mungkin bukan berarti dunia ini bukan tempat saya, tapi saya belum menemukan tempat yang tepat untuk saya mendarat dan tinggal disana. Dan mungkin, saya harus berhenti melarikan diri dari kenyataan, berhenti asik sendiri dengan khayalan2 itu, dan mulai memecut diri melakukan sesuatu guna menemukan ‘tempat mendarat’ terbaik saya. Dan yang pasti, saya harus yakin kalau tempat itu ada, bahkan saat dunia sedang tak bisa diharapkan seperti sekarang ini.

 

hanya racauan saja,

Mandhut.