.
Thoughts, Sehari-hari, Love, Konyol, Autis, RoamingApril 27, 2008 11:14 pm

pengen nyemangatin TA, tapi takut dikeplak,

secara itu topik lumayan sensitip,

jadi,

nyemangatin diem2 lewat blog aja deh,

 

 

 *bisik2 mode on*

hey kau si penjual pulsa, ayo TA-nya yang semangaatt…

kalo butuh uluran tangan, hiburan, keringanan, kelonggaran, katakan saja, jangan ragu,

karena saya akan sangat senang, kalo saya bisa membantu, ;)

 

 

hahahaha. geje,

Manda.

Resensi, BudayaApril 23, 2008 2:02 pm


 

abis browsing2 random dan menemukan web Dove Self-Esteem Fund

bukan sok2 iklan salah satu produk komersil ye, tapi beneran kagum sama konsep yang mereka tawarkan ke masyarakat :D .  jadi ikut2an deh menyebarluaskan campaign for real beauty ini, agak telat sih, tapi sudahlah, hehehehe. saya pake Dove loh baidewai. shampoo dan sabun. ahahahahahhh *jijay abis, sok2 eksis*

ah ya, jangan lupa lihat rekaman video iklan2 dove di sana deh, liat yang onslaught, menurut saya, itu paling keren. ato gak, bisa liat juga di mini racauan manda,  cari yang postingan 23 april. hehehehe. enjoy it. cups cups!

btw, kalo ngasi foto dara2 mesum ini ke manajemen Dove sebagai salah satu foto campaign for real beauty, bakal dipake gak ya? soalnya foto ini kurang menunjukkan self-esteem apa coba :


 (dara mesum berpose ikan lentera di foto angkatan IF ITB 2004)

ya kan? cenderung kepedean malah. wahahah.

 

coz’ every girl deserves to feel good about herself,

 

Mandhut ;)

 

Budaya, Friends, Sehari-hari, Konyol, Autis, StoryApril 22, 2008 6:19 pm

Disclaimer : Postingan ini tidak bermaksud menghina pihak tertentu, mohon dibaca dengan hati dingin. hehe.

 

Alkisah, 2 teman saya sesama jurusan informatika, Matski dan Tobu, sama2 memiliki ketertarikan berlebih (lebih dari informatika) di dunia seni, terutama fotografi (dan sayangnya baru mereka ketahui setelah mereka memasuki masa2 akhir perkuliahan di informatika, otomatis langsung berasa salah jurusan). Untuk memuaskan rasa ingin tahunya, maka semester ini, mereka berdua memutuskan untuk mengambil salah satu mata kuliah seni rupa ITB 2006, yaitu fotografi aplikatif.

jadilah, mereka cukup membuat saya ngiler dengan cerita2 bernada man-sumpah-ya-kuliahnya-asik-abis-gak-kayak-di-if-dosen-ma-mahasiswanya- dah-kayak-temen-aja dan man-bingung-nih-tugas-minggu-ini-suruh-motret-tema-selfportrait-dong. wahahahah sialan, bikin ngiri aja. emang kalo udah suka, mau disuruh ngerjain tugas 24-7, mau disuruh nyari bahan ampe manapun juga, bakal dijalanin dengan hati riang, ya gak seehh?? hehehe.

nah, tema foto matski dan tobu untuk minggu kedua April yang lalu adalah,

…eng lupa namanya apa. hahaha.

pokoknya, itu tugas kelompok, disuruh nyari 10 foto, bertema, terserah temanya apa, untuk nanti dipresentasikan di depan kelas fotografi aplikatif tersebut, yang jatuh pada hari selasa kemarin.

berhubung si matski dan tobu banyak tugas, jadilah mereka baru kalang kabut nentuin tema dan hunting2 foto dari hari sabtu. singkat cerita, setelah sempat berganti tema dan macem2, mereka butuh memotret banci dan PSK juga, untuk melengkapi koleksi foto.

perlu kalian tahu, teman saya si matski dan tobu ini orang2 yang tergolong ‘kalem’ dan ‘anak baik2′ (gak di semua bidang sih, ahaha). pokoknya agak sulit untuk membayangkan mereka dengan santainya nyamperin banci ato PSK, dan memintanya untuk berpose karena mau dipotret untuk tugas kampus, tugas fotografi aplikatif.

gatau sih, gak maksud berprasangka buruk juga, tapi kalo saya banci-nya, mungkin udah saya santap di tempat, secara itu dua cowok kok polos2 amat, terlihat gampang ditipu. 

karena menyadari kalo kemampuan mereka dalam hal ini terbatas, maka mereka meminta saya dan sila alias darcil untuk membantu. maka, darcil-pun memberitahu daerah2 prostitusi yang dia ketahui, beserta jenis2 banci dan dimana mereka bisa ditemui, seperti :

kalo mencari banci2 cantik high class mulus putih tinggi semampai, carilah di jalan X, itu jenis2 banci yang bisa membuat para cewek merasa anjrit-mending-saya-aja-yang-jadi-banci-kalo-kamu-secantik-itu. 

kalo mau cari yang agak2 radikal, banci2-on-the-making, dalam artian, masih berotot, masih berbulu, masih berkulit hitam mengkilat, masih ber-you-know-what, pakaian masih korban mode, masih berjakun, pokoknya masih tak enak dilihat, carilah di belakang daerah Y.

bisa juga sih di jalan Z, tapi itu banci-banci yang udah lewat masa prime time, banci yang udah lewat masa jaya, gak kuat bayar maintenance lagi dan udah pasrah menghadapi nasib, jadi yang udah gak peduli mau tumbuh bulu kaki, kumis dan silikon di wajahpun udah mulai luber kemana2, jadi menimbulkan kesan bengkak.

soal kenapa darcil bisa fasih soal ini, gak usah diomongin lah, ntar jadi buka masa lalu orang lain. gak enak. hahahaha.

tapi dasar, udah untung dikasih tips and trik, mereka malah minta ditemenin hunting foto bareng. Berikut percakapan kami, sehari sebelum pengumpulan tugas fotografi aplikatif, di ruang makan kosan mesum (matski dan tobu mampir sekalian numpang makan malem) :

Matski : "Eh, kalian berdua harus ikut ya, bantuin cari foto malem ini" (melihat pada Manda dan Sila)

Sila : "Heh?! buat apaan?" 

Matski : "Kami butuh negotiator untuk ngomong sama komunitas2 itu, kan kalian berdua jago hal begini" (gak ngerti kenapa menganggap gue juga bisa berkomunikasi akrab dengan banci dan PSK, padahal kan yang gape, Sila doang)

Sila : "Gak ah! udah gila ya! males ah. lagian itu kan tenaga-laki-emosi-perempuan, takut dicakar, gila lo."

Manda :  "Mending kalo dicakar, kalo dianggap berpotensi menjadi banci dan diajak gabung, lebih nyesek lagi. gak ah Mat, lo tau jaman2 SMP gue sering dikira anak laki."

-pembicaraan terhenti sejenak, karena semuanya tertawa terbahak2- 

Matski (setelah selesai kram perut ketawa2) : "AH! kalo gitu, kalian berdua aja saya daulat jadi model, dandan gih, sila jadi yang PSK, kamu (menunjuk ke Manda) jadi banci."

Sila : "Maaat.. plis dong, itu ntar fotonya bakal lo presentasiin depan anak senirupa 2006 kan, banyak adik kelas gue jaman SMA. bayangin gak entar mereka bakal ngegosipin gue kayak apaa…."

Matski : "Yah, yaudah deh. kalo gitu kamu ya (Manda) jadi banci, bisa kan?"

Manda : "ENGGAK YA!. Ih, masih mending lo Sil, dikira PSK, masih jelas wanita, ketimbang gue, entar kalo papasan di jalan sama anak SR, mungkin ada yang bisik2 ‘eh eh, itu kan aslinya laki, loh’, lebih miris gue, kali."

dan pembicaraan-pun terhenti lagi, karena semua kembali tertawa terbahak2.

 

tapi seriously deh, saya mau tanya, terutama wanita, menurut kalian mendingan mana, dikira sampingan sebagai PSK apa Banci?

soalnya, kalo bagi saya, dua2nya gak enak, tapi saya lebih down lagi kalo kodrat saya sebagai wanita diragukan. padahal saya wanita tulen. itu MIRIS, kali.

 

sekedar memberikan bahan renungan malam ini (hehe),

 

Armando a.k.a Amanda.

 

ps : btw, kalo kalian bertanya2 si tobu kok gak ngomong, dia orangnya emang kayak gitu, kalo ada dialog seru kerjanya cuma merhatiin bengong2 aja dengan tampang innocent. wahahah. sori loh bu. hehehe.

 

Thoughts, AutisApril 21, 2008 5:44 pm

yang saya butuhkan sekarang adalah,

sebuah mobil,

sebuah cd yang cukup berisi satu lagu, yaitu Travelling-nya Utada Hikaru,

sebungkus chic choc biru,

segelas ukuran regular milo dingin (tanpa es) dari McD,

malam dingin tak berawan,

dan jalan tol panjang, lurus, dengan hanya beberapa mobil ikut berlalu lalang.

 

merindukan sensasi menyetir sendiri, menjalankan mobil tanpa arah, bebas berpikir ini dan itu tanpa perlu diganggu.

 

hehehehe. aneh bener, ada-ada aja mintanya, wahahah.

 

 

(taken from http://www1.istockphoto.com) 

 

Manda. 

Thoughts, Friends, Konyol, Roaming 2:48 am

jangan sok2 gak nyadar deh mas, tabok loh.

cuma mau bilang,

apapun yang terjadi, pastikan lo keep in touch with me dan tetap meng-apdet alamat dan nomor telepon lo di gue sampe bangkot nanti, 

karena, kalo suatu hari gue akan menikah dan terkena sindrom cold-feet-ato-apalah-itu, gue butuh lo untuk mengatakan "errrr… you are soooooo drama queen. udah untung ada kesempatan merasakan malam pertama. pilih mana? sekarang, atau tidak sama sekali.".

karena, kalo suatu hari gue terkena musibah, gue butuh bercerita-dengan-hebohnya dan seperti biasa, lo akan tertawa terbahak2 sampai sakit perut melihat gue.

karena, kalo suatu hari gue bener2 terancam perawan tua, mungkin gue akan mendaftarkan lo secara paksa sebagai suami ke catatan sipil. well, gak ada rotan akarpun jadi ;) . wahahah. freak abis.

karena, kalo 50 tahun lagi gue ingin dateng ke Tembang Kenangan, gue butuh temen yang akan tetep duduk-diam-bersama-gue-meski-malunya-luar-biasa, saat gue me-request lagu "Aduh Buyung" atau "Rindu Serindu-Rindunya" ke pembawa acara.

karena, gue butuh temen yang tahu gue cuma bercanda, dan bukannya bener2 kasian sama gue, saat gue berkata : "Padahal gue gendut, apalah gue ini, makasih ya mau jadi temen gue sampai saat ini, ternyata gak semua manusia di dunia ini menilai orang dari luarnya aja"<– sumpah ini kalimat pathetic abis. AHAHAHAHAHAHAH. ADOH. AHAHAHAHAHA. *ketawa sendiri nulisnya*

karena sialnya, lo salah satu orang yang bisa membuat gue merasa bebas menjadi diri sendiri di depan lo dan sama sekali gak merasa insecure. we’ve been there and done that before ;) . hahahahahahh.

karena, gue gak kepengen kelewatan berita2 dan momen2 penting tentang lo juga, nyet. 

dan karena-karena lainnya :D .

 

Berhubung saya eksplosif, mungkin suatu hari ini postingan saya hapus karena kita ribut gede ato apa. mungkin hari ini gue memuji dan besok saya bisa memaki2 atau memutuskan hubungan dengan anda. saya belajar untuk berpikir sebelum bertindak, namun secara kejadian2 itu udah berkali2 terjadi (dan sampai hari ini, at the end gue kembali berceloteh di depan lo lagi), gue percaya, lo udah tau harus gimana dalam menyikapi postingan ini ;) .

 

xoxo,

Purple Bondage.

Sehari-hari, Obssesions, Autis 1:55 am

halo pembaca sekalian, dimanapun kalian berada, *jijik*

mau kasih berita gak penting ah, 

setelah sekian lama tergila-gila dengan mbak Amy Winehouse, akhirnya mulai bosan dan ganti haluan lagi,

kali ini saya sedang jatuh hati sama Five For Fighting alias mas John Ondrasik dan memutuskan untuk ubek2 segala hal tentang FFF ini ntar malem.

beberapa lirik lagu-nya dengan gak pentingnya saya pajang di Mini Racauan Manda "tempat dimana saya bisa nyampah senyampah-nyampahnya". sekiranya kalian ada waktu untuk intip2 tiny blog itu barang semenit-duamenit saya akan sangat berterimakasih. hehehe.

udah ah, met beraktivitas semuanya ;), nanti cerita2 lagi *cupscups pipi kiri kanan*.

Here’s a riddle for you
Find the answer
There’s a reason for the world
You and I…

 

Mandhut yang lagi demen FFF 

Sehari-hari, Love, Konyol, Level Up!, SengsaraApril 16, 2008 12:23 am

To : Sapla (0815xxxxxxxx)

Sent : 16-Apr-08 07:00

jenggot ****** ****** ******* (censored, nanti orangnya marah, wuahahaha), kmaren buntelan (maksudnya saya) dq berat ya?. Br bangun dan merasa jijik, kmrn kayak telenovela abis. Thx loh diladeni dgn sbr -_-; . Gak minta maaf (doang) lagi deh, secara udah sering. Mau nraktir sesuatu ato melakukan sesuatu sebagai penebus dosa, apa aja deh, jenggot mau apa :) ?

mulai mempertimbangkan konsumsi obat penenang kala dq kumat ni, gak tahan dengan malunya kala tersadar T-T.

met fitness dan beraktivitas!

- Buntelan.

(sebuah sms jijik di pagi hari setelah kemaren malam ber-drama-queen ria dengan jenggot sebagai victim-nya)

—————————————————————————

……..

cuma bisa guling2 setelah tahu kalo saya menyimpan potensi menjijikkan di dalam badan gempal ini. ahahahaha T-T.

 

Bung, orang sabar disayang Tuhan loh. Sekedar mengingatkan, in case kamu lupa :D . wahahah.

Buntelan.

Tentang Manda, Love, Obssesions, KonyolApril 11, 2008 11:50 pm

Weekend yang lalu, dalam rangka menunaikan hasrat menonton pelm cecintaan (baca postingan ini), saya menyewa beberapa film bertema cinta dari penyewaan VCD dekat kos.

Yahsudahlah, dalam tempo 3 hari, itu film2 tema cinta saya lahap tak bersisa. Semuanya bagus, tapi yang paling bikin senyum-senyum sendiri adalah sebuah film yang diangkat dari novel karya Icha Rahmanti, berjudul Cintapuccino.

 

(taken from : http://rizka.files.wordpress.com) 

baidewai, saya udah menyadari bahwa saya gendut basi, hari gini baru nonton itu film, jadi gak perlu susah2 meyakinkan saya kembali akan itu, pembaca ;) . beneran deh.

Namun, untuk mengantisipasi adanya orang2 yang lebih basi dari saya *mungkin malah baru tahu ada kata ‘cintapucinno’ sekarang* coba baca dulu sinopsisnya disini.

———————————–

Nah, di postingan kali ini, saya gak akan meresensi ulang keseluruhan film itu *MALES GILA!, googling aja sana, ato baca link yang saya kasih* saya cuma kepengen berbagi pendapat dan beberapa kenangan yang sedikit terbangkitkan sehabis nonton itu film. wehehehe.

Intinya, film ini bisa membuat saya berkata ‘ahhh gue tau rasanya….’ sembari tersenyum2 mupeng *iuw*. Somehow, si mbak2 pemeran utama, Rahmi (diperankan oleh Sissy P.), mengingatkan saya akan gimana rasanya ngecengin cowok (untuk selanjutnya akan disebut sebagai ‘para nimo2′) beserta obsesi2-nya dan kekonyolan2 yang saya lakukan selama hidup.

Maka, ladies and gentleman, dengan bangga mempersembahkan, beberapa romansa memalukan milik Putri Amanda Bahraini (sampai saat ini) : 

1. Ada satu adegan lucu di Cintapuccino dimana Rahmi mengajak ngobrol sebuah boneka Teddy Bear. Rahmi gak gila, dia terpaksa berbuat begitu karena saking gak bisa ngomongnya sama si Nimo, makanya Rahmi latihan dulu pake boneka beruang. Tapi Rahmi masih mendingan cing, dulu gue juga pernah kayak gitu, bedanya, gue ngomong sama udara dan tembok, dan gak cuma kalo lagi sendirian di kamar, tapi suka tanpa sadar dilakukan di muka umum, di kelas, di jalan, plus muka tersipu2 dan nyengir2 ndiri, lebih berasa sakit jiwa lagi, kan?

2. Pernah rela menurunkan berat badan sebanyak 20 kilo dalam waktu 3 bulan demi seorang ‘Nimo’. yang mana menyebabkan rambut saya rontok parah ^^. wahahahah. begitu ‘Nimo’-nya jadian ma orang lain, naik lagi deh beratnya, wahahahhhh ^^;.

3. Pernah dengan hinanya mengatakan bahwa saya gak bawa payung *padahal payungnya ada di dalem tas*, cuma supaya bisa berteduh lebih lama dari hujan deras yang melanda dan bisa ngobrol lebih lama lagi.

 

(salah satu adegan Cintapuccino, diambil dari http://office.indonesiaselebriti.com) 

4. Pernah jalan kaki sepulang sekolah, gak pake payung, jalannya lamban2, padahal itu lagi hujan deres, cuma karena lagi PATAH HATI karena kecengan jaman SMP jadian ma orang lain. Dan kalo saya gak salah inget, sempet terlintas kata2 begini di kepala ‘hujaan oh hujaaann… bawalah sakitku ini pergi, biarkan mengalir bersamamu….’ <– entah kebanyakan nonton telenovela ato gimana ^^.

5. Yang mana, poin nomer 4 diteruskan dengan : pernah membakar diary dan foto kecengan terkait no 5, karena menyimpannya cuma bikin sakit hati. Belakangan baru tahu kalo diarynya gak terbakar sempurna, jadi beberapa halaman sempet dibaca pembantu saya, sial.

Dan masih banyak kejadian2 konyol lainnya, wahahahahhh…. beberapa kejadian lebih baik disimpan dulu, terlalu malu untuk diungkapkan  lewat kata-kata ;)

ada yang manis, ada yang pahit, tapi untunglah saya pernah mengalaminya, jadi sekarang bisa cerita2 dan BISA MESEM2 JIJAY KALO NONTON PELM2 CINTA :D wehehehehheee…..

——————————- 

Mengutip dari penulis Cintapuccino, mbak Icha Rahmanti

“Cintapuccino is about finding your “Nimo”, your obsession yang mulai menjadi kenyataan, dan tentang betapa banyak ketakutan yang harus dihadapi ketika obsesi itu mulai merusak ‘rencana sempurna’ kita. But most of all (Cintapuccino) is about being brave facing your fear and finding your inner strength to believe in miracles” (Rahmanti, 2004)

(dikopas dari sini

Makanya, saya menyarankan dengan amat sangat bagi para pecinta *hehehe* yang belom nonton Cintapuccino ampe hari ini, nonton deeeh….!!! beneran kena ke ati :D .

 

Peace, love and gendut! *wahahah*,

 

 Amanda.

 

Tentang Manda, Thoughts, Autis 3:57 am

Kalau saja saya bisa bertemu dengan diri saya sendiri sewaktu saya masih balita,

Saya akan membawa anak gendut itu kabur dari rumah, mengajaknya tinggal bersama saya, memberikannya kamar dengan jendela super besar yang memungkinkannya mendapat cukup banyak sinar matahari, melengkapi kamarnya dengan tempat tidur super empuk dengan banyak bantal di atasnya beserta selimut bulu hangat (bukan bedcover ya), mengantarnya berlatih les ballet yang diinginkannya sejak dulu (dan tetap menyemangatinya meskipun dia malu), menjawab sebisa mungkin semua celotehan pertanyaannya bahkan jika itu hal terbodoh yang bisa ditanyakan, membelikannya es krim cone choco cip sesekali, membiarkannya membantu pekerjaan saya dan mengecup keningnya diam-diam sewaktu buntelan itu tertidur pulas di malam hari.

sayang, mesin waktu dan doraemon itu belum ada di masa ini. :D

 

dasar gak ada kerjaan,

Manda yang bermimpi siang bolong. 

Konyol, Autis, StoryApril 10, 2008 11:27 am

 

ini postingan bukan dibuat atas nama permainan ‘tag-tag-an antar blogger’ sih, cuman entah kenapa tiba2 kepengen menuliskan momen2 dimana saya merasa serba salah.

wahahahah. udah gendut, iseng pula, mau jadi apa kalo udah besaaaaaar???!!! *besar secara konotasi ya*

biarin. iseng itu awal sukses, kok >:P. *halah* 

udah ah. yuk dimulai….

Pernahkah anda merasa begini :

  1. Anda baru memasuki lift, dan terjadilah hal2 berikut ini : (1) gara2 anda lift yang tadinya cukup untuk 5-6 orang jadi cuma bisa untuk 4 orang. (2) tiba2 ada satu orang lagi (ramping) berlari memasuki lift, terlihat buru2, mungkin telat kuliah, tapi alarm-lift-sialan-tanda-lift-kelebihan-bobot pun berbunyi. Dan alarm itu (sialnya) mulai membuat orang2 lain yang juga ingin masuk lift mengurungkan niat, terdiam di luar lift. beberapa diantaranya mengeluh tertahan ‘aaahhh kok gak bisa sih, kan itu lift isinya baru 4 orang…’ (3)anda dan semua orang yang ada disana mulai menyadari ini salah siapa, agak sedikit malu, tapi males keluar dan naik tangga. masih berprinsip first come-first serve. (4) anda berharap ada yang mencairkan suasana dengan mengatakan ‘gara2 lo sih, duuutt…’ or anything, apa ajalah, ngusir saya keluar lift juga gapapa, yang penting jangan pada diem, tetapi oh tetapi, gak ada yang berani ngomong karena semua orang dalam scene itu adalah adik kelas anda, yang notabene agak segan sama kakak kelas.
  2. Anda sedang meledek seorang teman wanita bahwa dadanya kecil (maaf loh, gak maksud ngehina, cuma mengingatkan bahwa seleksi alam itu eksis). anda berharap dia melawan balik, supaya bisa berargumen, bersenda gurau, tapi dia cuma menjawab ‘iya, emang dada gue kecil’ dengan suara dan tampang datar. anda ledek2 dia berkali2, dia tetep menjawab lempeng, sampe akhirnya anda merasa gak enak sendiri dan ingin berkata menghibur ‘gak kali, gue becandaaa.. maafin yaah… dada gue aja yang kegedeaaann…’ tapi anda urungkan karena itu MENJIJIKKAAANNN…
  3. Anda sedang berjalan bersama seorang teman ke suatu pusat perbelanjaan. Anda dan teman anda sedang melihat2 beberapa pernak pernik di sebuah toko ayo-beli-semua-cuma-xx-ribu (lupa nyong, sori). Tiba2 teman anda hilang, anda binun, mencari2 dan menemukan teman anda di suatu lorong bertuliskan ’stationery’ yang kebetulan sedang sepi pengunjung. Anda mengendap diam2 dari belakang, bermaksud mengagetinya, tapi saat anda sampai pada jarak 1 meter, tiba2 ada bau2 tidak sedap, anda pening, teman anda seketika menengok, mukanya memucat saat menyadari keberadaan anda (entah karena menyadari keberadaan saya aja, atau melihat ekspresi saya). Anda diam saja, binun harus berkata apa, dia juga begitu. Beberapa detik kemudian dia permisi ke belakang, mau pipis, katanya. 
  4. Anda sedang mengikuti kegiatan belajar-mengajar geografi-ceriaaa *uwek, saya benci geografi* di kelas dan menyadari kalau alis guru geografi anda CUMA SATU. Nampaknya si ibu2 geografi mencukur habis alisnya atas nama kecantikan dan terpaksa menggantungkan sepanjang hidupnya pada pensil alis, mengaplikasikannya setiap beliau beraktivitas di luar rumah. tapi hari ini dia lalai, alisnya CUMA DIBUAT SEBELAH, SEBELAHNYA LAGI ENGGAK. Anda ketawa ketiwi kecil, binun gimana ngeresponnya, akhirnya anda colek2 teman kiri dan teman kanan yang sedang sereus membaca buku teks geografi, memberitahukan penemuan anda (no wonder cuma gue yang nyadar, yang lain baca ngadep buku, gue sih enggak. eneg baca buku geografi). Akhirnya, gara2 anda, berita itu menyebar ke seantero kelas, dan semua anak berusaha menahan tawa (sampai disini, anda agak merasa berdosa). Ampe akhir pelajaran, tetep aja gak ada yang tega ngebilangin, semua berpendapat, ‘ah udahlah, ntar juga di ruang guru ada  sesama guru yang akan ngebilangin….’.

itulah beberapa dari momen2 serba salah saya yang gak ada bagus2nya. wahahahah. kalian punya cerita juga?

Mandhut.