Bintang oh bintang,
tolong beritahu daku, siapa gerangan yang menciptakan aturan berkonde ala jawa tengah,
saya sekedar mau chitchat sebentar dan memperlihatkan beberapa foto,
foto-foto yang mungkin bisa membuat dia bisa ketawa2 ampe kram perut dan rahang lepas (amin) dan pada akhirnya menyadari bahwa,
konde gede-gendut yang bentuknya sedikit mirip p*ntat itu sedikit tidak appropriate kalo dipadukan dengan makhluk berwajah bulat,
karena membuat mereka makin terlihat seperti kue apem ditumpuk 2, contohnya salah satu korban di bawah ini :
 
(nama file : apem_tumpuk.jpg)
 
mungkin pas membuat itu konde, dia lupa mempertimbangkan kepentingan kami2 yang berwajah bulat ini.
sekedar penyesalan + satu loyang kentang bakar dari dia sudah lebih dari cukup bagi gue untuk memaafkan ^^;.
 
btw, feel free to ngakak setelah liat foto di atas loh, saya sendiri ngakak liatnya. itu foto diambil oleh mamat teman saya, dan dia gak bisa berenti ketawa selama 5 menit-an, sebelum akhirnya berkomentar : ‘kok kamu gak pernah bisa menghasilkan sesuatu yang  normal, sih?’ sialan, sapa juga yang kepengen tampangnya kayak arem2?!!, ini terjadi di luar harapan, kale. cih.
 
—————————————– 
nah,
 
ada yang mau nanya dalam rangka apa saya harus berkonde?

gak ada? fine, saya tetep akan cerita. hehehehe. *dasar*

jadi gini,

Pada acara wisudaan maret 2008 IF ITB tanggal 5 maret 2008 yang lalu, kami IF 2004 berniat eksis dengan menampilkan sebuah persembahan angkatan.
Berhubung temanya tradisional, jadilah kami menampilkan cuplikan tarian2 dari beberapa daerah di Indonesia dan seorang sinden yang menyanyikan lagu ‘rayuan pulau kelapa’ versi keroncong.

<
\yang mana, saya yang berpostur gendut2-subur inilah yang didaulat menjadi sindennya,
yang mana, sinden berarti berkebaya, berjarik dan…berkonde tradisional jawa tengah yang gede abis itu.

…………
aaaaaaarrrgh…!!!! dari dulu saya gak pernah suka konde p*ntat itu. maaf loh leluhur, maaf loh bapak2 dan ibu2 pemerhati budaya. tapi beneran deh, itu konde bentuknya kayak salah satu organ tubuh manusia yang prestise-nya agak di bawah rata2, dibanding organ2 lainnya, setidaknya dalam pandangan saya.
(difoto di lantai dan rasa hati pengen nginjek, sayang ini konde punya ibu2. aaarrgh)

 
sebenernya, dari awal agak tertekan dengan kenyataan bahwa saya harus berkonde, tapi berubung keinginan buat tampil dan eksis di tahun terakhir saya di IF ITB lebih gede, yasudah itu tawaran diterima aja.

akhirnya, berbekal keberanian untuk tampil total dalam acara IF ITB,
plus, sedikit menipu diri dengan berkata pada diri sendiri bahwa si jenggot gak akan dateng, lagi berlibur ke Papua -entah ngapain- jadi gak akan nonton itu acara dan melihat saya si kue-apem-berjalan ini,
jadilah saya dikonde dan menyinden. wakakak.

ternyata pengorbanan saya berasa dijambak semaleman gak sia2 (ya iyalah, konde segendut dan seberat itu nyangkut di rambut hasil sasakan, aarrrgh)
semuanya terbayarkan setelah melihat senyum wisudawan dan wisudawati tercinta :) hhehehehehe….

yah, sekedar bercerita dan gatel pengen memajang foto2 kocak itu, pembaca. hehehe.


Manda si Kue-Apem-Berjalan.

PS : niwei, selamat ya buat yang udah luluss… doain cepet lulus juga…. :)