maaf roaming lagi. dimaklumin ya, yang punya blog lagi terpengaruh hormon amat sangat. =P.

hidup itu aneh,

dari sekian banyak orang yang kau beri perhatian dan kasih sayang.

dari sekian banyak orang yang kau beri kritik dan saran.

dari sekian banyak orang yang kau hibur dan kau berikan senyum terbaikmu. 

dari sekian banyak orang yang kau awasi dan semangati setiap langkahnya.

dari sekian banyak orang yang kau perbolehkan untuk bersandar di bahumu dan mendengarnya bercerita dari pagi hingga petang.

dari sekian banyak orang yang takut kau kecewakan dan membuatnya menangis.

dari sekian banyak orang yang membangunkan kau di waktu tidurmu untuk sekedar berkeluh kesah, mencari perlindungan.

dari sekian banyak orang yang kau inginkan bahagia.

dari sekian banyak orang yang melewati sedih dan senang bersamamu dan menikmati setiap tetes keringat dan airmata. 

dari sekian banyak orang yang kau inginkan tahu mengenai setiap kisahmu dan begitu juga dengan kisahnya.

ada satu orang yang kau inginkan mendapat itu semua. semua, tanpa kurang suatu apapun, lebih dibanding yang lainnya. dengan cuma-cuma.

padahal kau tidak mengenalnya. padahal dia tidak mengenalmu. padahal kau tidak diminta. padahal dia tidak meminta. 

hanya merasa harus dilakukan saja. hanya merasa senang dan puas saat bisa melakukannya. kodrat dan martabat bukan alasan untuk membuatmu mundur.

padahal, kau tidak tahu ada apa di ujung sana. padahal kau tahu bahwa dia mungkin membawa pisau yang sewaktu-waktu bisa dihujamkan di dadamu, meninggalkan bekas luka tambahan.

dan dari segala resiko dan kengerian yang menghadang. kau-pun berkata dengan lantang :

‘dihujampun tak apa.’

‘lebih baik begitu daripada menyesal saat tahu diri ini bahkan tak mencoba berbuat apa-apa.’

‘lebih baik begitu daripada menyesal saat suatu hari kau tahu dia terpuruk dan kau tak dapat membekalinya apa-apa.’

‘kalaulah memang dia tak membutuhkan bantuanku, paling tidak kisahku ini akan membantunya untuk berpikir tenang, saat untuk pertama atau kesekian kalinya dia mengenal cinta.’

‘dan itu hanyalah suatu caraku untuk meninggalkan jejak di hatinya’ 

(ini prosa jatuh dari langit, entah sapa yang membuatnya, kalau ada, pasti norak dan nyentrik deh)

 

Jangan terlalu dianggap sereus ah, ya gak Bung? ;)

 

dengan konyolnya,

Manda.