Perhatian : Kalau anda merasa pernah baca ini sebelumnya, wajar, karena ini postingan merupakan hasil editan dari postingan sebelumnya. Karena dirasa topik ini lumayan penting, jadi ya kepengen kasih judul sendiri, di postingan yang khusus. ahahahaha.

enjoy!! 

 

Kalian inget gak postingan Cerita Cinta dari SMA? hehehehe. Cerita tentang kisah taksir2an gue pas kelas 2 SMA yang terus terbawa sampai gue kuliah dan gak lupa2 bahkan setelah gue di tingkat III. hehehehehehee….

Setelah 5 tahun menanti2 yang gak pasti, setelah 5 tahun terperangkap dalam state, ‘gue harus cari kecengan baru, cinta baru, apapun itu. tapi gak bisa karena gak ada yang sebaik orang itu di mata gue’ and so on…. Akhirnya, pertengahan bulan OKtober 2007 lalu, gue memutuskan untuk menyudahi urusan ini dengan cara, memberitahu orang itu, semuanya.

Yah, gue gak sampe menemui dia di tengah hujan deras tanpa payung dan berteriak2 dengan lantang soal perasaan gue. Gue juga gak pake cara legendaris di Love Actually antara Juliet dan Peter yang bisa anda baca disini (pinjem ya den, wakakak). Gak-lah, hare geneeehh??? ribet kali….  jaman sekarang ya yang cocok pake…

messaging Friendster, dong.

huakakak. Sudahlah, saya perempuan (tulen), jadi gak harus jantan dalam menyatakan perasaan. Itu udah yang paling pol yang bisa gue lakukan. percayalah. ;)

Karena orang itu berstatus double, so gue menekankan bahwa gue cuma menyatakan biar lega, biar gue bisa move on. Dan orang itu mengerti. Bahkan dia terbingung2, bertanya2 emangnya dia ngapain seorang Putri Amanda Bahraini pas jaman SMA ampe bisa fall in love sama dia segitunya.

Ah geloo. tau responnya sedodol itu, mending gue nyatakan aja dari kapan tau, mungkin gue udah bisa melepas dia lebih dini dan dapet Fedi Nuril atau Tora Sudiro saat ini. sia2 deh tenaga gue selama 5 tahun. cih.

hahahaha. kidding. akhirnya berakhir baik kok :) , gue berusaha bersikap biasa selayaknya temen SMA ke anak itu, bahkan terakhir gue meneror orang itu via Y!M dengan pertanyaan seputar kipas angin dan kipas (baca postingan ini) dan pertanyaan senada lainnya. wahahahhahahaha…… jawabannya gak kreatip, beneran. kapok, kapok deh tuh orang.

Akhirnya, gue menyadari bahwa, gak ada yang lebih melegakan daripada bisa mengungkapkan pikiran dan perasaan secara terbuka dengan orang yang disayangi. Saat gue memutuskan untuk ngomong, gue memegang prinsip bahwa, suka dan cinta atau apapun itu, pada dasarnya bukanlah suatu perasaan yang menyiksa. Yang seringkali bikin tersiksa adalah apa yang kita pikirkan soal ketidakmampuan diri sendiri dan apa yang kita mau dari orang yang kita sayangi. :)

Gak ada orang yang gak senang mengetahui bahwa dirinya dicintai banyak orang, dan gue ingin memastikan bahwa dia tahu dan ingat hal itu. So, kalau suatu hari dia terpuruk, dia tahu bahwa dia gak sendirian, dia tahu kalau dia berjasa karena pernah meninggalkan jejak di hati orang lain dan memberikan pelajaran berharga =D. Mungkin orang lain juga ada yang pernah melakukan hal yang sama dengannya, tapi guepun ingin menyumbang sesuatu untuk orang yang berharga buat gue. Even bagi dia ini kecil, gue tetap senang dan gue puas-sepuas-puasnya. =D

Nah, jadi intinya, selesailah kisah cinta jaman SMA gue, HORE!!!!. Dan setelah bisul menahun itu pecah, gak lama gue udah langsung nemu orang baru :D . wahahahaha. dasar.

Perlu kalian tahu, gue adalah orang yang gampang merasakan crush, tapi gak pernah tahan lama. Ini karena pada dasarnya gue tipe pembosan, ditambah dengan kenyataan semua cowok2 itu gue bandingkan dengan si cinta jaman SMA itu, ya tambah pudar-lah crush ece2 yang pernah terjadi. Contohnya si Ade, rekan kerja senior yang gue suka pas KP di Jakarta bulan Juni-Agustus 2007, sekarang aja gue udah lupa pernah naksir (btw, bener gak sih namanya Ade?)

Karena tau sifat gue, jadi gue juga gak banyak ngomong kalo lagi crush sama seseorang. Suka-hilang-ganti-suka-hilang-ganti, kadang satu periode bisa 3 orang, 2 orang, de el el, de es te begitu terus selama 5 tahun. Eh jangan salah paham ya, dalam hal ini crush artinya gue naksir sepihak, mereka gatau apa2.

Sampai akhirnya, gue menemukan crush terlama gue (sejak jaman SMA itu), terhitung sejak tahun lalu, sampai sekarang. Setelah si cinta jaman SMA diselesaikan baik2, crush dengan orang satu ini (sebutlah si BS, BS dari kata Bersahaja Sekalee. mampus deh biar pada pingsan ke-jijay-an sana) berkembang dan berkembang terus *blushing2*. Iya, si BS itu yang ada di postingan Merasa Konyol.

Lama banget gak merasakan yang namanya kupu-kupu dalam perut, jadi begitu merasakan lagi setelah sekian lama, rasanya pengen meneriakkan hal yang sama dengan nenek2-berpita-dan-bertampang-horor waktu begituan sama Piktor (atau Viktor?) di film Quickie Express. Pengen teriak, "Asu tenan, wuenaaaaaakkk!!!" dengan kencangnya.

……………………..

…………….. 

………. 

setelah dipikir2, perumpamannya jijik abis. lupakan deh. wakakak.

pokoknya, gitu deh ya, teman. gue punya masalah dengan kemampuan memberikan perumpamaan yang normal untuk cerita2 gue, jadi telan saja. 

Mungkin belajar dari pengalaman kali ya, kali ini semua berjalan lebih santai. Biasa-lah kalo kayak gini pasti emosi naik turun, kadang2 gak rasional. Saat ini aja gue bisa nulis2 jaim, besok2 udah merana-oh-merana-kenapa-naksir-begini-rasanya entah karena kejadian apa yang berhub soal BS :D . Tapi yaudahlah, ini feeling datengnya sepaket, sepaket ama emosi dangdut macam itu, mau gimana lagi? =P.

Yang jelas, saat ini cuma ingin tahu lebih banyak soal BS aja, gak lebih :D . Sukanya sampe tahap gue penasaran, pengen dekat dan bersahabat, pengen bisa learning something dari orang ini, give something untuk orang ini, gak lebih.

Gue punya alasan untuk apa yang gue inginkan dan gue menerima resiko apapun atas itu, so when I said ‘gak lebih’, means ‘gak lebih’ beneran =D. Dan gue udah cukup mengenal diri sendiri dibanding orang lain untuk tau apa yang gue mau dan gue butuhkan =D. Toh gue mengatakannya tanpa ikatan waktu, jadi gue bisa berubah pikiran kapanpun, hoho.

Manda.