.
Friends, Sehari-hari, Obssesions, Konyol, Mesum, Kosan MesumSeptember 28, 2007 5:52 am

 

Seri Kosan Mesum! Search dengan keyword "kosan mesum" atau baca ini sebagai referensi awal, hahahaha,,,,,

Belakangan ini, Darpit sering mengeluhkan betapa kecerdasannya menjadi menurun drastis sejak dia tinggal di Kosan Mesum. Gak c, gw menyamarkan (haha), lebih tepatnya dia menyalahkan Dardut (saya, mpu-nya Racauan Manda) atas hal ini. Katanya, dia jadi bodoh sejak bergaul sama saya si Dara Gendut. Tapi saya jelas gak mengakui-lah! kok jadi saya yang salah seeehh???!!!. Ada juga beberapa orang yang bergaul sama saya dan tetap normal kok, jadi satu2nya yang masuk akal adalah, emang Darpit dari sananya udah punya bakat abnormal tapi tak pernah dipupuk dengan baik, begitu bertemu dengan saya, tanpa sadar bakat itu mulai berkembang, iya kan???? iya kaaaan???? jadi saya ini cuma katalis kaaan??? jangan salahkan saya kalau emang udah miring dari sananya dong :P (piss Pit!).

 

Tapi ngomong2, si Darcil juga nampak mulai degradasi kecerdasan sejak bergaul ma saya, bedanya ama Darpit, dia gak pernah komplain (mungkin sudah pasrah). hemmm hemmm… jangan2 emang bener2 gara2 saya ya?

……..

kalo dipikir2, yang nularin goyang2 itu saya, colek2 juga awalnya dari saya, cela2 sinetron juga saya…

……..

…………..

ah udahlah, bodo amat, mari berpikir positiiiiifff!!!! Darpit dan Darcil tidak benar2 bodoh dan sampai sekarang mereka masih dicintai pacar2nya, jadi sudahlah. lala lala lala.

—————————————————-

Terus, apa ada yang bertanya2 kebodohan seperti apa lagi yang ada di Kosan Mesum? hahahaha,,,, banyak, saking banyaknya ampe gak bisa diungkapkan lewat kata-kata (selain karena kadang ngilfil-in juga c, kami masih ingin menikah, jadi ada baiknya beberapa kebodohan kami jadikan konsumsi pribadi). Topik kebodohan yang akhir2 ini sering dibahas sih, tentang nama anak.

…….

Iya, nama anak. Memang sih kami belum punya anak, tapi gak ada salahnya kan kami membahas sejak dini? emang ada yang larang ya? :P

Topik ini datang tidak lain tidak bukan dari gue si biangnya kecerdasan menurun, Dardut. Dari dulu gue memang suka banget mengarang2 nama anak gue di masa depan. Dari mulai pengen namain anak gue dengan nama2 kecengan di masa lalu (makanya gue pengen punya anak cowok semua, hahahaha…..) dengan nama2 tokoh kartun (ada saat dimana gue pengen namain anak gue Minky Momo, euw) nama2 buah (Plum, Pear, Peach, Pineapple, semuanya berawalan ‘P’) dan masih banyak lagi. Gue rasa, ini karena gue agak sedikit dendam dengan nama gue. Oke, nama gue Putri Amanda Bahraini, nama yang cukup bagus kan? namanya sih bagus, tapi cerita di balik pemberian nama itu yang agak bikin miris. Nanti gue akan ceritakan kemirisannya, tapi sebelumnya gue akan bercerita mengenai standar pemberian nama di lingkungan sekitar gue.

Mulai dari nama asli Darpit, Fitri Meiriza. "Meiriza" merupakan gabungan dari nama kedua orangtuanya, "Fitri" nama untuk dia yang berarti kembali ke fitrah lah ya.

 

Nama asli Darcil, Sila Wiyanti Putri. "Wiyanti" tuh gabungan dari nama kedua orangtuanya juga, ditambah "Putri" untuk menunjukkan bahwa ini putri mereka dan "Sila" adalah nama untuk dia, yang berarti pegangan.

Sekarang, mari lihat nama gue :

"Putri" itu gabungan dari Adisaputro dan Sri Mastinah, orangtua dari pihak Nyokap yang berasal dari Solo.

"Amanda" itu gabungan dari Amry dan Linda, nama bokap dan nyokap gue. "Putri Amanda" bisa diartikan juga sebagai "Putri dari Amry dan Linda".

 

"Bahraini" itu gabungan dari Bahrum dan Aini, Kakek dan Nenek, orangtua dari pihak Bokap yang berasal dari Melayu (gak, gue gak lahir di Bahrain kok, hehehe)

…….

Nama gue gabungan nama-nama ancestor semua, nama yang mendoakan gue dan merepresentasikan gue sebagai "gue"-nya MANAAA???? ToT. Kayak Fitri, Sila, terus temen gue si Lukman supaya dia berakhlak baik seperti Lukman yang tertulis di Al-Qur’an, si Dian yang berarti Cahaya, si Vara yang diambil dari nama tokoh pewayangan, nama gue bisa diartikan apaaa….??? :( .

Bukannya gak bersyukur sih, secara berdasar kamus latin "Amanda" artinya "Si Jelita" (bener kok, weeekk…), tapi tetep aja pengen nama yang emang khusus buat gue dan mengartikan apa harapan untuk gue di masa depan nanti. ihiks ihiks….

 

Btw, gue mulai curiga "Cucu Cahyati" (penyanyi dangdut) berarti "Cucu Cahyo Haryati", untung nama gue bukan Putri Amanda Cucu Bahraini Adik Mariadewi Keponakan Adida Sepupu Yasser (nama tante gue Adida, nama kakak gue Mariadewi, salah satu sepupu gue ada yang bernama Yasser). Yah yah, mari berpikir positif.

Back to topic, yasudahlah, nama gue cukup bagus, orangtua gue juga pasti memberikan nama itu dengan banyak harapan dan doa (meskipun doa2 itu gak mereka masukkan ke dalam nama), jadi terima saja, Manda ya Manda. Toh banyak juga yang bernasib lebih mengenaskan (temen gue ada yang diberi nama "Deritawati" di belakangnya, aduh). Malah enak, gue jadi bisa berekspresi sebebas yang gue mau. hohohoho…. Yang jelas, nama gue udah terlanjur begini dan gue cukup senang, tapi untuk nama anak gue nanti, gue berharap untuk memasukkan satu nama yang khusus untuk mereka, di samping nama gue juga pasti ada di dalamnya.

 

Tapi dasar darah muda, nama-nama yang terpikir sekarang2 ini gak pernah bisa wajar. Bahkan buruknya gue, gue mulai seenaknya merambah nama anak temen-temen gue nanti.

Pertama-tama, gue mengungkapkan pada Darpit dan Darcil bahwa gue pengen anak gue bernama Plum, Peach, Pear dan Pineapple, dan beginilah pendapat mereka :

Darpit : "……….." (diam dan pasrah, memandang dengan jijik)

Darcil : "Kenapa depannya harus P semua, dan kenapa nama2 buah???"

Dardut : "Soalnya nama gue diawali dengan P, terus nama2 buah itu kan maniiisss…. lucuuu…."

Darcil : "Man, mikir gak c? nanti anak2 lo akan dendam ma lo seumur hidup, mereka pasti jadi bahan ledekan satu kelas…"

Dardut : "Haaaa…. gak ah, itu lucu kan, liat aja anaknya Melly Goeslaw ma Anto Hoed yang ‘Anakku Lelaki Hoed’… nama anak gue masih mending kaaan???"

Darcil : "Pertama, anak lo bisa dipastikan beda generasi ma Ale Hoed, jadi mereka akan menjadi yang paling aneh di kelas. Yang Kedua, mungkin Anto Hoed dan Melly Goeslaw emang udah siap dibunuh anak2 mereka…..??? apa lo mau dibunuh anak2 lo???"

Dardut : "aaah… gak ah, gak ah, lucuuuu tauuuuu…" (ngeyel)

Darcil : "Aduh Pit, bilangin napa si Gendut..!!"

Darpit : "Terserah lo laah…." (nyerah)

Darcil : "Peach, Pear, Plum, Pineapple kan nama2 buat cewek Man, kalo cowok mau lu kasih nama apa?"

Dardut : "…… Pisang?"

Darpit : "OHMAIGAD, MAN!" (berteriak terkejut)

Dardut : "Pisang. cukup menggambarkan kelaki-lakian kan?"

Darcil : "Napa gak sekalian aja P*nis biar lebih menggambarkan???"

Dardut : "Ih jijik…. itu kan mesuuum…." Darcil : "Pisang kurang mesum apa???!!!"

 

Pembicaraan terus berlanjut dengan debat tak berakhir seputar nama Plum, Peach, Pear dan Pineapple serta Pisang (beneran diperdebatkan).

 

 

Lalu di lain waktu lagi, gue mengobrol dengan Sila di kamarnya, mengenai nama anak di masa depan :

Dardut : "Sil, kalo punya anak kasih nama Baron deh" Darcil : "Baron? hemmm boleh2, temen gue yang namanya Baron ganteng2 semua… keren juga" (menjawab sekedarnya sambil tetap mengerjakan tugas di laptop)

Dardut : "Tuh kaaaaan… ide gue….. Baron alias BARONANG. keren kan namanya?"

Darcil (menengok dengan tampang haus darah) : "Anak gue lo kasih nama Ikan?"

Dardut : "Iyaaaaa keren kan??? Terus yang berikutnya mungkin bisa lo kasih nama Arwana, Gurame, Patin"

Darcil : "Gak."

Dan guepun diusir dari kamarnya dengan tidak hormat (udah biasa sebenernya…).

 

Simak juga pembicaraan gue, Iprit dan Sila sepanjang perjalanan pulang ke Kosan Mesum :

Dardut : "Gue udah memikirkannya baik2"

Darpit : "Soal apa?"

Dardut : "Nama anak gue"

Darcil : "Masih jaman ya, Maaan…."

Dardut : "Gak denger dulu, jadi gue udah menerima kalau nama Plum, Peach, Pear dan Pineapple itu emang aneh"

Darpit : "Jadi?"

Dardut : "Tapi gue masih kepengen memanggil anak gue dengan nama2 itu, jadi mungkin nama panjangnya bukan itu, tapi nama panggilannya bisa Plum, Peach, Pear dan Pineapple"

Darcil : "Contohnya apa? mau lu namain apa??"

Dardut : "Plum mungkin bernama panjang Putri Lumpia"

Darpit : "…………….." (monyong2 gak kontrol, mungkin karena pusing)

Darcil : "Putri Lumpia Basah terdengar enak." (bermaksud sarkastik)


Dardut : "Euw gak pake ‘basah’ yaaa, jijiiiikkk…."

Darpit : "terserah lo lah…."

 

Dan bukan saya aja, suatu hari si Darpit bercerita tentang nama anaknya di masa depan :

Darpit : "Kalo punya anak, mau gue namain Puting Beliung ah…"

Dardut : "Heehh…. terus nanti mau lo panggil apa? Puting?"

Darpit : "Gaklaaaah itu jijik, mau gue panggil ‘Ti*s‘"

Dardut : "Lo tau kan ‘Ti*s‘ itu apa?"

Darpit : "Tau, makanya gue panggil itu"

Dardut : "yah, yah, cukup bagus kok…gimana kalo lo namain anak lo ‘Bahorok’ aja? bisa dipanggil ‘Borok‘"

Darpit : "OHMAIGAD."

 

Dan pembicaraan kami yang terakhir, berlangsung di meja makan Kosan Mesum :

Darcil : "Pit, masa Manda mau namain anak gue ‘Baronang’?"

Darpit : "Gue juga, masa anak gue mau dinamain ‘Bahorok’?"

Dardut : "Bagus kaaan…"

Darcil : "APANYAA….???!!!" (berteriak kesal)

Dardut : "Eh iya beneran, bayangin deh kalo misalnya kita bertetangga waktu sudah berkeluarga nanti, si Plum, Baronang sama Bahorok bermain bersama di taman kompleks"

Darpit : "GUE GAK MAU BERTETANGGA MA LO! DAN KALOPUN IYA, GUE SURUH ANAK GUE JAUH2 DARI ANAK LO! JANGAN AMPE DIA TERPENGARUH YANG ANEH2"


(excuse me, yang mau namain anaknya ‘Puting Beliung’ alias ‘T*ts’ itu siapa yaaa???)

Dardut : "Ih kok gitu sih, ntar beneran jadi tetanggaan loh"

Darpit : "ENGGAAAK….!!!!"

Darcil : "…….." (udah gaktau mesti komen apalagi)

Dardut : "Ntar kalo punya anak kembar tiga, mau gue kasi nama Cireng, Cimol sama Cilok, ah…."

Dan merekapun masuk ke kamar masing2. Saya ditinggalkan sendirian di meja makan.

 

See? hidup di Kosan Mesum memang kian bodoh kian hari…. Hahahaha… tapi pembicaraan2 ini sungguh menarik dan refreshing sekali… bagaimana?? apa ada yang tertarik bergabung dengan kami? hehehehe.

Udah ah meracaunya. nanti kecerdasasan pembaca menurun, lagi….. hahahahaaaa….. sampai jumpa lain waktu, orang2!!!

Manda si Biang Kecerdasan Menurun :P .

Thoughts, Friends, Sehari-hari, Level Up! 4:35 am

Hai hai hai, udah lama ya gak posting, jadi gatel, wehehehehe…..
jangan marah ya pembaca, ini saya bayar utang, kemaren hiatus dulu, hehehehehe.

Oke, mulai darimana ya... hemm hemmm…. Alhamdullillah, sebulan ini, dunia saya lumayan damai-tenang-sentosa. Bukannya gak ada masalah, ya ada satu-dua, dan bukannya masalahnya kecil juga ya, ada yang besar juga, tapi entah kenapa kali ini, saya menghadapinya dengan lumayan…. datar (biasanya saya sudah ber-drama queen-ria, menangis2, bercerita2 di blog dengan heboh, bukan? tapi beneran biasa aja). Terus terang, saya sedih, marah dan kecewa dalam beberapa masalah yang saya hadapi, tapi tetap saja, masalah2 itu tidak lagi semengerikan itu buat saya, mungkin karena sudah sering terjadi (jadi tahu bagaimana menghadapinya?) atau mungkin juga karena… bertambahnya umur membuat saya lebih tahan-banting? (udah 21 tahuun… huaa tuaaa).

Yah, dunia Putri Amanda Bahraini sedang damai, saking damainya sampai (jujur) wanita gendut ini bosan sendiri menjalaninya. Saya berharap menemukan hal baru yang bisa membuat saya lebih bersemangat dan hidup. Mungkin kabar baru, kecengan baru, situasi baru, salah satu teman mengaku berorientasi seks berbeda dari biasanya, cinta segitiga, cinta tetrahedron, cinta terlarang (mungkin seorang teman terlibat cinta dengan dosen beristri, atau saya yang jatuh cinta juga gapapa), Laba-Laba Ratu mempraktekkan hasil berlatih tenaga dalam di Bogor kapan itu (cerita menyusul kalau ada kesempatan, hahaha….), apapun yang bisa mengeluarkan saya dari situasi monoton ini dan memberi saya hal2 baru lagi untuk saya pelajari. A-P-A-P-U-N (depresi).

Kenyataannya, sampai saat ini, belum ada yang menarik untuk diceritakan atau ditangisi, AAAARRGHHHH GAK SERUUUU…!!! GUE BOSAAAAN….!!!!!. Duh maaf ya pembaca, kalau terdengar gak bersyukur dan egois, pokoknya inilah yang saya rasakan saat ini ToT. huhuhu,,,,

Karena saya capek menunggu, akhirnya saya putuskan untuk mengamati-dan-mungkin-ikut-campur-hanya-kalau-situasi-betul-betul-mengharuskan masalah orang di sekitar saya saja. Selain karena saya suka sharing (ekstrovert tingkat tinggi), itung2 pembelajaran dan beramal kali yaa… siapa tau bisa bantu2 sedikit (atau justru bikin runyam? halah). Akhirnya, setelah searching berhari2, saya mendengar kabar mengenai salah seorang teman yang sedang dirundung masalah lumayan berat (at least for him). Dan dialah yang ingin saya ceritakan kepada kalian kali ini :D .

———————————-

Sebutlah namanya Ardi, dia adalah seorang cowok yang dikenal sangat baik hati, gentle, penuh perhatian, dermawan, pintar, suka menabung, soleh, apalah itu pokoknya yang baik2. Dia disayangi banyak orang, tua-muda, cowok-cewek, karena pembawaannya yang ramah, sopan dan selalu siap membantu kapanpun dibutuhkan. Saya tidak tahu bagaimana orang lain berpendapat soal dia, namun di mata saya, Ardi adalah seorang yang sangat polos seperti malaikat, hidup dijalani hanya dengan tidur-ibadah-makan-bermain-belajar saja, tanpa nafsu, tanpa dosa, cenderung menjadi pendengar ketimbang pembicara dan sejak dulu saya selalu berpendapat dia itu frigid, karena dia belum pernah jatuh cinta, hahaha, padahal yang mengagumi dia diam2 maupun menggoda dia terang2an banyak loh :P (ya kan ‘Di? huhuhu).

———————————–

Suatu hari di akhir bulan Agustus (jijik deh pembukaannya), saya mendapat kabar kedekatan Ardi dengan seorang wanita yang usut punya usut "berbeda dengan teman-teman wanita lainnya" (selama ini Ardi memang girl’s bestfriend sih, nah yang kali ini BEDA, huhuhu), entah memang benar berbeda atau tidak, sebagai teman saya senang karena AKHIRNYA pertahanan cowok yang satu ini jebol juga, mungkin pada akhirnya dia menemukan seseorang yang bisa diajak berbagi suka dan duka, AKHIRNYA DIA JADI PRIA SEUTUHNYAAA!!! (apa sih Man?). Tapi, mendengar kabar yang berlanjut setelah itu, saya menjadi sedikit sedih, Ardi dikabarkan berubah setelah dekat dengan wanita itu, istilah anak muda sekarang "Ardi udah gak asik lagi" (maksudnya, untuk bikin janji sama Ardi itu susah sekali, jangan ajak ngobrol Ardi kalau ada wanita-nya, nanti dicuekin ampe berjamur) dan beberapa orang kecewa karenanya. Bukan hanya Ardi yang disalahkan, namun juga si wanita tersebut. Selama beberapa waktu, beberapa orang selalu bersikap sinis dan menghindar dengan keberadaan mereka berdua.

At first, guepun sebal kenapa si Ardi berubah, gue mendengar banyak hal buruk tentang Ardi dan memutuskan untuk menjadi pihak luar saja tanpa mau ikut campur, menghindar sebisanya, jangan ampe gue dicuekin sampai berjamur (udah gendut, berjamur, mau jadi apaaa??), jangan ampe gue makan ati. Namun saat melihat dengan mata kepala sendiri Ardi yang biasanya dikerumuni teman2 terbaiknya sekarang terbengong2 sendirian (eh apa gue melebih2kan ya?) rasanya kok miris juga ya. Akhirnya, berbekal sifat pahlawan-kesiangan saya (duh sifat…sifaat…), saya membuka pembicaraan dengan si Ardi mengenai kabar2 yang tersiar belakangan ini.

Korek punya korek, akhirnya Ardi bercerita kalau, ya memang saat ini dia dekat dengan seseorang dan merasa bahagia akan itu, dan ya, dia memang merasa bahwa orang2 akhir2 ini menjauhinya, namun dia tidak tahu alasannya apa (tuh kan, mending gue ajak ngomong kan…). Setelah saya memberitahu beberapa kabar yang tersiar (secara implisit, tanpa menyebut sumber) akhirnya Ardi mengerti apa masalahnya. Saat mengetahui kenyataan untuk pertama kalinya, dia terlihat sangat sedih dan bingung (dan saya jadi sedikit merasa bersalah) namun setelah itu dia menanyakan sesuatu yang lebih bikin merasa bersalah lagi,

Man, kalau gue beneran berubah, apa mereka akan tetap sama, ya?(maksudnya, kalau Ardi berubah suatu hari nanti, gak sebaik yang dulu, gak sepolos yang dulu, apa teman-temannya akan tetep menyayanginya?)

Mendengar kalimat seperti ini terucap dari mulut Ardi, rasanya jadi sedikit malu karena dulu saya sempat menjaga jarak dan berpendapat negatif tentang dia. Saya tertegun dan berpikir ada benarnya juga ya, selama ini kami berteman dengan siapa?, dengan "Ardi yang selalu bisa diandalkan" atau "Ardi"? setelah dia tidak bisa diandalkan sesering dulu lagi, kalau dia bersikap sedikit egois saat ini (which is,hampir tidak pernah dia lakukan sebelumnya), apa kami boleh marah lantas pergi seenaknya tanpa mendengar penjelasan dari Ardi? jadi kami ini pantas disebut teman atau bukan?.

Saya hanya bisa menjawab,

"Mungkin ada yang pergi karena menganggap lo tidak bisa dimanfaatkan lagi, dan orang2 tipe ini adalah yang kepergiannya patut disyukuri. Mungkin juga ada yang menerima lo apa adanya, mengerti situasi lo dan akan tetap setia sampai kapanpun nanti. Tapi mungkin juga ada yang hanya salah paham, sebenarnya hanya takut kehilangan, hanya habis kesabaran, hanya merasa tersisihkan, hanya terkejut melihat perubahan dan yang mereka inginkan adalah penjelasan dan keterbukaan dari lo selayaknya teman. Orang-orang inilah yang pantas lo kejar dan berikan pengertian mengenai hal ini, buktikan sendiri apakah mereka teman lo yang sejati."

(…kalimat diringkas dan sedikit dirubah demi kehebatan cerita, tapi maknanya dijamin sama, ohooohooo…)

———————————-

Lalu saya jadi menceritakan pengalaman saya beberapa bulan yang lalu pada Ardi. Saya sempat terjerat masalah yang hampir sama dengan Ardi, waktu itu Laba-Laba Ratu marah dan melarang saya bergaul dengan seorang sahabat, bahkan mengancam membunuh sahabat saya (beneran deh Ibu gue itu, metal banget, mana sekarang berlatih tenaga dalam, wahahahaha…. :) ) ). Semua itu Laba-Laba Ratu lakukan karena menurut pendapatnya, saya cuma memperhatikan teman saya aja, kalau ada teman saya itu, saya gak peduli sama keluarga dan masih banyak lagi. Intinya, LLR cemburu. Jijay sih bilangnya, tapi begitulah yang terjadi.

Saya kesal. Kenyataannya adalah, saya memang lebih senang bersama sahabat saya ketimbang keluarga, jadi kenapa juga saya harus pusing dengan masalah ini??? tapi begitu mendapat ancaman sahabat saya mau dibunuh, saya jadi mikir2 lagi, saya gak mau sahabat saya dibunuh, tapi saya juga gak kepengen dipisahkan, jadi gimana dong…??? GIMANA DOONNGGG???. Akhirnya, saya bercerita masalah ini dengan sahabat-yang-mau-dibunuh itu dan tak disangka dia menanggapinya dengan cukup tenang (gue pikir dia bakal panik, panggil polisi ato apa, secara dia tahu tabiat LLR kayak apa).

"Ntar, entah kapan gue mau main ke rumah lo, bawa oleh2, gue pengen tunjukkin ke nyokap lo kalo gue bermaksud baik" kata sahabat sahabat-yang-mau-dibunuh.
"hee… ntar kalo lo diapa-apain gimana? dibunuh ato dilempar barang, dimaki2?" kata saya si anak-dari-orang-yang-mau-membunuh-sahabat-anaknya-sendiri.
"emang nyokap lo pasti berbuat gitu? serius?" kata sahabat-yang-mau-dibunuh dengan agak takut2.
"semuanya mungkin sih kalo terkait nyokap gue" kata anak-dari-orang-yang-mau-membunuh-sahabat-anaknya-sendiri juga dengan takut.
"datengin dulu aja-lah, liat nanti…" kata sahabat-yang-mau-dibunuh dengan kalem.

Saya, yang tadinya bersikap defensif terhadap LLR, jadi agak berpikir2 juga. Yang mau dibunuh aja bersikap tenang, mencari solusi dengan kepala dingin, saya-nya kok kalang kabut gini. Akhirnya saya berusaha melihat, apa sih sebenarnya yang LLR mau, dan berusaha membagi perhatian dengan adil (rasanya beneran gak enak… canggung…). Sampailah pada hari kunjungan, dan semuanya berjalan lancar, beneran gak ada pertumpahan darah. Setelah itu nyokap gue senang2 lagi, guepun bisa berteman dengan tenang. Ya ampun, gue gak sangka temen gue lumayan dewasa dalam hal ini.

Dari pengalaman itu, saya jadi belajar bahwa, selama hidup kita akan terus dihujani dengan permintaan dan tuntutan dari orang2 sekitar. Meskipun menyebalkan, itu adalah salah satu bukti bahwa kita dibutuhkan, dan disadari maupun tidak, kita melakukannya juga terhadap orang lain. Untuk memenuhi permintaan dan tuntutan orang2 itu atau tidak, itu merupakan pilihan yang harus kita lakukan. Namun untuk memenuhi kepentingan orang lain atau mengutamakan kebahagiaan diri sendiri, itu tidak selamanya merupakan pilihan, karena di beberapa kasus, kita masih bisa memenuhi tuntutan mereka tanpa mengorbankan kebahagiaan yang kita miliki, dan begitulah yang seharusnya kita lakukan. Kadangkala kita lupa bahwa kebahagiaan diri kita dan orang lain bukanlah sesuatu yang selalu berseberangan, kita bisa melakukannya berbarengan dengan komunikasi yang baik dan trik2 simpel macam kunjungan singkat di sore hari + buah tangan :P heheehe…..

Yah, kenyataannya adalah, kita hidup berdampingan dan ada kalanya kita harus mendapat persetujuan orang2 di sekitar kita untuk beberapa hal. Begitulah sistem di dunia ini dijalankan. Tergantung gimana pinter2 kita bersikap aja kayaknya :P .

——————————————

Sesi pembicaraan dengan Ardi-pun berakhir, saya gak tau Ardi merasa puas dengan jawaban dan cerita yang saya bagi atau gak, tapi itulah yang terbaik yang bisa saya pikirkan untuknya. Semoga berguna ya ‘Di… uuuhuuuu maafkan si gendut-suka-ikut-campur ini… huuu….Tapi seneng berbicara dengan lo ‘Di, jadi dapet gambaran aslinya lo kayak apa, wakakakakkk… malaikat apanya looo…. sama aja ma gue ternyata (loh?). Pokoknya sukses ya, semoga berkenan cerita lo gue angkat ke blog (bagus sih, jadi gatel pengen gue tulis). Dari lubuk hati yang terdalam, mendoakan kebahagiaan Ardi sekarang dan masa depan. Amin.

Dan buat pembaca sekalian, semoga ceritanya bermanfaat, maaf panjang lagi seperti biasa, wahahahaha…. tunggu masalah2 orang berikutnya (dasar).

Manda yang baru meracau lagi setelah sekian lama.

Tentang Manda, Sehari-hariSeptember 27, 2007 10:04 am

Oke. First of all, saya mau mengaku dosa.

MAAFKAN SAYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA….!!!! SELAMA SEBULAN LEBIH INI SAYA TERKURUNG DI KOS TANPA INTERNET DAN DICEKOKI OLEH TUGAS2 KULIAAAAAAAAAAAHHH!!!!

hehehe… maaf ya orang2… bukan maksud hati kabur dari dunia per-blog-an, tapi situasi akhir2 ini memang kurang menguntungkan. Well, setelah 30 hari (lebih) merasakan dunia tanpa meracau di Racauan Manda, gue putuskan untuk memaksakan diri menulis malam ini dan… yah, gue merasa hidup kembali :D , if you know what I mean ;P.

oke oke. mungkin terdengar basi, tapi saya ingin sedikit menyinggung tentang ulang tahun ke-21 saya yang jatuh pada tanggal 15 Agustus 2007 yang lalu. hehehe. Yah, ulang tahun yang cukup menyenangkan, terutama karena saya dapat banyak ucapan selamat serta kado dari keluarga dan teman2 tercinta… ehehehehe…

Pertama-tama,,, perkenalkan penghuni baru di kamar saya, Cokil!

lucu ya? hohoho, Cokil di diambil dari coklat-kecil, bukan dimaksudkan untuk sesuatu yang mesum2 loh ya (kata darcil, "cokil" itu julukan untuk aktivitas cowok yang mereka lakukan diam2 di kamar sekitar seminggu sekali - atau lebih, kalau mereka FREAK - dan umumnya disertai suara2 mengerang, fantasi2 liar, yah yah, pokoknya itulah).

Lalu beberapa tambahan koleksi kalung, tas dan dompet :

     

sampe sekarang gue masih berpikir keras mau gue bawa kemana tas aqua-pink itu. haah.

1 buah mug bergambar kudanil hawaii dan 1 buah mug Leonista :P :

2 buku untuk menambah penuh rak di kamar saya :

belum sempet dibaca satupun, salahkan IF ITB.

Hasil karya seni seorang teman :

gue berasa kayak fans setia RLianda a.k.a. arhchamtilnaad aja. hahaha. Yeah, gue akan cari bingkai nanti, hehehehe.

sebuah URL :

Pasangan aneh itu berhasil membuat sesuatu yang kreatif yah? hehehehe. nah, sekarang gue sedang mencari waktu kapan isi apa itu URL mandhut@mandhut.org. heee… keren juga.

Dan terakhir, kado borongan….TIMBANGAN DIGITAL! aaaaaaaaaaaaaahhhhh!!!

bisa mengukur berat lo sampe 1 digit di belakang koma, juga bisa melebihi kadar lemak dan kadar air di tubuh kita!!! (kadar lemak gue melebihi batas high) hohohoho,,, seneng banget punya barang macam ini di kamar.

hohoho… thanks to :

lula, mbak qq, freak, vara, funie, iprit "darpit", sila "darcil", budiono-budiaji (budi-budi bersaudara), kalman, tommy, pebyani, nisa, mamat, tania "sayurimayuri", abie, fadlan (horeee), sapla, olipeh "joliph", dendy, vicky, ivankur, andra, putri, ririn, frilla "chacha", momonjako "mantan suami", dadan, mira, hanin "betis", heri "bokep", nyer "gendut", ajen, zakka, fitra, robbie, keti, upik "selingkuhan", jimmy, fajrin.

dan semua yang mengucapkan selamat dan turut berbahagia Manda masih hidup sampai hari ini :D, love u all…

 

Manda.