Kosan Mesum : Kecerdasan Menurun?
Belakangan ini, Darpit sering mengeluhkan betapa kecerdasannya menjadi menurun drastis sejak dia tinggal di Kosan Mesum. Gak c, gw menyamarkan (haha), lebih tepatnya dia menyalahkan Dardut (saya, mpu-nya Racauan Manda) atas hal ini. Katanya, dia jadi bodoh sejak bergaul sama saya si Dara Gendut. Tapi saya jelas gak mengakui-lah! kok jadi saya yang salah seeehh???!!!. Ada juga beberapa orang yang bergaul sama saya dan tetap normal kok, jadi satu2nya yang masuk akal adalah, emang Darpit dari sananya udah punya bakat abnormal tapi tak pernah dipupuk dengan baik, begitu bertemu dengan saya, tanpa sadar bakat itu mulai berkembang, iya kan???? iya kaaaan???? jadi saya ini cuma katalis kaaan??? jangan salahkan saya kalau emang udah miring dari sananya dongSeri Kosan Mesum! Search dengan keyword "kosan mesum" atau baca ini sebagai referensi awal, hahahaha,,,,,
Tapi ngomong2, si Darcil juga nampak mulai degradasi kecerdasan sejak bergaul ma saya, bedanya ama Darpit, dia gak pernah komplain (mungkin sudah pasrah). hemmm hemmm… jangan2 emang bener2 gara2 saya ya?
kalo dipikir2, yang nularin goyang2 itu saya, colek2 juga awalnya dari saya, cela2 sinetron juga saya…
……..…………..
ah udahlah, bodo amat, mari berpikir positiiiiifff!!!! Darpit dan Darcil tidak benar2 bodoh dan sampai sekarang mereka masih dicintai pacar2nya, jadi sudahlah. lala lala lala.—————————————————-

…….
Iya, nama anak. Memang sih kami belum punya anak, tapi gak ada salahnya kan kami membahas sejak dini? emang ada yang larang ya?Topik ini datang tidak lain tidak bukan dari gue si biangnya kecerdasan menurun, Dardut. Dari dulu gue memang suka banget mengarang2 nama anak gue di masa depan. Dari mulai pengen namain anak gue dengan nama2 kecengan di masa lalu (makanya gue pengen punya anak cowok semua, hahahaha…..) dengan nama2 tokoh kartun (ada saat dimana gue pengen namain anak gue Minky Momo, euw) nama2 buah (Plum, Pear, Peach, Pineapple, semuanya berawalan ‘P’) dan masih banyak lagi. Gue rasa, ini karena gue agak sedikit dendam dengan nama gue. Oke, nama gue Putri Amanda Bahraini, nama yang cukup bagus kan? namanya sih bagus, tapi cerita di balik pemberian nama itu yang agak bikin miris. Nanti gue akan ceritakan kemirisannya, tapi sebelumnya gue akan bercerita mengenai standar pemberian nama di lingkungan sekitar gue.
Mulai dari nama asli Darpit, Fitri Meiriza. "Meiriza" merupakan gabungan dari nama kedua orangtuanya, "Fitri" nama untuk dia yang berarti kembali ke fitrah lah ya.
Nama asli Darcil, Sila Wiyanti Putri. "Wiyanti" tuh gabungan dari nama kedua orangtuanya juga, ditambah "Putri" untuk menunjukkan bahwa ini putri mereka dan "Sila" adalah nama untuk dia, yang berarti pegangan.
Sekarang, mari lihat nama gue :"Putri" itu gabungan dari Adisaputro dan Sri Mastinah, orangtua dari pihak Nyokap yang berasal dari Solo.
"Amanda" itu gabungan dari Amry dan Linda, nama bokap dan nyokap gue. "Putri Amanda" bisa diartikan juga sebagai "Putri dari Amry dan Linda".
"Bahraini" itu gabungan dari Bahrum dan Aini, Kakek dan Nenek, orangtua dari pihak Bokap yang berasal dari Melayu (gak, gue gak lahir di Bahrain kok, hehehe)
…….Nama gue gabungan nama-nama ancestor semua, nama yang mendoakan gue dan merepresentasikan gue sebagai "gue"-nya MANAAA???? ToT. Kayak Fitri, Sila, terus temen gue si Lukman supaya dia berakhlak baik seperti Lukman yang tertulis di Al-Qur’an, si Dian yang berarti Cahaya, si Vara yang diambil dari nama tokoh pewayangan, nama gue bisa diartikan apaaa….???
.
Btw, gue mulai curiga "Cucu Cahyati" (penyanyi dangdut) berarti "Cucu Cahyo Haryati", untung nama gue bukan Putri Amanda Cucu Bahraini Adik Mariadewi Keponakan Adida Sepupu Yasser (nama tante gue Adida, nama kakak gue Mariadewi, salah satu sepupu gue ada yang bernama Yasser). Yah yah, mari berpikir positif.
Back to topic, yasudahlah, nama gue cukup bagus, orangtua gue juga pasti memberikan nama itu dengan banyak harapan dan doa (meskipun doa2 itu gak mereka masukkan ke dalam nama), jadi terima saja, Manda ya Manda. Toh banyak juga yang bernasib lebih mengenaskan (temen gue ada yang diberi nama "Deritawati" di belakangnya, aduh). Malah enak, gue jadi bisa berekspresi sebebas yang gue mau. hohohoho…. Yang jelas, nama gue udah terlanjur begini dan gue cukup senang, tapi untuk nama anak gue nanti, gue berharap untuk memasukkan satu nama yang khusus untuk mereka, di samping nama gue juga pasti ada di dalamnya.
Tapi dasar darah muda, nama-nama yang terpikir sekarang2 ini gak pernah bisa wajar. Bahkan buruknya gue, gue mulai seenaknya merambah nama anak temen-temen gue nanti.
Pertama-tama, gue mengungkapkan pada Darpit dan Darcil bahwa gue pengen anak gue bernama Plum, Peach, Pear dan Pineapple, dan beginilah pendapat mereka :
Darpit : "……….." (diam dan pasrah, memandang dengan jijik)
Darcil : "Kenapa depannya harus P semua, dan kenapa nama2 buah???" Darcil : "Man, mikir gak c? nanti anak2 lo akan dendam ma lo seumur hidup, mereka pasti jadi bahan ledekan satu kelas…" Darcil : "Pertama, anak lo bisa dipastikan beda generasi ma Ale Hoed, jadi mereka akan menjadi yang paling aneh di kelas. Yang Kedua, mungkin Anto Hoed dan Melly Goeslaw emang udah siap dibunuh anak2 mereka…..??? apa lo mau dibunuh anak2 lo???" Darcil : "Aduh Pit, bilangin napa si Gendut..!!" Darcil : "Peach, Pear, Plum, Pineapple kan nama2 buat cewek Man, kalo cowok mau lu kasih nama apa?" Darpit : "OHMAIGAD, MAN!" (berteriak terkejut)
Darcil : "Napa gak sekalian aja P*nis biar lebih menggambarkan???"
Dardut : "Ih jijik…. itu kan mesuuum…." Darcil : "Pisang kurang mesum apa???!!!"
Pembicaraan terus berlanjut dengan debat tak berakhir seputar nama Plum, Peach, Pear dan Pineapple serta Pisang (beneran diperdebatkan).
Lalu di lain waktu lagi, gue mengobrol dengan Sila di kamarnya, mengenai nama anak di masa depan : Dardut : "Tuh kaaaaan… ide gue….. Baron alias BARONANG. keren kan namanya?" Dardut : "Iyaaaaa keren kan??? Terus yang berikutnya mungkin bisa lo kasih nama Arwana, Gurame, Patin" Dan guepun diusir dari kamarnya dengan tidak hormat (udah biasa sebenernya…).
Simak juga pembicaraan gue, Iprit dan Sila sepanjang perjalanan pulang ke Kosan Mesum :
Dardut : "Gue udah memikirkannya baik2"
Darpit : "Soal apa?"Dardut : "Nama anak gue"
Darcil : "Masih jaman ya, Maaan…."Dardut : "Gak denger dulu, jadi gue udah menerima kalau nama Plum, Peach, Pear dan Pineapple itu emang aneh"
Darpit : "Jadi?"Dardut : "Tapi gue masih kepengen memanggil anak gue dengan nama2 itu, jadi mungkin nama panjangnya bukan itu, tapi nama panggilannya bisa Plum, Peach, Pear dan Pineapple"
Darcil : "Contohnya apa? mau lu namain apa??"Dardut : "Plum mungkin bernama panjang Putri Lumpia"
Darpit : "…………….." (monyong2 gak kontrol, mungkin karena pusing)Darcil : "Putri Lumpia Basah terdengar enak." (bermaksud sarkastik)
Dardut : "Euw gak pake ‘basah’ yaaa, jijiiiikkk…."
Darpit : "terserah lo lah…."
Dan bukan saya aja, suatu hari si Darpit bercerita tentang nama anaknya di masa depan :
Darpit : "Kalo punya anak, mau gue namain Puting Beliung ah…"
Dardut : "Heehh…. terus nanti mau lo panggil apa? Puting?"Darpit : "Gaklaaaah itu jijik, mau gue panggil ‘Ti*s‘"
Dardut : "Lo tau kan ‘Ti*s‘ itu apa?"Darpit : "Tau, makanya gue panggil itu"
Dardut : "yah, yah, cukup bagus kok…gimana kalo lo namain anak lo ‘Bahorok’ aja? bisa dipanggil ‘Borok‘"Darpit : "OHMAIGAD."
Dan pembicaraan kami yang terakhir, berlangsung di meja makan Kosan Mesum :
Darcil : "Pit, masa Manda mau namain anak gue ‘Baronang’?"
Darpit : "Gue juga, masa anak gue mau dinamain ‘Bahorok’?"Dardut : "Bagus kaaan…"
Darcil : "APANYAA….???!!!" (berteriak kesal)Dardut : "Eh iya beneran, bayangin deh kalo misalnya kita bertetangga waktu sudah berkeluarga nanti, si Plum, Baronang sama Bahorok bermain bersama di taman kompleks"
Darpit : "GUE GAK MAU BERTETANGGA MA LO! DAN KALOPUN IYA, GUE SURUH ANAK GUE JAUH2 DARI ANAK LO! JANGAN AMPE DIA TERPENGARUH YANG ANEH2"
(excuse me, yang mau namain anaknya ‘Puting Beliung’ alias ‘T*ts’ itu siapa yaaa???)
Dardut : "Ih kok gitu sih, ntar beneran jadi tetanggaan loh"
Darpit : "ENGGAAAK….!!!!"
Darcil : "…….." (udah gaktau mesti komen apalagi)
Dardut : "Ntar kalo punya anak kembar tiga, mau gue kasi nama Cireng, Cimol sama Cilok, ah…."
Dan merekapun masuk ke kamar masing2. Saya ditinggalkan sendirian di meja makan. See? hidup di Kosan Mesum memang kian bodoh kian hari…. Hahahaha… tapi pembicaraan2 ini sungguh menarik dan refreshing sekali… bagaimana?? apa ada yang tertarik bergabung dengan kami? hehehehe. Udah ah meracaunya. nanti kecerdasasan pembaca menurun, lagi….. hahahahaaaa….. sampai jumpa lain waktu, orang2!!! Manda si Biang Kecerdasan Menurun
.
Sebutlah namanya Ardi, dia adalah seorang cowok yang dikenal sangat baik hati, gentle, penuh perhatian, dermawan, pintar, suka menabung, soleh, apalah itu pokoknya yang baik2. Dia disayangi banyak orang, tua-muda, cowok-cewek, karena pembawaannya yang ramah, sopan dan selalu siap membantu kapanpun dibutuhkan. Saya tidak tahu bagaimana orang lain berpendapat soal dia, namun di mata saya, Ardi adalah seorang yang sangat polos seperti malaikat, hidup dijalani hanya dengan tidur-ibadah-makan-bermain-belajar saja, tanpa nafsu, tanpa dosa, cenderung menjadi pendengar ketimbang pembicara dan sejak dulu saya selalu berpendapat dia itu frigid, karena dia belum pernah jatuh cinta, hahaha, padahal yang mengagumi dia diam2 maupun menggoda dia terang2an banyak loh 

