Weekend yang lalu, saya diajak Tante saya (adik perempuan almarhum bokap) untuk menghabiskan malam-minggu-ceria di sebuah tempat yang -mengutip promosinya- ‘keren abis deh, de! ditanggung nagih!’. Mendengar promosi hebohnya, saya jadi penasaran, jadi saya tanya, nama tempatnya apa?, dimana?, emangnya di sana ada apa aja?, tapi dia menjawab semua pertanyaan saya dengan ‘udah deeeh… rahasia, pokoknya ikut aja’.
Yah, berhubung Tante gue ini salah satu kerabat favorit gue (dia suka ngajak gue jalan2 sejak gue kecil dan udah anggep gue kayak anak sendiri), disertai kenyataan bahwa dia sesama Leo (terjamin seleranya, wahahaha), ya gue nurut dan tenang2 aja, hehehe, lumayan, itung2 jalan2. lalalala.
Jadi Sabtu lalu, dia menjemput saya dari rumah pada pukul 12 siang. Sebelum kami ke tempat-yang-dielu-elukan itu (tempat itu buka malam hari, kami berencana pergi ke sana pukul 8 malam) kami berjalan2 menghabiskan waktu di daerah Senayan, kami makan masakan cina, sepiring kentang goreng Fiesta Steak (yam! enak bangeett,,, kapan2 mau lagi!), es krim swensens (lalala), kami bergosip, kami tertawa, kami window shopping, kami shopping (ternyata window shopping tak cukup memuaskan, wahaha) dan masih banyak lagi. Oh, kami bahkan nonton Transformer bersama!. Haha.
Di luar kegemarannya mencubit2 dan repetitious parah (saya tipe orang gak suka dipegang, dan dia bercerita hal yang sama, berkali2
bahkan orang sabar kayak saya agak kwalahan, duh duh duh), dia adalah Tante yang sangat baik, teman bertukar pikiran yang sangat menyenangkan
. Love her sooooo much!.
Dan tibalah pukul 8 malam, dia membawa saya ke sebuah klub di dekat Plaza Senayan (oh pantes ngajak jalan-jalan siang-nya ke Senayan…). Tante saya ini adalah seorang pemerhati jazz kelas kakap, oleh karena itu, tidak heran dia mengajak saya ke sebuah klub jazz bernama Black Cat. Sebenarnya saya gak masalah, secara saya orang yang suka jalan2, wanderlust berlebih, saya suka musik, suka nyanyi dan suka jazz juga. Yang jadi masalah adalah, SAYA GAK NYANGKA KALO DIA BAKAL BAWA SAYA KE TEMPAT HIGH-CLASS MACAM ITU! JADI SAYA BENERAN GAK MEMPERSIAPKAN DIRI!. hahahahaha….
Serius, gue bener2 salah kostum, gue kesana dengan rambut lepek (habis jalan2 seharian), potongan poni miring (hasil coba2 potong sendiri kapan itu, jelek banget jadinya, lebih panjang sebelah kanan), rambut bob-mengembang (yang sengaja saya biarkan demi untuk mendapatkan rambut panjang idaman), muka bminyak tanpa make up, kaos semi-ketat warna kuning, rok span bahan jeans stretch favorit yang udah buluk, sendal tali2 coklat tua kesukaan yang gara2 kebanyakan dipake sekarang jadi longgar2 jelek… (jadi mirip sendal Wiro Sableng 212, huuuhuuu….), tanpa tas. cuma bawa hape buluk GSM yang sering disangka CDMA.
Di antara gucci, channel, prada, liz claiborne, mango, X (s, m, l), Hugo Boss, jimmy choo, charles n keith, rambut2 hasil polesan kerastase, make up professional, wewangian eksotis-maskulin-segala rupa (ah pokoknya gemerlap). Gue kayak gorila nyasar. Gue kayak upil di tengah2 es krim. Kayak pare di dalam cheese cake. Kayak tompel di muka Dian Sastro. Bisul di pantat Michael Schumaker. Apalah itu segala perumpamaan yang menggambarkan ketimpangan situasi dan perusakan suasana. Gue merasa seperti itu.
Tante gue mah keren, dia pake jeans bermanik (keren), kemeja lengan longgar broken white, kalung etnik biru (huuhhh sukaaa), selop kupu2 biru (sukaa.. dilungsur doong…), dan tas leather biru merek vnc, rambutnya di blow seadanya. hua. curangwati. kita cabut aja yang ‘love her sooo much’ gimana? gaklah. hahaha.
Tapi yasudahlahya, show must go on. maka, dengan kepercayaan diri dipompa berlebihan dan pandangan berkesan gue-udah-terlalu-sering-ke-black-cat-ampe-gue-gak-bisa-mbedain-antara -club-high-class-ini-dan-warung-tenda-bubur-ayam-sukabumi-deket-komplek ke seluruh orang yang tanpa sengaja bertemu mata (untuk memaafkan diri sendiri atas kostum yang gue kenakan, huhu…) gue berjalan menuju tempat duduk yang sudah disediakan. Paling depan. deket panggung.
Oh cool. gue kena lampu panggung. suasana klub gelap remang2 dan gue tersorot lampu panggung warna putih kebiruan. entah perasaan gue doang ato apa, tapi kayaknya punggung gue udah panas dipandangi dan gue dalam hati gue setengah bersiap kalau para pengunjung mulai meminta gue melawak sembari nunggu penyanyi jazz-nya datang (mungkin mereka kira gue badut? mungkin loh..).
untungnya tidak. dan band pun memulai pertunjukan mereka tanpa ada lawakan. hahaha.
Akhirnya gue mulai bisa menikmati suasana di klub. gue cukup menikmati musik yang disajikan (penyanyinya namanya pinky, euw), menikmati makanannya (chicken breast with pure tomato sauce dan salad yang yummy), minumannya (hot tea, kayaknya gue mule masuk angin, soale). Mbak2 di meja sebelah gue lumayan mengesalkan dengan bertingkah aneh saat lagu "Just The Two of Us" versi jazz didendangkan, dia bergoyang ke kiri dan ke kanan sembari memberikan simbol ‘V’ (maksudnya ‘two’ kali ya) dengan kedua tangan, very silly, sok imut, pengen gue toyor kepalanya. hiiih. tapi di luar itu semua menyenangkan. hahahaha..
well, next time kalo gue jalan2 ma Tante gue lagi, gue akan lebih hati2. hahahaha. biar gak saltum!
buat para penggemar jazz, kalau kalyan ada waktu, berkunjunglah ke Black Cat, Gedung Arcadia, Senayan, liat sitenya disini.
mandhut.



ya ampun manda, lu memang pinter buat bercerita, padahal biasa aja man, cuma gara2 lu yang cerita, gw sampe ketawa ngakak…dasar..!!!
Comment by fani — July 24, 2007 @ 2:07 am
hahahaaaaa… ketawa geli ampe nyaris sembuh!
secara gw lg ga enak body…
tompel di pipi dian sastro… bisul di…
huahahahaaaaa….
Comment by novee — July 25, 2007 @ 10:40 am
ach knp loe duluan kesana?? gw pengen tuh cum ablm sempet sama blm nemu event yg oke…ktnya mahal ya man?
btw, knp loe gak nari aja di depan panggung? jadi menutupi saltum loe itu? hahaa
Comment by hanin — July 31, 2007 @ 3:55 am
tuh kan saya bilang juga apa. sok2 terpaksa padahal nagih! wakakaka.
Comment by arhcamt — August 10, 2007 @ 7:00 am
Ugh, thanks a lot for the place review…
Emang gue lagi nyari club jazz yang maknyus dan baru….Absolutely must go there with my girl….
PS:
Dari penggemar-gila-musik-rock-yang-akhir2-ini-kepincut-ama-cewek-kok-jadi-banyak-dengerin-lagu-lagu-jazz
Comment by Zhar Aditya — August 14, 2007 @ 5:24 pm