Sudah 2 minggu ini, keluarga gue kembali diteror oleh telepon misterius.Kira2 sudah beberapa kali pelaku melancarkan ancamannya.

Pelaku selalu menelpon pada pukul 1 - 3 dini hari, mengaku mencari Ibu saya. Karena biasanya pada jam segitu Ibu saya sudah tidur, ya tidak disampaikan. Lalu dengan suara tipis-serak-menyeret2 (kakak gue bilang, suaranya kayak orang bgn tidur, bokap tiri gue bilang suaranya dibuat2, gue bilang suaranya mesum :P ) pelaku akan mengancam seperti ini :

"….bilang ya sama Ibu Linda, nanti saya bunuh dia…."
"….saya hancurkan keluarganya…."
"….saya bunuh dia…."

oh please, get a life. Mendingan lo buka usaha tambak udang sana, ketimbang kurang kerjaan gitu. Tambak udang. Tambak cumi. Jadi meskipun gak ada manusia yang mau temenan ma lo (karena lo FREAK), at least udang dan cumi mau. sana sana. huh.

Oh Back to topic,
Yang pernah mengangkat telepon horor ini cuma 3 orang, Gue, Kakak Gue dan Bokap Gue. Dan kami bertiga sepakat untuk gak memberitahu Nyokap (dia pasca stroke dan emang emosinya lagi SANGAT labil), paling penjagaan di rumah aja yang lebih diperketat. Kami menyuruh 2 orang Tenaga Kerja Indonesia, Eno’ dan Teguh, untuk bergantian jaga malam di ruang keluarga setiap harinya dan mulai kemarin malam, kabel telpon rumah saya dicabut kala dini hari.

Gak panik? gak takut?
eng,,, gatau deh kalau Kakak n Bokap gue merasa seperti apa saat ini, tapi kalo gue, gue gak sepanik itu. Well, yes, gue khawatir, tapi gak ampe gak bisa tidur kayak Kakak gue (dia gak bisa tidur abis angkat telpon itu). Bukannya gak berbakti, bukannya gak sayang, bukannya soktau, tapi udah bisa mengendalikan diri soal beginian karena udah terbiasa.

Iya, terbiasa.

Soalnya, seinget gue, dari sejak gue masih kecil, waktu Nyokap gue masih kerja kantoran, Nyokap sering banget dapet ancaman2 serem kayak gitu. Yang diancem rumah bakal dibakar lah. Diancem anak bungsunya (gue) bakal diculik dari sekolah-lah (hari itu gue dijemput pulang cepet dari SD). Yang waktu gue TK, ada orang brewokan dateng ke rumah nodong2 nyokap gue pake pisau dapur-lah (untungnya, waktu itu, Bokap kandung gue masih ada, dia juara Judo -bangga-, Alhamdullillah orang gila itu sukses dibanting-digampar-dipelinting Bokap dan tidak mati, hohoho,,,,,).

Itu baru fisik, belum yang mistik. Waktu itu pernah Nyokap gue lagi bantu2 beberes buat jamuan Idul Fitri di rumah Eyang Putri, lagi mengelap barang2 pecah belah yang mau dipakai di hari H, tiba2 barang2 tersebut melayang di udara dan menyerang Nyokap (dan Eyang Putri pun langsung menyelamatkan keadaan dengan menabur garam ke udara, dan barang2 langsung statis sejenak dan berjatuhan jadi beling, weee Eyang Putri kayak Vampire Slayer!!!), pernah juga menemukan ‘benda2 aneh-klenik’ di rumah, waaahhh.. banyaaakkk….!!!!

Gue gak ngerti kenapa Nyokap gue sering jadi sasaran. Kenapa ya?

Jangan2 Nyokap gue sebenarnya adalah Ratu Inggris yang melarikan diri….? (berarti gue… kyaaa.. hoho….)

Jangan2 Nyokap gue datang dari dimensi lain, dari dunia dengan teknologi setingkat Transformers? (dia sebenernya bisa merubah diri jadi robot, kodenya Bamas Bee, temen Bumble Bee *ada seorang teman baik menjuluki nyokap gue bamas, alias mbak-mas, karena tampilan nyokap 20 tahun belakangan memang agak androgyny dengan rambut pendeknya*)

Jangan2 Nyokap gue anggota MIB? (Men In Black, iya jangan2 dia Men pula, bukan Women…..)

Hahahaha,,,,

Siapapun dia, dia tetap Nyokap gue, gue akan menunggu dia mengaku ;)

Yah gitu deh, gue akui Ibu gue (dan keturunannya) memang unik. Ada2 aja kejadiannya. Minta doanya aja ya, moga2 kali ini semua tetap aman damai terkendali. Amin.

Btw, soal telpon iseng baru2 ini, gue jail euy….

Waktu bokap tiri gue yang angkat,
thu orang habis dimaki2, dan orang brengsek itu langsung tutup telpon.

Waktu kakak gue yang angkat, thu orang dimaki juga, langsung tutup telpon…

Waktu gue yang angkat, gue bilang salah sambung, ampe dia nelpon untuk yang ke-3 kali-nya. Yang ke 3, baru gue ladenin (suara gue, gue ubah2, huhu), terus dia mulai kasih pesen2 emas itu kan, pesen bernada… "Saya bunuh Ibu kamu…. bunuuhhh…" itu loh, terus gue bilang "Ok, ada pesan lainnya?" dengan nada-operator-teladan. Mendengar itu, nampak dia sempet bengong sesaat terus langsung tutup telpon, padahal gue baru aja mau ngasitau wejangan tambak-menambak tuh.

Salah banget ngobrol ma gue. eh moga2 dia gak tersinggung. eh iya. aduh jangan2 dia tersingguung… gyaaaa….

Manda yang jadi parno.