Perhatian :
Postingan ini sangat panjang. Pemotongan dan pengeditan hanya akan mengurangi makna cerita (beneran, gue udah usaha memberikan yang perlu2 aja). Jadi, bacalah kalo lo bener2 senggang. hehehe.
Saya tahu, bahwa judul postingan ini pasti sangat mengundang selera pembaca, terutama yang pernah mengobrol dan bertemu dengan saya, bukankah begitu? hohoho.
entah kenapa saya yakin-sangat kalo ada yang paling bernafsu membaca di antara semuanya, itu si Nyer dan si Kawan. Nyer, karena emang dia ada dendam pribadi sama saya soal gendut2an ini dan Kawan karena dia emang devil sejati.
well, postingan ini anggaplah sebagai hadiah untuk kalian, teman2 tersayang… bacalah dengan konsentrasi penuh. jangan ada yang terlewat. postingannya panjang ni. huhuhu.
cukup, cukup. mari lanjut,,,
gendut.
Saya sudah mendapatkan anugerah ini sejak saya kecil sampai sekarang. ahaha. kalo mau dihitung2, selama 20 tahun 11 bulan kehidupan saya, cuma 1 tahun pertama kelahiran saya, saya terhitung sebagai manusia dengan berat normal, sisanya saya habiskan dengan kelebihan berat badan.
Sejak umur 5 tahun, saya sudah diharuskan diet oleh dokter anak, konsumsi susu, gula dan nasi saya dibatasi. kenapa? karena waktu umur segitu, berat saya udah 31 kg dan saya pernah demam, buta sesaat dan pingsan karena kegendutan (beneran kasus yang aneh..). Waktu kelas 1 SD berat saya 45 kg. Waktu 6 SD berat saya 65 kg (saya seberat Bapaknya sahabat saya waktu itu).
Dan seterusnya, bayangkan sendiri bagaimana deret geometri-nya. hahaha.
Masa 4 SD - 2 SMP saya habiskan dengan perasaan minder karena berat badan. Kalau waktu itu anda melihat seorang gadis-gendut tebal-hitam-merengut dan menyebarkan aura Dementor (hey, saksikan Harry Potter 5 di bioskop2 terdekat!), yah mungkin itu saya, coba aja tanya namanya, wahahaha. Barulah setelah kelas 3 SMP saya mulai sedikit mengenal yang namanya inner beauty dan ketulusan hati manusia (ya ampun, ada toh?).
Waktu berlalu, sejak SMA saya mulai semakin mengenal cinta dan persahabatan, maka kepribadian sayapun semakin berkembang menjadi lebih percaya diri dan saya sudah bisa sedikit2 mengontrol berat badan
.
yah meskipun masih gendut aja sih. ahahahahaa….
dan begitulah ceritanya, sampai saat saya menulis postingan inipun saya masih gendut. saya gendut-teronggok-di-kursi-kantor-curi-curi-posting huhuhu….. (apa seh?)
gak coba diet? pernah, tapi karena terlalu semangat, rambut saya rontok 50% dari keseluruhan kepala, tadinya tebel jadi super tipis.ahahaha. padahal lumayan thu, waktu itu turun 20 kilo. huhuhu.
nasib nasiiib…
——————————
haaaahh…. begitu banyak pengalaman naas dan malu2in sehubungan gendut ini. Alhamdullillah, saya masih bisa berpikir jernih dan bertahan hidup ampe sekarang, saya gak sedot lemak dan saya gak psikopat, buktinya, saya gak menangkap wanita2-berat-ideal lalu mencekoki mereka dengan bubur ayam+ati+bayam dan susu campuran ovaltine-dancow 4 kali sehari, seperti yang dulu Mama lakukan pada saya sewaktu balita. Saya akan memasukkan makanan ke mulut wanita2 itu sambil terus mengoceh dengan mata nanar, "Ini semua karena Mama, lemak untuk kalian semua, lemak untuk kalian semua, lemak-untuk-kalian-SEMUA… hahahahaha…..!!!!.". Wanita-wanita itu baru saya lepas kalo udah bertambah 40 kilo.. wahahaha. omigod itu gak banget.
Ngomong2 soal kejadian naas, saya jadi ingat suatu hari di bulan Maret 2007 di IF ITB. Hari itu entah kenapa saya merasa semua orang memojokkan saya dengan kegendutan. huh.
hari itu, saya kelaparan karena belum sarapan (bangun kesiangan) dan saya baru bisa berjalan membeli makanan pada pukul 9.30. perut keroncongan, kepala keliyengan, darah rendah kumat, wah rasanya gak karu2an. tapi dasar bandel, entah kenapa tiba2 jadi kepengen diet dadakan (lumayan 0,0001 kilo), saya gak kepingin makan berat, hanya ingin memakan sesuatu yang sekedar mengganjal perut, jadi bergegaslah saya menuju toko snack di gerbang ITB yang berjarak agak jauh dari gedung IF (sengaja pilih disana, supaya agak olahraga) untuk membeli roti gope (roti tipis, isinya angin, lebih kecil dari telapak tangan, harganya gope) dan aqua gelas. syubidubidudamdam.
Dengan hati gembira setelah berbelanja, saya kembali ke IF sambil mengempit dompet di ketiak kiri, menggenggam roti di tangan kanan dan aqua gelas di tangan kiri. tapi baru saja saya sampai di pelataran parkir IF, saya berpapasan dengan si Angel, teman seangkatan saya, "Genduuuutt…. makan teruuusss!!" katanya tanpa-dosa-sambil-lalu.
he? saya bahkan belum sarapan dan saya cuma makan roti-isi-angin dan saya dibilang makan mulu? sebelah mananya yang ‘makan muluuu’???
…yaudahlah.
Dan sayapun lanjut berjalan sambil gigit2 roti. begitu sampai depan Himpunan Informatika, saya ketemu Dara Cilik, dia lagi mejeng2 di depan himpunan sambil flirting2 kiri dan kanan. aahahahaa…
"Jo! dari mana lo?" (emang gue dan Dara Cilik selalu memanggil dengan sapaan ‘Jo’ entah sejak kapan)
"dari depan, beli roti, laper. hohoho" sahut saya.
"makan mulu lo, pantes gendut, eh roti apaan?" tanya Darcil sambil senyum2.
(oh oke, ledekan kedua hari ini, ah sudahlah) "Roti coklat gope-an, mau?" jawab saya sambil menyodorkan roti ke Darcil.
(melihat dan merinding jijik) "enggak, makasih." tolak Darcil.
Tiba2, Darcil dipanggil ke dalam himpunan oleh seseorang, jadi pembicaraan terhenti karena Darcil harus memenuhi panggilan, haha. Dan sayapun melanjutkan perjalanan ke lantai 3, menuju kelas tempat mata kuliah ke-2 hari ini berlangsung.
Sesampainya di lantai 3, saya segera menelan sisa roti, membuang plastik pembungkus dan aqua di tempat sampah terdekat dan langsung masuk ruangan, tiba2 saya disambut dengan teriakan "GENDUT! kangeeennn…!!!!" sudah pasti itu si Taniko, saat saya menengok ke arahnya, dia sedang berlari2 kecil di antara bangku2 untuk menyambut saya. "Mandikooo!!!! masa ya tadi, blablabla…." dan begitulah dia menarik tangan saya ke tempat duduk kosong sembari berceloteh mengenai kejadian memalukan hari ini.
Saat kuliah dimulai, kami masih bergosip berdua -tentunya dengan volume dikecilkan-, tiba2 saat aura gosip sedang panas2nya si Frilla Chacha (ahahaha, baca posting ini) nimbrung entah darimana (dia kapan datengnya c? kapan dia duduk sebelah gue?) dan ikut bergosip bersama.
Semua menyenangkan, ketika tiba2 di akhir pembicaraan, Frilla Chacha berkata begini pada saya, "Manda, gue sebel deh ama lo".
Saya terkesiap dan segera bertanya, "Hah? emang gue ngapain, La?".
"Abis lo gendut." jawab Frilla, singkat-padat-jelas-mematikan.
Saya terdiam, terkejut setengah mati. seorang Frilla. berkata begitu. pada saya. haaa….
abis lo gendut. gendut. gendut. gendut…. kata2nya terus terngiang di benak saya selama beberapa saat.
apa dia bercanda? I mean, apa dia benar-benar bercanda? kok kalo bercanda ngomongnya serius terus diem? maksudnya apa? ada apa ini? ya ampun, ini ledekan ke-4 hari ini.
Selesai kuliah, saya berjalan gontai menuju Himpunan. Sesampainya saya di depan ruangan sempit itu, saya bertemu Dara Sipit. Bagaikan menemukan pencerahan, saya langsung menghambur dan bercerita pada Dara Sipit, bahwa saya kelaparan dan entah kenapa hari ini agak sial karena semuanya ngatain saya gendut, even mereka cuma bercanda. Ibaratnya, seorang teman ngelitikin anda, semua masih terasa lucu, karena anda masih bisa tertawa2. Tapi kalo tiap ketemu orang di jalan, anda dikelitikin, bakal memar dan berakibat fatal gak sih? lama2 kan pinggangnya bisa kapalaaan.… ToT (perumpamaan yang aneeeh….).
Dara Sipit bersimpati dengan mengelus2 kepala saya sembari menggeleng2kan kepala dan berkata "cep cep cep cep,,,,, sabar ya dut….".
"Sebenernya gak seheboh itu sih, Pit, tapi aneh aja. ya kan?" tukas saya.
"Iya sih…" kata Darpit.
Saat kami sedang mengobrol, tukang somay langganan himpunan datang dan menaruh dagangan tepat di antara tangga dan mading di depan tempat kami berdiri.
"Tuh ada somay, katanya lo laper, makan gih!" usul Darpit.
"gak ah, daritadi dikatain gendut, males." jawab saya.
"HAH?! MASA CUMA GARA2 GITU DOANG LO GAK MAU MAKAN SOMAY KARENA DIKATAIN GENDUT….?!" entah kenapa si Darpit tiba2 berkata lumayan keras. Saya aja sampe terlonjak kaget.
"…HAHAHAHA"
….dan ketawa keras.
Tiba2 Ivankur (yang anu-nya disibak, ahahaha…) yang baru turun tangga, nimbrung dan bertanya penuh rasa-ingin-tahu "Apa? apa? siapa yang gendut?" katanya sambil mendekati kami berdua.
oh please, pake nanya. halo? kamu lihat saya?
Ah oke, nampak curhat ke orang yang salah. Ledekan ke-5 (atau 6? lupa) justru datang dari saudara seperguruan (Perguruan Mesum Barat, halah, apa coba, baca ini biar nyambung). huaaah. dan saat itu juga ada 4 orang junior yang sedang lewat depan himpunan, menengok dan tersenyum2. oh damn.
Jadilah gue cengar cengir basa basi dan beringsut masuk ke dalam ruangan. Meninggalkan Darpit dan Ivankur di luar. malu soale. hiih.
Ruangan Himpunan Informatika adalah sebuah ruangan berukuran 4 x 4 m dengan rak2 besar di salah satu sisinya dan locker di sisi lainnya, satu bulboard putih bertuliskan pesan dan jadwal2 kegiatan, kulkas berisi softdrink di dekat pintu masuk, makanan2 kecil berjejer di atas kulkas, 3 tumpuk kotak donat di tengah ruangan, daftar harga keseluruhan makanan ditempel di dinding kulkas, satu komputer dan satu tivi di sebelah kulkas dan tulisan besar yang diperuntukkan bagi orang2 yang suka berhutang, berbunyi "Andai kutahu, kapan tiba ajalku, akan kubayar, semua hutang-hutangkuuu…." (Andai Ku Tahu by Ungu) entah dimana, gue lupa soalnya, ingatan fotografis gue payah, hahaha….
Jam menunjukkan pukul 12 siang, dan ini merupakan peak time. Ruangan penuh dengan mahasiswa Informatika dari berbagai angkatan, umumnya dari angkatan 2005, 2004 dan beberapa 2003 yang masih eksis. Di sebelah sana ada yang sedang bergosip, ada yang sedang main catur, main kartu, main Igo, nonton tivi, berinternet, makan siang dan ada juga yang mengerjakan tugas menggunakan laptop. Ruangan penuh kayak sarang kelinci dan semua suara bercampur membentuk dengungan-dengungan yang memekakkan telinga.
Saya memutuskan untuk duduk di tempat kosong dekat kulkas. Beberapa detik setelah saya duduk, si Darpit memanggil saya dari luar pintu himpunan yang terbuka lebar,
"Maman! makan somay gih, beneran gamau?" kata Darpit.
"Gak ah, malesss… " jawab saya.
"Ih, beneran gamau gara2 itu? gapapa kaliii.. makan aja yuk, cinta?" bujuk Darpit sambil sesekali minggir kalau ada yang mau keluar atau masuk himpunan.
Duh. males. beneran. akhirnya saya melihat sekeliling dan menemukan kotak donat teronggok sekitar 2 meter dari saya. aha!
"Gak Pit, gue makan donat aja!" jawab saya sambil menunjuk kotak donat di tengah ruangan.
Darpit-pun menyerah dan tak lama dia sudah hilang dari pandangan, mungkin mengobrol lagi dengan Ivankur.
Saya sudah katakan sebelumnya bahwa ruangan penuh, dan saya malas untuk berdiri dan ber-misi-misi-maaf-maaf hanya untuk mengambil donat, jadi saya mencolek punggung orang terdekat yang ternyata adalah teman seangkatan saya, Amahl.
Amahl menengok dengan tampang polos. dia sedang mengunyah donat coklat bertabur kacang.
"A-ma-hel, ambilin kotak donat di depan lo dong!" kata saya.
"Ha?" Amahl nampak bingung.
"Ambilin kotak donat, gue mau makan!" ulang saya dengan suara lebih keras.
Amahl gak jawab. cuma bengong ngeliatin saya.
duh kesel. gue laper.
"DONAT! MAU BELI! AMBILIN DONAT! LAPER! DONAT!" ulang saya lagi dengan suara lebih keras dan menunjuk2 kotak donat dengan histeris. mengalahkan dengung2 suara di himpunan.
"Ma-hel, Manda tuh daritadi minta diambilin kotak donaat,,,," bantu Hanin yang rupanya sedang duduk di dekat2 situ.
"Oh mau beli donaaatt…" jawab Amahl sambil tersenyum.
fiuh, thanks Nince.… emang se-gak-jelas itu ya tadi? sudahlah.
"….gue kira lo mau ambil donat yang lagi gue makan, makanya gue binguuung…hahaha…" lanjut Amahl sembari mengambilkan kotak donat yang gue inginkan.
gue menerima kotak donat dari Amahl sambil berpikir, what? jadi daritadi dia tuh bingung ketakutan karena merasa dipalak?
"Mandaa…. gue gak nyangka lo serakus itu ampe malakin donat A-ma-hel…jangan gitu dooong….kan kasiaaan…." sahut Vicky dari ujung ruangan plus tampang jail. Dan semua orang dalam himpunan langsung hening dan melihat saya.
Oh ingatkan gue suatu hari nanti ini orang perlu gue iket, gue kasi saripati jengkol sebanyak mungkin, biar dia keracunan dan berakibat parah ke alat vitalnya selama beberapa hari. hahaha. sebal.
Gue cuma diem, senyum2 ke semua orang, mendelik ke Amahl dan Vicky (ya ampun Amahl, gak gue sangka), senyum terimakasih ke Nince, ambil donat berlapis gula pink, memasukkan uang ke kotak uang dan bergegas keluar ruangan Himpunan sambil ketawa2 gajelas dan mengucapkan selamat tinggal.
kayaknya gue udah gila.
oh well, sebenernya kejadian hari ini lumayan lucu. gak seburuk itu kok, batin saya. Saya tersenyum dan bergegas menuju musholla lantai 2 untuk sholat Dzuhur.
Saya sedang menggigit2 donat dengan bahagia sembari menaiki tangga saat tiba2 saya berpapasan dengan Dadan si mantan Jejaka Tasik 2006 (iya dia ikutan tuh).
"GENDUT! MAKAN MELULU! BAGI DONATNYA!" kata Dadan sambil mengambil sepertiga donat saya, lalu pergi turun ke arah Himpunan.
………..
AAAAAAAARRRRGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!
THE END.
Testimonials :
"Gak lagi Jo… lo tuh gak gendut, lo besar, badan lo masih berbentuk, tapi yah, memang ukurannya besar2…"
(Si Dara Cilik alias Mawar, beratnya selalu berkisar 42-47 kg)
"kamu GENDUT. mengakulah."
(Si Dara Sipit alias Melati, huh.)
"Manda jangan kuruuuss,,, kalo kurus nanti gak empuk lagi…"
(seorang teman cowok berinisial T di masa SMA, yang suka tidur2an di lengan saya kala istirahat siang, mang’ gue kasur?)
"Gendut teriak Gendut!!! Tahu diri dong!!!"
(Nyer, gendut sejati, dendam kesumat sama Manda, gatau kenapa, wahahaha….)
"GORILA!!! LO TUH GORILA! GENDUT! BABI! GORILAAA…..!!"
(Kawan, tinggi 179cm, berat 77kg, selalu merasa gendut, dulu beratnya 87kg dan sekarang kayak kacang lupa kulit, minta disebut di postingan kali ini)
"Mbak Manda kan gendut2-ceria, gak kayak aku dulu…"(V, adik perempuan Kawan, dulu gendut, sekarang langsing, entah apa maksud perkataannya)
"Gue gendut dan gue menceritakan hal ini karena gue anggap lucu, siapa lagi yang segitu desperate-nya hingga mau bercerita soal ini, kalo bukan gue? hahaha…."
(Manda, 165cm, berat belum tahu karena takut nimbang, masih gendut dan saat ini gabisa berenti ketawa)
Have a nice day everyone,



Kamu kurus kali man…
… Dibandingin yang di foto
Comment by Zakka Fauzan Muhammad — July 13, 2007 @ 3:37 pm
Man, jujur aja saya blom baca postingan kamu ampe abis coz saat ini keburu2 tuk ke kamar mandi, dan…
well, apa yg akan saya lakuin di kamar mandi, ga perlu saya tulis disini.
oke. lanjut.
intinya: saya juga mengalami what-so-called kegendutan itu. but herannyaaa… kok ya kadar PD meningkat seiring dengan berjalannya jarum timbangan ke arah kanan yah??
keajaiban alam. ini benar” fenomenal!! *halah*
we all should love ourselves the way we are right now. coz if cant do that, we wont be able to love others and to be loved in return.
am I right?? am I right??
bagus….gw mo ngacir duluuuhhhh…..
NB: btw Man, foto lu kyk tina toon :p *maap..maap..*
hihihi
Comment by ndutyke — July 14, 2007 @ 3:46 am
*senyum2 ngelirik foto terakhir*
huehehehehe… kayak bakpao hidup…
peace.. ^_^’
Comment by anggriawan — July 14, 2007 @ 3:41 pm
GENDUUUUTT….
Comment by roberto — July 15, 2007 @ 4:32 am
Mandy… hahahaaaa… Mandy oh Mandy… gw ketawa ampe sakit perut baca postingan yg ini.
lo tau, gw blom sempet kemari krn gw sibuk n gw liat postingan lo panjang2, jd gw perlu wkt khusus. kalo dibacanya gaenak, ga gw terusin tp kl asik, gw bakalan sering2 kemari…
Mandy, lo blogger kedua yg jd favorit gw setelah si Tyka yg jg fair ngaku gendut…
Ndutyke… Mandhut… hahaha… fenomenal yah…
5th udah 31kg? OMG! ortu lo terlalu sayang kali yeh, ampe ngempanin lo kaga kira2 akibatnye bikin lo mlendung ampe skrg..
ttg ide nangkep wanita2 berat ideal trus mencekoki mereka dg menu seabreg2 yg nyokap lo lakuin wkt lo balita dg tatapan nanar sambil ngoceh bla-bla-bla ampe berat mereka nambah 40kg?
wah, boleh juga tuh Man! secara yah, gw neh jg kaga langsing (walo kaga gendut, oh pliz deh!) jd sirik aje kl liat yg gituan *sambil berharap beneran ada yg menerapkan ide brilian itu…jahat deh ih!*
mengenai SARIPATI JENGKOL biar temen lo keracunan & berakibat parah ke alat vitalnya selama beberapa hari…
huahahahaaaa… gw rasa gw harus nyoba resep lo itu Man, secara disini ada temen gw yg 100% nyebelin, bikin gw muak n naik darah setiap hari.
kaya nya itu layak buat dia…
nah, mengenai gambar dibawah, gw mo blg lo ky tina toon tp dah keduluan yg komen di atas.
yah apa boleh buat, lo emang kaya tina toon Man n gw liat di wisata kuliner tadi pagi, emang beneran die udah mulai mengecil. Kaya nya lo perlu nanya resep nye ama die deh say…
Comment by novee — July 15, 2007 @ 6:07 am
man, foto terakhir itu..tina toon ya? mirip banget
piss, ah…
Comment by rani! — July 15, 2007 @ 6:08 am
Hoho… memang menyakitkan kalo org uda byk nyindir2 fisik. Jd kurus jg ga enak2 amat kok, apalagi kekurusan! Ada yg bilang “tiang”-lah, “papan cuci”-lah, ato bahkan “sumpit”. Gak bisa pake bangles krn selalu copot dr tangan. Uda gitu kadang kalo bersin terlalu keras punggung lgsg nyeri. Huweee… Intinya harus selalu bersyukur dan sabar dgn semua sindiran kali ya…
Comment by diBond — July 15, 2007 @ 2:05 pm
Iya Man..emang kloo orang dah ngatain berbau fisik itu emang ga ngenakin banget. Orang2 seenaknya ngomong dan brengseknya (gw tekankan kata brengsek ini) orang ga nyadar klo itu walaukeliatan ringan tapi efeknya tuh luar biasa sakit. Keliatan kecil tapi sebenernya kayak fenomena gunung es. Gw ga bisa ngomong gene klo ga pengalaman juga seh. Itu tuh klo orang dah ngejek gw item…klo ga inget mereka tuh temen gw kayaknya dah gw tusuk2 pake jarum pentul gw ampe mampus ampe mati rasa. Yah tapi untung juga gw masih waras dan tidak sampai hati melakukan hal itu. Mungkin gw pernah ngatain lu gendut gw minta maap yaa??tapi perasaan lu yang kayak gene, gw juga sering banget ngalamin..Eh Man tapi jangan ampe lu ga napsu makan ya..ga baek buat loe.Biar gendut asal sehat itu dah cukup kok Man
. Lain kali klo loe sakit hati labrak aja Man..itu baik buat kesehatan jiwa loe.dan teman2 yang laen toloong lain kali klo ngomong hati
Comment by olip — July 16, 2007 @ 3:35 am
Mandy-chan..
gendut yang gua panggil masuk ke ejekan ya???
maap deh..
tidak bermaksud gendut “gendut”.
huaaaaaaa..
sebenernya banyak yang gua panggil gendut secara lebih intens.
korban pun seringkali tidak memenuhi ciri-ciri fisik tersebut.
Adhitya Randy, yang mana klo kami ber-YM bisa 10 menit lebih dihabiskan dengan berbalas “gendut”, “gendut lo”, “ngga, elu lebi gendut!”, atau “pokoknya elu yang gendut!!!”.
Roni Sambiangga, target ejekan gendut sejak 2006 *gyahahaha*, kadang di-combo dengan chubby, berkembang menjadi gendut, gen-chubb, gen, dut, atau kak dut.
dan korban-korban lain yang dipilih secara acak namun tidak seintens kedua korban di atas.
gendut juga enak buat dijadiin senjata terakhir ketika lu berdebat dan ga nemu solusi bersama.
yaaa.. gitu Mandiche..
intinya daku tidak bermaksud gendut yang itu..
i’m sorreeeeee..
btw jumat ada wisudaan, dateng ya dut, kangen
Comment by Tania — July 16, 2007 @ 3:38 am
manda panjang banget………
Comment by frilla — July 16, 2007 @ 4:47 am
meskipun punya postur tubuh yg berlebih, tapi Manda teuteup manis kok..
apalagi kalo ngelihat foto2 kecil yg menggemaskan itu..
duwhhh, jd pengen cubit! heheee
btw, Mand..
mau donk gemuk..
rahasianya apa..?
Comment by Nona Nieke,, — July 16, 2007 @ 6:57 am
ya ampun, malang nian dirimu. makanya sekali2 perlu tuh menunjukkan ketidaksukaan klo dibilang gendut. haha. situ terlalu.. entah baik hati entah ga tegaan tp kynya sih dua2nya.. buat melawan balik dan akhirnya cm ktawa2 doang. klo emg pas lg krasa biasa aja ya udah tapi klo udah mulai merasa meyebalkan dan tidak pada tempatnya, HAJAR aja.
“IYA GUE GENDUT! KECUALI LO BISA BIKIN GUE KURUS GA USAH BUANG-BUANG NAPAS BILANG-BILANG GUE GENDUT! *masukkan salah satu kata makian di sini*!!!”
:D
Comment by arhcamt — July 16, 2007 @ 7:11 am
ok2, gw dah baca walopun cmn scanning krn tnyata oh tnyata ada nama gw disana sbg sosok yg ngatain lo..
ptama. Hwahahahahahahhahaa… (males pake emoticon, dalami sendiri cara gw ktawa)
kedua. Gw gk bmaxud bwat ngatain lo.. I mean, it’s joke nda!
ktiga. Gw bkn tipe org yg suka mengejek org lain, klo kira2 tuh org sensitif atw gk pnah ngatain gw.. Dikasih jeruk, diberi jeruk pula (peribahasa apa sih ni??)
keempat. tampang gw waktu itu emang datar, pgn liat reaxi lo yg lucu.. hihihi (sorry hon)
kelima. klo joke gw blebihan, just tell me nda. gmn pun, harus ada yg nyetop gw
keenam. mungkin agak ekstrim, tp just enjoy it nda. krn ada org jg org yg pgn jd ndut, tp gk bisa2.. hihihi..
ketujuh. klo mw diet jgn tlalu ketat y nda..
Comment by frilla — July 16, 2007 @ 8:54 am
Ya ampun cinta… engkau begitu merana… gpp koq… daku memanggilmu gendut, tapi dalam hati tak bermaksud begitu. (contoh nyata, rondut yang tak gendut aja tetap kupanggil ‘gendut’)
Ya udah, sejak saat ini dikau akan kupanggil cinta dengan penuh “cinta” dan kasih sayang… pilih mana? cinta? atau ‘gendut’??
Comment by simataduitan — July 16, 2007 @ 9:58 am
Baiklah, kalo manda begitu menikmatinya
.
GENDUUUUUTTTTTT
.
Hehehehe *mosi tidak mau mengakui bahwa diri sendiri jg gendut…*
Comment by Igor Panggabean — July 17, 2007 @ 12:39 am
ya ampun, malang nian dirimu. makanya sekali2 perlu tuh menunjukkan ketidaksukaan klo dibilang gendut. haha. situ terlalu.. entah baik hati entah ga tegaan tp kynya sih dua2nya.. buat melawan balik dan akhirnya cm ktawa2 doang. klo emg pas lg krasa biasa aja ya udah tapi klo udah mulai merasa meyebalkan dan tidak pada tempatnya, HAJAR aja.
“IYA GUE GENDUT! KECUALI LO BISA BIKIN GUE KURUS GA USAH BUANG-BUANG NAPAS BILANG-BILANG GUE GENDUT! *masukkan salah satu kata makian di sini*!!!”
:D
gue seneng dibilang gendut ama orang yang gue kenal dan tidak jackpooottt…. huaaa semua orang salah pahaammm
iya, maksudnya klo jackpot kali. emg klo jackpot yg ngomong ga bakal digituin? i don’t think so.
Comment by arhcamt — July 17, 2007 @ 3:43 am
huaa…MANDHUUTT….
iarkan mad, berarti orang2 iri pingin makmur kyk diri loe..semakin besar/gendut makin makmur, bnyk rejeki…
sejak kapan gw jadi nince ato betis ya?
Comment by hanin — July 17, 2007 @ 4:31 am
ahahahaha.. cmn memastikan klo lo gk masukin itu ke dlm hati nda.. klo nggak, kn susah ngeluarinnya.hihihi..
brarti, atas permintaan lo.. gw gk akan brenti manggil lo gendut.. just tell me if you want me to stop
Comment by frilla — July 17, 2007 @ 7:13 am
hai manda…salam kenal juga…aku depenya Hanin…
BTW big is beautifull lhoh!!!
gak semua cowo suka sm cewe2 kurus dan langsing…
contohnya si Hanin, walaupun aku gak gemuk dan gak kurus tp dia pernah memberikan statement klo kurus itu jelek!!! jadi PD ajah lagi…btw kmu mirip sepupuku waktu kecil. dia juga sm kayak kmu, tapi dia dulu sempat ikut senam lantai, jadi cepet kurus. dan sekarang jadi atlet voli…hayo Manda…tetap semangat!!!!
Comment by dePe — July 17, 2007 @ 12:10 pm
ManJooo!!! Itu seksi sekali poto yang paling bawaaah..! Ya ampun gak cuma masokis.. Juga ekshibiiss..!! Kyaaah..
Hehe. Cukup.
Btw, gw inget lho itu kejadiannyaaa.. Tampang lucu banget pas itu kirain abis apaa.. Ternyataaaa.. Bwakakakaaa..
Yaudah, ntar di kost mesum kukasih supplai roti gopek sekarung” deeeh.. Abis disuruh sarapan kentang ato roti aja susah nyaaaa.. Emang kalo lemak banyak gak bakal laper apaaa.. Diajarin siklus krebs tak sih di SMAA? Hoho. Mulai rasis almamater..
Awas ya kalo selanjutnya kepergok gak sarapan lagiii…! Pukul! Biar memar.. terus bengkak.. Kan lucu.. Bulet”biruuuu… Gyahahaaaaa..
Cukup.
Lov yu lah Jo pokoknya. Lo yang paling jago memuaskan. Heheheee.
~[sil]
Comment by sila — July 18, 2007 @ 1:23 am
iya2 nda.. baru terasa klo kmana2 itu jauh.. dah gitu macet, polusi dimana2.. Nda, masukin link gw ya..
Comment by frilla — July 18, 2007 @ 1:23 am
Genduuuuuuuuuuuuttttttttttttt,kenapa pas hari itu gw ga ada ya.cekewa
gile foto terakirnya
no comment dah. tabah ya ndut. diet aja sono makan malemnya apel doang 2 biji
Comment by nyer — July 18, 2007 @ 3:16 am
foto lu tuh!minta dilabrak,dijadiin perkedel,dijepit di lift biar gepeng,dikasihin ke petugas penertiban satwa liar biar dibalikin ke hutan!dasar gorila gendut babi!makan mulu sih!gendut gembrot gelambir geloyor!tp lo kan gendut ceria man,tng aj.haha.dsr gorila!
Comment by Anonymous — July 18, 2007 @ 8:39 am
darling…!! kata siapa tina toon udah langsing?? prasaan baru sebulan-dua bulan yg lalu deyh, saya liat dia di ceriwis, and masih tetteup aza kok bodinya, segitu-gitu aza :p
Comment by ndutyke — July 19, 2007 @ 4:14 pm
manda darling..! jangan pernah dibenak loe kepingin kurus, soalnye gue pengen nambah BB. contoh tuh Prety aja te2p PD n tambh ndut trus tina toon, tike, aty f.
Comment by hafidndut — September 3, 2008 @ 9:33 am