Perhatian :
Postingan ini sangat panjang. Pemotongan dan pengeditan hanya akan mengurangi makna cerita (beneran, gue udah usaha memberikan yang perlu2 aja). Jadi, bacalah kalo lo bener2 senggang. hehehe. 

Saya tahu, bahwa judul postingan ini pasti sangat mengundang selera pembaca, terutama yang pernah mengobrol dan bertemu dengan saya, bukankah begitu? hohoho.

entah kenapa saya yakin-sangat kalo ada yang paling bernafsu membaca di antara semuanya, itu si Nyer dan si Kawan. Nyer, karena emang dia ada dendam pribadi sama saya soal gendut2an ini dan Kawan karena dia emang devil sejati.

well, postingan ini anggaplah sebagai hadiah untuk kalian, teman2 tersayang… bacalah dengan konsentrasi penuh. jangan ada yang terlewat. postingannya panjang ni. huhuhu.

cukup, cukup. mari lanjut,,,

gendut.

Saya sudah mendapatkan anugerah ini sejak saya kecil sampai sekarang. ahaha. kalo mau dihitung2, selama 20 tahun 11 bulan kehidupan saya, cuma 1 tahun pertama kelahiran saya, saya terhitung sebagai manusia dengan berat normal, sisanya saya habiskan dengan kelebihan berat badan.

Sejak umur 5 tahun, saya sudah diharuskan diet oleh dokter anak, konsumsi susu, gula dan nasi saya dibatasi. kenapa? karena waktu umur segitu, berat saya udah 31 kg dan saya pernah demam, buta sesaat dan pingsan karena kegendutan (beneran kasus yang aneh..). Waktu kelas 1 SD berat saya 45 kg. Waktu 6 SD berat saya 65 kg (saya seberat Bapaknya sahabat saya waktu itu).

Dan seterusnya, bayangkan sendiri bagaimana deret geometri-nya. hahaha.

Masa 4 SD - 2 SMP saya habiskan dengan perasaan minder karena berat badan. Kalau waktu itu anda melihat seorang gadis-gendut tebal-hitam-merengut dan menyebarkan aura Dementor (hey, saksikan Harry Potter 5 di bioskop2 terdekat!), yah mungkin itu saya, coba aja tanya namanya, wahahaha. Barulah setelah kelas 3 SMP saya mulai sedikit mengenal yang namanya inner beauty dan ketulusan hati manusia (ya ampun, ada toh?).

Waktu berlalu, sejak SMA saya mulai semakin mengenal cinta dan persahabatan, maka kepribadian sayapun semakin berkembang menjadi lebih percaya diri dan saya sudah bisa sedikit2 mengontrol berat badan :P .

yah meskipun masih gendut aja sih. ahahahahaa….

dan begitulah ceritanya, sampai saat saya menulis postingan inipun saya masih gendut. saya gendut-teronggok-di-kursi-kantor-curi-curi-posting huhuhu….. (apa seh?)

gak coba diet? pernah, tapi karena terlalu semangat, rambut saya rontok 50% dari keseluruhan kepala, tadinya tebel jadi super tipis.ahahaha. padahal lumayan thu, waktu itu turun 20 kilo. huhuhu.
nasib nasiiib…

——————————

haaaahh…. begitu banyak pengalaman naas dan malu2in sehubungan gendut ini. Alhamdullillah, saya masih bisa berpikir jernih dan bertahan hidup ampe sekarang, saya gak sedot lemak dan saya gak psikopat, buktinya, saya gak menangkap wanita2-berat-ideal lalu mencekoki mereka dengan bubur ayam+ati+bayam dan susu campuran ovaltine-dancow 4 kali sehari, seperti yang dulu Mama lakukan pada saya sewaktu balita. Saya akan memasukkan makanan ke mulut wanita2 itu sambil terus mengoceh dengan mata nanar, "Ini semua karena Mama, lemak untuk kalian semua, lemak untuk kalian semua, lemak-untuk-kalian-SEMUA… hahahahaha…..!!!!.". Wanita-wanita itu baru saya lepas kalo udah bertambah 40 kilo.. wahahaha. omigod itu gak banget.

Ngomong2 soal kejadian naas, saya jadi ingat suatu hari di bulan Maret 2007 di IF ITB. Hari itu entah kenapa saya merasa semua orang memojokkan saya dengan kegendutan. huh.

hari itu, saya kelaparan karena belum sarapan (bangun kesiangan) dan saya baru bisa berjalan membeli makanan pada pukul 9.30. perut keroncongan, kepala keliyengan, darah rendah kumat, wah rasanya gak karu2an. tapi dasar bandel, entah kenapa tiba2 jadi kepengen diet dadakan (lumayan 0,0001 kilo), saya gak kepingin makan berat, hanya ingin memakan sesuatu yang sekedar mengganjal perut, jadi bergegaslah saya menuju toko snack di gerbang ITB yang berjarak agak jauh dari gedung IF (sengaja pilih disana, supaya agak olahraga) untuk membeli roti gope (roti tipis, isinya angin, lebih kecil dari telapak tangan, harganya gope) dan aqua gelas. syubidubidudamdam.

Dengan hati gembira setelah berbelanja, saya kembali ke IF sambil mengempit dompet di ketiak kiri, menggenggam roti di tangan kanan dan aqua gelas di tangan kiri. tapi baru saja saya sampai di pelataran parkir IF, saya berpapasan dengan si Angel, teman seangkatan saya, "Genduuuutt…. makan teruuusss!!" katanya tanpa-dosa-sambil-lalu.

he? saya bahkan belum sarapan dan saya cuma makan roti-isi-angin dan saya dibilang makan mulu? sebelah mananya yang ‘makan muluuu’???

…yaudahlah.

Dan sayapun lanjut berjalan sambil gigit2 roti. begitu sampai depan Himpunan Informatika, saya ketemu Dara Cilik, dia lagi mejeng2 di depan himpunan sambil flirting2 kiri dan kanan. aahahahaa…

"Jo! dari mana lo?" (emang gue dan Dara Cilik selalu memanggil dengan sapaan ‘Jo’ entah sejak kapan)
"dari depan, beli roti, laper. hohoho"
sahut saya.
"makan mulu lo, pantes gendut, eh roti apaan?"
tanya Darcil sambil senyum2.
(oh oke, ledekan kedua hari ini, ah sudahlah) "Roti coklat gope-an, mau?"
jawab saya sambil menyodorkan roti ke Darcil.
(melihat dan merinding jijik) "enggak, makasih."
tolak Darcil.

Tiba2, Darcil dipanggil ke dalam himpunan oleh seseorang, jadi pembicaraan terhenti karena Darcil harus memenuhi panggilan, haha. Dan sayapun melanjutkan perjalanan ke lantai 3, menuju kelas tempat mata kuliah ke-2 hari ini berlangsung.

Sesampainya di lantai 3, saya segera menelan sisa roti, membuang plastik pembungkus dan aqua di tempat sampah terdekat dan langsung masuk ruangan, tiba2 saya disambut dengan teriakan "GENDUT! kangeeennn…!!!!" sudah pasti itu si Taniko, saat saya menengok ke arahnya, dia sedang berlari2 kecil di antara bangku2 untuk menyambut saya. "Mandikooo!!!! masa ya tadi, blablabla…." dan begitulah dia menarik tangan saya ke tempat duduk kosong sembari berceloteh mengenai kejadian memalukan hari ini.

Saat kuliah dimulai, kami masih bergosip berdua -tentunya dengan volume dikecilkan-, tiba2 saat aura gosip sedang panas2nya si Frilla Chacha (ahahaha, baca posting ini) nimbrung entah darimana (dia kapan datengnya c? kapan dia duduk sebelah gue?) dan ikut bergosip bersama.
Semua menyenangkan,
ketika tiba2 di akhir pembicaraan, Frilla Chacha berkata begini pada saya, "Manda, gue sebel deh ama lo".
Saya terkesiap dan segera bertanya, "Hah? emang gue ngapain, La?".
"Abis lo gendut." jawab Frilla, singkat-padat-jelas-mematikan.

Saya terdiam, terkejut setengah mati. seorang Frilla. berkata begitu. pada saya. haaa….

abis lo gendut. gendut. gendut. gendut…. kata2nya terus terngiang di benak saya selama beberapa saat.

apa dia bercanda? I mean, apa dia benar-benar bercanda? kok kalo bercanda ngomongnya serius terus diem? maksudnya apa? ada apa ini? ya ampun, ini ledekan ke-4 hari ini.

Selesai kuliah, saya berjalan gontai menuju Himpunan. Sesampainya saya di depan ruangan sempit itu, saya bertemu Dara Sipit. Bagaikan menemukan pencerahan, saya langsung menghambur dan bercerita pada Dara Sipit, bahwa saya kelaparan dan entah kenapa hari ini agak sial karena semuanya ngatain saya gendut, even mereka cuma bercanda. Ibaratnya, seorang teman ngelitikin anda, semua masih terasa lucu, karena anda masih bisa tertawa2. Tapi kalo tiap ketemu orang di jalan, anda dikelitikin, bakal memar dan berakibat fatal gak sih? lama2 kan pinggangnya bisa kapalaaan.… ToT (perumpamaan yang aneeeh….).

Dara Sipit bersimpati dengan mengelus2 kepala saya sembari menggeleng2kan kepala dan berkata "cep cep cep cep,,,,, sabar ya dut….".
"Sebenernya gak seheboh itu sih, Pit, tapi aneh aja. ya kan?" tukas saya.
"Iya sih…" kata Darpit.
Saat kami sedang mengobrol, tukang somay langganan himpunan datang dan menaruh dagangan tepat di antara tangga dan mading di depan tempat kami berdiri.
"Tuh ada somay, katanya lo laper, makan gih!" usul Darpit.
"gak ah, daritadi dikatain gendut, males." jawab saya.
"HAH?! MASA CUMA GARA2 GITU DOANG LO GAK MAU MAKAN SOMAY KARENA DIKATAIN GENDUT….?!" entah kenapa si Darpit tiba2 berkata lumayan keras. Saya aja sampe terlonjak kaget.
"…HAHAHAHA"
….dan ketawa keras.
Tiba2 Ivankur (yang anu-nya disibak, ahahaha…) yang baru turun tangga, nimbrung dan bertanya penuh rasa-ingin-tahu "Apa? apa? siapa yang gendut?" katanya sambil mendekati kami berdua.
oh please, pake nanya. halo? kamu lihat saya?

Ah oke, nampak curhat ke orang yang salah. Ledekan ke-5 (atau 6? lupa) justru datang dari saudara seperguruan (Perguruan Mesum Barat, halah, apa coba, baca ini biar nyambung). huaaah. dan saat itu juga ada 4 orang junior yang sedang lewat depan himpunan, menengok dan tersenyum2. oh damn.

Jadilah gue cengar cengir basa basi dan beringsut masuk ke dalam ruangan. Meninggalkan Darpit dan Ivankur di luar. malu soale. hiih.

Ruangan Himpunan Informatika adalah sebuah ruangan berukuran 4 x 4 m dengan rak2 besar di salah satu sisinya dan locker di sisi lainnya, satu bulboard putih bertuliskan pesan dan jadwal2 kegiatan, kulkas berisi softdrink di dekat pintu masuk, makanan2 kecil berjejer di atas kulkas, 3 tumpuk kotak donat di tengah ruangan, daftar harga keseluruhan makanan ditempel di dinding kulkas, satu komputer dan satu tivi di sebelah kulkas dan tulisan besar yang diperuntukkan bagi orang2 yang suka berhutang, berbunyi "Andai kutahu, kapan tiba ajalku, akan kubayar, semua hutang-hutangkuuu…." (Andai Ku Tahu by Ungu) entah dimana, gue lupa soalnya, ingatan fotografis gue payah, hahaha….

Jam menunjukkan pukul 12 siang, dan ini merupakan peak time. Ruangan penuh dengan mahasiswa Informatika dari berbagai angkatan, umumnya dari angkatan 2005, 2004 dan beberapa 2003 yang masih eksis. Di sebelah sana ada yang sedang bergosip, ada yang sedang main catur, main kartu, main Igo, nonton tivi, berinternet, makan siang dan ada juga yang mengerjakan tugas menggunakan laptop. Ruangan penuh kayak sarang kelinci dan semua suara bercampur membentuk dengungan-dengungan yang memekakkan telinga.

Saya memutuskan untuk duduk di tempat kosong dekat kulkas. Beberapa detik setelah saya duduk, si Darpit memanggil saya dari luar pintu himpunan yang terbuka lebar,

"Maman! makan somay gih, beneran gamau?" kata Darpit.
"Gak ah, malesss… " jawab saya.
"Ih, beneran gamau gara2 itu? gapapa kaliii.. makan aja yuk, cinta?" bujuk Darpit sambil sesekali minggir kalau ada yang mau keluar atau masuk himpunan.
Duh. males. beneran. akhirnya saya melihat sekeliling dan menemukan kotak donat teronggok sekitar 2 meter dari saya. aha!
"Gak Pit, gue makan donat aja!" jawab saya sambil menunjuk kotak donat di tengah ruangan.
Darpit-pun menyerah dan tak lama dia sudah hilang dari pandangan, mungkin mengobrol lagi dengan Ivankur.

Saya sudah katakan sebelumnya bahwa ruangan penuh, dan saya malas untuk berdiri dan ber-misi-misi-maaf-maaf hanya untuk mengambil donat, jadi saya mencolek punggung orang terdekat yang ternyata adalah teman seangkatan saya, Amahl.

Amahl menengok dengan tampang polos. dia sedang mengunyah donat coklat bertabur kacang.
"A-ma-hel, ambilin kotak donat di depan lo dong!" kata saya.
"Ha?" Amahl nampak bingung.
"Ambilin kotak donat, gue mau makan!" ulang saya dengan suara lebih keras.
Amahl gak jawab. cuma bengong ngeliatin saya.
duh kesel. gue laper.
"DONAT! MAU BELI! AMBILIN DONAT! LAPER! DONAT!" ulang saya lagi dengan suara lebih keras dan menunjuk2 kotak donat dengan histeris. mengalahkan dengung2 suara di himpunan.
"Ma-hel, Manda tuh daritadi minta diambilin kotak donaat,,,," bantu Hanin yang rupanya sedang duduk di dekat2 situ.
"Oh mau beli donaaatt…" jawab Amahl sambil tersenyum.
fiuh, thanks Nince.… emang se-gak-jelas itu ya tadi? sudahlah.
"….gue kira lo mau ambil donat yang lagi gue makan, makanya gue binguuung…hahaha…" lanjut Amahl sembari mengambilkan kotak donat yang gue inginkan.
gue menerima kotak donat dari Amahl sambil berpikir, what? jadi daritadi dia tuh bingung ketakutan karena merasa dipalak?
"Mandaa…. gue gak nyangka lo serakus itu ampe malakin donat A-ma-hel…jangan gitu dooong….kan kasiaaan…." sahut Vicky dari ujung ruangan plus tampang jail. Dan semua orang dalam himpunan langsung hening dan melihat saya.

Oh ingatkan gue suatu hari nanti ini orang perlu gue iket, gue kasi saripati jengkol sebanyak mungkin, biar dia keracunan dan berakibat parah ke alat vitalnya selama beberapa hari. hahaha. sebal.

Gue cuma diem, senyum2 ke semua orang, mendelik ke Amahl dan Vicky (ya ampun Amahl, gak gue sangka), senyum terimakasih ke Nince, ambil donat berlapis gula pink, memasukkan uang ke kotak uang dan bergegas keluar ruangan Himpunan sambil ketawa2 gajelas dan mengucapkan selamat tinggal.

kayaknya gue udah gila.

oh well, sebenernya kejadian hari ini lumayan lucu. gak seburuk itu kok, batin saya. Saya tersenyum dan bergegas menuju musholla lantai 2 untuk sholat Dzuhur.

Saya sedang menggigit2 donat dengan bahagia sembari menaiki tangga saat tiba2 saya berpapasan dengan Dadan si mantan Jejaka Tasik 2006 (iya dia ikutan tuh).

"GENDUT! MAKAN MELULU! BAGI DONATNYA!" kata Dadan sambil mengambil sepertiga donat saya, lalu pergi turun ke arah Himpunan.

………..

AAAAAAAARRRRGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!

THE END.

 

Testimonials :

"Gak lagi Jo… lo tuh gak gendut, lo besar, badan lo masih berbentuk, tapi yah, memang ukurannya besar2…"
(Si Dara Cilik alias Mawar, beratnya selalu berkisar 42-47 kg)

"kamu GENDUT. mengakulah."
(Si Dara Sipit alias Melati, huh.)

"Manda jangan kuruuuss,,, kalo kurus nanti gak empuk lagi…"
(seorang teman cowok berinisial T di masa SMA, yang suka tidur2an di lengan saya kala istirahat siang, mang’ gue kasur?)

"Gendut teriak Gendut!!! Tahu diri dong!!!"
(Nyer, gendut sejati, dendam kesumat sama Manda, gatau kenapa, wahahaha….)

"GORILA!!! LO TUH GORILA! GENDUT! BABI! GORILAAA…..!!"
(Kawan, tinggi 179cm, berat 77kg, selalu merasa gendut, dulu beratnya 87kg dan sekarang kayak kacang lupa kulit, minta disebut di postingan kali ini)

"Mbak Manda kan gendut2-ceria, gak kayak aku dulu…"(V, adik perempuan Kawan, dulu gendut, sekarang langsing, entah apa maksud perkataannya)

"Gue gendut dan gue menceritakan hal ini karena gue anggap lucu, siapa lagi yang segitu desperate-nya hingga mau bercerita soal ini, kalo bukan gue? hahaha…."
(Manda, 165cm, berat belum tahu karena takut nimbang, masih gendut dan saat ini gabisa berenti ketawa)

 

Have a nice day everyone,

 
manda
(yang mau komen foto di atas, monggo…)