.
Tentang Manda, Thoughts, Family, Sehari-hari, Level Up!July 26, 2007 3:51 pm

postingan panjang dan serius. bacalah kalau anda2 sedang benar2 luang. hehe.

kalo gak luang, scroll2 aja, cari postingan lain. hey? jangan sia2kan kedatangan anda kemari! betul?

 

Selama 20 tahun hidup saya, baru hari ini saya mengerti bahwa saya adalah makhluk yang kurang bersabar dan egois. Entah apa yang membuka pikiran, tapi baru saya mengerti dan mau menerima bahwa selama ini saya tumbuh sebagai orang yang selalu tergesa2, malas, temperamen, sombong dan keras kepala.

Ahhh,,,, bagi yang terkejut atau sok2 terkejut, yah sayangnya saya memang seperti itu adanya. gendut dan soktau. gendut dan sombong. oohhhohohoooohhh ternyata saya sangat2 antagonis, ehehehehe.

Kesabaran tidak ada dalam kamus saya, jika keinginan saya tidak kunjung tercapai saya tidak mau menunggu lebih lama lagi. Bila permohonan saya tidak terkabul saya menangis dan mengamuk, marah kepada keadaan. Bila saya merasa terlalu diatur, saya memberontak, padahal semua itu demi kebaikan diri saya sendiri. Saya menganggap cara saya-lah yang paling benar, saya-lah yang harus dimengerti, bukan mereka, harusnya orang lain merasa beruntung bahwa saya masih mau berdiskusi dan berbicara mengenai apa yang saya pikirkan.

Makanya saya bisa ngamuk2 sama petugas loket administrasi ITB (tempat saya menuntut ilmu saat ini) waktu jatah sks saya dipotong (padahal salah saya, saya yang telat daftar ulang dan saya gak tahu ada aturan itu, tapi malah loket kaca petugasnya yang gue gedor, sambil tereak "SIAPA TUH YANG BIKIN ATURAN KAYAK GITUUU???!!! SINI BAWA KE DEPAN SAYA!!! KOK BIKIN HUKUMAN YANG MERUGIKAN MASA DEPAN MAHASISWA!!! GAK MIKIR APA?! DENDA AJA NAPA???!!! PERINGATAN DULU AJA, KENAPA?! MANA GAK ADA NOTIFIKASI YANG JELAS??!!! EMANG GUE DUKUN BISA TAU PERATURAN TANPA ADA PENGUMUMAN???!!!!", well, petugasnya ampe cuma bisa diem dan bengong, ahahahaha).

Ternyata, peraturannya emang ada di web akademik. Secara baru diberlakukan 2 tahun ini dan banyak mahasiswa yang lebih suka meneliti Friendster ketimbang web akademik (termasuk gue) jelas banyak yang gak tau. Dan banyak kejadian lainnya, yang kebanyakan dikarenakan saya kurang teliti, kurang memperhatikan dan malas memperbaiki diri, tapi selalu saya limpahkan ke orang2 yang sialnya berurusan dengan saya.

Sebenernya sifat ini beberapa kali gue sadari di masa SMA dan selama 3 tahun kuliah ini, dan yah, cukup merugikan, tapi gue selalu mengelak, gue berdalih dalam hati, bahwa ini adalah bagian dari sifat pemberani dan berpendirian gue. Jika ada yang berani berkata sebaliknya, maka gue akan sangat sangat sangat marah dan bisa dipastikan gue akan membela pemikiran gue yang salah kaprah itu mati2an.

Berhubung 6 bulan ini (terutama 2 bulan gue marahan sama kawan dan 2 bulan gue berlibur di Jakarta), gue banyak berpikir dan menganalisis tentang hidup, diri gue dan masa depan (yang sebelumnya sangat malas gue lakukan, pikiran tentang masa depan begitu rumit dan menakutkan buat gue, beberapa kali gue tertekan dengan bayangan wanita gendut memakai tank top pink norak berenda putih, muka kusam penuh komedo, duduk di sofa berdebu, memakan kuaci sambil nonton sinetron murahan sementara bon hutang dan tagihan bank bertumpuk di meja kopi sebelah sofa, gyaaaaaa!!!). Semua begitu menakutkan, sampai akhirnya gue mau juga mengulik kotak pandora gue itu. Dan yah, gue mendapatkan pemecahan yang menurut gue terbaik yang bisa gue lakukan saat ini.

Sudah saatnya gue tinggalkan sifat2 remaja kekanakan itu dan mulai berpikir dan bertindak layaknya orang dewasa.

———————————

kok bisa tiba2 berubah pikiran c man? ada apa?

jadi gini ceritanya,

3 hari yang lalu gue bertengkar hebat dengan nyokap. Kami berdua tipe sama2 keras dan gak bisa diatur (dia nyadar gak ya ini nurun dari dia?), and… yeah, well, gak bisa dipungkiri, Ibu gue masih membawa beberapa sifat kanak2nya sampai sekarang. 2 orang dengan masalah orang dewasa namun masih berjiwa anak2 bertengkar, apa jadinya? jadinya adalah perang dunia ke III, kami berteriak satu sama lain, memaki (gue gak, itu ibu gue), mengatai ‘Ibu jahat’ dan ‘anak jahat’ (tuh kan? terbukti satu darah), menuduh satu sama lain, menunjuk (duh duh, gue takut durhaka), menuntut pihak lawan mengalah dan diri sendiri menolak untuk mengalah (egois).

Selama ini kami memendam prasangka terhadap pihak lawan dan hari itu semua pikiran buruk terungkap. Banyak dan macem2 masalahnya. Dari yang dia mengancam membunuh sahabat gue karena gue lebih sering bareng sahabat gue ketimbang keluarga (oh mari anggap saja Ibu gue bercanda, even gue bener2 melarang sahabat yang satu itu untuk datang dan menelpon lagi, takut dia dibunuh).

Gue kelepasan ngomong kalo gue gak betah di rumah dan lebih betah di Bandung (dan Ibu gue langsung berkata "kenapa gak betah? emangnya siapa yang ganggu lo? emang kita colek2 lo?" oh please deh, jangan mengartikan ‘gak betah’ dengan ‘jangan colak colek’, lebih dalam dari itu maknanya, bu…).
Ibu gue mengkritik kebiasaan gue berkaca di mana saja, kata2nya menyiratkan kalau dia khawatir gue gila ("ha? apa yang salah? aku kan perempuan" bela gue, even dalam ati nyadar juga kalo itu keanehan, gue berkaca di kaca mobil di parkiran, kaca bangunan, kaca spion, kaca burem, yeah, itu aneh). Itu baru yang ringan2, yang berat2 butuh postingan lebih panjang lagi. Jadi mari kita persingkat.

Pertengkaran berakhir dengan ancaman biaya kuliah dan uang jajan diberhentikan dan ibu saya yang darah tingginya jadi kumat (gue lupa ibu gue lagi sakit)

Malam itu saya menangis terus menerus sampai mata saya bengkak kayak bakso (besoknya gue kayak gendut tionghoa, tanpa bermaksud SARA) dan suara gue hilang karena terus berteriak. Dan akhirnya saya putuskan untuk izin kerja hari itu, karena alasan apapun tampak tak bisa menyembunyikan bekas tangis tadi malam.

Gue dendam. gue marah. gue kesal. gue mulai berpikir2 darimana gue bisa meneruskan kuliah tanpa uang kiriman. cari kerja (apa starbucks terima pelayan gendut? heeeyy??? kami gendut kayak nekomaru si kucing pemanggil tamu, apa salahnya? kami bawa hoki!). minjem uang kerabat. pindah kos ke tempat yang lebih murah. bobol tabungan. semuanya gue pikirkan. gue harus keluar dari rumah ini. harus. sedikit takut. tapi harga diri lebih besar, jadi biarlah gue hidup di jalanan jadi mbak2 punk atau hippies, yang penting jauh dari Ibu gue dan dikte2annya yang menyebalkan.

———————————

Saya terus menghindar bertatap mata dan berbicara dengan Mama  selama 2 hari berikutnya. Saya mencari dukungan untuk pembenaran tentang apa yang saya lakukan ke semua teman2 saya. Sampai akhirnya tadi malam saya menyadari satu hal.

Ibu saya sedang duduk menonton televisi sendirian, tampak begitu kesepian, tua dan dia menangis.

Sayapun tepekur merenung, merasa ada yang mengganjal di hati. Dipikir2, Ibu saya sudah kenyang makan asam garam kehidupan. Dia berkorban banyak sekali untuk mendapatkan kehidupan kami yang sekarang ini. Dia orang yang sangat keras kepala dan cenderung menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya. Dia posesif, dia over protektif, dia cemburuan, dia manja, namun saya tahu dia sebenarnya berhati baik, survivor dan mengharapkan yang terbaik untuk kehidupannya di masa depan.

Baru-baru ini Ibu saya mengalami serangan stroke ringan, diabetes dan darah tinggi. Dia masih dalam tahap menyesuaikan diri dengan pola makan terbatas dan tubuh yang tidak bisa diajak kompromi untuk berjalan jauh dan bergerak2 lagi. Sifat temperamennya yang memang sudah ada sejak sebelum sakit makin menjadi2, dia membentak, memaki, menuduh, semua orang yang bisa ditangkap mata. Sampai akhirnya, gue dan kakak gue pun habis kesabaran. Kami memutuskan untuk diam dan menjauh agar tidak merangsang kemarahan Mama dan kami tidak makan hati.

————————————–

Dalam pertengkaran kemarin, Ibu saya sempat berkata "Mama gak mau sendirian di masa tua! kamu harus kerja buat bantu Mama hidup juga nanti" (dia sempat panik karena gue bilang gue malas kerja kantoran, dia nangkepnya gue malas kerja maunya nganggur2 aja, padahal maksud gue, gue malas kerja monoton di belakang meja, terbukti gue nguap tiada henti selama jam kerja praktek, hoohh… nampak salah paham…). Entah kenapa sindrom Laba-Laba Ratu (baca ini) masih bercokol, jadi gue langsung ketakutan, di benak gue adalah gue dipasung, cuma boleh keluar untuk kerja, langsung pulang, setor gaji. udah. TIDAAAKK hidup apa itu!! saya juga mau jalan2 afterwooorrk!!! saya pengen bebas!! saya pengen jadi wanita gaul dewasa nan bertanggung jawaab!!!. Jadi gue langsung berkata "Gak mau". Jelas dia langsng kecewa berat dan putus asa.

Padahal kalo dipikir2, emang semua anak kayak gitu kan ya?.
Emang sebagian besar orang tua pasti bersikap rese dengan menuntut anaknya banyak di rumah.
Emang sebagian besar orang tua khawatir anaknya kenapa2 (termasuk takut anaknya gila karena keseringan ngaca)
- berdasar pooling ke beberapa sahabat -

Saat ini, gue dan nyokap gue sama2 kayak anak kecil. Harus ada yang mau mengalah dan bersikap dewasa. Kalo masing2 saling menuntut yang lain untuk mengerti ya gak akan pernah selesai. Nyokap gue bakal kesepian dan stress terus (dan berdampak buruk pada kesehatannya) dan gue bakal gak enak ati, apa2 gak enak (3 hari itu gue bengong di kantor terus).

oh damn. kayaknya harus gue deh yang bergerak.
Jadilah seharian ini gue berpikir dan berpikir, dan yah, akhirnya gue nemu juga salah gue dimana.

orang bijak gak akan mati2an mempertahankan keinginannya, tapi memikirkan solusi yang menguntungan semua orang.
orang bijak gak akan terbawa emosi.
orang bijak akan sabar menghadapi masalah.
orang bijak akan menghadapi kemarahan Ibunya dengan tersenyum pengertian (meskipun sebenernya belum bisa ngerti),mengatakan hal yang menenangkan (meskipun dirinya lebih kebat kebit).
orang bijak akan melawan rasa trauma dan tidak nyamannya demi menjaga perasaan Ibu sendiri (meskipun…. dia tidak bisa berhenti menggoyangkan kaki karena gugup)
orang bijak akan menjaga hubungan antara orang2 yang disayanginya agar orang2 itu tidak saling cemburu dan membunuh (hohoho)
orang bijak akan merencanakan hidupnya dengan baik dan penuh ketekunan.

…dan masih banyak hal bijak yang akan orang bijak lakukan. Hehehehe.

kalo memang gue ditakdirkan gendut selamanya, gue mau jadi ‘gendut bijak’, jangan ‘gendut antagonis’.

‘gendut bijak’ terdengar lebih bersahaja, kan?

hahahahahahaaaaa…..

kayaknya nanti malam gue bakal coba ngomong ke nyokap deh.
Doakan ya!

I guess, gue baru naik 1 level lagi? horeeee!!!

Baik2lah dengan orang2 yang menyayangi kalyan, teman2…. terimakasih sudah mau membaca, luph u all! 

Mandhut. 

Tentang Manda, Thoughts, Konyol, StressJuly 23, 2007 12:19 pm

Kangen Bandung.

Kangen sahabat-sahabat dan teman.

Kangen privasi.

Kangen kebebasan. 

Kangen kebahagiaan.

Kangen Bokap.

Kangen Nenek.

Kangen ketulusan.

Kangen kebaikan.

Kangen pengertian.

Kangen tawa.

Kangen canda. 

Kangen kewarasan.

Kangen uluran tangan.

Kangen dukungan.

Kangen senyuman.

Kangen jadi diri sendiri.

Kangen kangen kangen…..

 

heheheehe,,,, *bagi yang mengerti, mohon komentarnya dikontrol, huhuhuhu,,,,*



 
manda. 
Sehari-hari, Event, Konyol 11:32 am

Weekend yang lalu, saya diajak Tante saya (adik perempuan almarhum bokap) untuk menghabiskan malam-minggu-ceria di sebuah tempat yang -mengutip promosinya- ‘keren abis deh, de! ditanggung nagih!’. Mendengar promosi hebohnya, saya jadi penasaran, jadi saya tanya, nama tempatnya apa?, dimana?, emangnya di sana ada apa aja?, tapi dia menjawab semua pertanyaan saya dengan ‘udah deeeh… rahasia, pokoknya ikut aja’.

Yah, berhubung Tante gue ini salah satu kerabat favorit gue (dia suka ngajak gue jalan2 sejak gue kecil dan udah anggep gue kayak anak sendiri), disertai kenyataan bahwa dia sesama Leo (terjamin seleranya, wahahaha), ya gue nurut dan tenang2 aja, hehehe, lumayan, itung2 jalan2. lalalala.

Jadi Sabtu lalu, dia menjemput saya dari rumah pada pukul 12 siang. Sebelum kami ke tempat-yang-dielu-elukan itu (tempat itu buka malam hari, kami berencana pergi ke sana pukul 8 malam) kami berjalan2 menghabiskan waktu di daerah Senayan, kami makan masakan cina, sepiring kentang goreng Fiesta Steak (yam! enak bangeett,,, kapan2 mau lagi!), es krim swensens (lalala), kami bergosip, kami tertawa, kami window shopping, kami shopping (ternyata window shopping tak cukup memuaskan, wahaha) dan masih banyak lagi. Oh, kami bahkan nonton Transformer bersama!. Haha.

Di luar kegemarannya mencubit2 dan repetitious parah (saya tipe orang gak suka dipegang, dan dia bercerita hal yang sama, berkali2 :P bahkan orang sabar kayak saya agak kwalahan, duh duh duh), dia adalah Tante yang sangat baik, teman bertukar pikiran yang sangat menyenangkan :P . Love her sooooo much!.

Dan tibalah pukul 8 malam, dia membawa saya ke sebuah klub di dekat Plaza Senayan (oh pantes ngajak jalan-jalan siang-nya ke Senayan…). Tante saya ini adalah seorang pemerhati jazz kelas kakap, oleh karena itu, tidak heran dia mengajak saya ke sebuah klub jazz bernama Black Cat. Sebenarnya saya gak masalah, secara saya orang yang suka jalan2, wanderlust berlebih, saya suka musik, suka nyanyi dan suka jazz juga. Yang jadi masalah adalah, SAYA GAK NYANGKA KALO DIA BAKAL BAWA SAYA KE TEMPAT HIGH-CLASS MACAM ITU! JADI SAYA BENERAN GAK MEMPERSIAPKAN DIRI!. hahahahaha….

 

Serius, gue bener2 salah kostum, gue kesana dengan rambut lepek (habis jalan2 seharian), potongan poni miring (hasil coba2 potong sendiri kapan itu, jelek banget jadinya, lebih panjang sebelah kanan), rambut bob-mengembang (yang sengaja saya biarkan demi untuk mendapatkan rambut panjang idaman), muka bminyak tanpa make up, kaos semi-ketat warna kuning, rok span bahan jeans stretch favorit yang udah buluk, sendal tali2 coklat tua kesukaan yang gara2 kebanyakan dipake sekarang jadi longgar2 jelek… (jadi mirip sendal Wiro Sableng 212, huuuhuuu….), tanpa tas. cuma bawa hape buluk GSM yang sering disangka CDMA.

Di antara gucci, channel, prada, liz claiborne, mango, X (s, m, l), Hugo Boss, jimmy choo, charles n keith, rambut2 hasil polesan kerastase, make up  professional, wewangian eksotis-maskulin-segala rupa (ah pokoknya gemerlap). Gue kayak gorila nyasar. Gue kayak upil di tengah2 es krim. Kayak pare di dalam cheese cake. Kayak tompel di muka Dian Sastro. Bisul di pantat Michael Schumaker. Apalah itu segala perumpamaan yang menggambarkan ketimpangan situasi dan perusakan suasana. Gue merasa seperti itu.

Tante gue mah keren, dia pake jeans bermanik (keren), kemeja lengan longgar broken white, kalung etnik biru (huuhhh sukaaa), selop kupu2 biru (sukaa.. dilungsur doong…), dan tas leather biru merek vnc, rambutnya di blow seadanya. hua. curangwati. kita cabut aja yang ‘love her sooo much’ gimana? gaklah. hahaha.

Tapi yasudahlahya, show must go on. maka, dengan kepercayaan diri dipompa berlebihan dan pandangan berkesan gue-udah-terlalu-sering-ke-black-cat-ampe-gue-gak-bisa-mbedain-antara -club-high-class-ini-dan-warung-tenda-bubur-ayam-sukabumi-deket-komplek ke seluruh orang yang tanpa sengaja bertemu mata (untuk memaafkan diri sendiri atas kostum yang gue kenakan, huhu…) gue berjalan menuju tempat duduk yang sudah disediakan. Paling depan. deket panggung.

Oh cool. gue kena lampu panggung. suasana klub gelap remang2 dan gue tersorot lampu panggung warna putih kebiruan. entah perasaan gue doang ato apa, tapi kayaknya punggung gue udah panas dipandangi dan gue dalam hati gue setengah bersiap kalau para pengunjung mulai meminta gue melawak sembari nunggu penyanyi jazz-nya datang (mungkin mereka kira gue badut? mungkin loh..).

untungnya tidak. dan band pun memulai pertunjukan mereka tanpa ada lawakan. hahaha.

Akhirnya gue mulai bisa menikmati suasana di klub. gue cukup menikmati musik yang disajikan (penyanyinya namanya pinky, euw), menikmati makanannya (chicken breast with pure tomato sauce dan salad yang yummy), minumannya (hot tea, kayaknya gue mule masuk angin, soale). Mbak2 di meja sebelah gue lumayan mengesalkan dengan bertingkah aneh saat lagu "Just The Two of Us" versi jazz didendangkan, dia bergoyang ke kiri dan ke kanan sembari memberikan simbol ‘V’ (maksudnya ‘two’ kali ya) dengan kedua tangan, very silly, sok imut, pengen gue toyor kepalanya. hiiih. tapi di luar itu semua menyenangkan. hahahaha..

well, next time kalo gue jalan2 ma Tante gue lagi, gue akan lebih hati2. hahahaha. biar gak saltum!

buat para penggemar jazz, kalau kalyan ada waktu, berkunjunglah ke Black Cat, Gedung Arcadia, Senayan, liat sitenya disini.

mandhut. 

Budaya, Family, Sehari-hari, StressJuly 19, 2007 2:34 pm

Sudah 2 minggu ini, keluarga gue kembali diteror oleh telepon misterius.Kira2 sudah beberapa kali pelaku melancarkan ancamannya.

Pelaku selalu menelpon pada pukul 1 - 3 dini hari, mengaku mencari Ibu saya. Karena biasanya pada jam segitu Ibu saya sudah tidur, ya tidak disampaikan. Lalu dengan suara tipis-serak-menyeret2 (kakak gue bilang, suaranya kayak orang bgn tidur, bokap tiri gue bilang suaranya dibuat2, gue bilang suaranya mesum :P ) pelaku akan mengancam seperti ini :

"….bilang ya sama Ibu Linda, nanti saya bunuh dia…."
"….saya hancurkan keluarganya…."
"….saya bunuh dia…."

oh please, get a life. Mendingan lo buka usaha tambak udang sana, ketimbang kurang kerjaan gitu. Tambak udang. Tambak cumi. Jadi meskipun gak ada manusia yang mau temenan ma lo (karena lo FREAK), at least udang dan cumi mau. sana sana. huh.

Oh Back to topic,
Yang pernah mengangkat telepon horor ini cuma 3 orang, Gue, Kakak Gue dan Bokap Gue. Dan kami bertiga sepakat untuk gak memberitahu Nyokap (dia pasca stroke dan emang emosinya lagi SANGAT labil), paling penjagaan di rumah aja yang lebih diperketat. Kami menyuruh 2 orang Tenaga Kerja Indonesia, Eno’ dan Teguh, untuk bergantian jaga malam di ruang keluarga setiap harinya dan mulai kemarin malam, kabel telpon rumah saya dicabut kala dini hari.

Gak panik? gak takut?
eng,,, gatau deh kalau Kakak n Bokap gue merasa seperti apa saat ini, tapi kalo gue, gue gak sepanik itu. Well, yes, gue khawatir, tapi gak ampe gak bisa tidur kayak Kakak gue (dia gak bisa tidur abis angkat telpon itu). Bukannya gak berbakti, bukannya gak sayang, bukannya soktau, tapi udah bisa mengendalikan diri soal beginian karena udah terbiasa.

Iya, terbiasa.

Soalnya, seinget gue, dari sejak gue masih kecil, waktu Nyokap gue masih kerja kantoran, Nyokap sering banget dapet ancaman2 serem kayak gitu. Yang diancem rumah bakal dibakar lah. Diancem anak bungsunya (gue) bakal diculik dari sekolah-lah (hari itu gue dijemput pulang cepet dari SD). Yang waktu gue TK, ada orang brewokan dateng ke rumah nodong2 nyokap gue pake pisau dapur-lah (untungnya, waktu itu, Bokap kandung gue masih ada, dia juara Judo -bangga-, Alhamdullillah orang gila itu sukses dibanting-digampar-dipelinting Bokap dan tidak mati, hohoho,,,,,).

Itu baru fisik, belum yang mistik. Waktu itu pernah Nyokap gue lagi bantu2 beberes buat jamuan Idul Fitri di rumah Eyang Putri, lagi mengelap barang2 pecah belah yang mau dipakai di hari H, tiba2 barang2 tersebut melayang di udara dan menyerang Nyokap (dan Eyang Putri pun langsung menyelamatkan keadaan dengan menabur garam ke udara, dan barang2 langsung statis sejenak dan berjatuhan jadi beling, weee Eyang Putri kayak Vampire Slayer!!!), pernah juga menemukan ‘benda2 aneh-klenik’ di rumah, waaahhh.. banyaaakkk….!!!!

Gue gak ngerti kenapa Nyokap gue sering jadi sasaran. Kenapa ya?

Jangan2 Nyokap gue sebenarnya adalah Ratu Inggris yang melarikan diri….? (berarti gue… kyaaa.. hoho….)

Jangan2 Nyokap gue datang dari dimensi lain, dari dunia dengan teknologi setingkat Transformers? (dia sebenernya bisa merubah diri jadi robot, kodenya Bamas Bee, temen Bumble Bee *ada seorang teman baik menjuluki nyokap gue bamas, alias mbak-mas, karena tampilan nyokap 20 tahun belakangan memang agak androgyny dengan rambut pendeknya*)

Jangan2 Nyokap gue anggota MIB? (Men In Black, iya jangan2 dia Men pula, bukan Women…..)

Hahahaha,,,,

Siapapun dia, dia tetap Nyokap gue, gue akan menunggu dia mengaku ;)

Yah gitu deh, gue akui Ibu gue (dan keturunannya) memang unik. Ada2 aja kejadiannya. Minta doanya aja ya, moga2 kali ini semua tetap aman damai terkendali. Amin.

Btw, soal telpon iseng baru2 ini, gue jail euy….

Waktu bokap tiri gue yang angkat,
thu orang habis dimaki2, dan orang brengsek itu langsung tutup telpon.

Waktu kakak gue yang angkat, thu orang dimaki juga, langsung tutup telpon…

Waktu gue yang angkat, gue bilang salah sambung, ampe dia nelpon untuk yang ke-3 kali-nya. Yang ke 3, baru gue ladenin (suara gue, gue ubah2, huhu), terus dia mulai kasih pesen2 emas itu kan, pesen bernada… "Saya bunuh Ibu kamu…. bunuuhhh…" itu loh, terus gue bilang "Ok, ada pesan lainnya?" dengan nada-operator-teladan. Mendengar itu, nampak dia sempet bengong sesaat terus langsung tutup telpon, padahal gue baru aja mau ngasitau wejangan tambak-menambak tuh.

Salah banget ngobrol ma gue. eh moga2 dia gak tersinggung. eh iya. aduh jangan2 dia tersingguung… gyaaaa….

Manda yang jadi parno.
Sehari-hari, KonyolJuly 16, 2007 3:10 pm

Dengan ini, saya mengklarifikasi, bahwasanya posting berjudul ‘Gendut.’ di bawah ini murni bertujuan untuk membuat tertawa.

tertawa, sesuatu yang bernada hahaha dan hihihi.

tertawa. 

Bila ada yang nama2nya disebutkan, itu bukanlah untuk menyindir, menghina, menyatakan ketidaksukaan atau meminta supaya jangan panggil saya gendut lagi. Itu hanya untuk keaslian dan keutuhan cerita.

Ohmaigad, mana mungkin gue menjatuhkan orang via blog.

….

oh well, at least tidak sekarang. haha. 

Pokoknya bukan itu maksudnya. Jadi berhentilah meminta maaf dan mengusulkan nama panggilan lain seperti ‘cinta’ atau ’sedikit gendut’ atau ‘langsing’ (omaigat ini lebih ngeledek) baik via telpun, sms atau comment blog.

Ohhh saya bahkan sedang malas2nya berdieeett,,, :P  

Oh temaaaan,,, sepanjang berteman dengan saya, tidakkah kalian mengerti bahwa selain drama queen, gue agak masochist? gue menikmati pengorbanan yang bisa membuat orang lain bahagia, saking menikmatinya udah gak gue anggap ledekan lagi.

Malah seringkali saya meledek diri saya sendiri lebih kejam.

mengertikah? saya masochist. Saya bangga atas ke-naas-an yang saya alami. hahahaha. keren kan saya.

Jadi jangan berhenti, tetaplah panggil saya gendut sampai saya tua nanti.

Saya percaya dengan sangat bahwa itu bukti kasih sayang dan perhatian, bukti kehangatan, persis seperti saat saya memanggil ‘gendut’ pada Sila si Mbak 45 kg, Iprit si mbak 55 kg dan Hanin si Betis.

Dengan begitu kita merasa lebih dekat bukaaaannnn??? (teori yang aneh)

Jadi santailah, teman2,,,, jangan terlalu dikhawatirkan, I’ll tell you personally kalau emang ada yang mengganjal. trust me. hehehe.

gosh, kayaknya gue memosting sesuatu yang bikin salah paham. hahaha. lain kali lebih ati2. 

manda yang gendut. 

 

Tentang Manda, KonyolJuly 13, 2007 12:46 pm

Perhatian :
Postingan ini sangat panjang. Pemotongan dan pengeditan hanya akan mengurangi makna cerita (beneran, gue udah usaha memberikan yang perlu2 aja). Jadi, bacalah kalo lo bener2 senggang. hehehe. 

Saya tahu, bahwa judul postingan ini pasti sangat mengundang selera pembaca, terutama yang pernah mengobrol dan bertemu dengan saya, bukankah begitu? hohoho.

entah kenapa saya yakin-sangat kalo ada yang paling bernafsu membaca di antara semuanya, itu si Nyer dan si Kawan. Nyer, karena emang dia ada dendam pribadi sama saya soal gendut2an ini dan Kawan karena dia emang devil sejati.

well, postingan ini anggaplah sebagai hadiah untuk kalian, teman2 tersayang… bacalah dengan konsentrasi penuh. jangan ada yang terlewat. postingannya panjang ni. huhuhu.

cukup, cukup. mari lanjut,,,

gendut.

Saya sudah mendapatkan anugerah ini sejak saya kecil sampai sekarang. ahaha. kalo mau dihitung2, selama 20 tahun 11 bulan kehidupan saya, cuma 1 tahun pertama kelahiran saya, saya terhitung sebagai manusia dengan berat normal, sisanya saya habiskan dengan kelebihan berat badan.

Sejak umur 5 tahun, saya sudah diharuskan diet oleh dokter anak, konsumsi susu, gula dan nasi saya dibatasi. kenapa? karena waktu umur segitu, berat saya udah 31 kg dan saya pernah demam, buta sesaat dan pingsan karena kegendutan (beneran kasus yang aneh..). Waktu kelas 1 SD berat saya 45 kg. Waktu 6 SD berat saya 65 kg (saya seberat Bapaknya sahabat saya waktu itu).

Dan seterusnya, bayangkan sendiri bagaimana deret geometri-nya. hahaha.

Masa 4 SD - 2 SMP saya habiskan dengan perasaan minder karena berat badan. Kalau waktu itu anda melihat seorang gadis-gendut tebal-hitam-merengut dan menyebarkan aura Dementor (hey, saksikan Harry Potter 5 di bioskop2 terdekat!), yah mungkin itu saya, coba aja tanya namanya, wahahaha. Barulah setelah kelas 3 SMP saya mulai sedikit mengenal yang namanya inner beauty dan ketulusan hati manusia (ya ampun, ada toh?).

Waktu berlalu, sejak SMA saya mulai semakin mengenal cinta dan persahabatan, maka kepribadian sayapun semakin berkembang menjadi lebih percaya diri dan saya sudah bisa sedikit2 mengontrol berat badan :P .

yah meskipun masih gendut aja sih. ahahahahaa….

dan begitulah ceritanya, sampai saat saya menulis postingan inipun saya masih gendut. saya gendut-teronggok-di-kursi-kantor-curi-curi-posting huhuhu….. (apa seh?)

gak coba diet? pernah, tapi karena terlalu semangat, rambut saya rontok 50% dari keseluruhan kepala, tadinya tebel jadi super tipis.ahahaha. padahal lumayan thu, waktu itu turun 20 kilo. huhuhu.
nasib nasiiib…

——————————

haaaahh…. begitu banyak pengalaman naas dan malu2in sehubungan gendut ini. Alhamdullillah, saya masih bisa berpikir jernih dan bertahan hidup ampe sekarang, saya gak sedot lemak dan saya gak psikopat, buktinya, saya gak menangkap wanita2-berat-ideal lalu mencekoki mereka dengan bubur ayam+ati+bayam dan susu campuran ovaltine-dancow 4 kali sehari, seperti yang dulu Mama lakukan pada saya sewaktu balita. Saya akan memasukkan makanan ke mulut wanita2 itu sambil terus mengoceh dengan mata nanar, "Ini semua karena Mama, lemak untuk kalian semua, lemak untuk kalian semua, lemak-untuk-kalian-SEMUA… hahahahaha…..!!!!.". Wanita-wanita itu baru saya lepas kalo udah bertambah 40 kilo.. wahahaha. omigod itu gak banget.

Ngomong2 soal kejadian naas, saya jadi ingat suatu hari di bulan Maret 2007 di IF ITB. Hari itu entah kenapa saya merasa semua orang memojokkan saya dengan kegendutan. huh.

hari itu, saya kelaparan karena belum sarapan (bangun kesiangan) dan saya baru bisa berjalan membeli makanan pada pukul 9.30. perut keroncongan, kepala keliyengan, darah rendah kumat, wah rasanya gak karu2an. tapi dasar bandel, entah kenapa tiba2 jadi kepengen diet dadakan (lumayan 0,0001 kilo), saya gak kepingin makan berat, hanya ingin memakan sesuatu yang sekedar mengganjal perut, jadi bergegaslah saya menuju toko snack di gerbang ITB yang berjarak agak jauh dari gedung IF (sengaja pilih disana, supaya agak olahraga) untuk membeli roti gope (roti tipis, isinya angin, lebih kecil dari telapak tangan, harganya gope) dan aqua gelas. syubidubidudamdam.

Dengan hati gembira setelah berbelanja, saya kembali ke IF sambil mengempit dompet di ketiak kiri, menggenggam roti di tangan kanan dan aqua gelas di tangan kiri. tapi baru saja saya sampai di pelataran parkir IF, saya berpapasan dengan si Angel, teman seangkatan saya, "Genduuuutt…. makan teruuusss!!" katanya tanpa-dosa-sambil-lalu.

he? saya bahkan belum sarapan dan saya cuma makan roti-isi-angin dan saya dibilang makan mulu? sebelah mananya yang ‘makan muluuu’???

…yaudahlah.

Dan sayapun lanjut berjalan sambil gigit2 roti. begitu sampai depan Himpunan Informatika, saya ketemu Dara Cilik, dia lagi mejeng2 di depan himpunan sambil flirting2 kiri dan kanan. aahahahaa…

"Jo! dari mana lo?" (emang gue dan Dara Cilik selalu memanggil dengan sapaan ‘Jo’ entah sejak kapan)
"dari depan, beli roti, laper. hohoho"
sahut saya.
"makan mulu lo, pantes gendut, eh roti apaan?"
tanya Darcil sambil senyum2.
(oh oke, ledekan kedua hari ini, ah sudahlah) "Roti coklat gope-an, mau?"
jawab saya sambil menyodorkan roti ke Darcil.
(melihat dan merinding jijik) "enggak, makasih."
tolak Darcil.

Tiba2, Darcil dipanggil ke dalam himpunan oleh seseorang, jadi pembicaraan terhenti karena Darcil harus memenuhi panggilan, haha. Dan sayapun melanjutkan perjalanan ke lantai 3, menuju kelas tempat mata kuliah ke-2 hari ini berlangsung.

Sesampainya di lantai 3, saya segera menelan sisa roti, membuang plastik pembungkus dan aqua di tempat sampah terdekat dan langsung masuk ruangan, tiba2 saya disambut dengan teriakan "GENDUT! kangeeennn…!!!!" sudah pasti itu si Taniko, saat saya menengok ke arahnya, dia sedang berlari2 kecil di antara bangku2 untuk menyambut saya. "Mandikooo!!!! masa ya tadi, blablabla…." dan begitulah dia menarik tangan saya ke tempat duduk kosong sembari berceloteh mengenai kejadian memalukan hari ini.

Saat kuliah dimulai, kami masih bergosip berdua -tentunya dengan volume dikecilkan-, tiba2 saat aura gosip sedang panas2nya si Frilla Chacha (ahahaha, baca posting ini) nimbrung entah darimana (dia kapan datengnya c? kapan dia duduk sebelah gue?) dan ikut bergosip bersama.
Semua menyenangkan,
ketika tiba2 di akhir pembicaraan, Frilla Chacha berkata begini pada saya, "Manda, gue sebel deh ama lo".
Saya terkesiap dan segera bertanya, "Hah? emang gue ngapain, La?".
"Abis lo gendut." jawab Frilla, singkat-padat-jelas-mematikan.

Saya terdiam, terkejut setengah mati. seorang Frilla. berkata begitu. pada saya. haaa….

abis lo gendut. gendut. gendut. gendut…. kata2nya terus terngiang di benak saya selama beberapa saat.

apa dia bercanda? I mean, apa dia benar-benar bercanda? kok kalo bercanda ngomongnya serius terus diem? maksudnya apa? ada apa ini? ya ampun, ini ledekan ke-4 hari ini.

Selesai kuliah, saya berjalan gontai menuju Himpunan. Sesampainya saya di depan ruangan sempit itu, saya bertemu Dara Sipit. Bagaikan menemukan pencerahan, saya langsung menghambur dan bercerita pada Dara Sipit, bahwa saya kelaparan dan entah kenapa hari ini agak sial karena semuanya ngatain saya gendut, even mereka cuma bercanda. Ibaratnya, seorang teman ngelitikin anda, semua masih terasa lucu, karena anda masih bisa tertawa2. Tapi kalo tiap ketemu orang di jalan, anda dikelitikin, bakal memar dan berakibat fatal gak sih? lama2 kan pinggangnya bisa kapalaaan.… ToT (perumpamaan yang aneeeh….).

Dara Sipit bersimpati dengan mengelus2 kepala saya sembari menggeleng2kan kepala dan berkata "cep cep cep cep,,,,, sabar ya dut….".
"Sebenernya gak seheboh itu sih, Pit, tapi aneh aja. ya kan?" tukas saya.
"Iya sih…" kata Darpit.
Saat kami sedang mengobrol, tukang somay langganan himpunan datang dan menaruh dagangan tepat di antara tangga dan mading di depan tempat kami berdiri.
"Tuh ada somay, katanya lo laper, makan gih!" usul Darpit.
"gak ah, daritadi dikatain gendut, males." jawab saya.
"HAH?! MASA CUMA GARA2 GITU DOANG LO GAK MAU MAKAN SOMAY KARENA DIKATAIN GENDUT….?!" entah kenapa si Darpit tiba2 berkata lumayan keras. Saya aja sampe terlonjak kaget.
"…HAHAHAHA"
….dan ketawa keras.
Tiba2 Ivankur (yang anu-nya disibak, ahahaha…) yang baru turun tangga, nimbrung dan bertanya penuh rasa-ingin-tahu "Apa? apa? siapa yang gendut?" katanya sambil mendekati kami berdua.
oh please, pake nanya. halo? kamu lihat saya?

Ah oke, nampak curhat ke orang yang salah. Ledekan ke-5 (atau 6? lupa) justru datang dari saudara seperguruan (Perguruan Mesum Barat, halah, apa coba, baca ini biar nyambung). huaaah. dan saat itu juga ada 4 orang junior yang sedang lewat depan himpunan, menengok dan tersenyum2. oh damn.

Jadilah gue cengar cengir basa basi dan beringsut masuk ke dalam ruangan. Meninggalkan Darpit dan Ivankur di luar. malu soale. hiih.

Ruangan Himpunan Informatika adalah sebuah ruangan berukuran 4 x 4 m dengan rak2 besar di salah satu sisinya dan locker di sisi lainnya, satu bulboard putih bertuliskan pesan dan jadwal2 kegiatan, kulkas berisi softdrink di dekat pintu masuk, makanan2 kecil berjejer di atas kulkas, 3 tumpuk kotak donat di tengah ruangan, daftar harga keseluruhan makanan ditempel di dinding kulkas, satu komputer dan satu tivi di sebelah kulkas dan tulisan besar yang diperuntukkan bagi orang2 yang suka berhutang, berbunyi "Andai kutahu, kapan tiba ajalku, akan kubayar, semua hutang-hutangkuuu…." (Andai Ku Tahu by Ungu) entah dimana, gue lupa soalnya, ingatan fotografis gue payah, hahaha….

Jam menunjukkan pukul 12 siang, dan ini merupakan peak time. Ruangan penuh dengan mahasiswa Informatika dari berbagai angkatan, umumnya dari angkatan 2005, 2004 dan beberapa 2003 yang masih eksis. Di sebelah sana ada yang sedang bergosip, ada yang sedang main catur, main kartu, main Igo, nonton tivi, berinternet, makan siang dan ada juga yang mengerjakan tugas menggunakan laptop. Ruangan penuh kayak sarang kelinci dan semua suara bercampur membentuk dengungan-dengungan yang memekakkan telinga.

Saya memutuskan untuk duduk di tempat kosong dekat kulkas. Beberapa detik setelah saya duduk, si Darpit memanggil saya dari luar pintu himpunan yang terbuka lebar,

"Maman! makan somay gih, beneran gamau?" kata Darpit.
"Gak ah, malesss… " jawab saya.
"Ih, beneran gamau gara2 itu? gapapa kaliii.. makan aja yuk, cinta?" bujuk Darpit sambil sesekali minggir kalau ada yang mau keluar atau masuk himpunan.
Duh. males. beneran. akhirnya saya melihat sekeliling dan menemukan kotak donat teronggok sekitar 2 meter dari saya. aha!
"Gak Pit, gue makan donat aja!" jawab saya sambil menunjuk kotak donat di tengah ruangan.
Darpit-pun menyerah dan tak lama dia sudah hilang dari pandangan, mungkin mengobrol lagi dengan Ivankur.

Saya sudah katakan sebelumnya bahwa ruangan penuh, dan saya malas untuk berdiri dan ber-misi-misi-maaf-maaf hanya untuk mengambil donat, jadi saya mencolek punggung orang terdekat yang ternyata adalah teman seangkatan saya, Amahl.

Amahl menengok dengan tampang polos. dia sedang mengunyah donat coklat bertabur kacang.
"A-ma-hel, ambilin kotak donat di depan lo dong!" kata saya.
"Ha?" Amahl nampak bingung.
"Ambilin kotak donat, gue mau makan!" ulang saya dengan suara lebih keras.
Amahl gak jawab. cuma bengong ngeliatin saya.
duh kesel. gue laper.
"DONAT! MAU BELI! AMBILIN DONAT! LAPER! DONAT!" ulang saya lagi dengan suara lebih keras dan menunjuk2 kotak donat dengan histeris. mengalahkan dengung2 suara di himpunan.
"Ma-hel, Manda tuh daritadi minta diambilin kotak donaat,,,," bantu Hanin yang rupanya sedang duduk di dekat2 situ.
"Oh mau beli donaaatt…" jawab Amahl sambil tersenyum.
fiuh, thanks Nince.… emang se-gak-jelas itu ya tadi? sudahlah.
"….gue kira lo mau ambil donat yang lagi gue makan, makanya gue binguuung…hahaha…" lanjut Amahl sembari mengambilkan kotak donat yang gue inginkan.
gue menerima kotak donat dari Amahl sambil berpikir, what? jadi daritadi dia tuh bingung ketakutan karena merasa dipalak?
"Mandaa…. gue gak nyangka lo serakus itu ampe malakin donat A-ma-hel…jangan gitu dooong….kan kasiaaan…." sahut Vicky dari ujung ruangan plus tampang jail. Dan semua orang dalam himpunan langsung hening dan melihat saya.

Oh ingatkan gue suatu hari nanti ini orang perlu gue iket, gue kasi saripati jengkol sebanyak mungkin, biar dia keracunan dan berakibat parah ke alat vitalnya selama beberapa hari. hahaha. sebal.

Gue cuma diem, senyum2 ke semua orang, mendelik ke Amahl dan Vicky (ya ampun Amahl, gak gue sangka), senyum terimakasih ke Nince, ambil donat berlapis gula pink, memasukkan uang ke kotak uang dan bergegas keluar ruangan Himpunan sambil ketawa2 gajelas dan mengucapkan selamat tinggal.

kayaknya gue udah gila.

oh well, sebenernya kejadian hari ini lumayan lucu. gak seburuk itu kok, batin saya. Saya tersenyum dan bergegas menuju musholla lantai 2 untuk sholat Dzuhur.

Saya sedang menggigit2 donat dengan bahagia sembari menaiki tangga saat tiba2 saya berpapasan dengan Dadan si mantan Jejaka Tasik 2006 (iya dia ikutan tuh).

"GENDUT! MAKAN MELULU! BAGI DONATNYA!" kata Dadan sambil mengambil sepertiga donat saya, lalu pergi turun ke arah Himpunan.

………..

AAAAAAAARRRRGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!

THE END.

 

Testimonials :

"Gak lagi Jo… lo tuh gak gendut, lo besar, badan lo masih berbentuk, tapi yah, memang ukurannya besar2…"
(Si Dara Cilik alias Mawar, beratnya selalu berkisar 42-47 kg)

"kamu GENDUT. mengakulah."
(Si Dara Sipit alias Melati, huh.)

"Manda jangan kuruuuss,,, kalo kurus nanti gak empuk lagi…"
(seorang teman cowok berinisial T di masa SMA, yang suka tidur2an di lengan saya kala istirahat siang, mang’ gue kasur?)

"Gendut teriak Gendut!!! Tahu diri dong!!!"
(Nyer, gendut sejati, dendam kesumat sama Manda, gatau kenapa, wahahaha….)

"GORILA!!! LO TUH GORILA! GENDUT! BABI! GORILAAA…..!!"
(Kawan, tinggi 179cm, berat 77kg, selalu merasa gendut, dulu beratnya 87kg dan sekarang kayak kacang lupa kulit, minta disebut di postingan kali ini)

"Mbak Manda kan gendut2-ceria, gak kayak aku dulu…"(V, adik perempuan Kawan, dulu gendut, sekarang langsing, entah apa maksud perkataannya)

"Gue gendut dan gue menceritakan hal ini karena gue anggap lucu, siapa lagi yang segitu desperate-nya hingga mau bercerita soal ini, kalo bukan gue? hahaha…."
(Manda, 165cm, berat belum tahu karena takut nimbang, masih gendut dan saat ini gabisa berenti ketawa)

 

Have a nice day everyone,

 
manda
(yang mau komen foto di atas, monggo…)

 

 

Tentang Manda, Sehari-hari, KonyolJuly 12, 2007 4:34 pm

Judul yang gak enak dibacaaa,,,, wahahahahaa,,,,,

Iya nih, ikut2an maen Tag-Berantai-6-Keanehan. hahaha. kemaren saya lagi blogwalking terus gak sengaja baca di blog-nya mbak ini, rupanya saya di-tag, huhuhu,,, :P

yasud mulai saja,

1. Gak bisa liat luka dan darah orang lain.
Iya, gak bisa. Kalo diri sendiri yang jatuh, terluka dan berdarah sih gapapa. Tapi kalo ngeliat orang lain berdarah, beset, luka, bonyok, apalah itu, perut saya langsung melilit. Merinding2. Perasaan gak enak. Mual. Pening. Makanya saya mendingan menjauh. Hii. Dulu saya gak begini loh, keanehan ini baru muncul sekitar semester 2 yang lalu, kira2 kenapa ya? hahahahaa.

2. Terobsesi pada novel dengan embel2 -logy dan bertema pelacuran.
Sejak saya kenal dengan novel trilogy LOTR, saya jadi tergila2 dengan novel2 berembel -logy. Dimulai dari Trilogy LOTR tentunya, lalu Tetralogi Klan Otori, Trilogy Warisan, Trilogy Dark Material, Trilogy Supernova, Trilogy Indiana Lesmana, Trilogy Bartimaeus, Tetralogi Laskar Pelangi. Wah gaswat pokoknya.
Juga sejak saya baca Memoirs of Geisha yang stunning itu (KEREN!), saya jadi nyari2 deh, The Magdalen, Harem, Kembang Jepun dan masih banyak lagi.
Aneh? ya emang aneh. gatau kenapa :P .

3. Menyukai kentang lebih dari apapun di dunia.
Saya suka keju. Saya suka ayam goreng. Tapi gak ada yang mengalahkan kesukaan saya akan kentang. Kalau suatu hari anda makan bersama saya dan saya memesan makanan dengan kentang, jangan berani2 comot kentang saya, ya gapapa sih, satu-dua, tapi jangan semua! prinsip saya, mending kehilangan daging daripada kehilangan kentang. Dan kalo anda makan kentang depan saya, jangan disisain, saya gregetan liatnya.

Saya bahkan bisa memberitahu anda perbandingan kentang goreng di fastfood2 ibukota. Kentang McD gak enak karena agak keras dan seret. Kentang KFC enak kalo panas, kalo dingin bentuknya langsung letoy kayak toge dan lembab, ditambah lagi, kentangnya kurus, males banget. Kentang Texas enak, bumbunya pas dan tahan lama, pokoknya pas. Tapi dari seluruhnya, saya paling menyarankan kentang Popeyes karena rasanya enak, ditambah lagi mereka punya mashed potato dan curly fries. Ato, rasakan kenikmatan kentang kukus + keju (cocok buat diet) dan kentang goreng tebal Wendy’s yang dicolek dengan cheese sauce, waaaaa nikmaaattt…. ToT. A&W? gue gak demen, bumbunya ketajeman. hohoho.

Saya menyukai semua produk kentang mulai dari donat kentang, kentang goreng, kentang rebus, kentang kukus, perkedel (saya suka ngegado perkedel, tanya Darcil or Darpit), mashed potato, kentang wedges, pastel kentang, kentang bumbu, sambal goreng kentang, keripik kentang, sampai kentang panggang. Waktu itu saya pernah dimarahin sama Mama gara2, saya menghabiskan satu sloft-ukuran-sedang kentang panggang bikinan Tante saya dalam waktu kurang dari 12 jam. Saya beneran gak sadar, saya cuma ngambil sepotong demi sepotong, tau2 abis aja. Dan tahukah kalian kentang panggang itu dibuat seperti apa? adonan daging cincang, kentang tumbuk, telur, keju, susu dan peterseli dicampur jadi satu, lalu dipanggang dalam oven. Dalam hati, gue selalu berdoa semoga yang pertamakali bikin resep kentang panggang -siapapun itu- masuk surga. amin.

Saya bahkan bersimpati dengan tragedi Rumah Kentang, tapi saya gak bersimpati sampe pengen kesana malem2 cuma untuk nyium bau kentang tengah malam. Hii.

tuh kan kalo uda urusan kentang, langsung panjang. hahaha.

4. Saya melafalkan huruf ‘k’ dengan ‘ek’.
Rokok. Maruk. Tamak.
Coba cari saya dan suruh saya ngomong 3 kata tersebut, pasti kerasa ada yang beda. Yang paling rewel soal ini tuh si Darcil sama Mbak QQ, kalo denger saya ngomong dengan pelafalan aneh ini pasti langsung mengoreksi. Bisa sih pake pelafalan normal, tapi kalo lagi semangat2nya gosip suka gak sadar kembali ke pelafalan lama. Gimana dong, didikan, ini ibu saya yang nyontohin, dia juga menderita pelafalan aneh ini, ampe sekarang. haiyaaa….!!!

5. Sepatu saya cepat rusak.
Coba liat sendal saya, pasti tipis di bagian sol dalam. Coba liat sepatu saya, pasti rusak di bagian sebelah dalam. Entah karena berat badan, cara jalan ato apa, pokoknya selalu gitu. Heran. Sekarang aja selop kantor saya udah semper, haknya menipis ke arah dalam, jadi sering keseleo kalo jalan, padahal baru dipake 3 minggu. Huaaa….

6. Jari tangan saya gendut.
Menurut saya ini aneh. Ada beberapa temen yang segendut saya, tapi jarinya tetep ramping dan mereka bisa pake cincin ukuran normal. SAYA? saya cuma bisa pake cincin ukuran lelaki. Ngebayang gak c, misal calon suami saya nanti mau kasi surprise beliin cincin untuk meminang saya?

Ade (wahaha, seenaknya) : "Mbak saya mau cincin, yang itu"
Mbak2 penjaga toko            : "Oh ini ya mas, yang sepasang cowok-cewek"
Ade (aaahhh ganteng!)      : "Iya yang itu, tapi yang cincin cewek tolong diganti ke ukuran cowok ya"
Mbak2 penjaga toko            : "….."

ngerti kan ngerinya kenapa? hua kasian dia…

bisa gak c kalo nikah nanti simbolnya gak usa cincin, tapi jam tangan ato gelang ato mobil? (gue gak suka kaluuung,,,, ToT)

yup, sekian 6 keanehan dari saya, saya men-tag orang2 berikut ini :
1. Sila alias Darcil, dengan pesanan khusus, berawal "Kalo gue monyong…." wahahaha.
2. BH alias Hamster, pengunjung setia kosan mesun, gue tau dia aneh, tapi ada baiknya dia sendiri yang mengaku. hahaha.
3. Funie, penghuni baru dunia blog, ayo teman, tunjukkan gayamu!! (jijik banget).
4. Mamat, wahahahaaaaaa,,, gotcha!
5. Tania, biar dia tambah rajin ngeblog. huhuhu.
6. Frilla Chacha, yang ngaku2 punya blog tapi sok2 misterius gamau ngasi alamatnya (heraaan….)

hohohohhohhohoooooo,,,,, :D

Manda. 

Family, Sehari-hari, KonyolJuly 10, 2007 1:09 pm

Hari ini, rumah saya heboh dengan suatu kejadian yang menimpa kakak perempuan saya, Mbak QQ (baca ki-ki, jangan kiyu-kiyu, haha).

Wanita berumur 32 tahun itu (ahahahaha, sudah udzur ya, sudah udzur…) merasakan shock berat dan kengerian luar biasa saat secara tiba2 dia kejatuhan sesuatu saat sedang menyuapi anak perempuannya bubur ayam, pagi hari ini.

sesuatu itu adalah cicak.

ya cicak. hewan berkaki 4, nyang suka nempel2 di eternit dan dinding, sambil berbunyi, ck ck ck.

jadi, entah dari mana cicak itu jatuh tepat di ubun2 Mbak QQ, lalu lanjut berjalan ke arah jidat Mbak QQ, karena jidat Mbak QQ agak luas dan licin (baca : jenong) nampaknya cicak itu terpeleset sedikit2, yang mungkin tadinya cicak bermaksud diam2 lalu pergi, eh Mbak QQ keburu tahu, Mbak QQ langsung panik, teriak2 sambil susah payah menyingkirkan cicak dari jidatnya dan yak, cicak mendarat sukses di sarapan ponakan perempuan saya yang manis,

cicak terdampar di semangkuk bubur ayam.

hiiii… jijik banget.

walhasil, Mbak QQ langsung menyuruh saya membuang bubur ayam tersebut (giliran yang gak enak, dikasi gue =P), dia terlalu panik untuk membuangnya sendiri, karena dia langsung berlari ke kamar ibu saya dan setengah berteriak berkata, "Mamaahh!! QQ kejatuhan cicak!". Maka, dengan sigap, Ibu saya langsung menyahut "Ayo cepet, bakar rambut sana, nih koreknya!" sembari memberikan korek api yang langsung dia ambil dari laci meja.

Lah? apa hubungan kejatuhan cicak dengan bakar rambut? hahahaha….

Jadi gini ceritanya, menurut kepercayaan keluarga Ibu saya, yang notabene masih keturunan Jawa asli, kejatuhan cicak itu pertanda sial yang lumayan gawat. Untuk menghalau sial, salah satu caranya adalah dengan membakar rambut korban-kejatuhan-cicak tersebut.

….

Oh ya ampun, jelas bukan seperti yang anda2 bayangkan-lah!, kalau yang dibakar semua rambut, betapa banyaknya orang2 Jawa, baik cewek maupun cowok, tua maupun muda, yang gundul gak c? oh please, yang dibakar, cukup sejumput kecil aja. Terus sembari dibakar, sembari ngomong, "Saya disini bukan bakar rambut, tapi bakar sial…".

Jujur, waktu pertamakali disuruh melakukan hal ini, saya menolak. Saya merasa ini tindakan bodoh, konyol dan agak klenik, makanya saya gak mau melakukan apa yang dianjurkan Ibu saya. Tapi berubung Ibu saya ngomel terus dan saya gakmau cari ribut, saya akhirnya menyerah dan melakukan saja.

Akhirnya keterusan deh mpe sekarang. Kalau kejatuhan cicak, saya tenang2 aja, tanpa disuruh, langsung ambil gunting dan korek api, terus lakukan upacara bakar2 rambut itu. Sebenernya gak percaya2 amat sih, tapi gak tenang aja kalo gak melakukan hal itu, kayak ada yang ganjel. Mau hari ini ato besok2, saya pasti bakal membakar rambut saya juga pada akhirnya. hehehe. Bukan karena takut atau bagaimana, tapi karena merasa itu sudah suatu keharusan, sama seperti kalau kita jatuh dan lukanya diobati dengan Betadine (promosi), seperti itulah yang saya lakukan.

Cuma tahayul. takut musyrik, Man. Iya ngerti, tapi entah kenapa gak bisa mengesampingkannya juga. Mungkin karena udah mendarah daging sejak kecil kali ya. Well, at least saya berusaha untuk tidak melakukannya lagi sekarang. Iya, dengan cara berhati2 di mana saja, jangan ampe kejatuhan cicak, jadi gak perlu ngelakuin bakar-bakar rambut ini.

bener kan saya? hehehe.

Lagian, nampaknya Ibu Laba-Laba (Ibu saya, baca ini) udah menganggap bakar rambut ini sebagai obat untuk segala bentuk kesialan, contohnya :

Manda          : "Ma, aku kemarin mimpi buruk, kenapa ya?"
Laba2 Ratu : "….besok bakar rambut de’, buang sial"

Manda          : "Ma, masa tadi siang aku kejatuhan tai burung gitu di kampus"
Laba2 Ratu : "kok bisa? yaudah bakar rambut aja, buang sial"

Laba2 Ratu : "Manda, hari ini kamu bakar rambut ya"
Manda         : "loh? kenapa?"
Laba2 Ratu : "Gaktau, mama ngerasa gak enak aja ma suasana rumah, hawanya gerah banget, takut ada apa-apa, jadi
Mama suruh semua anggota keluarga bakar rambut"
Manda         : "……"

Kalo dikit2 bakar rambut, abis dong rambut gueee???. Yang paling nyebelin itu kasus terakhir, dia di Jakarta, gue di Bandung, dan gue disuru bakar rambut gara2 cuacaaa di Jakarta???? ToT. Kayaknya nyokap gue sudah menjadi tahayulwati. Aduh aduuhh,,, Eyang Putri kenapa juga sih yang kayak gini mesti diturunkan ke anak cucu??? kenapaaa???!!

Gara2 kejadian terakhir, gue memutuskan untuk melatih nyokap gue untuk melepas diri dari tahayul2 itu. Kalau dia udah mulai kawatir2 berasa mau sial, langsung gue tepis dengan pikiran2 logis, jadi dia gak punya alasan untuk bakar rambut. Lagian, rambutnya dah mulai tipis. duh duh. 

Sekarang c, semua udah lumayan me-logis. haha. Tapi masalah lain belum selesai, muncul masalah baru lagi.

Entah kapan itu, gue, nyokap gue dan kakak perempuan gue pergi bersama. Kakak perempuan gue menyetir, nyokap duduk di bangku depan kiri, dan saya duduk di belakang. Sudah lama peraturan memakai Seat Belt diberlakukan, tapi dasar nyokap gue, tetep aja bandel gakmau pake Seat Belt, katanya gak enak, susah napas. Dibilangin nanti takutnya didenda kalo gak pake, marah2. Yaudah deh, terserahlah, toh kalau didenda, dia juga kan yang bayar, jadi ya gue dan kakak gue cuek bebek, lalalalilili.

Begitu sampai di daerah Senen, lalu lintas agak padat, jadi semua mobil berjalan lamban2. Tahu2, di sebelah kiri mobil, muncullah Pak Polisi, sedang mengarahkan mobil2 yang mau berbelok ke kiri. Spontan, Ibu2 langsung panik, mukanya pucet, dan berbisik2 "wah ada polisi! wah ada polisi!", kalau dia langsung pakai Seat Belt sekarang, pasti ketahuan, makanya dia cuma ngadep ke arah lain aja, pura2 tenang, gak mau cari perhatian. Gue dan kakak gue udah senyum2 pasrah aja, abis mau gimana, tadi kan udah dibilangin, tapi bandel.

Tau2, Ibu2 mulai merapalkan mantera aneh berbunyi "Tong tong blantong, tong tong blantong, tong tong blantong".

Ok. excuse me? apa itu?

spontan gue nanya dong, "apaan tuh ‘tong tong blantong’? Mama ngapain?".

"Biar kita lolos dari Pak Polisi, biar dia gak liat, tong tong blantong, tong tong blantong", kata Ibu gue.

ok. setau gue, nyokap gue bukan Naruto dan kami gak datang dari desa Ninja dan kami gak bisa menjelma jadi Kodok.

ya ampun mam, Mama kan kerja jadi sekretaris selama 25 tahuuunn???? (terus apa hubungannyaaaa, maaaaannn???)

muka gue udah gak karuan. udah bingung mau komentar apa, jadi diem aja, sementara Mbak QQ sibuk senyum2 liat tampang gue.

beberapa saat kemudian, Nyokap bisa bernapas lega, karena Pak Polisi gak menangkap basah dan mendenda dia atas kenakalannya tidak memakai Seat Belt. Dasar bandel, tetep aja abis itu gak mau pake Seat Belt, gak kapok yaaa, setelah lolos dari lubang buaya, tetep aja maen2 di kandang macan (apa sih) heran. Gak belajar dari pengalaman ya?

Selidik punya selidik, katanya, mantera ‘tong tong blangtong’ itu digunakan oleh leluhur kami sejak dulu kala untuk bersembunyi dari musuh, Ibu saya diberitahu oleh ibunya dan seterusnya, begitulah mantera tong2 ini diturunkan. Tanpa berniat bertanya secara lengkap, nama leluhur, tahun kejadian dan lain2, saya cuma bisa menghela napas.

Oh ya ampun, saya benci tahayuuulll!!!! 

manda. xP 

Sehari-hari, LoveJuly 5, 2007 3:30 pm

 

Namanya Ade.

Orangnya gede (jangan tanya apanya, pokoknya GEDE).

Ngomongnya Pede

Agamanya Pande (ok. mulai2 maksa) 

Ah mungkin kalo ada nama panggilan, bisa dipanggil dede.

 

……

ahahahaha,,, sumpah norak abis. gak bakat gue bikin puisi. ahahahaha,,,, ini udah termasuk kategori parah.

bukan pacar kok. sekedar naksir, orang kantor nan lucu di tempat KP. tapi dia bukan pembaca blog maupun teman, dan gak ada affliation yang bisa bocor2in soal ini, jadi bisa disebut dengan bebas. AHAHAHAHAHA.

ah cinta emang bikin norak. gak gak salah. gue kalo jatuh cinta emang suka norak, bukan cintanya yang salah. ah salah salah. aduh gatau deh.

tralalalala. syubidubidudamdam. 

lumayan deh buat semangat KP (kerja praktek).

hahahaha,,,,,,

udah ah, nambah gak jelas ni, lanjut aja ke postingan selanjutnya, hahaha. 

Maaasss Adeeee!!!!! senyum lagi dooonnnggggg!!!!!  :P gyahahahaha….

Manda yang sedang hepi