.
Uncategorized, Resensi, Thoughts, Friends, Sehari-hariJune 26, 2007 5:13 pm

 

Weekend kemarin, seorang sahabat lama dari jaman sekolah dulu menelpon saya. Kamipun asik bercerita kabar terakhir masing2. Pertanyaan2 menohok seputar, berapa IP lo? udah ada ‘Mas’ belum? masih gendut, Man? sempat terlontar dari mulut teman saya dalam pembicaraan kali itu. Waaakkkksss…. jangan ingatkan saya dengan kenestapaan hiduuupp yaaa…!!! ahahahaha. Setelah sesi tanya jawab kabar satu sama lain selesai, pembicaraan kamipun berlanjut ke sesi tanya-jawab-dan-spekulasi kabar orang lain selain kami berdua, alias gosip (haha). 


Teman : "Man, tau gak, si Jaka kan kabur dari rumah orangtuanya…" (bukan nama sebenarnya)
Manda : "Hah?! Jaka mana nih? Jaka Emon?"
Teman : "Iya Jaka Emon, temen sekelas kita waktu itu."
Manda : "Wei. Kenapa si Jaka pake kabur2 segala?"
Teman : "Katanya temen gue yang sejurusan dan lumayan deket sama si Jaka sih, emang si Jaka lagi berantem sama orang tuanya soal masa depan dia, katanya dia ngotot gak kepengen nerusin kul di tempat dia sekarang Man, dia mau ke bidang lain"
Manda : "bidang lain? apa? fashion?"
Teman : "Iya, kok lo tau sih?"
Manda : "Kan dulu gue lumayan deket ma dia. Banyak cerita lah. Weiii… sekarang Jaka dimana?"
Teman : "Gak ada yang tau, bener2 ngilang. Orangtuanya nyari kemana2, nanya ke semua temen2nya, tapi gak ada yang tau. Jaka gak ke kampus, gak ke tempat temen2nnya. Sekarang udah… berapa ya? 3 bulan kali ya? udah 3 bulan Jaka kabur dari rumah."
Manda : "Pasti kabur? gak diculik ato apa?"
Teman : "Kabur, dia ninggalin surat kok buat orang tuanya."
Manda : "Duh si Jaka…"

Selesai pembicaraan panjang dengan si teman, benak sayapun mulai melayang-layang mengingat beberapa kenangan akan teman lama saya si Jaka. Jaka yang namanya diembel-embeli ‘Emon’ karena perilakunya mirip Emon-nya Catatan si Boy. Jaka yang ramah, pengertian dan banyak teman. Jaka yang lebih lihai menggunakan maskara ketimbang anak wanita lainnya di masa itu. Jaka yang panik kalau berada di bawah sinar matahari terlalu lama (apaan c lo? vampir?). Jaka yang lebih suka bergosip ketimbang main sepak bola.

Sebenernya secara tampilan, Jaka lumayan ganteng dan bisa bikin beberapa perempuan sedikit ‘deg’ pada pandangan pertama (termasuk gue). Huh. Tampilan doang yang opposite sex, dalemnya sih sesama. Kalau bisa digambarin perasaannya, itu hampir sama seperti, lo makan pastel, lo berharap isinya soun, telur dan daging ayam, ternyata cuma buncis dan wortel cincang, kecewa bangeeett (eh persis kagak c? ahahaha, kayaknya enggak, yang penting PASTEL!). Begitu dia ngomong dengan dialek dan suara Emon-nya, langsung deh buyar semua fantasi indah bersama Jaka si senyum menawan, Jaka si atletis, Jaka si macho. Jaka si petualang. Jaka si the-next-zorro (euw, berlebihan) Adanya Jaka si eh-cewek-liat-dhe-kulit-ikke-tadi-malem-ikke-masker-niiih Kasihan perempuan2 itu. ahahahaha.

Jaka… Jaka… gue inget, kita pernah ngomongin soal karir masing-masing di masa depan. Waktu itu kita berdua udah lumayan saling mengenal. Lo tau gue suka banget menggambar dan pengen banget ke Jepang, lo mengusulkan gue jadi pengarang komik aja, terus dipasarkan ke Jepang deh (ahhh sampe sekarangpun gue masih kepengen). Sementara gue, karena mengetahui kegemaran dan bakat lo akan bidang tata rias dan fashion, gue mengusulkan lo menjadi seorang fashion designer. Inget gak Jak’???

Gue juga inget tampang lo yang miris setelah mendengar kata ‘fashion designer’ itu, lo cuma bilang satu kalimat ke gue "gak akan mungkin gue dibolehin jadi Fashion Designer". Dan guepun mengerti apa yang menghalangi lo. Keluarga lo yang berstatus tinggi dan kolot, posisi lo sebagai anak sulung di keluarga. Orangtua lo menekankan bahwa anak laki-laki harus menjadi kepala keluarga, harus menafkahi istri dan keluarganya dan sayangnya, orangtua lo juga berpikir bahwa pekerjaan seni bukanlah pekerjaan yang menjanjikan di masa depan. Masalah minat lo, ditambah dengan orientasi sex lo yang belum jelas saat itu, lo sudah menerima cukup banyak tekanan dari keluarga maupun lingkungan sekitar sejak usia lo masih sangat muda.

Saat itu, lo bilang ini resiko manusia hidup, tidak semua yang diinginkan bisa didapatkan, sebagai anak, sudah tugas kita berbakti dan menuruti kata orang tua. Lo memillih untuk mengesampingkan mimpi, membungkam suara hati. Saat itu gue kehabisan kata-kata, kalau memang lo sudah berprinsip begitu, gue bisa apa? pembicaraan kita seputar karir di masa depanpun terhenti sampai di situ.

Waktu berlalu,

Gue dan Jakapun terpisah, masuk ke lingkungan yang baru. Kabar terakhir yang  gue tahu adalah, bahwa Jaka terdaftar sebagai mahasiswa salah satu jurusan teknik di perguruan tinggi ternama, itupun bukan dari dia, tapi dari profil FS-nya. Kami benar-benar tak pernah bertanya kabar lagi, masing2 terlalu sibuk dengan urusan masing2.

————————–
Entah kenapa, gue gak bisa menyalahkan Jaka dengan peristiwa kaburnya dia dari rumah orangtuanya ini.  Malahan, gue cenderung mendukung. Akhirnya.…. Jaka bebas mengembangkan sayapnya, bisa bebas mengejar mimpinya. Sepanjang yang gue tahu, Jaka selalu menahan diri dan berkorban untuk kebahagiaan keluarganya, dia mati2an berusaha bersandiwara menjadi seseorang yang bukan dia, hanya supaya keluarganya tidak khawatir dan menanggung malu atas dirinya. Tapi sebesar apapun usahanya, keluarganya selalu mencium ketidakberesan dan menekan dia, mencaci, menuntut dia untuk menjadi seseorang yang mereka mau. Mereka bilang, itu untuk kebaikan dia sendiri, yang terbaik untuknya.
 
Gue geram, gue kesal. Memang Jaka berbeda dari yang lain, tapi pantaskah dia diperlakukan seperti itu?. Membimbing boleh, tapi menurut saya, memaksa dan mengatur, apalagi menekan, bukanlah termasuk bukti kasih sayang, tapi bukti depresi dengan kenyataan yang ada. Mereka ketakutan, jadi menghalalkan segala cara untuk menutupi sesuatu yang mereka anggap aib, itu yang mereka lakukan. Lagian, siapa yang menentukan ‘hal yang terbaik’ untuk seorang manusia? tiada lain ya manusia itu sendiri, wong dia yang ngerasain kok, orang lain mana berhak menentukan. Semua orang punya impian masing2, mereka berhak menggapainya selagi mereka bisa.
 
Tapi yah, every family have their own problems, so sebenernya gue gak berhak ngejudge juga c. Gue hanya berharap, seharusnya mereka bisa mengungkapkan kegusaran mereka kepada Jaka dengan lebih bersahabat. Dan seharusnya mereka bisa berdiskusi dengan lebih tenang dan pikiran terbuka, mereka mau mendengarkan dengan baik apa yang anak mereka Jaka inginkan, mungkin dengan begitu Jaka gak perlu kabur dari rumah untuk mengejar mimpi dan kebebasannya.
 
Yah, yah. akan gue ingat pelajaran ini untuk gue di masa depan nanti.
 
————– 

Haaaaaaaaahhh,,, gua menyesal lalai untuk keep in touch sama orang yang satu ini… :( . Sudahlah, yang jelas pengalaman apapun yang dia dapat, saat ini dia sudah memilih jalan yang terbaik untuknya. Semoga anak kunyuk satu itu selalu dilindungi Allah SWT. Mungkin, suatu hari, saya bisa melihatnya lagi, di sebuah stasiun televisi atau di majalah, menampilkan berita pagelaran busana rancangannya. Mungkin juga tidak seindah itu. Mungkin, saya baru bisa bertemu dengannya dalam waktu yang lama. Mungkin juga tidak. Sekarang ini, saya hanya bisa mendoakan keselamatan dan kesuksesannya.

Huh. Gara2 si Jaka gue juga jadi berpikir untuk mengejar mimpi2 gue sejak kecil. hahahaha. Sebenernya dulu pas mau masuk kuliah, ada sedikit bisikan hati untuk masuk jurusan tertentu, tapi gue urungkan, masuknya ke Informatika ITB dehhh. Harusnya gue lebih mendengar kata hati kali ya?. Ah sudahlah, nanti ikke jadi nyesel2, sekarang juga belum terlambat buat mengejar mimpi kok :P , apa gue ikuti aja jejak Jaka? ahahahaha.

Pokoknya, Jaka Sugooiii!!!! Kereeen!!!! Heroooikk!!! Dramatiss!!! apalah itu. Sayang, lo Emon, kalo gak udah gue sikat dari dulu. DASAR! ahahahaha (susah jadi perempuan jaman sekarang). Jak, wherever you are, take care ya. Nih, gue persembahkan sebuah lagu yang mengingatkan gue akan kisah lo banget. SEMANGAATT JAKAAAA!!!

Listen,
to the song here in my heart
A melody I start but can’t complete

Listen,
to the sound from deep within
It’s only beginning to find release

Oh, the time has come
for my dreams to be heard
They will not be pushed aside and turned
Into your own
all cause you won’t
Listen….

Listen,
I am alone at a crossroads
I’m not at home, in my own home
And I’ve tried and tried
To say whats on my mind
You should have known
Oh, Now I’m done believin’ you
You don’t know what I’m feelin
I’m more than what, you made of me
I followed the voice
you gave to me
But now I gotta find, my own..

You should have listened
There is someone here inside
Someone I’d thought had died
Sooo long ago

Ohh I’m free now and my dreams ‘ll be heard
They will not be pushed aside or worse
Into your own
All cause you won’t
Listen…

(Listen by Beyonce) 

 

- dedicated to my old pal, Jaka Emon… -

Manda. 

Thoughts, Sehari-hari, StressJune 24, 2007 1:50 pm

AAAAAAAARRRRGGGHHHH GUE BUTUH PRIVASII…!!!!!!! GUE PENGEN SENDIRI!!!!!! JANGAN GANGGU GUE! JANGAN BENTAK GUE! JANGAN MAEN-MAEN AMA KESABARAN GUE! JAUH-JAAAUUHHH!!!!!!!!

Tentang Manda, Thoughts, Family, Obssesions, KonyolJune 22, 2007 4:40 pm

Berhubung 2 postingan sebelumnya gue banyak membahas soal pernikahan (postingan ini dan ini, ehehehe) beberapa hari yang lalu, salah seorang sahabat bertanya seperti ini via sms :

Memangnya, keluarga impian lo kayak apa, Man?

hemmm,,, gak ngarep yang gimana2 bgt sih, yang dikasih ama Allah aja-lah, tar’ kalo gak dapet, jatuhnya sakit ampun2an.

suami ya, yang utama yang shaleh aja, ngerti Islam sengerti2nya, jadi tahu pasti apa aja tanggung jawabnya dan berusaha untuk melakukan itu semua sebaik2nya. Tapi kalo boleh bicaraaa (katanya yang dikasih aja, maaan…??) pengennya dapetnya yaaang,,, yaaang,,, AAAAAHHH MALUUU (najis tambah najis,,,,). HOhohoho. ntar ketebak sapa aja kecengan gue, tidaks tidaks, biar yang ini jadi rahasia. wahahaha. Asal dia selalu optimis, berpikiran luas dan gak ngebosenin. yup itu aja cukup cukup. haha.

anak,,, sebenernya sih, gue ngarep punya anak 4 biji, cowok semua, wahahaha,,, biar gue paling cantik serumah (yei!). Terus nanti anak2 itu gue kasih nama cowok2 yang pernah gue cinta (PLAAAAAAAAAAKKK) ahahahaha…. jadi it’s like, oh, it’s ok gue gak dapetin lo saat ini, ntar di masa depan gue punya duplikat lo kok di rumah (najis). Gak ding, ahahaha, kasian kali suami gue, eh tapi kalo dia ngijinin why not? wohohoho. Yasudlahya, ngarepnya sih gitu, tapi kalo gak gitu ya gapapa, terserah ajaaa,,, yang jelas, semua anak diharapkan GENDUT sampai umur 7 tahun! kenapa? soale anak gendut lebih lucu, lebih terlihat anak2 (I mean, lebih terlihat ANAK GUE), anak kurus-sedang juga anak2 c, tapi lebih sreg kalo liat anak gendut, ahhhh… bakpau2 kecil berlari2, aaah ada gajah kecil duduk disanaa… sini naaak sama Mamaaa…. wahahaha (oh terserah mau anggap saya rasis atau apa). after umur 7 tahun, langsung disuru diet semua. ahahahahaha. egois amat ya. duh gak deh, terserah anaknya aja, mau gendut pa kurus, tetep lucu lah kalo anak sendiri. aahahaha.

terus sebuah rumah, gak terlalu kecil, gak terlalu besar, gakmau bertingkat, ada halaman + garasi, yang jelas semua space jelas terpakai untuk apa. Gak perlu banyak pajangan gak guna, susah ngebersiinnya, banyak debu, gak suka. Gak perlu lukisan makhluk hidup, ngeri, gak enak, cukup foto keluarga, itupun ditaro di ruang tamu aja, biar aja thu tamu2 yang liat. Yang jelas, dapur dan ruang makan harus dibuat dengan niat (ahahaha, terseraaah mau ledek apaaa… gak dengeer…. gak dengeeerr….). ruang keluarga juga dibuat enak dan hangat, jangan lupa sofa empuk luar biasa-nyaa!!!. Kalo spacenya sisa, tambahin perpustakaan + studio kerja buat sayaaa + musholla. lala lili senangnya hati. ahahahhaa.

Sebuah mobil, ah sudahlah, gak usah gaya2, yang penting, luas, irit dan nyaman. hehehe.

ah iya, dan berdomisili DI LUAR JAKARTA. Jakarta penuh polusi, gamau anak2 dan suami gue ngirup2 udara begini. hiiihh.

——————– 

hehe, ternyata yang gue anggap "biasa" lumayan "heboh" juga ya. haha. nah itu baru gambaran fisiknya, kalo suasananya kayak apa?

hemmmm,,,, yang selalu kebayang di benak gue sih, semua kegiatan berjalan layaknya keluarga. Tapi yang jelas, pengen deket sama semua entitas disana. At least, semua orang tahu kegiatan masing2 anggota keluarga dan saling menghargai dan melindungi. Dan ingin memberikan kebebasan yang mendidik bagi semua orang. Itu aja sih.

berlebihan kah?

manda. 

Budaya, ThoughtsJune 19, 2007 5:21 pm

Bagi yang belum tahu, baca posting ini , post ini dibuat untuk menjawab komen seorang komentator di sebuah postingan terdahulu (halah) yang gak gue duga2 ternyata jadi panjang beth. Untuk keindahan blog, maka saya putuskan balasan komen sekalian saya jadiin postingan aja.

Untuk Saudara Zhar (halo? apa kabar? - kampring deh - )  tadinya mau jadi balesan komen aja, tapi ternyata panjaaaang. jadi postingan deh. ahahaha. relakanlah.

oke oke. Selamat membaca.

Hmmm…setuju…cewek emang harus bisa mandiri sendiri…Tapi kalo gak mau mandiri juga gak napa2 kok…aku cowok baik2 dan juga tidak selingkuh….

Jadi inget kemaren baca koran gosip pacar gue tentang bambang-halimah, "mas bambang itu orangnya baik dan penyabar"…dalam hati gue bilang, "iya baik dan sabar…tapi tukang selingkuh"

Hoooh…leo toh…emang semua leo wanita kuat ya?…pacar gue leo…baru kali ini gue dapet cewek setengah cowok gitu….hahahaha….tampilan luarnya sih kayak perkedel, bohay cantik siap dilumat….Tapi dalamnya powerful abis biasa rebutan minum ama onta kayak yang lo bilang….hahaha….

Satu2nya alasan kenapa gue rada gak setuju dengan working women adalah gue takut akan ketidak mampuan mereka dalam memanage waktu untuk keluarganya….

Umar bin abu bakar pernah berkata 3 hak anak yaitu, "Ibu yang baik, pendidikan yang baik, dan nama yang baik"

Kalo dalam kasus dhany-maia, salah satu om gue pernah bilang….si dhanny-nya aja goblog…kalo gak pengen maia ngelupain anak2 yah jangan diizinin nyanyi dari awal….sama kayak guenya aja yang bego, kalo gue gak mau diselingkuhin yah jangan diizinin jalan ama cowo lain dari awal…begitu…and so on and so on….

anyway, it is a nice story….tapi gue sangat penasaran apa yang ngebuat suaminya tante sisi menemukan "the turning point"….pasti ada tuh….dan pasti gak sekedar, "I’ve found someone "more" than you" kind of thing…

(Comment by Zhar Aditya — June 19, 2007 @ 6:59 am on post "Tante Sisi dan 2 Anaknya") 

Lupakan soal Leo, perkedel dan gosip Bambang-Halimah, udah gue jawab secara personal (wakakakak), gue mau jawab yang lainnya. Mau membahas tentang pandangan keharusan seorang cewek untuk menjadi mandiri tanpa bantuan suami. Mungkin banyak cowok2 yang berpikir persis kayak Zhar soal ini, mungkin juga tidak, ehehehe. Nah disini, gue gak bermaksud menyalahkan, semua orang berhak punya pendapat masing2, tapi secara ini blog gua (dan gua berkuasa, ahahaha), gue hanya sekedar mau berbagi sudut pandang lain yang mungkin bisa dijadikan pertimbangan lebih jauh, baik buat cewek, maupun cowok. Okeh okeh?

———————- 

Cara antisipasi yang omnya Zhar bilang itu bisa dilakukan (jangan diijinin kenalan dari awal, jangan ijinin kerja dari awal). Tapi gak menjamin semua lantas jadi berjalan lancar. Tergantung istri/cew lo itu orang seperti apa. Kalo emang pada dasarnya istri/cew lo tipe yang gak terima dikekang, hasilnya bisa jadi malah kebalikan dari yang lo inginkan, bahkan mungkin lebih parah. Ada loh temen nyokap gue yang stress mampus setelah gak dibolehin kerja, akhirnya yang ada lari ke narkoba.

Bagus kalo lo berprinsip bahwa lo gak akan macem2, oleh karenanya, istri lo bisa tenang dan gak perlu memaksa diri menjadi mandiri.

Tapi, keharusan menjadi mandiri ini bukan cuma gara2 kemungkinan kami ditinggalkan kaum laki2 karena permasalahan rumah tangga. Tapi adanya juga kemungkinan kami terpaksa menjanda karena pasangan kami keburu dipanggil oleh yang di Atas (tanpa bermaksud mendoakan yang buruk2). Gak ada yang bisa jamin lo bakal meninggal setelah dia, kan? dan gak ada yang bisa jamin juga warisan yang lo berikan cukup, atau setelah lo meninggal apakah dia bakal menemukan pria-sebaik-lo atau enggak. gak ada yang bisa jamin, kan?

Itu alasan pertama, yang kedua, semua manusia harus menerima kenyataan bahwa pasangan mereka, maupun diri mereka sendiri hanyalah seorang makhluk Tuhan yang bisa khilaf. Semua orang bisa janji mereka gak akan berkhianat dan berpindah hati, tapi takdir manusia siapa yang tahu? hari ini seseorang bisa mikir “ga akan selingkuh”, tapi seiring waktu dan pengalaman yang orang itu dapat, bisa aja di masa depan dia bertemu seseorang yang ternyata jauh lebih dia cintai ketimbang istrinya. Dan dia gak bisa melepaskannya, even dia tau punya anak dan istri di rumah. Pilihannya cuma dua, berkorban atau mengikuti kata hati. Apapun yang dia pilih, itu hak dia sebagai manusia. Dan saya mendukung apapun keputusannya, asalkan dia melakukannya dengan fair dan bertanggung jawab, jelaskan baik2, cerai baik2, pikirkan baik2, cari jalan yang terbaik, gak main asal kabur dan lepas tanggung jawab gitu aja.

Inti dari 2 alasan di atas adalah, kita semua tahu bahwa gak ada yang pasti di dunia ini. Kita bisa berdoa untuk kebahagiaan kita, tapi doa juga mesti diiringin usaha untuk menjaga semua kondisi tetap terkontrol. Jadi udah jadi keharusan bagi kaum cewek, maupun cowok untuk mempersiapkan diri atas hal2 yang gak diinginkan di masa depan. Kalo siap menikah, ya berarti siap untuk adanya kemungkinan berpisah suatu saat nanti. Bukannya gak percaya pada pasangan, please deh hilangkan pikiran2 idealis-egois-drama-quenn-over-sensitive itu, pernikahan bukan sekedar menyatukan dua individu atas dasar cinta aja, tapi juga atas dasar kedewasaan.

Kalau memang kaum cowok mencintai istri dan anak mereka dengan tulus, pastikan mereka akan tetap hidup bahagia dan berkecukupan seandainya kaum cowok harus pergi suatu hari nanti. Minimal, bicarakan baik2 dan dorong mereka agar membekali diri dengan keahlian untuk menghasilkan uang dan mengelolanya dengan baik. Bukan anak doang yang dibekali itu, tapi istri juga. Even istri lo lulusan Harvard, kalo ilmunya kelamaan gak dipake ya bakal tumpul juga kan. Menurut gue, itulah yang bisa disebut kepala keluarga dan manusia yang berkualitas. Karena mereka berpikir panjang dan luas, tidak sekedar mengandalkan idealisme bahwa laki-laki harus mencari uang dan wanita cukup tinggal di rumah mengurus anak saja. Sadarilah bahwa spesiesmu sudah jarang di dunia ini, wahai Pria. Dunia sudah berubah, oleh karena itu kita harus sama2 menyiasati hidup sebaik yang kita bisa selama masih halal. Betul gaaak????

—————-

Nah itu untuk kaum pria. Sekarang buat kaum wanitanya.

Mengutip comment dari Zhar Aditya (wah, lo baru sekali komen di tempat gue langsung gue orbitkan, ahahahhaaa) :
Umar bin abu bakar pernah berkata 3 hak anak yaitu, “Ibu yang baik, pendidikan yang baik, dan nama yang baik”.

Penuhi hal itu wahai kaum wanita! ahahaha.

Menjadi mandiri gak selalu berarti menjadi wanita karir yang kerja full-time, apalagi buat wanita2 yang anak2nya masih balita-remaja. Lain cerita ya kalau lo harus melakukan itu karena tuntutan keadaan. Tapi kalau keadaan gak mengharuskan lo untuk begitu, gue sarankan, carilah pekerjaan yang memungkinkan lo untuk mencari uang sembari mengurus anak. Jangan biarkan ambisi pribadi menghancurkan rumah tangga lo, kalau memang lo gamau berkorban menyangkut ambisi lo untuk alasan apapun, gue sarankan, gak usah punya anak dulu ampe ambisi lo tercapai.

Percaya deh, sebanyak apapun uang yang lo punya buat sewa pengasuh, seberlimpah apapun mainan yang lo cekokin ke mereka, setiap anak pasti menginginkan kehadiran ibu mereka sendiri di rumah. Gak ada yang lebih menentramkan, daripada bekal buatan ibu mereka sendiri dan belaian tangan ibu di kepala sepulang sekolah. Kenapa gue bisa bilang begitu? pengalaman pribadi, Ibu gue bekerja sebagai sekretaris full-time selama 25 tahun. Dan sejak gue berumur 3 bulan, gue udah dipercayakan sama pengasuh, gue bahkan hanya minum ASI selama 1 bulan. Kebetulan ibu gue melakukan itu karena tuntutan ekonomi, so gue bisa memaklumi. Tapi, even gue tahu ibu gue melakukannya untuk menyambung hidup, sejak kecil hingga remaja gue selalu ngiri ngeliat temen2 gue yang ibunya selalu memantau perkembangan mereka. Ibu gue apa kabar? pulang kerja udah kecapean, besoknya berangkat pagi buta, sabtu minggu dia manfaatkan buat tidur, jarang sekali bisa ngobrol apalagi masak bareng (halah, apa itu ‘masak bareng’? ibu gue jarang banget masak even dia bisa). Hasilnya apa? sekarang Ibu gue udah retired, maksudnya retired sih biar bisa ngurusin keluarga, itung2 membayar hutang pada kami anak2nya, tapi yang ada gue malah kesel kalo dia udah mule sibuk2 ngurus2in keperluan gue ato nanya2 kehidupan pribadi gue. Bukannya gimana, tapi gak biasa aja, ada yang ganjel, kebiasaan semua dikerjain n dipikirin tanpa campur tangan nyokap. I just can’t. Bukan dendam. Gaktau apa. Ini kayaknya udah masuk ke urusan alam bawah sadar.

Naaahh,,, kaum wanita! kalau lo gakmau anak lo menjadi seperti gue, pikirkan baik2 yang gue katakan di atas. Gue masih bentuk yang bisa mengontrol diri sendiri waktu muda. Kalau yang gak bisa gimana? salah2 terjebak narkoba dan kena AIDS. mau?

Yang gue maksud mandiri bukan selalu ‘bekerja’, tapi tetap mengasah keterampilan dan keahlian yang bisa lo gunakan di masa depan nanti. Nah, salah satu caranya, adalah dengan bekerja, atau sekedar les-les keterampilan juga gapapa. Tapi kalau bekerja ada nilai plusnya, selain kemampuan lo terasah, dapat duit (meskipun yang diincer bukan gaji sih), dapat pengalaman dan bisa jadi bahan pertimbangan di masa depan kalau2 lo melamar ke perusahaan untuk jenjang karir dengan pendapatan yang lebih baik. Rata2 perusahaan lebih menghargai pengalaman+gelar daripada sekedar gelar. ya kan?

Pekerjaan yang bisa dilakukan?
BANYAK, KALI! Yang full time di rumah, bisa jadi penulis, guru les piano, kartunis, main saham lewat internet, de el el. Jadi dokter gigi yang gak nerusin pegawai negeri dan buka praktek di rumah aja juga bisa. Bisa juga lo buka usaha dengan modal sendiri atau bareng temen2 lo, jadi jam kerja lo bisa fleksibel, gak harus di kantor dari jam 9 ampe 5. Gimana pinter2 lo menemukan ide dan celah-lah.

————–
Jadi intinya, kemandirian di jaman sekarang ini emang diperlukan! Dan, ada baiknya dipertimbangkan lebih lanjut dan lebih bijaksana. Keegoisan dan idealisme yang gak memiliki dasar yang kuat gak akan membawa lo kemana2, yang ada memberi sedikit celah akan kerugian yang lebih besar lagi di masa depan!. Pintar2lah mencari solusi dan diskusikan bersama keluarga anda! jaga komunikasi dan cinta! (terakhirnya udah mule ngasal)
 
Btw, gue kok sokteu siih… nikah aja  belum. Udah kayak rubrik pernikahan di majalah ibu2. ahahahaha. yaaah,,, sekedar kasih pendapat. Kalo bisa mbantu syukur, enggak ya gapapa.
 
SEMANGAT!
 
Manda. 

 

Tentang Manda, Thoughts, Friends, Sehari-hari, StressJune 18, 2007 5:20 pm
Beberapa hari yang lalu, gue (kembali) kesal dengan salah seorang sahabat gue, bukan….bukan si Kawan (baca postingan ini dan ini), kali ini cerita tentang sahabat lama gue dari sejak jaman SMA, sebut aja R (nama samaran) aaaahhhh sudahlah…. nama-nama samaran ini mulai terasa banci (kecuali yang memang harus disamarkan), mari kita sebut nama aslinya, Rukaman (emang gue biasa manggilnya begitu). hehehe.
 
Rukaman ini, sahabat kental gue sejak zaman kelas 1 - 3 SMA. Pokoknya dekeeet banget. Curhat, main, telpon2an, belajar, saingan nilai, nyanyi, segala macem kita lakuin bareng. Secara hobi gue ma dia banyak yang sama, yaudahlahyaa…. kayak bolpen ketemu tutup. ahahaha.
 
Seiring waktu bersahabat, gue makin tau siapa Ruka, dia adalah makhluk yang dikaruniai banyak kelebihan, namun juga memiliki banyak sekali sifat yang seringkali menjengkelkan (you are!). Seperti tipikal cowok kebanyakan, Ruka orangnya sangat sangat sangat gak peka, keras kepala, bawel dan ambisius (Itu tipikal cowok kebanyakan bukan, ya? hehehe, coba aja kalo dia denger dia dibilang bawel, pasti langsung membela diri "biarin, toh yang bilang gue bawel cuma elo" dan blablabla debatpun gak akan selese sampe gue ngalah, graaa….!!!). Beberapa kali dia melupakan janji, karena sibuk di kepanitiaan dan organisasi. Dan kalo ditegur, yang ada dia ngeles2 ato kalo dia lagi capek, yang ada dia marah balik.
 
Tapi dasar gue, tetep aja meskipun sering ribut kayak apapun, gue sayang banget sama sahabat gue si Ruka ini, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.
 
He’s my bestfriend.
 
Another bestfriend yang baru2 ini gue masukkan ke daftar blacklist persahabatan. turun jabatan jadi temen biasa.
 
kenapa?
karena meskipun selama 3 tahun kami berkuliah di institusi yang sama (beda jurusan), susah banget menghubungi dan mengajak dia jalan. Bisa diitung pake jari deh, berapa kali kita ngobrol. Gue ngerti kalau dia sibuk dan gue kepengen dia sukses, so gue gak banyak complain di 2,5 tahun pertama. Tapi lama2 bete juga. Gue jadi ngerasa gak dihargain, karena selama ini kok, perasaan gue mulu’ ya yang nyari2 dia? yang ngehubungin dia, ngesms, nanya kabar. Dianya enggak pernah, well, oke pernah sekali atas inisiatif sendiri, cuma salam belasungkawa pas bokap gue meninggal tahun lalu, that’s it. Lainnya? inisiatif gue semua. Kalo ada yang curhat, itu gue. Kalo ada yang nelvon, itu gue. Kalo ada yang ngesms, itu gue. Wait a minute. Jangan2, selama ini hubungan berlangsung satu arah, cuma gue yang anggep sahabat dan dia tidak?
 
Dan harga diri gue pun mulai tersentil. Gue berusaha menahan emosi. Menghalau2 kemunculan sifat drama quenn yang kerapkali kumat buat masalah2 yang kayak gini. Dan gue kembali mengsms dia dengan ceria, meminta dia memberi kabar minggu depan apakah ada waktu kosong atau enggak untuk ketemuan.
 
Dan dia tidak memberi kabar. 
 
ok. enough. 
 
Kalau dia memang gak anggep gue sahabat, then so do I. Gak mau gue buang2 waktu untuk sesuatu yang menginjak2 harga diri kayak gini. Eliminasi dia dari hidup gue. Selesai. Terserah deh mau dibilang DQ, childish, ato apa. Bodo amat deh gue bakal nangis bombay berhari2, itu urusan belakangan. Yang terpenting adalah, singkirkan orang yang telah menyakiti harga diri gue ini dulu.
 
———————-
 
Setelah keputusan gue itu, kemarin, tiba2 Ruka mengirim pesan singkat ke gue. Intinya adalah dia minta maaf, dan yeah yeah. Kayaknya sih dia ngerasa kalo gue ngamuk. Diiringi rasa bete, akhirnya gue memutuskan untuk membalas pesan seadanya bernada, "ahahaha,, ya ya, kalo ada waktu kita ketemu ya" (huh. yeah nanti kalo Olga Syahputra bisa mingkem, dan kalaupun Olga beneran bisa mingkem, itu kalo dia yang ajak ketemu duluan, dan gue gak akan banyak berharap atau senang akan itu — Leo abis) dan guepun membuka halaman profil friendster dia.

Dan disana, tiba2 gue tertegun karena gue membaca suatu pesan lama, pesan lama yang gue tinggalkan untuk dia 2 tahun yang lalu via FS, bgini isinya :

Manda-Manda

Posted 12/11/2005 10:35

Everyone should have
a friend like you.

You are so much fun to be with
And you are such a good person
You crack me up with laughter
And touch my heart with your kindness
You have a wonderful ability
To know when to offer advice
And when to sit in quiet support.

Time after time…
You’ve come to my rescue
And brightend so many
Of my routine days

And time after time…
I’ve realized how fortunate
I am that my life includes you
I really do believe that
Everybody should have a friend like you
But so far it looks like
You are one of a kind!

tiba2 pengen ngirim ini… =D
kangen RuCCaMan nih… hehehe…

 

Gue cuman bisa bengong, dan yak, beberapa detik kemudian air mata gue menetes. Huaaa,,,,, ternyata dulu gue pernah ngirim beginian toh. AAHHHHHH BEBIII NYOPEEEETTTT….!!!!! (get it? ahahaha kampring deh). Dan akhirnya gue batal membalas pesan. Gue perlu waktu berpikir sekali lagi.

 ——————–

Seminggu yang lalu, gue ngomong ke Kawan soal masalah Ruka ini (ah iya udah damai, sodara2, maaf lupa memberitahu). Dan secara masalahnya hampir mirip dengan masalah gue dan Kawan dulu. Tipikal masalah gue banget, yaitu dia-gak-menghargai-gue-jadi-gue-tinggal-aja. Gitu deh. Akhirnya Kawan cuma berkomentar seperti ini (eh kalo meleset2 benerin aje wan) :

….

duh gue lupa. mana smsnya udah diapus lagi. sepemahaman gue aja ya.

Yah gimana man. Semisal, standar untuk jadi sahabat lo itu 10. Dan sayangnya, sulit banget untuk bernilai 10 di mata lo. Ada baiknya lo mulai berusaha nurunin standar lo terhadap orang lain. Sejak masalah terakhir gue sama lo, gue udah mulai menurunkan standar untuk temen2 gue kok, dan rasanya ternyata lumayan menyenangkan…

(FYI, dia virgo, perfeksionis segala sesuatu).

Nyau nyau nyau,,,, ada benernya juga sih, tapi gak sepenuhnya bener. Memang benar gue gak gampang menganggap seseorang sebagai sahabat. Bukan kesamaan hobi, lingkungan yang sama, de el el de es te, yang menjadikan seseorang sebagai sahabat di mata saya. Kalo gitu doang mah, banyak. Bagi saya, seorang sahabat adalah seorang yang telah melewati jangkauan waktu yang panjang untuk saling mengenal, pengorbanan dan telah memberi saya sesuatu yang sangat berguna. Atas segala yang pernah terjadi, rasa sayang dan terimakasih saya wujudkan dalam bentuk loyalitas sebagai seorang sahabat.

Dan memang, saya punya standar nilai 10 untuk sahabat saya. Tapi nilai 10 itu bukan diakumulasi dari faktor2 yang berjumlah lebih dari satu. Ketajiran, Kepintaran, Kesetiaan, itu bukan termasuk standar penilaian. Saya menerima kekurangan maupun kelebihan sahabat saya apa adanya. Orang yang nyebelin kayak setan aja masih saya sayang2. Cuma satu hal yang saya minta. Jangan usik harga diri saya. Hanya itu saja, dan orang itu sudah bernilai 10 di mata saya.

Gitu. emang gue terlalu rewel ya? hukhukhuk,,,,

——————- 

Pikir punya pikir. Memang sih masalah pride ini penting bagi gue. Tapi bener juga kata Kawan, gak ada salahnya gue menurunkan standar. Maybe dari jangan sakiti harga diri gue menjadi jangan pernah secara sengaja menyakiti harga diri gue. How bout that?

Soal Ruka? yeah, akan gue jawab baik2 pesan dia. Lupain aja yang kemaren. emang adatnya gitu, cuek, egois dan suka lupa (ahahaha). Tapi gue masih sayang sama nih orang, mari menganggap ini sebagai amal dan gue percaya tiap perbuatan baik dibalas dengan yang baik2 juga. Ngapain juga cari musuh, ya kan? :P

besides that, I really really miss this person,,,, :’( 

Bisa disebut naik level gak c? belum bisa ya kalo belum terbukti? :P ehehehehe. 

Semoga postingan kali ini bermakna untuk seluruh pembaca!! Mari tumbuh dewasa bersama Manda!! (jijay banget c, kayak minuman suplemen kesehatan anak) 

 

Manda. 

Uncategorized, ResensiJune 17, 2007 4:17 pm

I’m a train wreck in the morning
I’m a bitch in the afternoon
Every now and then without warning
I can be really mean towards you

I’m a puzzle yes in deed
Ever complex in every way
And all the pieces aren’t even in the box
And yet, you see the picture clear as day.

I neglect you when I’m working
When I need attention I tend to nag
I’m a host of imperfection
And you see past all that

I’m a peasant by some standards
But in your eyes I’m a queen
You see potential in all my flaws
and that’s exactly what I mean.

I don’t know why you love me
And that’s why I love you
You catch me when I fall
Accept me flaws and all
and that’s why I love you

(Flaws and All - Beyonce)

So sweeet,,, nambah deh lagu wajib di playlist gue, ahahaha,,,,

Tentang Manda, Blog itSelf, Thoughts, Obssesions 3:33 pm

Atas pertanyaan saudara Tania (alias Taniko) dalam salah satu komennya di postingan ini (akhirnya ada yang nanyaaa!!!!). Maka, kali ini dengan senang hati saya akan menjelaskan cerita di balik pembuatan banner ini :

 

Kenapa gambarnya mug? ehehehehe,,,, kenapa gak gambar seorang Manda yang lagi ngomong dengan semangat dan comelnya atau sekalian pajang moncong Olga Syahputra (icon moncong sih, gimana dong?), supaya lebih menggambarkan esensi "orang lagi meracau"? kenapa?

Jawabannya adalah, karena saya pengen blog ini punya makna. Bukan sekedar wadah cerita aja. Judul blognya emang Racauan Manda, tapi saya punya banyak imajinasi dan harapan di balik pembuatan blog ini, dan saya pengen banner saya menyimpan makna itu, bukan sekedar menghias blog aja. Saya punya banyak pemikiran, salah satunya saya wujudkan dengan menjadikan gambar mug menjadi maskot banner saya kali ini (akan berubah suatu hari nanti, kalo saya pengen).

Kenapa mug?

Pertama-tama saya ingin memberitahu hal ini. Sejak kecil, saya punya beberapa hal yang saya sukai. Umumnya, hal2 tersebut mempunyai keywords (cailah) :

  • empuk, nyaman, menentramkan.
  • sesuatu yang menghangatkan di suasana yang dingin, baik secara fisik maupun batin.
  • sesuatu yang kuat, reliable.

Dan dari 3 syarat di atas, muncullah beberapa hal di dunia ini yang memenuhi : bantal, bakpau, sofa empuk, relationship, teh manis hangat dan…. mug (sebenernya, mau memasukkan benda ‘paha’ sebagai salah satunya, secara paha itu hangat, empuk, menentramkan, enak dibuat tiduran. tapi terlalu mesum lah ya. lagipula, gak semua paha enak dibuat tiduran, tergantung paha siapa yang kau pakai, betul kan?)

dan untuk banner pertama, saya memilih icon mug sebagai maskotnya. Mug itu sendiri, saya representasikan sebagai benda yang menentramkan dan kuat. Coba lihat, mug lebih tebal dari gelas manapun. Mug umumnya digunakan sebagai wadah minuman2 hangat macam teh manis, susu hangat, bajigur, de el el. Mug itu substring dari Gemug (ahahahaha). Pokoknya, menurut saya, Mug itu hebaat!!!

Gitu deh ceritanya, sodara sodari….

Sebagai bonus, saya kasihtau imajinasi apa yang saya bayangkan selama saya menulis di blog ini. Satu momen yang paling bikin saya bahagia adalah momen dimana saya bisa duduk bersama seorang yang saya sayangi (yup, just the two of us, bisa kekasih, sahabat, keluarga, siapa aja. Kenapa dua? supaya komunikasi lebih enak dan lebih dekat) di sebuah sofa yang empuk luar biasa, ditemani suara jangkrik malam dan udara dingin di luar sana, serta sepiring bakpau dan 2 gelas teh manis hangat (yaiyalah, mana bisa bikin suasana asik kalo perut keroncongan?). At that time, kami bisa tertawa, menangis, bergosip, sebebas yang kami mau, melepas semua stress, mendiskusikan hal2 yang perlu didiskusikan. Mengobrol sepanjang malam mengenai semua hal yang terlintas di kepala, sampai kantuk datang menjemput.

What a lovely moment,,,, I just love it sooo muccch,,,,!!! ahahaha,,,, soalnya situasi itu adalah salah satu momen dimana lo bisa mengenal seseorang lebih jauh, saat dimana lo bisa saling menertawakan ataupun saling menguatkan satu sama lain. saat dimana lo bisa berbagi.

saya melakukannya beberapa kali dengan beberapa orang yang saya sayangi, dan sekarang, saya ingin semua pengunjung blog saya merasakan hal yang sama saat mereka bertandang dan membaca blog saya ini. Ibarat blog ini adalah kediaman saya, saya ingin pengunjung keluar dari rumah saya dalam keadaan bahagia, puas dan mendapat inspirasi untuk kehidupan mereka di masa depan. Begitu pula dengan saya selaku pemilik rumah.

maksudnya sih begitu, gatau deh bener2 tersampaikan apa gak. pokoknya begitulah mimpi yang saya saya letakkan di blog ini. :D

 

Manda. 

Thoughts, Sehari-hariJune 16, 2007 6:22 pm

Baru2 ini, keluarga gue kedatangan tamu, kerabat nyokap gue, Tante Sisi dan 2 anak perempuannya, Ica yang lebih muda setahun dari saya dan Ninda yang baru berusia 7 tahun (nama2 disamarkan).

Mereka datang meminta bantuan, karena saat ini mereka sudah tak punya tempat tinggal. Mereka bertiga baru saja diusir dari tempat tinggalnya yang dulu, ironisnya mereka diusir oleh kepala keluarga mereka sendiri, suami Tante Sisi.

alasannya apa?

Gak sengaja denger dari pembicaraan di ruang tamu sih (gue ma kakak gue sok2 ambil makanan di dapur, padahal pasang kuping), wanita kedua. Entah sejak kapan suami Tante Sisi mulai jarang pulang ke rumah dan menolak untuk menafkahi keluarganya. Suami Tante Sisi menolak untuk membayar uang sekolah Ninda, menolak untuk menyekolahkan Ica ke jenjang kuliah, menjual kedua mobil milik mereka dan mengantongi hasil penjualannya sendiri. Bahkan, dia menolak untuk membayar tagihan listrik dan telepon apartemen mereka. Dan Tante Sisipun terpaksa mengungsi karena tidak mungkin mereka hidup tanpa air dan listrik di lantai 25 sebuah apartemen mewah di bilangan Rasuna Said, Jakarta. Lagipula, sebentar lagi sewa apartemen itu akan habis dan Suami Tante Sisi tidak akan mau memperpanjang sewanya. Bukan tidak mampu. Tapi tidak mau.

Padahal dari dulu suami Tante Sisi dikenal sebagai pria yang sangat sayang dengan keluarganya. Kenapa begini ya ceritanya?

Eh, saya bukannya bermaksud memihak atau gimana ya. Secara saya juga hanya mendengar cerita dari Tante Sisi saja. Mungkin ada beberapa masalah yang tidak Tante Sisi ungkapkan sebagai faktor keretakan rumah tangga mereka. Tapi menurut saya, memperlakukan istri dan anak kandung seperti itu, apapun masalahnya, apalagi namanya kalau bukan gila?.

Denger ceritanya Tante Sisi, rasanya mau marah. Sebenernya, belum tentu semua yang diceritakan benar dan sebagai orang luar gak seharusnya gue ngejudge. Tapi kalo emang bener yang terjadi persis seperti itu, gue ingin sekali menyatakan pendapat gue soal ini, supaya semua orang bisa merenung dan mencegah supaya hal ini gak terjadi di rumah tangga mereka sekarang atau di masa depan. Heh, suami Tante Sisi, kalau memang udah gak cinta, kalau memang lo sakit hati, kalau memang merasa keberatan untuk terus berperan sebagai kepala keluarga, it’s okay, itu hak lo. Kalau memang lo sudah merasa begitu, semua orang bisa apa. Tapi, lakukanlah dengan fair, cerailah baik2. After cerai, lo emang gak ada tanggung jawab ma mantan istri lo and gue gak akan comment soal itu, tapi anak kandung lo? pastikan anak kandung lo gak terlantar setelah semua yang terjadi, jangan main pergi dan cabut aja tanpa memikirkan nasib orang2 yang ditinggalkan, dong. Wanita yang lo buang itu dulu istri lo yang lo puja2, anak2 yang lo acuhkan itu anak kandung lo yang dulu selalu lo gendong2 di punggung lo, gue gak abis pikir ada orang yang bisa tega mbiarin orang2 yang sayang sama diri lo itu nyaris luntang-lantung di jalanan dan putus sekolah, padahal lo mampu untuk mencegah mereka dari penderitaan itu. Sedangkan elo, enak2 bawa duit hasil jual mobil. Anjir, udah kesambet ya lo?. Apapun alasannya, harusnya lo bisa berbuat lebih baik dari itu.

Haha. rasanya lega. kembali ke Tante Sisi.

Yah, Tante Sisi terpaksa menumpang di rumah orang lain, bersama 2 orang anak perempuannya. Ica yang lebih muda 1 tahun dari gue, tidak meneruskan ke jenjang kuliah, padahal seharusnya dia sudah menjadi mahasiswi tingkat II. Ninda masih bersekolah, sekarang dia kelas 2 SD di sebuah Sekolah Dasar di daerah Menteng. Tante Sisi sendiri, masih mengandalkan uang tabungan dan belum mendapatkan penghasilan.

————————

Satu masalah melahirkan masalah lainnya. Sekarang ini, Tante Sisi benar2 tidak tahu harus berbuat apa. Dia memiliki ijazah salah satu universitas ternama di jakarta, namun dia sama sekali tidak memiliki pengalaman kerja professional (selesai kuliah langsung menikah dan jadi ibu rumah tangga). Dan mengingat umurnya yang sudah menginjak 48 tahun, akan sulit baginya untuk melamar di perusahaan2. Satu2nya pekerjaan yang pernah dia lakukan adalah menjadi guru les privat bahasa inggris bertahun2 yang lalu dan diapun sudah putus asa untuk melakukan pekerjaan itu lagi, entah kenapa. Intinya, saat ini Tante Sisi benar2 putus asa dan memutuskan untuk pasrah dengan nasib saja.

Haiyaaahhh,,, kalo dia pasrah, anak2nya gimana dong? si Ica ma Ninda? hoaaaaa,,,,,

Denger2 cerita dari nyokap (Laba Laba Ratu sudah sehat, sudah bisa bergosip, hora!), sejak masih muda dulu, Tante Sisi memang orangnya seperti itu. Cenderung pendiam dan pasif. Dalam keluarganya, dia adalah anak perempuan paling kecil dan paling disayang. Dan karena dia dikaruniai wajah dan pembawaan yang manis, maka banyak pria yang menaruh hati pada Tante Sisi. Sejak kecil hingga remaja, Tante Sisi tumbuh di lingkungan yang memperlakukan dia bagai bayi rapuh yang selalu dimanja dan dilindungi. Hidup (hampir) tanpa masalah dan ambisi, itulah hidup yang dulu dijalani Tante Sisi.

Setelah lulus kuliah, dia bahkan belum sempat mengecap kerasnya persaingan kerja, karena dia langsung dilamar seorang pria mapan dari Ambon, ayahnya Ica. Namun, baru 2 tahun pernikahan mereka, suami pertama Tante Sisi meninggal karena serangan jantung. Setelah itu, Tante Sisipun tidak harus bekerja keras karena dia kembali tinggal bersama dan dibiayai oleh orang tuanya. Baru setelah menikah dengan suami keduanya, insinyur pesawat (sumthin’ like that) yang juga mapan, dia diboyong keluar dari rumah orang tuanya dan tinggal di sebuah apartemen di Jakarta. Dan sekarang, setelah dia berpisah oleh suami keduanya, dia tidak bisa kembali ke rumah orang tuanya karena ada sedikit masalah dengan salah satu kerabat.

Selama ini Tante Sisi hidup dengan terus bergantung dengan orang lain. Oleh karena itu, sekarang dia cukup terkejut dengan kenyataan yang ada dan tidak tahu harus berbuat apa. Dia belum pernah berdiri di atas kakinya sendiri, dan sekarang tiba2 dia harus melakukan hal itu. Hal yang harusnya sudah dia pelajari dan lakukan seiring dia bertumbuh dewasa dulu.

Mendengar cerita dari nyokap, gue jadi teringat dengan beberapa pembicaraan gue dengan Ica. Sepupu gue yang satu itu, anaknya cantik luar biasa, sexy, wah wuah wuah deh pokoknya (apa coba ‘wah wuah wuah’?). Tapi meskipun sama2 cewek, dunia gue dan dia sangat2 berbeda, jadi kalo ngobrol suka gak nyambung n gak enak sendiri. Ahahahaha. One day, gue terjebak dalam suatu situasi dimana gue harus ngobrol dengan dia (bukannya ngindar ya, tapi suka kesian sendiri ma dia yang kayaknya juga gak nyaman) gue pernah bertanya, setelah lulus SMA, dia pengen kuliah dimana? (waktu itu belum tahu kalau suami kedua Tante Sisi gakmau mbiayain kul dia). Dan dia jawab, terserah dimana aja. Gue bingung dah. Lalu gue bertanya cita-citanya apa, dan dia menjawab dia gak tahu mau jadi apa, apa aja deh, yang kerja2 kantoran gitu aja. Gue tambah bingung niihh. Akhirnya memutuskan buat menggalinya dari sisi lain, gue bertanya hobinya apa, dia hobinya denger musik, ngobrol, sms dan semua yang berhub dengan mempercantik diri. Gue pikir2. Nilai2 Ica di sekolah gak terlalu bagus, bukannya dia bodoh, gue tau banget dia cerdas, tapi memang dia gak terlalu concern about nilai2 di sekolah. Nampaknya bukan tipe yang suka belajar, lebih suka berteman. Akhirnya, pembicaraan gue akhiri dengan mengusulkan dia untuk masuk ke sekolah modelling atau public relation.

Tapi tentu saja, semua usul gue itu bahkan gak bisa dipertimbangkan. Biaya kuliah aja gak dikasih, gimana coba.

Dari pembicaraan gue dengan Ica dan cerita nyokap gue tentang Tante Sisi, gue menyimpulkan bahwa memang Tante Sisi mendidik kedua anaknya sama seperti dia dididik dulu.

——————-

Mengetahui kenyataan yang dihadapi orang lain, gue kembali teringat bahwa semua manusia memiliki jalan yang berbeda2. Selama ini, gue dan kakak gue hidup di keluarga yang mengajarkan para wanitanya untuk gak bergantung sepenuhnya dengan suami, coz’ kita gak pernah tahu apa yang akan pernah terjadi. Gendut, cuek, keras dan pemberontak, itulah karakter wanita di rumah keluarga saya. Istilahnya, kalau Tante Sisi dan 2 anaknya datang dari Kuil Perawan Gunung Hokkian Cina, dididik untuk menjadi wanita sepenuhnya (nah nah, ngasalnya keluar, apa ada gunung Hokkian??), Nyokap gue dan 2 anaknya datang dari Gurun Gobi Cina, hitam kumal penuh pasir, terbiasa rebutan minum sama unta, terbiasa makan kalajengking, dan gak tau fungsi bedak itu apa (ini apa putih2 bubuk? makanan unta? haha. duhduh, kayaknya perumpamaannya agak bikin salah paham deh, yah pokoknya ngertilah). Jadi, lumayan agak sedikit terkejut melihat apa yang menjadi masalah Tante Sisi saat ini. Namun, gak ada yang bisa dan boleh menyalahkan Tante Sisi dan keluarganya atas apa yang dia lakukan dan dia alami, karena semuanya terjadi di luar kehendak dia. Dan gak ada kata terlambat untuk belajar, dan gue berdoa kali ini Tante Sisi dan anak-anaknya akan sadar dan belajar untuk survive tanpa bergantung dengan orang lain lagi, bagaimanapun caranya.

————————–

Apa moral dari postingan kali ini? cuma ingin berpesan, gak ada yang salah dengan tipe wanita perkedel-siap-makan (dibentuk dan digoreng dengan cantik, siap menunggu orang yang ingin suka dan memakannya, if u know what I mean). Tapi, akan lebih baik kalau lo bisa menjadi wanita yang terawat, bersahaja, sekaligus mandiri dan kuat. Di zaman segila ini, dimana pria sudah jarang ditemukan, dan pria yang baik lebih susah lagi xP (weheheheheee), wanita harus bisa mandiri dan siap bertahan hidup apapun yang terjadi, apalagi kalau sudah ada anak. Waahhh,,, bukannya ndoain yang jelek2, namun kemungkinan lo menjadi janda, spinster and single parent selalu ada, apa salahnya sekarang lo mendobrak tembok itu dan mulai mempersiapkan diri lo dan anak2 lo untuk menghadapi hal2 yang gak diinginkan di masa depan? ya kan? jangan mau pasrah! AYO, SEMANGAT!.

Ah, dan satu lagi. Gosip gak selalu jelek, selama ada makna positif yang bisa diambil. wakakakak.

manda. 

Family, Sehari-hariJune 6, 2007 10:13 am

Haloooo blooooogku sayang, apa kabarnya?

Kangen kangen kangen, akhirnya bisa juga ngeblog lagi after sekian lama, cup cup ah ah. Semester 6 sudah berlalu, beibeh! ciiihhhhaaaa…!!!!! Dara2 Kosan Mesuuum….!!!! Harem Beaaattt…!!! IF ITB 2004 semuanyaaa!!!! KITA MELEWATI SEMESTER 6 DALAM KEADAAN MASIH BERNYAWAAAA!!!! BETAPA MUKJIZAT ITU ADAAA…!!!! (berlebihan deh). Well, for me, ini saatnya ngeblog n desain banner ampe bego!. wekekekek.

Nah, ehem ehem, apa kabar Putri Amanda Bahraini? hemmmm Putri Amanda Bahraini-nya sih baik, mama-nya Putri Amanda Bahraini yang enggak. hue hue. Sejak 31 Mei ampe 4 Juni kemaren ibu2 diopname di RS,,,, ToT. Yang tadinya gue berencana stay di bandung sampai tanggal 8 Juni buat ngerjain tugas, langsung batal deh. Begitu dikabarin ibu2 koleps, malam itu juga gue naik X-Trans (ohoho promosi) menuju Jakarta. Tinggalkan tugas, tinggalkan kosan, tinggalkan semua, pulang pokoknya, pulang pulang.

Se-sebel2nya gue sama nyokap gue, gak nyangka gue bakal nangis juga pas denger dia koleps (eh iya gue nangis pas di mobil X-Trans, ahhhh udara dingin + lampu2 jalanan di waktu malam emang bikin suasana mellow). Bukannya gimana2 ya, tapi seumur2, nyokap gue tuh orang yang paling jarang masuk RS, dia termasuk manusia kelewat sehat dengan segala kelebihannya. Giginya gak pernah bolong, yang ada, giginya kelewat banyak, jadi harus dicabut karena giginya kebanyakan (ampe sekarang gue heran kok gigi bisa kebanyakan? nentuin kavlingnya gimana sih?) pas dicabut-pun, semua orang kebingungan, karena nyabutnya susah, akar giginya kelewat kuat, besar, dan.. dan… wah, pokoknya produk gigi unggul deh (ini nurun ke kakak gue) bahkan dia pernah operasi potong tulang rahang cuma buat cabut gigi. Itu baru masalah gigi, belum masalah darah, darah ibu2 kental banget, haemoglobin-nya ampe 2x manusia biasa, sampe kalo dibius, kadarnya musti lebih dari dosis normal (nah yang ini, nurun ke gue, wahahaha). Ah, FYI, dia juga kelebihan berat badan (hey, itu kelebihan kan? ini nurun ke gua dan kakak gue).

Dia pernah opname di rumah sakit cuman gara2 4 hal, masuk UGD pas SMP karena salah minum satu botol minyak kayu putih (ya ya, emang aneh, nanti kapan2 diceritani), ngelahirin kakak gue, ngelahirin gue dan pas dia kecelakaan mobil di Cilegon (untung gak kenapa2). Dia sehat banget. Ditambah dengan suara keras-menggaung, aura galak-buas-siap-makan-orang, sangar, pikiran cenderung logis gak pake perasaan, kebapak-an (ah dia bisa jadi keduanya, haha entah kenapa teringat seseorang yang pasti ketawa puas kalo baca ini), tegas, diktator, serta ketabahan dia makan asam garam kehidupan, imej dia jaaaauuuhhh banget dari figur wanita-lemah-penyakitan-bisanya-cuma-nangis-doang. Saking tegas dan kuatnya dia, dia sering jadi sandaran dan tempat mengadu banyak orang, kakak, adik, ipar, kakek, nenek, bawahan di kantor, atasan di kantor, suami orang, istri orang, anak orang, kalau lagi terlibat masalah, semuanya minta saran ke dia (eh beneran loh, ironisnya, justru anak kandungnya sendiri yang gakmau lari ke dia kalo ada masalah, hehe, baca ini untuk lebih jelasnya). Pokoknya, dia wanita paling kuat yang pernah gue kenal, baik fisik maupun mental, ah Lisa Rumbeiwas-pun (medali emas angkat besi putri, asian games 2002) semaput depan dia (mulai aneh2). Makanya, saking imej dia begitu kuat dan perkasa-nya, semua orang beneran syok dan kaget waktu tau dia koleps, termasuk gue.

ahhh,,,, Laba-Laba Ratu sudah mulai menua rupanya,,, hiks hiks,,,

——————————————–

Yah, pokoknya begitulah gambaran singkat mengenai nyokap gue (singkat?). Dan kemarin, nyokap gue divonis kelebihan kadar gula dalam darah, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi (setau gue, keluarga gue itu turunan tekanan darah rendah, makanya pada kaget juga). itulah akibatnya makan gak teratur selama ini, coba kita lihat, soto mie, soda, sirop, ikan asin, kambing, emping, cemilan berlimpah2, weh weh, semua makanan dilahap, mana kurang olahraga + rokok + kalo-dilarang-sedikit-langsung-ngamuk (dan gak ada yang tahan diamuk ibu2, rasanya kayak 5 detik di neraka), yaudahlahya, jadi penyakit deh. Setelah di CT-scan, dokter bilang pembuluh darah otak nyokap gue nyaris pecah, diiikiiiiit lagi pecah, tapi untung enggak, kalo ampe itu terjadi, nyokap gue mungkin gak selamat (aduh alhamdullillah selamat), pas denger itu, kaki gue langsung lemes, satu2nya yang gue masih nyesel ampe saat ini adalah, gue gak ada di samping bokap pas dia meninggal, dan kemarin ada kemungkinan gue mengalami hal yang sama dengan nyokap???!!! huaaaa…..!!!!.

Jadi dengan semua kejadian itu, disinilah saya, di kamar nomor 243, di samping nyokap gue yang lagi tidur di kasur RS, lagi memangku Pavi si laptop cinta, menulis postingan ini. Hua hua. Mama,,,, marah2 dong kayak biasa,,, bentak2,,, jail2 lagi,,, hua hua.

Tapi kian hari kondisinya kian baik c, dan sekarang dia udah nyadar kenapa bisa begitu, jadi udah mau diet dan berhenti merokok dengan kesadaran sendiri. Yah, semua kejadian ada hikmahnya. Ayo ayo sekeluarga diet,,, trio bulat (gue-kakak gue- nyokap gue) saatnya jadi sehaattt…!!

Last update : Ibu2 pulang tanggal 4 Juni setelah marah2 sama dokter dan suster minta dipulangin (soalnya bosen dan ilfil di rumah sakit, beneran gak enak ma dokter-suster jadinya,,,), geezzz,,, senang rasanya melihat ibu gue kembali seperti semula, hahahaha,,,, 

 

Manda