si Jaka Emon (Listen - Beyonce)

Weekend kemarin, seorang sahabat lama dari jaman sekolah dulu menelpon saya. Kamipun asik bercerita kabar terakhir masing2. Pertanyaan2 menohok seputar, berapa IP lo? udah ada ‘Mas’ belum? masih gendut, Man? sempat terlontar dari mulut teman saya dalam pembicaraan kali itu. Waaakkkksss…. jangan ingatkan saya dengan kenestapaan hiduuupp yaaa…!!! ahahahaha. Setelah sesi tanya jawab kabar satu sama lain selesai, pembicaraan kamipun berlanjut ke sesi tanya-jawab-dan-spekulasi kabar orang lain selain kami berdua, alias gosip (haha).
Teman : "Man, tau gak, si Jaka kan kabur dari rumah orangtuanya…" (bukan nama sebenarnya)
Manda : "Hah?! Jaka mana nih? Jaka Emon?"
Teman : "Iya Jaka Emon, temen sekelas kita waktu itu."
Manda : "Wei. Kenapa si Jaka pake kabur2 segala?"
Teman : "Katanya temen gue yang sejurusan dan lumayan deket sama si Jaka sih, emang si Jaka lagi berantem sama orang tuanya soal masa depan dia, katanya dia ngotot gak kepengen nerusin kul di tempat dia sekarang Man, dia mau ke bidang lain"
Manda : "bidang lain? apa? fashion?"
Teman : "Iya, kok lo tau sih?"
Manda : "Kan dulu gue lumayan deket ma dia. Banyak cerita lah. Weiii… sekarang Jaka dimana?"
Teman : "Gak ada yang tau, bener2 ngilang. Orangtuanya nyari kemana2, nanya ke semua temen2nya, tapi gak ada yang tau. Jaka gak ke kampus, gak ke tempat temen2nnya. Sekarang udah… berapa ya? 3 bulan kali ya? udah 3 bulan Jaka kabur dari rumah."
Manda : "Pasti kabur? gak diculik ato apa?"
Teman : "Kabur, dia ninggalin surat kok buat orang tuanya."
Manda : "Duh si Jaka…"
Selesai pembicaraan panjang dengan si teman, benak sayapun mulai melayang-layang mengingat beberapa kenangan akan teman lama saya si Jaka. Jaka yang namanya diembel-embeli ‘Emon’ karena perilakunya mirip Emon-nya Catatan si Boy. Jaka yang ramah, pengertian dan banyak teman. Jaka yang lebih lihai menggunakan maskara ketimbang anak wanita lainnya di masa itu. Jaka yang panik kalau berada di bawah sinar matahari terlalu lama (apaan c lo? vampir?). Jaka yang lebih suka bergosip ketimbang main sepak bola.
Sebenernya secara tampilan, Jaka lumayan ganteng dan bisa bikin beberapa perempuan sedikit ‘deg’ pada pandangan pertama (termasuk gue). Huh. Tampilan doang yang opposite sex, dalemnya sih sesama. Kalau bisa digambarin perasaannya, itu hampir sama seperti, lo makan pastel, lo berharap isinya soun, telur dan daging ayam, ternyata cuma buncis dan wortel cincang, kecewa bangeeett (eh persis kagak c? ahahaha, kayaknya enggak, yang penting PASTEL!). Begitu dia ngomong dengan dialek dan suara Emon-nya, langsung deh buyar semua fantasi indah bersama Jaka si senyum menawan, Jaka si atletis, Jaka si macho. Jaka si petualang. Jaka si the-next-zorro (euw, berlebihan) Adanya Jaka si eh-cewek-liat-dhe-kulit-ikke-tadi-malem-ikke-masker-niiih Kasihan perempuan2 itu. ahahahaha.
Jaka… Jaka… gue inget, kita pernah ngomongin soal karir masing-masing di masa depan. Waktu itu kita berdua udah lumayan saling mengenal. Lo tau gue suka banget menggambar dan pengen banget ke Jepang, lo mengusulkan gue jadi pengarang komik aja, terus dipasarkan ke Jepang deh (ahhh sampe sekarangpun gue masih kepengen). Sementara gue, karena mengetahui kegemaran dan bakat lo akan bidang tata rias dan fashion, gue mengusulkan lo menjadi seorang fashion designer. Inget gak Jak’???
Gue juga inget tampang lo yang miris setelah mendengar kata ‘fashion designer’ itu, lo cuma bilang satu kalimat ke gue "gak akan mungkin gue dibolehin jadi Fashion Designer". Dan guepun mengerti apa yang menghalangi lo. Keluarga lo yang berstatus tinggi dan kolot, posisi lo sebagai anak sulung di keluarga. Orangtua lo menekankan bahwa anak laki-laki harus menjadi kepala keluarga, harus menafkahi istri dan keluarganya dan sayangnya, orangtua lo juga berpikir bahwa pekerjaan seni bukanlah pekerjaan yang menjanjikan di masa depan. Masalah minat lo, ditambah dengan orientasi sex lo yang belum jelas saat itu, lo sudah menerima cukup banyak tekanan dari keluarga maupun lingkungan sekitar sejak usia lo masih sangat muda.
Saat itu, lo bilang ini resiko manusia hidup, tidak semua yang diinginkan bisa didapatkan, sebagai anak, sudah tugas kita berbakti dan menuruti kata orang tua. Lo memillih untuk mengesampingkan mimpi, membungkam suara hati. Saat itu gue kehabisan kata-kata, kalau memang lo sudah berprinsip begitu, gue bisa apa? pembicaraan kita seputar karir di masa depanpun terhenti sampai di situ.
Waktu berlalu,
Gue dan Jakapun terpisah, masuk ke lingkungan yang baru. Kabar terakhir yang gue tahu adalah, bahwa Jaka terdaftar sebagai mahasiswa salah satu jurusan teknik di perguruan tinggi ternama, itupun bukan dari dia, tapi dari profil FS-nya. Kami benar-benar tak pernah bertanya kabar lagi, masing2 terlalu sibuk dengan urusan masing2.
Haaaaaaaaahhh,,, gua menyesal lalai untuk keep in touch sama orang yang satu ini…
. Sudahlah, yang jelas pengalaman apapun yang dia dapat, saat ini dia sudah memilih jalan yang terbaik untuknya. Semoga anak kunyuk satu itu selalu dilindungi Allah SWT. Mungkin, suatu hari, saya bisa melihatnya lagi, di sebuah stasiun televisi atau di majalah, menampilkan berita pagelaran busana rancangannya. Mungkin juga tidak seindah itu. Mungkin, saya baru bisa bertemu dengannya dalam waktu yang lama. Mungkin juga tidak. Sekarang ini, saya hanya bisa mendoakan keselamatan dan kesuksesannya.
Huh. Gara2 si Jaka gue juga jadi berpikir untuk mengejar mimpi2 gue sejak kecil. hahahaha. Sebenernya dulu pas mau masuk kuliah, ada sedikit bisikan hati untuk masuk jurusan tertentu, tapi gue urungkan, masuknya ke Informatika ITB dehhh. Harusnya gue lebih mendengar kata hati kali ya?. Ah sudahlah, nanti ikke jadi nyesel2, sekarang juga belum terlambat buat mengejar mimpi kok
, apa gue ikuti aja jejak Jaka? ahahahaha.
Pokoknya, Jaka Sugooiii!!!! Kereeen!!!! Heroooikk!!! Dramatiss!!! apalah itu. Sayang, lo Emon, kalo gak udah gue sikat dari dulu. DASAR! ahahahaha (susah jadi perempuan jaman sekarang). Jak, wherever you are, take care ya. Nih, gue persembahkan sebuah lagu yang mengingatkan gue akan kisah lo banget. SEMANGAATT JAKAAAA!!!
Listen,
to the song here in my heart
A melody I start but can’t complete
Listen,
to the sound from deep within
It’s only beginning to find release
Oh, the time has come
for my dreams to be heard
They will not be pushed aside and turned
Into your own
all cause you won’t
Listen….
Listen,
I am alone at a crossroads
I’m not at home, in my own home
And I’ve tried and tried
To say whats on my mind
You should have known
Oh, Now I’m done believin’ you
You don’t know what I’m feelin
I’m more than what, you made of me
I followed the voice
you gave to me
But now I gotta find, my own..
You should have listened
There is someone here inside
Someone I’d thought had died
Sooo long ago
Ohh I’m free now and my dreams ‘ll be heard
They will not be pushed aside or worse
Into your own
All cause you won’t
Listen…
(Listen by Beyonce)
- dedicated to my old pal, Jaka Emon… -
Manda.



