PERHATIAN : Semua yang ada di postingan ini hanyalah joke belaka, gak semua yang diomongin itu bener. Buat yang pengen tau yang mana yang kisah nyata dan bukan, udah pikirin sendiri aja. Bagi orang2 yang namanya secara tanpa ijin dipake ama Manda, udahlah direlain aja, kapan lagi gitu bisa beken, sip deh. HAHAHA.

 

Jadi ceritanya begini,

Awal semester 4 yang lalu, gue resmi pindah kosan dari daerah Dago Atas Banget (no.399, gitu) ke sebuah daerah di bilangan Tubagus Ismail. Yang bertindak sebagai Ibu Kosan itu adalah temen kuliah gue sendiri, Sila namanya (tuh udah gue link ya, sil. dasar!). Suasana di kosan itu lumayan menyenangkan, ditambah dengan adanya temen sejurusan gue yang lain, bernama Fitri, 1 adik Sila, 1 temen adiknya Sila, 1 temen adiknya Sila lagi yang agak mistis karena jarang keliatan dan ada 2 biji mbak" yang setia melayani dengan masakannya yang murah-enak-meriah itu (jadi semua total penghuni rumah itu ada 8) .

Udah genap setahun gue berdiam di kosan itu, kok lama" di IF ITB (terutama angkatan 2004-nya) mulai terdengar gosip" aneh gitu deh. Masa’ katanya kosan gue itu, kosan mesum?. Kenapaaa??? ada apaaa??? kami tidak berbuat yang aneh2….. Hahahahaaa… gak ding, gue tau kenapa dibilang begitu. Jadi, kosan gue dibilang kosan mesuuum karena…. kareeennnaaa…. eng… gimana gue menjelaskannya. Karena, entah kenapa penempatan Manda-Sila-Iprit di satu rumah (satu jurusan pula) bisa dinilai sebagai suatu keputusan yang amat-amat-sangat salah, karena menimbulkan proses akulturasi budaya yang aneh bin ajaib di antara ketiganya. Kalo mau dijelaskan secara lebih awam, sodara" sekalian, kami bertiga saling menularkan kebiasaan buruk masing2 plus mengembangkan bakat terpendam dalam sektor hal2 mesum.

Jelas ini jadi momok di kalangan IF ITB 2004. Bayangin aja, ada 3 biji cewek dengan kebiasaan buruk yang sama, goyang2 di muka umum, suara melengking-gak-enak didengar, monyong tiba2, suka berkata "gendut, kamu!!", "apa kamuu??!!!" di segala kesempatan, ketawa "HOHOHO" dengan gaya aneh, dan khusus untuk kaum hawa, ada permainan colek2 dada yang juga digemari oleh kaum Adam (iya, DADA. khusus yang ini, cuma Iprit yang begitu ketagihannya mempraktekkan ke semua orang, kami dipanggil kosan mesum terutama gara2 kebiasaan ini). Dan masih banyak fitur-fitur yang ditawarkan dengan adanya 3 dara miring ini (halah, MPPL ama PPL-nya kebawaaa).

Sebenernya lucu c, betapa kami jadi mirip makhluk hasil cloning (gak segitunya juga c, haha, tampilannya gak sama), tapi sumtimes jadi agak malu c. Misalnya kalo salah satu dari kami lagi ngomong apa gitu sama si Mr.Happy atau Mrs.Cheerful (kenapa Happy dan Cheerful? gapapa, iseng aja biar mesum) yang notabene kenal juga sama 2 biji dara lainnya. Pasti ada kata-kata tercetus "Nampak gue pernah denger kata-kata itu" atau "Kok lo bertiga mirip c, gue berasa kayak ngomong sama si <isi dengan nama 2 dara lainnya>". Halaaah….capeee deeeh. Segitu miripnya-kah kami bertiga?

Dan kami juga mulai dirasa merugikan (meskipun gak parah2 amat). Bisa dilihat dari betapa malunya Iprit dengan kebiasaan jalan imut-kecil2nya (nanti kalo ketemu salah satu dari kami, coba minta praktekkin biar ngerti, tapi bayar ya!)yang gak sengaja dipraktekkan pas mengejar bola di pertandingan tenis olimpiade KM ITB kemaren. Betapa syoknya Manda saat mengetahui kenapa Olip melindungi dadanya saat papasan di HImpunan ("takut dicolek, tadi Iprit abis colek" gue", kata Olip). Dan betapa sedihnya Sila saat tahu dia sempat menyerap kebiasaan monyong tiba2 di muka umum, ini buruk bagi dia, karena kebiasaan ini menimbulkan (hahaha) menimbulkan… (ahahahahaa) menimbulllkaaan… (sumpah gak bisa berenti ketawa) adanya bagian muka lain yang bergerak di luar kendali dan menyebabkan mukanya jadi aneh (HAHAHAHAHAHA….!!!!  aduh minta dijelasin ma Sila aja).

Merasa embel2 kosan mesum gila mulai meluas kemana", kami bertiga akhirnya mengadakan konferensi luar biasa untuk membahas hal ini (hiperbolik, lebih tepatnya gosip dan cela-mencela rutin). Mencari tahu, siapa biang kerok dari semua kegilaan ini.

Sila : "Monyong2 di muka umum itu dari lo kan Prit?!"

Iprit : "Hah? gue emang suka monyong dari dulu, menyenangkan sih. Kalo ketawa ‘HOHOHO’ yang ngilfil-in itu, sama suara ngelengking2 itu dari siapa?"

Manda : "kayaknya gue deh." (muka bangga)

Iprit : "goyang2 muka umum?"

Manda : "gue!" (sambil tunjuk tangan)

Iprit : "Ah iya, elo (muka kasihan). Kalo jalan sok imut-kecil2 itu dari siapa? gue malu nih pas pertandingan tenis kemarin"

Sila : "iya siapa, tuh?"

Manda : "Itu kan kebiasaan dari elo, Sil.. dari sejak tingkat I udah sering gue liat kok"


Sila : "iya ya?" (malu)


Iprit : "Kalo colek dada dari lo kan, Man?"

Manda : "ENAK AJA, waktu itu gue mempopulerkannya colek2 pinggang ato lengan aja ya, lo aja yang dengan semangatnya mempraktekkan ke objek dada wanita, akhirnya yang dikenal jadi permainan colek2 dada"

Sila : "Ya amppuuun untung gue gak kena colek2 dada yang itu" (maksudnya gak kena kebiasaan mencolek dada orang)

(tapi Manda dan Iprit iseng, nemu sesuatu yang ambigu, bisa jadi celah buat cela2)

Iprit : "emang ada yang bisa dicolek dari situ?" (sambil tunjuk ke objek yang dimaksud)

Manda : "Itu bukannya punggung ya? Nanti kali ya kalo ada trend colek2 punggung baru deh bisa, sabar ya nak…" (menepuk2 punggung asli SilDaCil, apa coba SilDaCil? tuh kan pada jahat, maksudnya Sila Da’i Cilik, kan dulu dia pernah ikutan lho… ohohohooo….)

Sila : "aaaaa…….pada jahaaat….." (salting)

Manda : "Udah pada gajelas gini siapa menularkan siapa" (kasian ma Sila, jadi mengalihkan pembicaraan)

Iprit : "iya nih gajelas"

Sila : "Gimana dong?"

…..

(perhatian : pembicaraan ini banyak yang direkayasa, tapi intinya sama lah)

akhirnya ampe sekarang solusinya gak pernah ada. Kami sempet bertanya2 kenapa yang miring cuma ber3 doang, tapi sudahlah, karena Lama-lama jadi terbiasa juga dan nampaknya orang2 udah begitu maklum dengan adanya 3 dara kosan mesum yang mengganggu di banyak tempat. Kalo gak ada malah jadi gak seru gitu deh katanya (kata siaaapaaa???). Hahaha.

Yah pokoknya begitu. Mewakili 3 dara kosan mesum saya mengucapkan maaf bila ada yang merasa terganggu dengan keberadaan dan ketidak-warasan kami. Mohon sabar. Bagi 2 dara kosan mesum lainnya, jangan sok2 cuci tangan terus kabur begitu baca postingan ini ya. AHAHAHAHAHAHA. Akui saja, kalian juga miring adanya….

Dan inilah 3 dara kosan mesum :

dara mesuum
 

Testimonial untuk Kosan Mesum :

"Kosan mesum bikin gue pusing! Yang diomongin cuma ‘Gendut, Kamu!’, ‘Kamu Gendut’, gitu terus sepanjang malem"
(Ol*p, 20 tahun, beberapa kali menginap di Kosan mesum untuk ngerjain tugas)


"Kosan Mesum tuh 3G (baca : triji) Manda tuh Gendut, Sila tuh Gatel, Iprit apa ya? apa ya? (mungkin Gila?)"
(Han*ndyo, 21 tahun, pemerhati 3 dara mesum)


"Kosan Mesum makanannya enak2, bisa pesen kayak restoran gitu, menunya banyak, murah lagi"
(And* dan Iv*nkur, beberapa kali berkunjung dan gak pernah absen dalam memesan makanan, nampak gak bermasalah juga tentang kegilaan dara mesum, yang penting makanan terpenuhi)


"Susaah deh, sekali dateng ke kosan mesum, besoknya gaya ngomongku udah kayak mereka"
(Up*k, pemerhati 3 dara mesum juga)


"Kosan mesum? Ga waras semua"
(Jim*y, beberapa bulan ini menjadi pengunjung setia Kosan Mesum, karena terikat tugas)


"Kosan mesum? Sugoooiii…"
(Zakk*, cuma itu yang bisa dia komentari)


…dan masih banyak lagi. hehehehe.


SalahSatuDaraKosanMesum.