Suatu hari, temen gue bertanya pada gue bagaimana rasanya menjadi anak broken home dan gimana gue menghadapinya selama ini.
Sebelumnya, gue akan bercerita sedikit mengenai latar belakang gue. Orangtua gue bercerai sewaktu gue berumur 17 tahun (tepat 5 hari setelah pesta sweet seventeen gue, hadiah yang sangat buruk) dan sepanjang perjalanan kami sekeluarga selama 17 tahun itu, selalu diwarnai masalah. Semua yang buruk2, menyakitkan, histeris dan traumatik ada di masa2 17 tahun itu. Meskipun masih banyak masalah keluarga yang lebih parah dari keluarga gue, dengan rentang waktu yang cukup lama itu, gue rasa gue tau pasti bagaimana rasanya jadi anak broken home. Dan gue rasa itulah alasan kenapa teman gue bertanya sama gue.
Karena itu, sebagai informasi untuk para orang tua agar berpikir matang2 sebelum melakukan sebuah keputusan, sebagai dukungan mental bagi anak2 yang menderita akan hal ini, gue akan beritahu apa rasanya menjadi sebuah produk broken home dari pandangan salah satu produknya.
Menjadi seorang produk broken home, adalah seperti mengalami sebuah kecelakaan besar yang meninggalkan luka traumatik dan cacat permanen. Bagaimanapun lo berusaha melewati dan menerima hal itu, bagaimanapun luka telah sembuh dan terobati dengan adanya orang2 yang menyayangi lo dan keluarga baru yang bahagia menanti lo di rumah, cacat itu gak akan pernah hilang. Ada bagian tergelap di bawah alam sadar lo yang akan terus mengingatkan akan hal itu, dan ini akan mempengaruhi cara berpikir lo di masa depan.
Most of all, anak produk broken home memutuskan untuk mencari dunianya sendiri di luar sana. Makanya jangan salahkan mereka kalau sampai ada yang terjerat narkoba, seks bebas dan segala macam. Mereka pergi keluar tanpa pernah tahu apa yang baik dan yang buruk. Persis seperti seorang anak yang menangis dan butuh pelukan ibunya, tapi dia tidak mendapatkannya, so dia akan berterimakasih pada siapapun yang mau memeluknya, dan kadang wujud si ibu itu adalah ‘narkoba’ dan ’seks bebas’. Kalau ada yang berkata, mereka kan sudah diberi pendidikan agama dan moral, harusnya mereka mengerti bahwa itu tidak dibolehkan! harusnya mereka kembali ke agama dan bertafakur!. Tanpa bermaksud membela atau SARA, hanya berusaha menjelaskan bagaimana situasinya, I tell you, kekuatan iman dan pengalaman masing2 orang tidak sama, dan di saat psikis manusia berada di kondisi yang benar2 terpuruk, mereka tak bisa berpikir mana yang harus dan tidak boleh dilakukan, mereka berpikir apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit yang diderita saat ini, yang tercepat, yang termudah de el el. Dan dengan ritual bentak sana bentak sini, lempar piring lempar gelas, kelicikan dan kecurangan di keluarga mereka, dengan semua anggota keluarga yang sibuk sendiri itu, bagaimana mungkin mereka dapat pendidikan agama dan moral yang cukup layak untuk diterapkan di hidup mereka? mengetahui anak mereka ada di rumah saja udah bagus.
Gue gak tau gimana dengan anak lainnya, tapi gue mendapatkan pendidikan moral, agama, dan bagaimana berhubungan dengan orang lain, di luar rumah. Sebagian besar gue belajar sendiri. Ada sih yang bisa gue dapet dari rumah, penting dan jarang didapatkan, yaitu ‘bagaimana menghadapi berita buruk’, ‘bagaimana menangis tanpa suara’, ‘bagaimana supaya tidak terlibat masalah’. Mengembangkan dan membuka diri, serta menemukan lingkungan yang hangat dan bisa gue anggap keluarga pengganti, baru bisa gue lakukan sepenuhnya setelah gue memutuskan untuk kuliah di Bandung. Yeah, itulah alasan utama kenapa gue ada di Bandung ini, melepaskan diri dari keluarga gue sendiri.
Yaaah, butuh perjalanan yang panjang sampai kalian bisa bertemu dengan Manda yang sekarang.
Gue sebut angin baru, karena membuka wawasan lo dan membuat lo bisa berpikir lebih sehat. Karena itu gue mengacungi jempol pada anak2 broken home yang dengan berani memutuskan pergi dari rumah untuk mencari hidup mereka (yang sudah dipikir baik2 tentunya, bukan yang asal ciao aja). Karena emang berasa lebih baik. Karena udara yang lo hirup akan jauh berbeda. Perspektif lo tentang hidup akan jauh lebih indah. Mungkin egois, karena pasti yang ditinggalkan di kampung kelahiran sana merasa agak kehilangan. Well terserah sih, kalo gue, berpikir seperti ini, gue gakmau ikut membusuk di sana, gue merasa bersalah dan berdosa, tapi untuk saat ini, gue ingin punya dunia gue sendiri, kabari gue kalo lo semua yang disana udah agak waras, gue akan kunjung2 liburan nanti. Gue sayang sama lo semua, tapi berada bersama lo semua gak akan membuat gue menjadi individu yang lebih baik, so gue memutuskan untuk pergi mencari takdir gue sendiri, kasih sayang bisa gue sampaikan dari mana saja kan? ada telpon, email dan sekarang banyak on time shuttle. titik. That’s what i called, ‘egois tapi perlu’. karena selama hidup gue, gue gak punya waktu untuk gue sendiri, sekaranglah waktunya.
Dan seperti yang sudah gue katakan bahwa ini berpengaruh pada hidup mereka ke depannya, kebanyakan dari mereka, gakmau menggantungkan hidupnya pada orang lain and selalu berpikir kalau-kalau pernikahan mereka akan bernasib sama dengan orang tua mereka. Di versi lebih parah, mereka phobia dengan pernikahan dan mendambakan hidup tanpa ikatan. Ada juga yang menyukai sesama jenis (untuk mereka yang terkena abuse atau yang menjadi saksi abuse), atau malah gak punya hasrat sama sekali. (berdasarkan survei dengan orang2 dengan latar belakang hampir sama dan melihat dengan mata kepala sendiri jadi apa mereka sekarang).
Bagaimana dengan gue? yah meskipun termasuk yang susah jatuh cinta, gue suka cowok (belum pernah gue suka cewek), gue ingin mandiri dan gakmau bergantung dengan orang lain, dan saat ini gue termasuk kategori phobia ikatan apalagi pernikahan (untuk mengatakan seseorang sebagai sahabat aja, gue ragu, apalagi kekaasssihhh). For me, pernikahan terlihat menakutkan, karena bagaimana mungkin 2 insan yang saling cinta bisa saling mengkhianati dan rebut2an harta nantinya, padahal dulu pas pacaran, pengorbanan dan kasih sayang jadi momok utama. Gue tau ini rambu2 bahaya, karena menikah itu sangat dianjurkan oleh agama yang gue anut, tapi gue juga ga bisa apa-apa, ini dampak dari masa kecil gue yang amburadul. Jadi yang bisa gue lakukan cuma berdoa, semoga ada orang baik yang bisa bareng gue mewujudkan keluarga yang bahagia, dan kalopun orang itu gak bisa, ya gakpapa, at least bercerailah dengan baik2 dan sebisa mungkin membahagiakan anak2 gue, dan kalopun gue gak akan menikah sampai kapanpun, gue udah punya alternatif lain untuk menyikapinya.
Ah iya, kalo ada yang bertanya kenapa gue bercerita hal ini, ya karena gue pengen cerita. Gue udah berikrar di posting pertama bahwa gue ingin berbagi pengalaman, kan?. ini cuma realisasi. Hal ini bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Karena pada kenyataannya gue bangga dengan hidup gue, gue pernah mencoba bunuh diri, gue pernah menyakiti diri gue sendiri, gue pernah mengatakan hal-hal yang terburuk yang bisa gue katakan pada orang tua gue, gue pernah merokok, memberontak, melempar piring, pokoknya yang kacau2, gue pernah. Tapi gue sudah melewatinya, gue bisa memaafkan dan bisa menerima hidup yang diberikan pada gue. Sekarang giliran gue yang berbagi.
Pada kenyataannya, memang banyak di antara mereka yang terperosok dan berkubang dosa, tapi most of all anak2 broken home yang seumur dengan gue sekarang tumbuh sebagai sosok yang lebih mudah menerima perubahan dan kekurangan orang lain, ketimbang anak dengan keluarga normal. Dan gue rasa kita mesti bangga akan hal itu, karena hal itu bukan sesuatu yang mudah untuk didapatkan.
Untuk yang masih berada dalam lingkarang set*n itu. hehe. yah abis sucks banget sih, iya kan?. Sebagai teman senasib (bisa dibilang begitu) gue akan berkata, gue percaya, Tuhan adil dan Dia punya rahasia untuk semua hambaNya, yang hilang pasti digantikan dengan yang lainnya. Yang perlu lo lakukan adalah, cobalah berpikir jernih, dan carilah jalan untuk meraih hidup lo sendiri. Jangan sampai lo ikut menjadi hancur, dan bagi yang sudah terperosok, gak ada kata terlambat untuk lo memperbaiki diri dan bangkit.
so, kalo mau dirinci, inilah yang bisa dilakukan :
- Peganglah keyakinan lo pada agama (beneran, itu bener2 mbantu lo banget, hati jadi lebih tentram)
- Hilangkan dendam lo pada hidup dan Tuhan (karena gak ada gunanya lo tereak2 di malam2 sepi tentang betapa lo udah berusaha dan kenapa hidup lo gak menjadi seperti yang lo mau, bukan SARA ya, tapi pada kenyataannya kita emang cuma ciptaan Dia, kitalah yang harus mengikuti aturan Dia, bukan Dia yang ngikutin apa yang kita mau)
- Terimalah diri lo dan keluarga lo (gak ada yang salah, cuma manusia jaman sekarang otaknya emang udah tercemar obat2an kimiawi dan macem2, jadi wajar kalo jadi agak2 miring dalam bertindak, it’s ok, yang penting kan sekarang lo udah sadar, mereka si papa-mama de el el juga one day bakal sadar juga kok, semua akan membaik, beneran deh)
- Percayalah kalo di luar sana pasti ada kebahagiaan yang menunggu lo (sekarang banyak medianya kok, lo bisa berkutat ada hobi, ikut kegiatan kemanusiaan, kemahasiswaan, TTM
, sahabat, pacar, banyak hal baru yang nunggu di luar sana, ngapain bermehe2 meratapi nasib, mendingan kita hepi heeepiiiiii dengan halal) - Hiduplah dengan cerdas, berusahalah menjadi seseorang yang berguna bagi orang lain (gue no komen ah, coba rasakan sendiri, nanti lo bakal tau kenapa gue menyarankan hal ini)
Dan bagi para orang tua, kami mengerti bahwa kalian juga manusia, bisa khilaf, bisa lupa, tapi please pikirkan juga orang2 yang bergantung pada kalian. Kalian dititipi anak, ya rawat dong dengan baik, pikirkan kelangsungan hidup mereka, bukan hanya dari segi materi tapi moral juga. Kalau memang perceraian adalah yang terbaik sejak awal, then make it fast, jangan mencoba bertahan dan menggantung2 urusan sampai anak kalian yang jadi korban. Kalo harus terluka, ya lakukan, abis itu obatin lukanya dan jalanin hidup lagi. Jadi orang tua jangan cengeng! jangan manja! malu dong sama umur!. Jadilah individu yang berani dan berkomitmen dan berusahalah dari awal untuk menikah dengan individu yang berani dan berkomitmen juga, jangan cuma kemakan cinta. Sejak lo punya anak, means lo udah gak bisa hidup untuk diri lo sendiri, means lo dikasih tanggung jawab berat, means lo mesti matang dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan, termasuk bagaimana kalo pernikahan lo hancur, dan kalo lo gak siap akan hal itu, mendingan gak usah punya anak! pelihara kucing aja kalo emang segitu pengennya memomong sesuatu.
Semoga kata-kata gue cukup mewakili dan mengena, euw, entah kenapa postingan gue kali ini persis pojok konsultasi di majalah remaja. emang dari dulu gue kepengen c. Maaf ya sodara2 kalo agak menggurui, hohooohooo. Ya Ampyuuun, gue rasa gue udah mengambil langkah yang cukup besar dengan mengatakan hal ini. Hore hore.
Manda.




two thumbs up
ga gampang buat menerima masa lalu, apalagi membeberkan ke khalayak ramai. hehe.
Comment by arhcamt — February 25, 2007 @ 2:57 pm
four thumbs up deh.
[satu lagi minjem jempol orang, trus dia juga ikut2an two thumbs up setelah baca…]
post ini membuat beberapa pembaca berucap syukur dalam hati akan keluarga yang mereka miliki…
Comment by dende — February 27, 2007 @ 8:02 pm
GOKILLL man…!!! Salut2x buat lw man (salut dalam arti +++ yah jgn salah sangka lw) Eh eh padahal gw kan dateng pas acara ultah 17 lw… dah lah ga usah di bahas… Man saran lw yg 4 Biji itu gw copy paste yak mo gw Print Gede2x buat di tempelin di Kamar gw ^^ hehehe…
Comment by Iqbal Ganteng Nan Keren (Temen SMP lw) — April 29, 2007 @ 6:23 pm
Bismillahi…
salute…
jempol 5 dari gue tuk lo
Comment by tiar — May 28, 2007 @ 2:43 pm
waaah…Subhanallah..
Manda, aku saluut ma km…
Comment by nitia — July 20, 2007 @ 5:37 am
Mandy bisa serius juga…? biasanya apapun cerita nya pasti dibaca nya lucu…
ini postingan ke dua yg ga bikin ketawa
Comment by novee — July 21, 2007 @ 5:34 am
hia manda…….
sbg orang yang mempunyai problem yang sama kaya loe….,,gue salut ma loe.
Comment by pipo — September 8, 2007 @ 7:58 am
oia lupa,
salam kenal aja yah……
16 f
Comment by pipo — September 8, 2007 @ 8:03 am
aq juga keluarga broken home…
tp,,
kakak q rusak,,
abang ku hancur…
adik ku semakin membandel..
kadanga aku juga selalu jahil n’ gak betah dirumah…
padahal kakak,, abang dan adikku sudah pernah minggat dari rumah,,
tapi itu tetap aja gak merubah kedua orang tuaku..
bahkan makin parah,,
apalagi bapak ku yg selalu menyiksa ibuku..
sampai aku gak tau lagi apa yg harus q perbuat..
bantu aku dunk menyelesaikan masalah q ne..
aq gak kuat
karna selalu melihat bapak dan ibuku berantam…
bahkan sejak aku kecil,,
karena selalu saja da orang ketiga..
sebelumnya mereka sudah menandatangani surat perceraian,,
tapi tetap aja bapak q gak mau melepaskan ibu ku..
dia selalu menyiksany..
beri aku jalan plizzz…
Comment by dewi — September 30, 2007 @ 7:38 am
Salut buat manda ama dewi! Semoga di masa depan, kalian mendapatkan keluarga yang sesuai dengan harapan dan idaman kalian! Amin!
Comment by id pob — November 2, 2007 @ 11:59 am
manda, qmu sama kyk yang aku alami skarang
tau gak aq da mw uan,
tpo masalahh q i2 gk pernah tuntas,
q gk prnh crt ini k ora lain
q slu happy d dpn mrka
q mw jd tmn q
q hrp qm mw sms q
08529758**** (censored by Mandhut)
plizzz
q bth tmn
Comment by astri — January 13, 2008 @ 1:46 pm
hay………………manda slm kenal dari akyu y……mslah km sm bgt kyk yg aq alami wlo itu smua da lama berlalu tapi smuanya msh membkas dlm hti…….skit bgt kl teringt smua itu.km mo g jd tmn akyu?kl bsa km hub akyu d no ini y 08564658**** (censored by mandhut) akyu tuggu y…………….
Comment by Kia imoet — January 14, 2008 @ 6:42 am
saia ngerasa broken home juga
tapi masalah yang saia alami beda
saia bingung, saia ini anak kandung atau bukan
saia punya ayah, saia punya ibu.
saia tampak seperti orang biasa.
saia tidak tampak mengalami tekanan batin
tapi,,,
saia bosan sama dunia
saia bosan hidup
tapi saia segan untuk mati
karena saia terlalu banyak memupuk dosa
saia takut
saia benar-benar bosan
karena hidup saia hanya untuk:
>BELAJAR
>BELAJAR
>BELAJAR
>PATUH
>DIAM DIRUMAH
hanya itu…
saia benci smuanya
saia nggak pernah merasa nyaman dirumah
rumah itu bagai penjara dan neraka dunia bagiku
saia seperti babu, yang selalu disuruh2
saia seperti tersangka, yang selalu disalahkan
saia seperti budak, yang bebas dibentak
saia seperti alat masa depan, yang selalu dituntut macam2 agar apa yang diinginkan ortuku tercapai
saia capek
saia nggak kuat
batin saia terasa tersiksa
saia boleh minta emailnya?
Comment by Dyah — January 18, 2008 @ 2:40 am
hai……..manda salut ama lo,lo bisa mengatasi masalah dengsn dingin,dulu karena broken home kamu jadi anak yang menentang semuanya, tapi sekarang kam dpt mengatasinya. u know i seen you’r artikel cos i debate about broken home famiy leads to broken children. thank’s ceritamu bisa aku jadikan referensi
Comment by dyan — February 26, 2008 @ 5:44 am
ops .. this post 1 years ago, but we still keep sharing about us .. hy all my friends …
we all same … to get problems to solve problems … share it .
read also http://irene87.blogsome.com/2006/05/29/broken-home/ ..
thx
why we here ?
where we go in the dye ?
Comment by syn0psis — March 13, 2008 @ 8:44 pm
Ya tuhan manda, gua selama ini nyari orang buat berbagi cerita soal keluarga broken home, ternyata orang itu ngga jauh2 juga selama ini.
Bokap gua ninggalin keluarga gua sejak gua kelas 4 SD. Selingkuh. Empatbelas tahun udah gua ngga pernah ketemu dia lagi, sampai sekarangpun gua masih sering ngerasa benci dengan apa yang dia lakukan waktu itu.
Gua merasa sangat-sangat sendirian, sampai sma gua mencari mereka yang ngalamin hal serupa dengan gua, tapi kalaupun ada mereka memilih diam membisu dan menganggap semua itu aib yang ngga boleh diceritakan.
Looking forward to talk about it with you dear, if you may.
Comment by Ibam — June 2, 2008 @ 5:43 pm
seneng bacanya,,,,
cz beberapa temenku ada yang bernasib sama…
and now,,,im afraid cannot save them…
hiks…
bis baca ini, , ,
aku harap aku bisa bantu temen2…
makasi sangadh!!!!!
moga dapet yang terbaik!!!!
:)
Comment by ratri :) — June 28, 2008 @ 2:08 pm
cool dude. ni tulisan baru gw baca. keren juga
lam kenal, alkautsar,m,21
Comment by alkautsar — August 14, 2008 @ 4:27 am
wah hebat banget….
keren2… terus berjuang ya….
Comment by gorbi — August 22, 2008 @ 9:37 am
walaupun kita ini termasuk anak broken home…. emank benar tak perlu disesali mending kita mencari dunia kita sendiri dimana masih ada kebahagian yg menanti meskipun tak sebahagia dimana kita bisa berkumpul bersama keluarga…..
so to be your self aja
Comment by adhil — September 3, 2008 @ 9:51 pm
hai manda aq sama anak broken home trus terang ini sudah lumayan lama aq ky ad di lingkaran setan terus dan sulit untuk keluar dan terbuka kasuus nya sih seperti yang dialami kaya dewi astri terus terang aku butuh teman berbagi gw sekarang de[presi gw bth tmn gw udah dilur kemampuan gw untuk nyelesaian masalah ini klo bisa aku minta no tlp dan ym nya dong secepatnya
Comment by feri — September 11, 2008 @ 9:38 am
hai manda aq sama anak broken home trus terang ini sudah lumayan lama aq ky ad di lingkaran setan terus dan sulit untuk keluar dan terbuka kasuus nya sih seperti yang dialami kaya dewi astri terus terang aku butuh teman berbagi gw sekarang de[presi gw bth tmn gw udah dilur kemampuan gw untuk nyelesaian masalah ini klo bisa aku minta no tlp dan ym nya dong secepatnya
Comment by feri — September 11, 2008 @ 9:39 am
hai manda aq sama anak broken home trus terang ini sudah lumayan lama aq ky ad di lingkaran setan terus dan sulit untuk keluar dan terbuka kasuus nya sih seperti yang dialami kaya dewi astri terus terang aku butuh teman berbagi gw sekarang de[presi gw bth tmn gw udah dilur kemampuan gw untuk nyelesaian masalah ini klo bisa aku minta no tlp dan ym nya dong secepatnya
Comment by feri — September 11, 2008 @ 9:40 am
hai manda aq sama anak broken home trus terang ini sudah lumayan lama aq ky ad di lingkaran setan terus dan sulit untuk keluar dan terbuka kasuus nya sih seperti yang dialami kaya dewi astri terus terang aku butuh teman berbagi gw sekarang de[presi gw bth tmn gw udah dilur kemampuan gw untuk nyelesaian masalah ini klo bisa aku minta no tlp dan ym nya dong secepatnya
Comment by feri — September 11, 2008 @ 9:42 am
maaf kebanayakan komennya komnya lagi ngadat sekali lagi maaf
Comment by feri — September 11, 2008 @ 9:50 am
hai manda maaf kok ga di jawab komen ku trus terang aku sekarang masih di lingkaran setan itu apa bisa kasih masukan dari pengalaman mu itu terus terang umur ku udah tua umurku skrng 20 selama ini lari dari masalah aja dan ngumpet padhal gw udah usaha
Comment by feri — September 24, 2008 @ 8:24 am
hi manda? boleh tw alamat e-mail u g?
Comment by irene — September 28, 2008 @ 2:23 pm
maaf, baru sempet ngecek setelah sekian lama. duh banyak banget. sori sori sori. silakan kirim imel ke lucumanda@yahoo.com, atau add aja via ym. maaf banget, buat feri -_-. silakan irene itu alamat imelnya.
Comment by Administrator — October 5, 2008 @ 11:02 am
kamu akan merasa bebas jika kamu setia pada yang “Benar” - Mario Teguh -
apa yang kalian semua rasakan cuma bisa dimengerti oleh orang yang pernah merasakan dan ada dalam situasi itu.. saya suka apa yang diungkapkan oleh manda. Saya juga merupakan produk 30 tahun dari rasa broken home dan masih trus dan tetap trus berjuang untuk mencoba untuk bisa menjadi lebih baik… sadarilah bahwa hidup ini terlalu indah hanya untuk disia2kan untuk sebuah masa lalu. Mulailah yakinkan diri untuk bisa bangkit dari keterpurukan untuk sebuah kata masa depan yang lebih baik.. buat diri kalian dan orang2 disekitar kita.
Sebaik-baiknya manusia adalah bermanfaat bagi orang lain…
add me at Ym for further chat… sandi_chinmi
love and peace.
Comment by sandi — October 26, 2008 @ 8:36 am
halo manda… gw kagum dengan ketegaran u dlm menghadapi semua walaupun dalam keadaan paling buruk sekalipun…
inget, Tuhan merencanakan yang terbaik untuk kita semua, Dia tidak pernah meninggalkan kita,. jadilah serahkanlah semua khawatirmu kepada_Nya..
God Bless…
Comment by Nelwan — October 27, 2008 @ 1:07 pm
……..kakak ini kerjanya upu c????……..
psikolog eah???
ato
writer eah???
hem,,,jwb z,,,
coz maybe we have the same experience,,,
n I need someoene to share,,,
thx b4
Comment by she — November 1, 2008 @ 1:40 pm
kakak,,,
buleh kirim email g???
hem,,,,itu jg klu lg g da bny mslh ajah…
Comment by she — November 1, 2008 @ 1:45 pm
kakak,,,
Comment by she — November 3, 2008 @ 9:08 am
hi…manda..
q seneng baca ceritamu..
moga kmu tetap tegar ya..
semangat
tehan basertamu
Comment by wiwin — November 8, 2008 @ 8:37 am
tar balaz di ym qu ya
ButtErfly_cuteZz92@yahoo.com
qu pengen berbagi cerita
Comment by wiwin — November 8, 2008 @ 8:40 am
hahaa,,,
terus terang gw salut bgt m lo manda…
bagaimana bisa seorang cewek iang menurut gw masii di bawah batas kemampuan gw ternyata malah jauh di atas gw…!!
hehhee…
(sorry eaa, dalam hal ini emang gw slalu berfikir kaiak gtu,, karena mnurut gw cewek itu identik ama nangis n manja”an, sedangkan cowok jarang banget yg sampe nangisin masalah sampe sesengguka di kamarnya, tp itu juga mnurut gw sii).
oya,,balik k topik (belibet bgt iaa)^^
perlu gw jelasin kalo sekarang gw berada di posisi itu,,
paas bgt..
iyaa,, bonyok gw telah sukses menciptakan 2 produk ‘brokenhome’ baru..
hufh..
boleh kan gw curhat m lo,,??
tepatnya sii bertukar fikiran..
kaiaknya di saat gni gw btuh sosok orang yg bisa nenangin gw ama rangkaian kusut masalah” k’idupan gw,,
kalo lo nyanggupin please kirim gw e-mail eaa,,^^
gw gk nyangka..ternyata di dunia ini masii ada orang setegar elo…
pokoknya gw salut berat..
Comment by diedoth — November 8, 2008 @ 5:08 pm
oya,,
ni alamat e-mail + YM gw..
kay_bandit24@yahoo.co.id
di tunggu eaa nda..
thanks before..^^
Comment by diedoth — November 8, 2008 @ 5:10 pm
MANDA MENGUCAPKAN :
sodara sodari diriku sudah pindah ke domain baru. jadi maafkaaaan maafkaaaaaaaaaaann kalo baru baca
.
sekarang kalo ada apa2, monggo ke domain baru, atau kalo urgent add aja ym saya di lucumanda atau kirim email ke lucumanda@yahoo.com ya
dan saya seneng kalo dikirimin imel
dan bukan saya bukan psikolog, saya bukan writer.
tapi saya ga keberatan kalo ada yang ngira begitu, atau end up jadi salah satunya
Semangat :*
Comment by mandhut — November 15, 2008 @ 5:38 pm
gue nyesel baru baca sekarang..
kemana aja ya gw?
heu_
mandhut, asli what the fu** this life bwt kita yang ngalamin brokenhome..
but thats true, kita harus idup cerdas dan ngebangun idup lebih meaningfull buat dunia..
salutH lah bwt loe…!!!
:-))
Comment by @li'z — December 27, 2008 @ 4:24 am
g copy y arikelnya buat karya ilmiah g…
arigatou..
btw, g salut…
g jga hmpir mrip malu
Comment by lauren — February 4, 2009 @ 2:31 am
wah salut lu … bisa Njalanin iduP ni mesKilun Lu ce .. dan bisa jaga Iman … saLUt sm Kmoe …
gua jga Anak BrokEn..
nice soaL sharneNya
Comment by Ndemo — February 10, 2009 @ 2:19 pm
zori zblumnya…
g kmren2 cri tugaz tentang perceraian.
tpi g nemu blog lain yg artikel’a hmpir mirip isi’a ma lu, dia tliz artikel’a sampai ada bagian tergelap yang…
g si ngax to sapa yg copy dluan, tpi g harap bkan lu yg copy artikel dari dia coz g zka ma artikel lu…
Comment by lauren — February 14, 2009 @ 4:25 am
pngen bgi crita ni ka’
q jg slah satu korbn dri ortu2 yg egois!
n kbtulan bngtz skrang aku lg bingng cmpur ksel m ortu q!
gmn y ka’cranya buat nunjukin ke mreka xl sbnernya q g’ suka ama semua ini!
mreka sring nglarang q bwt nglakuin hal2 yg yah mungkin kurang wajar ci,tp q rsa itu g berlbihan. alesan mreka c tkut xl ntr q terlanjur ke pergaulan bebas.tp q lkuin itu smua kahn jg gra2 mreka!!
dan aku jg pngen nunjukin gmn cranya mreka itu percya am aq,xlo q ni udah gede jg,bisa jg diri ndri,n jg khan q btuh plampiasan karna slama ni q jd korban mreka yg egois!
gmn donk???
emang kta2nya brantakan,tp intinya kyak gtu lah.
q btuh bngetzz saran ka2′.
thankssss…….
Comment by karina febrioni waluyo — February 25, 2009 @ 12:53 pm
huh semenjak ngarasain BH gwe,,,,
makin.. GiLa…
i Love Kock…
udo you want give u”r kock
Comment by moee — February 26, 2009 @ 2:21 am
salam kenal…
rio bs merasakan apa yang manda ceritakan.dalam psikologi islam,kita di suruh untuk bertafakur mengenai semua kejadian yang ada di bumi.agar kita bisa selalu teringat kepada-Nya.untuk mencapai insan yang sukses..dan berisi.
rio salut pada manda.
Comment by rio — March 4, 2009 @ 3:25 pm
eaa thanx bnedh..
comeont punna loe ngbantu gue byar bangkit..
tapi gue takut???
gue gag mw terjerumus kelingkaran setan itu..
gue bkall coba jadi pribadi yang kuat
walaupun umur gue baru 14th..
tappi gue bakal coba…
jadi sesuatu yang baik yang bisa dibanggain semua orang..
emank sih ptama’y gue kaget n’ sock banedh..
ngdenger ortu gue bkalant cerai..
but kata2 itu uda sring terlontar klu mreka btengkar
n’ akhr’y tddi mleum mreka spakat buat nglakuin hal ittu
eaa wlaupun blun adda kpastian kpan sdang’y..
tappi gue udda ngrasa gue bisa bangkit setelah ngbaca..
coment darri loe..
thanx banedh eea..
Comment by dinda — March 7, 2009 @ 12:11 am
apa Yg Qmu alamin sm kya apa yg aqu alamin sekarang bahkan sekarang aqu mce berumur 13 thn tpi aq dah harus dah bsa menata hdup q ndri
tp aq ttp fun2 ajjah,,,
oqee plend loq btUh bantuan qm bsa hub aqu di 085730132733
Comment by Resty — March 21, 2009 @ 4:06 am
huuuuuuuuuuuuuuhhhhhhh
gwe sama ngalamin gitu juga???
bahkan gwe sekarang dah mulai terjerumus ama kehidupan yang menyimpang
gwe malah ngerasa nyaman bageddd…
disitu…
bagi yang mau bertukar pikiran ma gwe
moee_holyprince@yahoo.co.id
Comment by moee — April 13, 2009 @ 8:59 am
kk…
Postingannya cukup membantu….
Cukup bikin lega…
Ternyata bukan cuma gw yang broken home..
Td nya gw sempet mikir klo gw tuh satu” nya org yg ga beruntung di dunia ini..
Makasih udh bikin luka gw agak berkurang…
^^
Comment by yessie — May 15, 2009 @ 2:20 pm
oh…
tragis bgd dirimuw blo….
.
aq jj mw nulis cerpen ttg broken home…
loe mberi aquwh inspirasi,
thx…
Comment by muzza — June 16, 2009 @ 4:03 am
k’ manda,, aq jga nglamin ap yg kk alamin,, mlh dri aq umur 9 thn.. skit’a msh krsa k’ smpe skrg,,
n tuu bnr2 bqin aq trpuruk,, n smpet psimis jlnin hdup,,
aq jga pnh nglakuin ky yg k’ manda lkuin,, ( ngrokok,, cba bunuh diri,, dll )…
tpi k’,, bnr bgd ap yg kk blg,,
klo Tuhan tuu Maha Adil atz sgla sswT,,
skrg hdUp aq dah lbih bae k’,, n udh bsa ikhlas nrima smua’a,,
k’,, ttP smangad yah,,!!!
aq ykin,, org2 “produk broken home” kya qt,,
pzTi akan dPt kbahagiaan qT msg2,, swTu saaT nntI,,,
cheer uP,,!!!
Comment by rara — June 22, 2009 @ 1:53 pm
q ngrti bgt prasaan qm.ortuq cerai sejak 9 maret 1996.wktu tu q masih kelas 1 sd,q ikut budhe n nenekq,
sakitna mank luar biasa,tp qta harus tetep b’syukur berarti tuhan masih sayank ma qta krna qta diberi cobaan yg bwt qta jd ngerti akan arti idup
Comment by ty4z — June 28, 2009 @ 1:00 pm
tenks bgt atas tips…
gw akn tegar…
ini dalah proses hidup yang hrus sy jalani….
Comment by so sad — July 14, 2009 @ 10:36 am
beruntung bgt bs knlkm lwat tulisan2 km…..
yupz,,mg bnyk bgt bgt sech kalangan yg senasib ma qt,,,,,
& btuh bgt forum share kayak gini,,,,,,,,,,,,,,
jd gak ngerasa sendirian & bingung mo curhat ke spa,,
coz ne bkan bs jg kyak aib.g ksempurnaan,DLL
so thx bgt bwt km,,,,
2 thumbs 4 u…:-)
Comment by zee — July 20, 2009 @ 2:33 am
ak suka postingan ini, sama persis dengan apa yg kurasa…
tapi satu hal yang pasti dan akan sangat susah sekali yajni dmana kita hanya memimpikan suatu keluarga yang utuh…
pelukan dari ortu. tu yg gak akan bisa dipungkiri. mungkin kita bsa share lebih lagi, otre…
yg perlu kalian tau ak jg victim dari hal itu, dan parahnya lagi ak seumur hdup ini blm pernah yg namaynya digandeng tanganku oleh ortuku berdua… boro2 di gandeng merasakan ASI aj ndak pernah, bkn karna ditinggal mati…
tapi S***ks divorce…..
Comment by ronny — July 26, 2009 @ 8:29 am
boleh share m aku g… mslahku sama.. q btuh tmen crhat :’( add Ym q yah.. eri_trizna (tlong disensor..) makasih bgt yah manda.. q saluut bgt m kmu…
Comment by Ito — July 29, 2009 @ 2:48 pm
nice post .. same as the way I feel. I came from a broken family too, thankfully, Im able to move on. Anyway, Seneng kali yah kalau kita punya forum khusus untuk ngebicarain hal-hal seperti ini ..
;)
Comment by agnes — July 30, 2009 @ 9:43 am
aku adalah produk broken home yang hobi banget sama komputer and internet, tapi ekosistem keluarga tidak mengerti apa yang aku lakukan di depan my lovely kompie, mereka hanya berpikiran hal hal buruk tentang internet, DAMN aku pake inet buat donlot and cari tutorial.
ok itulah terjadi, tapi ada sesuatu hal yang buat aku merasa dirampas akan kemerdekaan dalam 1. mengembangkan diri 2,memiliki aspirasi
adakah keluarga yang melarang anaknya untuk ikut serta dalam pemiliohan umum??? ya ada kluarga gw tuh
Comment by v1d32 — August 24, 2009 @ 5:03 pm
..
emm…
tappi Manda,
aquwh gag kuad gjalinin ini cmua…
..
aq pengen harakiri.!!!!
..
gmn Man?
Comment by muzza — August 27, 2009 @ 5:53 am
temen-temen….
bantuw diriku donk…
..
gmn innie??
..
Comment by muzza — August 27, 2009 @ 5:55 am
muzzalea@yahoo.co.id
..
aq tunggu.
..
di FB,FS,YM..
dll
Comment by muzza — August 27, 2009 @ 5:59 am
wah….bner jg tu nda(nama qta sama y wkwkwkwk)
qt lebih kuat ngejalanin hidup n hal” yg buruk,dibanding anak” dr keluarga yg normal,,,ru diputusin pacar aja mpe kabur” segala dari rumah bikin orang laen kerepotan,ada yg niat bunuh diri segala,,gmn klo mereka jadi qta?mgkin ud gntung diri n arwahnya gantung diri lagi =)
dibalik semuanya ne mang ad hikmah c…tp w jg rada phobia ma yg namanya “PERNIKAHAN”
sama kyk lw nda…nyokp w dah 2x nikah n yg skrg mw cerai lg…mending w g ush nikah dh…trauma w…tar ank w gmn klo w cerai jg…ckup dah w aj yg anur krna kluarga w broken…w gmw ank w jg =)
wt yg laen…bertahan n sabar aj…g mesti mpe narkoba ko…emang c w rada ancr wkt w broken…tp g mpe narkoba ko…klo w bs xan jg pst bs….w msh 10 taon ko wkt w ngadepin itu…tapi msh idup mpe skrg n fine” aj =) wkwkwkwk
Comment by manda juga — September 9, 2009 @ 3:03 am
Salam bagi pecinta komputer n lagi bingung mencari antivirus…
begini…
sya mo memberi tahukan
kalo teman - teman sedang kesulitan mencari pekerja’an
sya mo menawarkan pekerja’an di bidang MARKETING
untuk teman -teman yang dapat mencarikan kami murid… maka kami akan memberi komisi yang cukup!
semakin banyak anda mencarikan kami murid maka besar pula pendapatan anda!
untuk ketereangan lebih lanjut
link kesini ajah
http://mvprivate.net46.net//Lowongan.html
Comment by mursid_kc — September 28, 2009 @ 5:26 pm