Yiiippppppiiieeeee..!!!! kya kyu udah lama banget gue gak posting.. kangen kangen, cup cup… ah senangnya posting, senangnya senangnya emoticonemoticon (mulai aneh)

mumpung lagi nganggur nungguin kul jam 3, ada baiknya gue menyampah2 disini emoticon

 

Nah, marilah kita berbicara tentang Manda, ahahahaha (yang langsung skip postingan ini gue kutuk keracunan jengkol). Gue mau ngomong tentang…. interest gue yang aneh. Aneh Aneh.

Sebenernya ini mah bagian dari keisengan gue kali ya, tapi gue seneng meneliti dan mendalami sifat satu individu, gue lebih bisa menghafal secara alamiah segala hal yang berhub. dengan orang2 di sekitar gue, ketimbang segala hal yang berhub. dengan gue sendiri (contohnya, jadwal kul, tanggal2 penting gue sendiri, aneh ya, kayaknya lebih tepat disebut anomali). Gue menikmatinya kok, mencoba ngertiin dan nyenengin orang lain itu menyenangkan lho, rasanya damai dan tenang, apalagi kalo dingertiin dan disenengin balik (ngarep lo, man).

Gue menyadari itu interest yang aneh di jaman manusia yang serba individualis ini (tanpa bermaksud menganggap diri sendiri baik hati-tidak sombong-tidak egois). Gue sama dengan manusia yang lain, sama2 egois, sama2 gendut (iya, mereka semua juga gendut kok man, ahaha menipu diri), sama2 menipu diri sendiri dan orang lain untuk menyelesaikan masalah (lebih tepatnya, sama2 licik), sama kotornya, sama bersihnya. Sama. Hanya saja, gue memiliki sebuah interest yang aneh. Yang jarang banget gue temukan di sesama manusia yang lain.

Kenapa gue keukeuh menyebut ini sebagai anomali? bukan kelebihan ato kekurangan? karena, dalam prakteknya, ada lebihnya dan kurangnya buat gue.

Kadang interest kayak gini gak sepenuhnya bikin seneng. Kadang jadi senjata makan tuan buat gue, karena gue udah begitu jauhnya terlibat dengan satu individu (jangan mikir aneh2) sampe gue terjebak dan gak bisa keluar lagi. Gue tau apa yang dia rasa dan gue gak tega, jadi terpaksa mesti ngorbanin ini dan itu, pada akhirnya gue yang rugi dan dia seneng2 aja. Gak bisa nyalahin siapa2, it’s all my fault, semua udah terjadi. Tapi pada waktu itulah gue tau kalo ini anomali, anomali, karena lo begitu dan semua orang tidak, karena lo peduli dan semua orang tidak.

Pengalaman pahit membuat gue belajar, bahwa ada baiknya hati2 dan pilih2 sama objek yang bakal lo teliti, dalami dan lo sayang, sebagai teman, sahabat, pacar, apapun itu. Jangan sampai orang itu mempengaruhi lo dan memanfaatkan lo terang2an. Lo boleh menyayangi dan peduli, tapi carilah orang yang bisa membalas itu semua dengan baik, gak perlu lebih. Bukan meminta pamrih, bukan egois, tapi sayangilah diri lo sendiri sebelum lo menyayangi orang lain.

Setelah itu, gue pun merugi, karena gue lebih kenal orang lain ketimbang diri gue sendiri. Gue gaktau gue mau apa, gue gaktau gue lebih suka makan keju ato coklat (selama ini gue mau makan apa aja, terserah temen gue, sekalian klarifikasi, selama ini gue bukan rakus, tapi bermaksud menyenangkan sekitar, AHAHAHA), gue gaktau gue mau nonton horor ato drama (terserah temen gue), gue memilih tempat makan yang temen gue suka, gue memilih film yang temen gue suka, gue memilih kue selain dari yang temen gue suka, supaya temen gue bisa makan kue yang dia suka. orang yang paling gak gue kenal adalah diri gue sendiri. Oh iya jelas merugi, karena semua temen gue berkembang dan gue tidak, gue gaktau gue suka apa, gimana gue mau ngembangin potensi gue?

Butuh waktu lama untuk sadar hal itu, dan akhirnya ketika sadar, butuh waktu lama untuk tau siapa diri gue sendiri. Untuk tahu gue suka penggila jeruk kelas kakap, untuk tahu gue gasuka dianggap remeh, untuk tahu gue punya gengsi lumayan gede, untuk tahu gue suka makan kue lapis dengan cara diambil perlapisnya, (daritadi banyak tentang makanan yaaa) dan ternyata, gue barutau kalo mengenal diri sendiri tidak kalah menyenangkannya, malah enak, lo tau dengan tepat apa yang membuat lo bahagia (aneh, semua punya naluri itu dari sejak lahir gitu man).

Dan sekarang, gue merasa tambah menyenangkan karena sekarang lo mempunyai sesuatu untuk dibagi dengan orang lain. Karena sekarang lo bisa memberitahu apa yang lo inginkan dan mendengar apa yang mereka inginkan. Dan kategori penelitian gue terhadap orang lainpun bertambah, salah satunya adalah ’sayang ma gue’ dengan ‘ga sayang ma gue’. Hahahahahaha. Oh ini membuat dunia jadi lebih menarik tentunya. Jelasnya. Pastinya. Lala lala lala.

So, sampe sekarangpun gue masih memiliki interest yang sama, mendalami sifat dan perasaan orang lain, tapi dengan bangga gue mengatakan, gue udah lumayan bisa mengontrolnya. Dan gue membatasi diri dengan, kenali diri lo sebelum lo mengenal orang lain. ITU PENTING BANGET.

Hehe, cuma berbagi pengalaman in case ada yang mempunyai interest yang sama dengan gue.

Iseng banget ya gue.